Erik Wira Pranata adalah seorang CEO berusia 27 tahun dengan satu anak. Anehnya ia memiliki anak dengan statusnya yang masih perjaka alias belum pernah menikah.
Kemudian, sang anak meminta sosok Ibu kepada Daddy nya. Erik pun bingung harus bagaimana, di satu sisi ia begitu trauma akan penghianatan di masa lalunya.
Bagaimanakah kelanjutannya ?
Mari baca kisahnya di sini.. :)
Jangan lupa follow IG : maeputrisarmi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Weekend-1
Weekend telah tiba.
Di pagi hari yang cerah, dengan hembusan embun yang menyejukkan hati, Erik tengah mengajak Cio dan Pak Doni untuk lari pagi.
"Cio capek, Opa.." Keluh Cio yang tiba-tiba menghentikan larinya.
Sedangkan Erik telah mendahului beberapa meter di depan Cio dan Pak Doni.
"Opa juga capek, nge-charge energi dulu yuk.." Ajak Pak Doni pada Cio.
"Tapi Cio gak kuat jalan, Opa.." Keluh Cio menyeka keringat di dahinya.
"Opa juga capek, tapi kaya nya Daddy kamu masih kuat tuh.." Pak Doni mulai dengan ide nya.
"Erik !" Teriak pak Doni memanggil putranya.
Erik menoleh ke belakang yang sudah agak jauh, lalu ia berlari menghampiri keduanya.
"Kenapa ?" Tanya Erik saat telah tiba di hadapan keduanya.
"Nge-charge energi dulu yuk.." Ajak pak Doni.
"Ya udah, ayo.." Jawab Erik santai dan hendak membalikkan badannya untuk beranjak.
"Eits.. Tunggu dulu.." Cegah pak Doni pada Erik yang hendak beranjak.
"Kenapa lagi ?" Tanya Erik keheranan.
"Itu lihat anak kamu, udah gak kuat katanya, gendong gih.. Papa capek." Jawab Pak Doni yang terlihat letih.
"Hufftt.." Erik menghela nafasnya sejenak, "Ya sudah, sini Daddy gendong" Lanjutnya.
Kemudian, mereka bertiga melanjutkan perjalanannya.
Mereka berhenti di taman komplek, duduk di bangku yang telah di sediakan oleh Abang penjual Bubur Ayam.
"Bang, tiga mangkuk ya.." Pak Doni Memesan Bubur Ayam.
"Baik, Pak.." Jawab sang Abang.
Tak lama kemudian datanglah pesanan mereka, mereka menikmati bubur nya masing-masing, dan dilanjutkan dengan perjalanan pulang.
.
.
Sesampainya Erik dan Cio di kamar Erik.
"Cio kok ikutin Daddy ? Sana kamu mandi sama Mba Nur" Perintah Erik.
"Eumm.. Dad, Cio ingin sesuatu, boleh ?" Tanya Cio ragu.
"Apa ?" Tanya Erik penasaran.
"Ada pertunjukan badut jam 2 siang di taman kota. Boleh lihat dengan Daddy ?" Tanya Cio menatap sang Daddy dengan tatapan imutnya agar sang Daddy bersimpati.
"Ada lagi ?" Tanya Erik tersenyum, ia mensejajarkan tubuhnya dengan sang putra.
"Pengen jalan-jalannya dari pagi sama Daddy ?" Cio mengutarakan keinginannya lagi dengan antusias.
"Tapi mandi dulu sama Mba Nur ya.. Bilang ke Mba Nur kalo Cio mau jalan-jalan, biar di dandanin yang cakep, ok ?" Ucap Erik.
"Ok, Daddy" Jawab Cio menyatukan ibu jari dengan hari telunjuknya sembari melompat kegirangan.
.
.
Erik dan Cio ingin menikmati quality time berdua, jadi Mba Nur tidak ikut.
"Kita mau kemana, Daddy ?" Tanya Cio menatap Erik.
"Kita mau berburu kuliner di pasar, ok ?" Tanya Erik yang sedang fokus menyetir.
"Ok, jugaan Cio tidak pernah di ajak ke pasar sama Oma. Kalo Cio ikut pasti di ajak nya ke Mall atau mini market." Ujar Cio.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. Erik dan Cio turun setelah memarkirkan mobilnya di parkiran pasar yang tak terlalu luas.
"Oh My God, This is a dirty place, Daddy.." Rengek Cio yang baru pertama kali menginjakkan kaki di pasar.
"Kan udah pake sepatu, enggak apa-apa, ayo.." ajak Erik yang hendak melangkah.
"No ! Cio takut, Daddy.." Rengek Cio.
"Ya udah, ayo Daddy gendong.." Ucap Erik, lalu ia menggendong putranya seperti Kangguru.
Mereka memasuki pasar. Tak lama kemudian, ia melihat deretan kedai penjual jajanan dan makanan tradisional.
"Cio mau yang mana ?" Tanya Erik memperlihatkan deretan kedai pada Cio.
"Mau itu yang di tabur pake kelapa" Kata Cio menunjuk klepon.
Erik memesan dua porsi Klepon. Keduanya menikmati pesanannya di bangku yang ada di dalam kedai itu.
"Daddy dulu yang makan, Cio pengen lihat dulu" Ujar Cio.
Erik memakan klepon miliknya.
"Isi nya saus coklat, Daddy ?" Tanya Cio terheran-heran menatap bekas gigitan Erik.
"No, it is palm sugar" Jawab Erik memberi tahu pada putranya.
"Oh.. how about the taste ?" Tanya Cio penasaran.
"Sweet" Jawab Erik singkat sembari terus menikmati klepon nya.
Kemudian, Cio yang penasaran akhirnya mulai memakan klepon nya sendiri.
"I like it, the taste is Good, Daddy.." Ungkap Cio dengan mulut yang terisi penuh.
"Di telan dulu, Boy.." Peringat Erik pada putranya.
.
.
Matahari beranjak naik. Kini Cio tak merasa jijik lagi, Erik menggandeng anaknya untuk keluar dari pasar.
Namun, di tengah langkah nya, Cio terperangah oleh sesuatu dan tiba-tiba menghentikan langkahnya, membuat Erik mau tak mau ikut berhenti.
"What's wrong, Boy ?" Tanya Erik heran.
"Itu.." Cio terperangah oleh sesuatu, dan menunjuk ke arah yang di maksud.
Erik menoleh ke arah yang di tunjuk oleh anaknya.
Erik pun ikut terkejut.
Bersambung..
Jangan lupa dukungannya berupa rate, vote, like, komentar, dan bagikan link cerita ini ya. Terimakasih 🙏♥️
katanya bahagia dg suami y??
nanti sakit sendiri.
menghapus kontak seseorang di hp suami percuma saja klo akhirnya terus berhubungan.
blokir aja sekalian kontak gak penting tuh
klo lg penat krn problem,obatnya adalah yang enak2 wkwk...
dasar bucin akut
jebol euy,gara2 cemburu wkwk
tisha ngasih no hp suaminya???