ini adalah kisah lanjutan dari season pertama yang judul nya *musuhku adalah suamiku* dengan perbaikan kata dan bahasa sedikit ya dears.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Sore hari Rafa tengah asik bermain game di ponsel nya sambil tiduran di ruang tamu sedangkan Arin tengah menyegarkan diri di kamar mandi karena merasa lelah setelah membersihkan apartemen bersama Rafa. Tiba tiba terdengar bunyi bel apartemen yang membuat Rafa harus menghentikan permainan game di ponsel nya itu lalu beranjak dari sofa untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
" Mama ?" ucap Rafa terkejut karena melihat seorang wanita yang tengah mengenakan dress berwarna hijau tua selutut dengan lengan sampai siku membalut tubuh putih bersih dan tas kecil ber merk melingkar indah di tangan.
" Tumben ma kesini ramai ramai ? mau demo ma ? timpa Rafa lagi saat melihat mama nya datang bersama suami dan adik kecil Rafa juga ke dua mertua nya. Mama Rafa pun memukul lembut pundak Rafa karena mendengar ucapan yang dilontarkan putra pertama nya itu. Dengan sigap Rafa langsung mencium tangan serta kedua pipi mama dan mama mertua yang terlihat segar dan cantik meski sudah berumur,, dilanjut dengan mencium papa dan papa mertua yang berdiri tepat di belakang wanita wanita cantik yang tersenyum lebar melihat Rafa.
" Gendut, ngapain lo ikut kesini, di rumah kaka engga ada makanan " goda Rafa sambil mencubit pipi kiri adik nya itu hingga merasa kesakitan. Rafa pun mempersilahkan semua orang yang ada di depan pintu apartemen nya untuk masuk ke dalam dan meminta mereka duduk di sofa ruang tamu.
" Arin mana nak, kok engga kelihatan " tanay Mama Rafa dengan mata yang mencari cari di setiap ruangan namun tidak mendapati menantu cantik nya.
" Ada ma lagi mandi di kamar atas " sahut Rafa dengan mulai mematikan game di ponsel nya.
" Mau minum apa ma, pa ?" tawar Rafa kepada orang tua dan mertua nya yang sudah mulai duduk di sofa ruang tamua apartemen Rafa.
"Aku jus ka ? " sahut Adik Rafa dengan mengacungkan jari nya ke atas
" Engga nanya kamu " goda Rafa dengan kedua tangan mencubit dua pipi tembem Dion yang langsung mendapat cubitan kecil mama nya di perut Rafa hingga ia memekik kesakitan.
" Nanti aja sayang, kita baru minum tadi di rumah mama Arin " sahut mama Rafa
Mereka pun mulai berbincang ringan bersama di ruang tamu dengan Rafa yang tak pernah berhenti menggoda adik gendut yang duduk disamping nya.
" Yank, bantuin aku dong " terdengar teriakan Arin yang menuruni anak tangga dengan mata melirik ke bagian belakan tubuh nya berusaha menutup resleting rok terusan berwarna hitan yang tengah ia kenakan dengan sesekali memutar badan nya karena memang tangan nya yang tidak sampai untuk meraih kancing rok nya hingga semua orang yang ada di ruang tamu tersebut melihat punggung Arin yang putih mulus itu. Dengan cepat Rafa berlari menaiki anak tangga dan memeluk tubuh Arin dari depat dengan kepala membungkuk di bahu Arin mencoba membantu Arin menutup reseleting rok nya. " Sexy.." goda Rafa seraya mencuri kesempatan untuk mencium pundak mulus istri nya hingga Arin merasa geli. " Yank geli.." pekik Arin sambil bergidik. Seusai mengancing resleting rok Arin, Rafa pun berdiri dengan senyum manis di depan istri nya yang dan dengan cepat Arin meletakkan kedua telapak tangan nya di pipi Rafa lalu menggoyang goyangkan ke kanan dan kiri gemas sampai bibir Rafa terlihat monyong " Terimakasih suamiku " ucap Arin gemas. Dengan mulut yang masih monyong itu Rafa tersenyum lalu berkata pelan " Ada mama sama papa yank " ucap Rafa yang langsung membuat Arin membulatkan mata nya terkejut dan dengan cepat menghempaskan tubuh Rafa ke arah samping lalu melewati Rafa yang menahan tubuhnya membungkuk agar tidak jatuh " Gila bini gue main lempar aja " gumam Rafa pelan lalu menuruni anak tangga mengikuti Arin menuju ruang tamu. Orang tua Arin dan mertua nya hanya tersenyum melihat tingkah anak anak nya itu.
Arin pun menyapa semua orang tua yang tengah duduk dengan tersenyum lebar di ruang tamu itu dan mulai membungkukkan badan nya untuk mencium tangan mereka. " Genduuuuut " ucap Arin sambil mencubit gemas pipi adik ipar nya yang duduk di antara papa dan papa mertua nya. Arin dan Rafa selalu saja mencubit pipi Dion ketika mereka bertemu karena gemas, meski Dion sudah kelas 5 SD namun selalu mereka perlakukan seperti anak kecil.
" Jahat banget sih kamu yank, main lempar aja " dengus Rafa dan di sambut senyum semua orang yang ada di ruang tamu tersebut.
" Maaf yank, kaget aku tadi jadi nya refleks deh " seru Arin sambil cengengesan
" Lihat tuh ma Arin selalu aja KDRT sama aku " adu Rafa pada mama mertua nya dengan wajah sok imut dan bibir di monyong monyongkan.
" Apa an, yang ada kamu tuh KDRT ke aku, tiap pagi sampai engga bisa jalan aku nya " sahut Arin sebal ke arah Rafa yang membuat kedua orang tua mereka melongo mendengar ucapan Arin, dan dengan cepat Rafa yang masih berdiri itu langsung melangkah lebar ke arah Arin dan menutup mulut Arin menggunakan telapak telapak tangan dengan mata melihat ke arah kedua orangtua juga mertua nya sambil tersenyum paksa seraya menggelengkan kepala ke arah para orangtua disana.
Mama Arin dan mama Rafa pun jadi teringat kejadian waktu pertama mereka mengunjungi anak anak nya di apartemen setelah mendengar ucapan Arin. " Jadi ingat pas waktu itu ya jeng, itu yang kita baru datang kesini langsung masuk aja ternyata mereka di ruang tamu habis....." ucap mama Rafa tanpa meneruskan ucapan nya yang membuat mama Arin tertawa terbahak bersama besannya karena ingat kejadian lucu waktu itu. Sedangkan papa Rafa menutup telinga Dion agar ia tak mendengar ucapan ke dua ibu yang jika bertemu itu bisa langsung ngomong tanpa melihat kondisi. Rafa dan Arin yang tiba tiba mengingat kejadian memalukan hari itu merasa sangat malu dan mulai menggaruk tengkuk mereka bersamaan.
" Uda deh ma, seneng banget lihat anak nya malu..." seru Rafa pada mama nya yang masih saja tertawa bersama besan nya itu.
" Mama kesini mau apa kok tumben ? " tanya Arin berusaha mengalihkan obrolan.
" Oh kita kesini mau bahas masalah resepsi kalian, kan satu minggu lagi " sahut mama Arin dengan mencoba menghentikan tawa.
" Kita siap bantu kok ma, pa ? " sahut Rafa antusias
" Engga ada yang perlu di bantu sayang, semua sudah siap kalian tinggal hadir aja nanti " sahut mama Rafa yang membuat Rafa dan Arin tersenyum bahagia karena akhir nya mereka tidak perlu menyembunyikan pernikahan mereka lagi.
" Oh ya, kemarin bukan nya mama udah telfon kamu ya fa suruh kemas barang kalian masing masing di tas yang beda ?" ucap mama Rafa mengingatkan
" Iya ma, udah Arin lakuin kok, emang mau apa sih ma ?" tanya Arin karena memang tidak mengerti maksud dari mertua nya yang tiba tiba saja menyuruh mereka berkemas di tas yang berbeda.
" Berarti udah siap dong ya..jadi rencana nya mulai hari ini Arin pulang sama mama ke rumah. Rafa pulang ke rumah mama nya " jelas mama Arin yang membuat Rafa dan Arin saling tatap kebingungan.
" Maksud nya ma ?" tanya Rafa dan Arin bersamaan.
" Iya, jadi mulai hari ini sampai 6 hari kedepan sebelum acara resepsi kalian itu di pingit dulu sayang, engga boleh ketemu dan juga engga boleh saling telfon. Karena mulai sekarang juga hp kalian kita yang bawa biar kalian engga bisa nyolong nyolong saling hubungi " jelas Mama Rafa panjang lebar yang semakin membuat Arin dan Rafa terkejut,
" Kenapa harus gitu sih ma, kan kita juga udah nikah lama " protes Rafa yang memang tidak bisa jauh dari Arin.
" Ya justru karena kalian sudah lama menikah makanya kita buat acara pingit ini sayang, biar nanti kalian saling kangen dan pas hari H resepsi jadi lebih seru gitu..." ucap Mama Rafa dengan semangat.
" Rafa engga mau..Rafa itu gampang kangen sama Arin ma, kemarin aja ditinggal Arin satu minggu Rafa udah hampir gila. Ini malah mau di pisahin satu minggu lagi. Pokok nya Rafa engga setuju " protes Rafa tegas.
" Keputusan kita sudah final engga bisa di ganggu gugat lagi loh sayang " pertegas Mama Rafa
Rafa pun mulai memasang wajah jengkel dengan keputusan orang tua nya dan mulai menatap ke arah papa dan papa mertua nya dengan maksud agar mereka membujuk para mama namun Rafa hanya mendapat jawaban dengan kedua pria tersebut mengangkat bahu bersamaan menandakan jika mereka tidak bisa berbuat apa apa lagi karena para istri mereka sangat antusias saat mengambil keputusan ini.
" Oke ma, aku setuju " ucap Arin dengan penuh keyakinan yang ditatap tidak percaya oleh Rafa yang duduk di samping nya. " Lumayan, gue bisa main sama anak anak. Engga usah beres beres rumah, engga usah masak. I am free " gumam Arin dalam hati dengan menyunggingkan senyum lega.
" Kamu tuh seneng banget sih yank " ucap Rafa tidak terima dengan keputusan istri nya yang langsung setuju.
" Oh, aku engga setuju yank, tapi kan kita harus nurut orang tua yank " kilah Arin dengan memasang senyum ke arah Rafa yang menekuk wajahnya. " Aku tuh engga seneng yank, coba kamu lihat mata aku yank kelihatan engga seneng kan ?" timpa Arin dengan membalikkan tubuh nya menghadap Rafa sambil memasang tampang sok sedih.
" Orang kelihatan seneng banget gitu , dimana sedih nya " gumam Rafa pelan dengan nada jengkel membuat semua orang tersenyum ke arah mereka berdua.
gk tau udh kebrp x ny baca masih ajh ngakakk klo baca.../Joyful/kereen bgt sey thor..