Rendi yang merupakan putra sulung keluarga atmadinata yang tak asing lagi nama nya dikalangan pebisnis tanah air memiliki wajah yang tampan nan rupawan.
Tak heran banyak mahasiswa indonesia yang menyelesaikan studi nya di universitas oxford dilondon dimana tempat rendi tumbuh besar dikota terbesar di eropa itu tergila-gila dengan ketampanan dan kepintaran nya.
Meski memiliki wajah yang berbeda dengan ayah nya akan tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ketampanan nya adalah warisan dari ayah nya.
Rendi yang sudah lama mengubur kisah pilu dimasa kecil nya, kini harus kembali ketanah air untuk memimpin perusahaan CEG yang telah bersinar kembali nama nya.
Meski berulang kali berusaha menolak tapi kali ini rendi mengabulkan permohonan ayah nya. sebab, sebagai putra semata wayang keluarga atmadinata mau tidak mau ia harus terjun kedunia bisnis dan berbakti kepada keluarga atmadinata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 07
Harry melirik melihat wajah rendi yang seperti nya sedang memikirkan sesuatu.
"Pak rendi tenang saja, besok kita akan pergi kelokasi syuting dan pemotretan produk kita.
karna saya lihat seperti nya pak rendi penasaran sama dokter muda tadi." ujar harry sambil tersenyum.
"Darimana kamu tau kalau aku sedang memikirkan nya?" tanya rendi blak-blakan
"Sorot mata bapak seperti berbicara." jawab harry dan perkataan nya membuat rendi tersenyum.
"Cantik sih sebenarnya tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan nya, aku hanya penasaran saja karna dulu aku punya teman waktu kecil yang nama nya sama kayak dia tania juga." ujar rendi
"Nama nya juga dulu masih bocah, ya suka-suka gitu aja." timpal rendi yang sudah menganggap harry adalah teman nya.
"Mudah-mudahan saja tania nya pak rend lebih cantik dan nggak jutek kayak tadi ya." ujar harry
"Jadi kita mau langsung ke kantor agensi atau balik kekantor dulu nih pak?" tanya harry setelah mereka berhenti dipersimpangan lampu merah.
"Kekantor agensi saja, mungkin lain kali saja saya kepabrik." ujar rendi sambil mengeluarkan ponsel nya dari saku jas nya.
Rendi segera menghubungi ayah nya untuk membatalkan kunjungan nya ke pabrik CEG sebab tak mungkin rendi menyelesaikan pekerjaan nya dalam waktu setengah jam.
Daniel pun mengerti dengan kesibukan anak nya. ia memutuskan untuk pergi kesana hanya bersama supir nya.
Daniel masuk kedalam mobil nya dan meminta kepada supir nya untuk singgah keperumahan elite yang ada dikota tersebut.
Supir daniel mengangguk mengerti dan ia segera melajukan mobil nya menuju perumahan tersebut.
Daniel meminta supir nya untuk berhenti didepan sebuah rumah yang tampak sepi. hanya terlihat seorang penjaga rumah yang sedang duduk di depan pos jaga.
Daniel membuka pintu mobil dan berdiri disamping mobil nya. ia pandangi rumah itu dari kejauhan.
Alya keluar dari rumah nya dengan berpakaian rapi dan masuk kedalam mobil nya.
Daniel yang melihat alya keluar dari dalam rumah nya segera masuk kembali kedalam mobil. ia tak ingin alya tau bahwa daniel dan rendi telah kembali keindonesia.
Jantung daniel berdebar saat melihat wajah mantan istri nya.
"Alya, aku sangat merindukan mu." batin nya
Daniel melihat mobil alya keluar dari gerbang rumah nya.
"Pak, bisa ikuti mobil putih itu?" ujar daniel sambil menunjuk mobil alya yang melaju lumayan kencang.
"Baik pak." jawab supir nya.
Mobil alya berhenti disebuah pemakaman karna hari ini adalah tepat dimana alya harus kehilangan bayi kembar nya dan ia selalu mengunjungi mereka di setiap tahun nya.
Alya keluar dari dalam mobil nya sedangkan daniel hanya memperhatikan alya dari dalam mobil nya yang terparkir tepat dibelakang mobil alya.
Alya berjalan mendekati makam anak nya sambil memegang keranjang bunga ditangan nya. ia melihat seikat mawar merah diatas makam bayi kembar nya. ia memegang mawar tersebut dan meletakkan nya kembali.
"Kenapa ada bunga mawar disini?" batin nya.
Kemudian alya menabur bunga diatas makam dania dan darren. ia duduk berjongkok disamping makam tersebut.
"Hai anak-anak mommy, kenapa ada bunga mawar kesukaan mommy diatas rumah kalian? apa opa kalian telah mengunjungi kalian?" ujar alya yang berbicara dengan makam anak nya.
Kemudian alya berdiri dan berjalan kembali ke mobil nya.
Alya melihat mobil yang terparkir tepat dibelakang mobil nya.
Ketika alya hampir mendekat, mobil daniel segera meninggalkan tempat tersebut.
Alya menatap mobil tersebut sampai hilang dari pandangan nya.
"Aneh, kenapa dia tidak turun melihat makam yang ingin dikunjungi nya." alya berbicara dengan diri nya sendiri.
Ia segera masuk kedalam mobil nya dan segera kembali pulang kerumah.
Daniel menarik napas nya panjang karna terasa menyesakkan dada nya. ia mengenang kembali saat-saat kehilangan anak nya. wajah mungil mereka terlintas saat daniel membungkus nya dengan kain putih.
"Pak supir, sebaik nya saya membatalkan kunjungan saya kepabrik." ujar daniel yang tiba-tiba kehilangan semangat bekerja nya.
"Kita pulang saja kerumah." ujar daniel sambil mengusap wajah nya.
***
Rendi dan harry tiba dikantor agensi artis dan model.
"Kenapa ramai sekali disini?" ujar rendi sambil membuka pintu mobil nya.
Rendi dan harry masuk kedalam ruangan manager yang telah bekerja sama dengan mereka dari tahun ketahun.
Agus menunjukkan beberapa foto model yang ingin mereka pakai untuk iklan produk kecantikan mereka.
Rendi merasa tidak puas dengan foto-foto yang agus berikan kepada mereka.
"Kau saja yang pilih." Ujar rendi yang meminta harry saja yang memutuskan siapa yang ia mau.
Rendi berjalan mengelilingi ruangan management artis tersebut sambil melihat-lihat foto yang terpajang di dinding.
"Kenapa kau tidak menunjukkan foto ini kepadaku?" tanya rendi sambil menunjuk salah satu foto yang menempel di dinding nya.
"Oh itu foto anak-anak yang mau ikut lomba jadi model." jawab agus sambil memandang wajah tampan rendi.
Rendi menganggukkan kepala nya.
"Bagaimana kalau aku ingin dia yang menjadi model kami?" tanya rendi.
"Tapi mereka kan belum dilatih." ujar agus
"Mereka ingin mendaftar karna mereka merasa memiliki bakat menjadi model. bukan kah itu pekerjaan yang mudah karna kau hanya perlu mengasah nya saja." ujar rendi sambil melepas foto tersebut dari dinding.
"Kami ingin dia yang membintangi iklan produk kami." ujar rendi sambil meletakkan foto tersebut ke atas meja agus.
"Baiklah, aku akan menghubungi nya." jawab agus
Rendi membaca nama yang tertera dibawah foto tersebut.
"Felisya Syarif." ujar rendi didalam hati nya dan otak nya mencoba menyimpan nama tersebut.
g pake lama lah... 🥰
jangan libur berkepanjangan..
khawatir lupa cerita awalnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰
s daniel jga ga jujur sama anaknya soal masalah mereka dulu..malah d biarin anaknya berlarut2 benci sma emaknya..herman deh
dri kisah sblmya padahal udh jelas klo s daniel biang masalahnya.
rumah tangga bae2 dia zina sampe buntingin mantan, eh d kasih ksempatan malah ngecewain lagi..
alya sama rendy udh ngalah biarin anaknya ikut s daniel eh malah ga pernah d kasih pengertian k anaknya soal duduk permaslahan mereka..skrng udh kek gini masih seolah2 dia korban..hadehhh
kenapa and bisa JD pembangkang
karna ketika salah satu Dr ortu mendidik yg satunya membela maka ank JD pembangkang karna merasa kalau suatu ketika dia buat kesalahan pasti akan ada yg membelanya,,,,
siap siap,,,,,,
kapan aja bom bisa meledak,,