Vic Alexander seorang pria arogan dan dikenal kejam tidak memiliki perasaan. suka menyiksa, membunuh, itulah hobinya sebagai seorang psikopat. Akan tetapi ia hanya akan tersenyum dan luluh terhadap orang yang dia cintai. Yakni, seorang gadis yang memiliki wajah cantik natural dan manis, Krystal Olivia.
Karena suatu kejadian Vic Alexander tega menjadikan kekasihnya itu sebagai pemuas ranjang. Krystal yang tak berdaya ditahan oleh pria itu sehingga harus menuruti keinginannya dan melayani nafsunya setiap malam.
Apa penyebabnya mengubah Vic Alexander menjadi benci pada sang gadis tersebut?
apakah hubungan mereka akan kembali seperti dulu atau bermusuhan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Krystal Penasaran
"Krystal, Jangan bicara lagi, Cepat minta maaf!" kata Joanna yang sedang ketakutan
"Kenapa aku harus minta maaf, Aku tidak melakukan kesalahan, Apa yang aku katakan tadi adalah benar. Kalau bibi gagal melunaskan hutang. Biarkan aku yang bekerja di perusahaan agar rumah ini tidak di ambil ahli," jawab Krystal
"Kamu tidak mengerti komputer, Bagaimana bisa bekerja di sana, Jangan memalukan kami," ujar Maggie.
"Yang berhutang bukan aku, Kenapa aku harus malu," jawab Krystal.
"Kau jangan lupa, Uang yang kami pinjam telah digunakan untuk pengobatan nenekmu," kata Joanna.
"Dalam dua bulan ini Bibi hanya memberiku dua ribu dollar, dan kemudian memberi kakak sepuluh ribu dollar. Sisanya bibi yang mengunakannya. Biaya nenek masih tidak cukup dengan uang sejumlah dua ribu dollar itu. Jadi, Bibi tidak bisa menyalahkan biaya nenek," ucap Krystal.
"Kau...," ucap Joanna yang terhenti.
"Krystal Olivia, tidak memiliki keahlian apa pun akan sulit untuk bergabung dengan perusahaan besar kami. Jangan menganggap tempat kami adalah taman mainanmu," ujar Mike.
"Apa kalian butuh seorang clearning service?" tanya Krystal.
"Ha?"
"Aku bisa melakukannya, Aku sudah biasa dengan pekerjaan itu karena aku melakukan setiap hari di rumah," jawab Krystal.
"Jangan bercanda! Perusahaan kami sudah memiliki clearning service," jawab Mike. Gadis itu yang mendengar jawaban Mike ia sangat kecewa karena tidak memiliki kesempatan untuk bekerja.
"Aku masih memiliki satu keahlian," kata Krystal.
"Keahlian apa?" tanya Mike.
"Menjahit dengan tangan sendiri adalah keahlianku," jawab Krystal.
"Menjahit? Apa kamu sedang bercanda?" tanya Mike.
"Setiap hari aku menjahit celana da.lam dan bra Maggie, tidak tahu kenapa seperti digigit tikus saja karena sering robek. Tapi, aku tetap saja menjahitnya seperti keadaan semula. Mungkin saja pakaian da.lam kalian butuh dijahit dan aku bisa melakukannya," jawab Krystal dengan polos. Maggie semakin malu dan kesal dengan semua ucapan gadis itu.
"Tuan, maafkan adik saya yang tidak mengerti apa-apa, Bagaimana kalau saya yang bekerja seumur hidup di perusahaan Anda? Saya berjanji akan melakukan yang terbaik. Saya bisa komputer dan pendataan. Karena saya sudah memiliki pengalamannya. Sedangkan Krystal masih belum pernah melakukan pekerjaan itu," ucap Maggie yang berusaha ingin menarik perhatian Vic.
"Tidak perlu basa-basi, perusahanku tidak butuh orang yang tidak berguna," jawab Vic.
"Dasar sombong," gumam Krystal yang didengar oleh Vic dan Mike.
"Cepat minta maaf!" Mike yang melihat tatapan atasannya ia segera memberi kode pada gadis itu. Krystal sama sekali tidak mengetahui pria yang di hadapannya itu adalah seorang psikopat.
"Aku hanya berkata yang sebenarnya," jawab Krystal.
Vic bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri gadis itu. Maggie dan Joanna semakin ketakutan kalau pria itu melakukan tindakan kekerasan pada mereka sekeluarga.
"Tuan, Jangan salahkan dia, Krystal hanya anak kecil, Dia masih muda," kata Joanna sambil mencubit lengan Krystal.
"Aahhh...Bibi, jangan mencubitku terus," rintihan Krystal yang menjauhkan dirinya dengan ibu tirinya itu.
"Jangan membuat tuan marah lagi, Cepat masuk ke dalam dan selesaikan tugasmu!" bentak Joanna yang menarik lengan gadis itu.
Vic langsung menahan tangan Joanna dengan genggaman yang sangat erat sehingga membuat wanita itu kesakitan.
"Mulai saat ini Krystal Olivia akan menjadi salah satu karyawanku, Kalau kamu masih berani menyentuhnya percaya atau tidak, dirimu akan kehilangan sebelah tanganmu," kecam Vic yang melepaskan tangan wanita itu.
"Apakah itu berarti aku diterima?" tanya Krystal.
"Hanya percobaan selama tiga bulan, Kalau kamu gagal aku akan menarik rumah ini, saat itu kalian harus tinggal di tepi jalan," jawab Vic.
"Mike, besok jemput dia!" perintah Vic yang kemudian melangkah pergi.
"Iya, Tuan," jawab Mike dengan patuh.
"Terima kasih, Tuan," ucap Krystal dengan menunduk.
Mike kemudian mengikuti langkah atasannya meninggalkan rumah itu. Maggie semakin menaruh kebencian pada gadis itu yang diterima begitu saja.
Plak...
Pukulan yang dilakukan Maggie mengenai pungung Krystal.
"Kenapa memukul aku lagi?" tanya Krystal.
"Kenapa kau mengodanya? Siapa yang menyuruh kamu menawarkan diri?" tanya Maggie.
"Bukan menawarkan diri, Tapi, aku sedang mencari kerja. Mungkin saja dia akan terima aku dan kita tidak akan kehilangan tempat tinggal," jawab Krystal.
"Apa maksudmu? Apa kamu tidak tahu kalau kamu melakukan kesalahan dia tidak akan ragu memotong tanganmu!" ujar Joanna.
"Aku bisa belajar, yang penting kita bisa tinggal di sini untuk sementara," jawab Krystal.
"Jangan sombong dulu, perusahaan besarnya bukan taman mainan untukmu, Kalau kamu sudah masuk ke dalam sana. Jangan berharap kamu bisa keluar dengan aman. Vic Alexander bukan seorang pengusaha biasa. Aku tidak ingin di saat kamu melakukan kesalahan malah melibatkan kami," ujar Maggie.
"Seharusnya kamu berterima kasih padaku, karena kita tidak diusir," jawab Krystal.
"Aku tidak peduli apa yang kamu lakukan di perusahaan itu, yang penting jangan melibatkan kami. Dengar itu!" ketus Joanna.
"Bukannya berterima kasih, malah menyalahkan aku," gumam Krystal.
Perjalanan
"Selidiki Krystal Olivia!" perintah Vic.
"Baik, Tuan," jawab Mike yang sedang mengemudi.
"Tuan, kenapa tiba-tiba menerima gadis itu bekerja di perusahaan kita, dia tidak memiliki pengalaman sama sekali," tanya Mike.
"Apakah aku harus melapor padamu?" tanya Vic dengan tatapan aura membunuh.
"Tidak, Tuan," jawab Mike yang melihat tatapan atasannya itu melalui cermin yang di atas.
Cafee.
Kelly sedang menyeduh minuman sambil memperhatikan sahabatnya yang sedang melamun.
"Ada apa dengan dia, Kenapa diam saja? Apakah akan dijodohkan lagi?" gumam Kelly.
"Krystal, kenapa kamu diam saja dari tadi?" tanya Kelly yang membawakan dua cangkir minuman.
"Aku sedang cemas," jawab Krystal.
"Kali ini pria mana lagi yang akan dijodohkan denganmu?" tanya Kelly yang duduk berhadapan dengan temannya.
"Bukan dijodohkan, Tapi, aku berani membuat penawaran dengan dia untuk bekerja seumur hidup. Sekarang aku mulai menyesal," jawab Krystal sambil melamun.
"Hei, kenapa menyesal, dan apa dengan kerjanya?"
"Perusahaan, Tapi, setelah dipikir-pikir aku tidak bisa pendataan dan komputer, aku bisa dipecat setelah sehari bekerja."
"Perusahaan mana? Kenapa kamu buat penawaran?"
"Bibi berhutang padanya sehingga rumah kami akan diambil olehnya, Aku terpaksa menawarkan diri untuk bekerja seumur hidup kalau bibi tidak bisa melunaskan uangnya," jawab Krystal.
"Kenapa kamu melakukan itu, seharusnya biarkan saja dia dan Maggie yang bertanggung jawab."
"Aku juga tidak ingin kehilangan tempat tinggal, saat ini aku belum ada uang. suatu saat kalau rumah sakit tidak menerima nenek lagi setidaknya aku bisa membawanya pulang dan merawatnya," jawab Krystal.
"Apakah bibimu tidak peduli dengan mertua sendiri, ya? Kenapa hanya kamu yang merawat nenek?"
"Selagi dia sudi memberiku uang untuk biaya pengobatan aku sudah puas, Tidak tahu kenapa aku sulit mendapatkan pekerjaan," ujar Krystal.
"Aku juga aneh, seakan-akan mereka sudah sepakat untuk menolakmu," kata Kelly
"Perusahaan mana tempat kamu bekerja?"
"Perusahaan Vic Alexander."
"Apa...?" tanya Kelly dengan nada tinggi sehingga mengejutkan sahabatnya itu.
"Kenapa kamu berteriak?"
"Maksudmu, bibimu itu meminjam uang dengannya?" tanya Kelly yang hampir tidak percaya.
"Iya, kenapa kamu seperti ketakutan saja saat mendengar namanya?"
"Gawat! Gawat!" ucap Kelly.
"Ada apa, kenapa bisa gawat?"
"Kenapa kamu memilih menawarkan diri ke sarang harimau, Siap-siap saja kamu diterkam," kata Kelly.
"Apakah dia sangat menakutkan, menurutku tidak."
"Krystal, aku tahu kamu sangat polos dan bicara apa adanya, Aku hanya ingin pesan padamu. Jangan terlalu terus terang dan bicara sembarangan saat di depannya."
"Kamu benar-benar membuat aku penasaran," ujar Krystal.
akhirnya beres juga baca nya sampe bgadaaang....maaf tdk d smua bab saya comment krna suka pgn langsung baca ke bab brikutnya saking udh gk sabar buat baca bab brikut nya krna rame bgt ..nyeseel deh buat yg belum baca novel ini...ini keren abiiis..MAKASIH YA THOR UDAH BIKIN CERITA YG BAGUUUUUUUUS INI...TTP SMANGAT BUAT THOOOR KUUUUUUHHH...LOPE LOPE SEKEBOONNNN