seorang wanita cantik yang mencintai pria secara ugal-ugalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Zzar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Sebuah mobil sport berwarna biru memasuki gerbang rumah mewah, penjaga gerbang memberi hormat kepada gadis itu. Gigi menurunkan kaca mobilnya dan membalas dengan senyuman.
Setelah memarkirkan mobilnya, gigi berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Hai dad, hai mom" sapa gigi kepada kedua orang tuanya setelah melihat kedua orang tuanya duduk manis di ruang keluarga.
Gigi ikut duduk di tengah-tengah daddy dan mommy nya.
"Ada apa daddy? Apa daddy sudah mendapatkan jawaban dari permintaan ku tempo hari? Apa Sky sudah menyukai ku dad? Tanya gigi dengan tidak sabar kepada daddynya.
" Ya ampun sayang, kamu ini" mommy nya mencubit pipi putrinya yang sangat tidak sabaran itu.
"Aww, mommy kenapa mencubit pipi ku. Sakit tahu" kesal gigi kepada mommynya.
"Sudah-sudah. Kalian ini" Daddy alex tersenyum melihat anak dan istrinya.
"Daddy sudah mendapatkan informasi tentang calon suami mu itu. Dia ternyata anak dari teman daddy. Daddy juga mengenal kakeknya"
"APAAAA?????" Teriak gigi
"Astaga GISELLA! Kau membuat mommy kaget." Kesal monica.
"Hehe, maaaf mom. Aku sangat kaget mendegar perkataan daddy. Sepertinya Sky benar jodoh ku mom. Aku tidak menyangka jika daddy mengenal keluarga calon suami ku itu." Jelas gisella sambil tersenyum.
"Lalu apa rencana daddy? " tanyanya kembali
"Kau tenang saja. Biar daddy yang akan mengaturnya."
Daddy alex menjelaskan kepada putrinya sambil mengusap rambut gigi.
Gigi memeluk daddy dan momnynya. Dia sangat senang mendengar kabar itu..
"Aku ke kamar dulu dad, mom. Aku ingin menelpon Sherin"
"Baiklah, habis itu kau istirahat yah sayang"
"Ok dad"
Gigi segera menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sudah hampir satu jam gigi dan sherin berbincang-bincang. Tidak ada tanda-tanda akan menyudahi panggilan itu.
"Duh, aku jadi membayangkan malam pertama ku dengan Sky" gigi sudah ngelantur kemana-mana.
"Iyuhh, otak mu sangat mesum gi" jawab sherin
"Kan mesum ke suami sendiri gak apa-apa"
"Ya ampun. Kau bahkan belum jadi istrinya. Bisa-bisanya kau bilang Tuan Sky Suami mu" Sherin terdengar tertawa terbahak-bahak karena ucapan Gigi.
" ihhh kau sungguh menyebalkan. Harus nya kau doakan aku saja, bukan malah mengejekku"
"Habisnya kau lucu. Belum jadi istri tapi sudah mengaku-ngaku"
"Sudahlah. Aku mau bersih-bersih. Bye!" Gigi menutup telponnya dan segera menuju ke kamar mandi.
Sedangkan di mansion Kakek Rum, terlihat kakek itu sedang duduk di balkon menikmati angin sepoi-sepoi, sambil memperhatikan dedaunan yang berjatuhan.
Drrttt.... drrttt.....
"Halo?" Jawab kakek rum.
"Ini aku om. Alexander."
Kakek Rum terdiam, "siapa Alexander" tanyanya dalam hati.
"Om..? Aku Alexander sahabat Vincent. Aku sering berkunjung kerumah om dahulu"
Kakek rum mengingat ingat sosok Alxander itu.
"Astaga Alex! Aku ingat sekarang. Apa kabar nak?"
"Aku baik om. Om bisakah kita bertemu?"
"Tentu saja nak. Kau ingin bertemu dimana?"
"Aku akan ke mansion om dengan istri ku. Apa boleh om?"
"Tentu saja. Datanglah" .
Setelah melakukan panggilan itu, Alex segera menemui istrinya.
"Sayang, bersiaplah! Besok kita akan ke rumah kakek Rum."
Sang istri nengangguk paham.
"Kan jalannya baru besok, kenapa kau menyuruhku bersiap sekarang?"
"Ya ampun Monica, jika aku mengatakannya besok. Kau pasti akan marah-marah" alex menatap tajam istrinya.
"Oohhh, jadi kau mau bilang, aku suka marah-marah. Begitu?" Monica membalas tatapan suaminya tak mau kalah.
"Sudahlah sayang, aku malas berdebat" Alex menarik tangan sang istri, dengan gerakan cepat ia menaruh kepala monica di bawah ketiaknya.
"LEPASKAN LEX!" teriak monica.
walaupun umur mereka sudah tak muda lagi, tetapi mereka selalu saja bersikap layaknya ABG. Itulah salah satu alasan yang membuat rumah tangga mereka selalu harmonis.
"Hentikan, atau kau tidak akan pernah ku beri jatah!" ancam
Alex yang mendengar ancaman istrinya, seketika melepaskan sang istri.
"kau tidak apa-apa kan sayang?" tanya alex dengan lembut.
"Sayang, sayang! Makan sayangmu itu." monica mempercepat langkahnya keluar dari kamar.
"hei, mau kemana?"Alex tersenyum melihat kelakuan istrinya yang ia anggap lucu itu.
......................
Sky sedang mengistirahatkan tubuhnya di rumahnya sendiri. Ia sangat bosan dengan hidupnya. Tidak ada yang istimewa. Setiap hari aktifitasnya hanya itu itu saja. Perlahan matanya terlelap, ia membawa beban hidupnya kedalam alam mimpinya.
" aku ikut, tolong jangan tinggalkan aku"
Seorang remaja sedang menangis sendirian di antara orang-orang yang sedang melihatnya.
Hikss.. hiksss
"Kumohon, jangan pergi. Jangannnnnnn...."
Huftt... huft....
Sky bangun dengan keringat yang bercucuran , nampaknya lelaki itu sedang bermimpi.
Sky memegang dadanya yang sesak. Ia beranjak meninggalkan kasurnya. Dia berjalan kedapur untuk mengambil air minum.
Glek.. glek...
Dia meminum air itu sampai habis, Sky lalu terdiam. Setiap malam dia selalu dihantui oleh mimpi-mimpi aneh.
"Sebenarnya aku ini kenapa?" Tanya Sky kepada dirinya sendiri.
Setelah itu, Sky meninggalkan dapur dan menuju ke balkon kamarnya. Dia memilih membiarkan angin malam memasuki tubuhnya daripada melanjutkan tidurnya.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Alexander dan monica sudah masuk kedalam mansion kakek Rum. Sang pelayan mempersilahkan tamu tuannya untuk duduk.
"Silahkan tuan, nyonya"
"Terimakasi" balas monica dengan tersenyum.
Tak menunggu waktu yang lama, Akhirnya kakek Rum terlihat berjalan ke arah sepasang suami istri itu. Alex langsung berdiri menghampiri dan memeluk daddy sahabatnya itu.
"Apa kabar om" tanya nya.
" Aku sangat baik nak" balas kakek Rum. Kakek Rum melepaskan pelukannya, ia melihat wanita yang ada di belakang alex.
"Apakah wanita cantik itu istrimu nak?"
Monica tersipu malu mendengar pujian dari kakek Rum.
"Iya om, dia monica istriku" Alex memanggil sang istri agar lebih mendekat.
"Halo om. Saya monica" sambil mengulurkan tangannya.
"Halo nak. Ayo duduklah" balas kakek Rum.
Mereka berbincang-bincang hingga tak terasa jam makan siang telah lewat.
"Astaga, aku lupa mengajak kalian makan. Ayo kita makan dulu" kata kakek Rum.
Ketika hendak ke meja makan, seorang pelayan menghampiri Tuan Rum.
"Maaf Tuan, tuan muda baru saja tiba"
"Oh yah? tumben anak itu datang. Suruh dia langsung kemeja makan" titahnya kepada pelayan.
"baik tuan" jawabnya.
Alex yang tak sengaja mendengar perkataan mereka, tiba-tiba tersenyum.
"siapa om?" tanyanya kepada kakek Rum.
"Dia cucuku. nanti akan kukenalkan"
"ayo kita makan dulu" lanjut sang kakek.
Alex mengangguk kecil.
"baiklah om"