NovelToon NovelToon
After Meet You

After Meet You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Tamat
Popularitas:430.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rindi Kusuma Wardani

[Ada perubahan diletak cerita setiap bab, namun isi tetap sama]

"Buaya!" Ucap seorang gadis santai.

"Ngomong apa lo tadi?!" Tanya seorang laki-laki tidak terima dengan ucapannya. Sedangkan gadis itu hanya menatapnya dengan wajah datar.

"B U A Y A ! !" Ucapnya lagi penuh penekanan, membuat laki-laki itu terlihat sangat kesal dengan seorang gadis yang tidak dikenalnya. Namun belum sempat ia membalas ucapannya, gadis itu sudah melangkahkan kakinya kembali dan meninggalkannya yang kini terdengar mengumpat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindi Kusuma Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMY#06

Heran, sana sini pamer harta. Hidup lo kebanyakan narsis, dasar pansos.

***

Seorang laki-laki terlihat, baru saja turun dari dalam sebuah mobil mewah, Ferrari berwarna merah, salah satu koleksi kesayangan nya. Kaca mata hitam elegant, bertengger rapih di hidung mancung nya, menambah tingkat ketampanan nya berlipat, semua mata yang melihat nya seolah melemparkan tatapan memuja, terutama, tatapan para gadis yang tengah berlalu lalang diam memperhatikan. Kehebohan, seketika terjadi karena kehadiran nya, hal biasa, yang sudah tak lagi membuatnya terkejut, bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari untuk nya.

Lagi-lagi bertambah heboh, saat dua mobil mewah baru saja terlihat,  datang memasuki pekarangan sekolah, membuat semua mata terlihat kagum,  terlebih saat sang empunya keluar, turun dari dalam mobil nya. Senyum cerah terpancar jelas diwajah kedua laki-laki yang kini menghampiri dimana Alvaro menatapnya, menghela nafas berat saat melihat kelakuan sahabatnya, jelas sekali tengah mencari perhatian.

"Oyy! Mas, bro" Rangga berteriak, padahal ia sudah datang tepat dihadapan Alvaro, membuat laki-laki itu seketika menutup kedua telinga nya, berusaha mengabaikan sahabat nya, melepaskan kaca mata yang sendari tadi bertengger di hidung nya.

"Baru dateng, udah tebar pesona, suka banget jadi pusat perhatian" David terlihat mengedarkan pandangan nya, memperhatikan sekeliling nya. Ucapan David seketika membuat Alvaro menatap tajam kearah nya.

"Anak sultan, beda cuy" Cibir Rangga, yang sebelumnya ikut memperhatikan sekeliling nya. "Bacot! Lo berdua" Alvaro kesal, tidak terima, memilih beranjak pergi dari tempatnya, tentu saja untuk segera menuju ruang kepala sekolah, kedua nya terlihat mengekor, mengikuti kemana arah tujuan Alvaro.

Lagi-lagi mereka terus menjadi pusat perhatian, sepanjang koridor, selalu jelas terdengar berbagai pujian, yang dilontarkan para gadis, saat mereka melewati nya, bahkan terang-terangan datang menyapa nya, mengajaknya berkenalan secara langsung. Murahan, benar-benar mengganggu, dimata Alvaro.

Alvaro segera memutar knop pintu, tanpa permisi dahulu, saat mereka sudah sampai tepat disebuah ruangan, bertuliska, Ruang Kepala Sekolah.

🏡

Sinar matahari perlahan semakin terik, menyelinap masuk ke dalam kamar, melalui celah-celah kordeng, suara seorang wanita sejak tadi terus terdengar, memasuki indera pendengaran nya, tetap saja tak kunjung mengusik tidur lelap nya. Hingga tindakan nya, mengguncangkan tubuh seorang gadis dengan keras, membuat sang empunya mengerang dalam tidurnya, terpaksa membuka kedua matanya yang kini masih terasa berat, terlihat bangkit meskipun malas.

"Aduh! Non, cepet bangun, udah siang. nanti terlambat dateng ke sekolah" Ucap wanita yang bernotabe sebagai Assisten rumah tangga sekaligus pengasuh nya, wajah nya terlihat panik, membuat sang gadis tak tega melihat nya.

"Iya, Bias bangun, Bi"  Seraya bangkit dari kasur nya, gadis itu segera beranjak menuju kamar mandi. Bibi terlihat mempersiapkan keperluan sekolah , juga seragam baru milik nya. Tentu saja sarapan sudah tersaji di ruang makan, hanya menunggu sang empunya untuk menghabiskan nya.

Bias baru saja menuruni anak tangga, seragam nya terlihat berantakan, bahkan gadis itu lagi-lagi menguap, merasa ngantuk.  Semalam ia begadang, bermain game juga menyelesaikan bacaan komik nya. Wanita paruh baya itu, lagi-lagi terlihat menggelengkan kepala, melihat kelakuan anak perawan yang bernotabe sebagai majikan nya, tetap saja meski begitu ia sangat sayang pada nya.

"Begadang lagi, pasti" Ucap Bibi, saat Bias baru saja mendudukkan diri di kursi, ruang makan, untuk segera menyantap nasi goreng kesukaan nya.  "Ya ellah, Bi, tadi malem jam-3, Bias udah tidur kok" Celetuk Bias polos, terdengar santai dengan tangan yang kini menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulut nya.

"Pasti game, sama komik, lagi" Ucap Bibi, terlihat menggelengkan kepalanya lagi, karena gadis itu selalu mengerjakan hal yang tak ada faedah nya sama sekali, hobby kata nya. Bias hanya nyengir kuda, menampilkan sederet gigi rapih nya, menanggapi ucapan Bibi.

"Non, cepetan, Non! Udah terlambat, nanti di hukum" Ucap Bibi, terdengar panik. "Astaga, Bibi, santai aja kali, jangan panik gitu, udah biasa kok" Ucap Bias, terlihat santai menyuapkan nasi goreng yang kini masih tersisa banyak.

Setelah terus-terusan dicecar oleh Bibi, membuat gadis itu terpaksa menyantap makanan nya dengan cepat, tak bisa menikmati perlahan. Selepas menghabiskan sarapan, Bias segera berangkat, memacu mobil nya menuju sekolah, tentu saja seperti biasa, gerbang sudah tertutup sejak pukul 07:30. Gadis itu terlihat melirik, melihat jam yang melingkar cantik di tagan nya, jam sudah menujukkan pukul 08:15, ia benar-benar sudah terlambat.

Bias tetap lah Bias, sedikitpun tak merasa bersalah, ataupun khawatir, dengan langkah santai, gadis itu turun dari dalam mobil nya, mata nya memperhatikan sekelilingnya, mencari seseorang yang bisa ia mintai untuk membuka pintu gerbang. Seorang laki-laki paruh baya, terlihat datang menghampirinya, menatapnya naik turun, menggelengkan kepala karena seorang gadis yang datang terlambat ke sekolah, bahkan sangat-sangat terlambat.

"Anak baru, neng? Kenapa terlambat" Tanya security, terlihat penasaran, Bias hanya menatapnya, membuat laki-laki itu seketika bingung sekaligus salah tingkah karena tindakan nya. "Iya, bukain dong gerbang nya"  Ucap Bias terdengar santai.

"Gimana sih? Anak baru kok terlambat!" Ucapan dari nya, membuat gadis itu seketika menatap datar ke arah nya. "Suka-suka saya dong Pak, kok Bapak yang sewot!" Ucap Bias tidak terima, membuat laki-laki itu mendongak, menatapnya tidak percaya, pertama kali ia bertemu seorang gadis seperti nya.

"Emang nya, ini sekolah, punya Bapak kamu" Selepas mengucapkan hal itu, ia terlihat beranjak, pergi menjauh dari pandangan Bias. Membuat sang gadis tidak terima, reflek berteriak. "Saya bayar mahal, Pak, disini!" Tidak terima, karena security itu terus bertingkah menyebalkan, enggan membukakan pintu untuk nya. Bias terlihat beranjak, masuk kembali kedalam mobil, bukan nya pergi, ia terlihat menekan klakson cukup keras, bahkan berulang-ulang.

Dengan cepat matanya menangkap sosok security itu, kembali dengan langkah cepat ke arah gerbang, terdengar memaki ke arah nya, namun sia-sia, karena Bias tak juga berhenti melakukan hal yang ia anggap menyenangkan. Terlihat seorang laki-laki yang kini ikut datang menghampiri gerbang, membuat gadis itu seketika menghentikan ulah nya, terlihat turun menghampiri kedua nya.

"Apa-apaan kamu! Berisik tau nggak" Teriak seorang laki-laki dengan tampang killer, seorang guru, karena melihat seragam yang dikenakan nya.

"Si Bapak nya, nggak mau bukain gerbang" Ucap Bias santai, seraya menatap security yang kini balas menatapnya terkejut.

"Salah kamu, kenapa datang terlambat!" Seraya menyuruh security membuka gerbang, laki-laki itu terlihat kesal. Sedangkan Bias terlihat senang dan akan segera kembali menuju mobil nya, namun langkah nya terhenti, saat laki-laki itu kembali membuka suara.

"Kamu, Bapak hukum, lari 50 putaran di lapangan!" Seketika Bias menutup kedua telinga nya, karena laki-laki itu berbicara cukup keras didekat nya, ingin menyela, namun tak sempat, karena laki-laki itu segera pergi meninggalkan nya. Spontan Bias terlihat kesal, terlebih security itu terdengar menertawakan nya habis-habisan, membuat gadis itu seketika menggerutu seraya beranjak kembali ke dalam mobil.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnn ceritanya👍👍👍👍😘😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sweetnya Alvaro
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
akhirnya pacaran juga
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
benci jd cinta
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
lanjut💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sebenarnya mereka cocok
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
cantik
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ujian buat mereka
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnnn👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
yg hatinya lg berbunga" senengnya🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bucin"an
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai cinta Alvaro
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan bias
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa aryo papanya bias mau nikah lg
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa untuk mamanya bias yg dah meninggal bunganya🤔🤔🤔🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Alvaro dah bucin
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
perang trus kl ketemu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnn bias👍👍👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
pacarnya bias
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
siapa ya 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!