Hanna merupakan seorang gadis yang cantik dan juga ceria, ia hanya hidup berdua bersama dengan ibunya. Hidupnya berubah drastis saat takdir mempertemukan dirinya dengan pria yang bernama Reza. Pria yang di juluki sebagai bad boy yang menjadi biang masalah di keluarganya.
Karena sebuah insiden membuat keduanya bertemu hingga akhirnya mereka terlibat dalam sebuah hubungan yang rumit.
Apa yang akan terjadi jika Hanna dan Reza harus tinggal bersama dan bertemu setiap hari sedangkan keduanya memiliki hubungan yang tidak baik.
Mampukah Hanna mengubah Reza menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya?
Cowo bad boy vs cewe yang berhati lembut dan tulus
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Penasaran,,,!
Tetap bersama 'Stay With Me' ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chayahuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPUTUSAN HANNA
Hanna menggelengkan kepalanya setelah mendengar perkataan sang ibu yang mengatakan bahwa beliau akan mulai bekerja kembali di rumah bu Indira setelah sembuh nanti.
"Tidak. Hanna tidak mengizinkan ibu untuk kembali bekerja di tempat itu" Ucap Hanna.
Hanna tampak marah saat mendengar ucapan ibunya yang mengatakan jika akan kembali bekerja.
"Ibu mohon Han, izinkan ibu untuk kembali bekerja di rumah bu Indira. Kasihan bu Indira, beliau pasti kewalahan mengurusi cucian di rumahnya" Mohon bu Hanum.
"Itu urusan bu Indira, bu. Kenapa ibu harus repot- repot memikirkan cucian di rumahnya. Mereka orang kaya dan pasti akan sangat mudah bagi mereka untuk mencari tukang cuci baju yang baru atau jika perlu mereka bisa membawa cucian mereka ke laundry kan. Kenapa mereka terus memaksa ibu untuk kembali bekerja di tempat mereka?" Hanna keberatan jika ibunya kembali bekerja di rumah bu Indira.
Bu Hanum mengelus lengan Hanna dengan lembut sembari melanjutkan katanya :
"Tidak mudah untuk mencari pembantu baru Hanna, tidak semua orang cocok dengan pekerjaan itu".
"Selama ini hanya ibu yang cocok dengan pekerjaan itu, dan seluruh keluarga bu Indira juga puas dengan pekerjaan ibu. Maka dari itu mereka tidak bisa mempekerjakan orang lain secara sembarangan sebelum memastikan jika hasil kerjanya bagus".
Hanna menghela nafas pelan, ia tidak tahu harus bagaimana lagi membujuk ibunya agar tidak kembali bekerja lagi.
"Hanna tahu bu. Hanna tahu jika pekerjaan ibu sangat memuaskan, tapi kan tidak mungkinkan selamanya ibu bekerja sebagai tukang cuci di rumah bu Indira, bu. Sudah saatnya ibu pensiun sebagai tukang cuci dan sudah saatnya ibu menikmati hari- hari ibu dengan bersantai di rumah tanpa perlu membanting tulang untuk mencari uang".
"Sudah cukup ibu berkorban untuk Hanna dan mulai saat ini biarkan Hanna yang merawat ibu hingga ibu benar- benar sembuh".
"Saat ini Hanna sudah mempunyai pekerjaan tetap bu, walaupun gajinya tidak terlalu besar tapi Hanna masih mampu untuk memenuhi semua kebutuhan kita, jadi Hanna minta ibu tidak perlu bekerja lagi. Saat ini ibu harus fokus pada kesembuhan ibu".
"Tapi Han, kasihan bu Indira. Beliau pasti kesusahan mencari pengganti ibu" Sela bu Hanum.
"Hanna tahu jika ibu sangat menghormati bu Indira dan tidak tega melihat kesusahan beliau, tapi ibu juga harus memikirkan kesehatan ibu. Saat ini jantung ibu sedang bermasalah dan ibu tidak boleh kelelahan untuk sementara waktu. Bahkan dokter sudah mengatakan jika ibu harus istirahat total selama tiga bulan kedepan" Ucap Hanna dengan tegas dan lugas.
"Bu, Hanna mohon. Untuk sekali ini saja, tolong ibu turuti permintaan Hanna" Pintanya.
Bu Hanum tertunduk dan tanpa terduga beliau menitikan air mata.
"Jika ibu tidak memikirkan kebaikan bu Indira selama ini, ibu juga tidak ingin kembali bekerja disana lagi, sayang. Tapi bagaimana mungkin ibu bisa mengabaikan bu Indira setelah apa yang ibu Indira berikan kepada kita".
Dengan mata berembun, bu Hanum menatap putrinya.
"Ibu" Hanna yang baru menyadari jika ibunya menangis, langsung merangkul ibunya.
"Maafkan ibu sayang, maafkan ibu jika baru mengatakan semua ini padamu. Ibu terpaksa berbohong padamu waktu itu karena ibu tidak ingin kamu berhenti kuliah".
"Apa maksud ibu?" Tanya Hanna tidak mengerti.
"Uang yang pernah ibu berikan untuk melunasi biaya kuliahmu adalah uang pemberian bu Indira, sayang. Uang itu bukanlah uang simpanan ibu tapi uang bu Indira. Semua simpanan ibu sudah habis untuk biaya pengobatan ayahmu dan juga biaya kehidupan kita sehari- hari" Jelas bu Hanum.
"Maksud ibu, biaya kuliah Hanna adalah pinjaman ibu dari bu Indira" Tanya Hanna ingin memastikan.
"Bukan pinjaman sayang, tapi pemberian. Bu Indira tidak pernah meminjamkan uang itu tapi beliau justru memberikannya secara cuma- cuma pada ibu dan bu Indira mengatakan jika ibu tidak perlu mengembalikannya lagi. Tapi ibu tetap tidak enak hati jika menerima uang itu begitu saja dan ibu sudah berjanji akan mengabdi pada keluarga bu Indira untuk selamanya" Jelas bu Hanum.
"Hah!" Hanna benar- benar terkejut mendengar penjelasan ibunya, jadi selama ini ibunya telah berhutang pada bu Indira untuk biaya kuliahnya.
"Bu. Kenapa ibu tidak pernah mengatakannya pada Hanna? Kenapa ibu harus menyembunyikan semua ini dari Hanna?" Hanna terlihat kecewa pada ibunya.
"Maafkan ibu sayang. Maaf jika ibu telah membuatmu kecewa. Semua ini ibu lakukan karena ibu tidak mau kamu berhenti kuliah. Oleh karena itulah, izinkan ibu untuk kembali bekerja di rumah bu Indira. Setidaknya hingga bu Indira mendapatkan penggati ibu" Pinta bu Hanum.
Hanna terdiam, ia tidak memberi jawaban apapun,dirinya masih terkejut mendengar penjelasan dari ibunya. Siapa yang akan menyangka jika selama ini ibunya mempunyai hutang pada ibu Indira dan karena hal itulah yang membuat ibunya tidak bisa berhenti kerja begitu saja di rumah bu Indira. Setidaknya bu Hanum harus bekerja di sana sampai bu Indira mendapatkan penggati beliau.
.
Satu minggu berlalu semenjak bu Hanum libur bekerja karena sakit dan selama satu minggu itu pula bu Indira dibuat kalang kabut mengurusi cucian yang sudah menumpuk karena tidak ada pelayan yang bisa mengantikan tugas bu Hanum. Semua pelayan sudah menempati posisi sesuai dengan bidangnya masing- masing yaitu bagian dapur, bagian kebersihan dalam rumah dan bagian kebersihan di luar rumah jadi mereka tidak memiliki waktu untuk mengambil alih pekerjaan di bagian laundry.
Sebagai salah satu pembantu di rumah bu Indira, bu Hanum lah yang selama ini bertugas sebagai petugas laundry. Jadi disaat bu Hanum sakit maka tidak ada orang lain yang dapat menggantikan posisi beliau kecuali merekrut pembantu baru. Sementara itu bu Indira tidak ingin mencari pembantu baru karena beliau sudah sangat puas dengan hasil kerja bu Hanum selama ini dan merasa tidak ada orang lain yang bisa bekerja sebaik bu Hanum.
Sudah dua hari bu Indira mengerjakan pekerjaan bu Hanum yang di bantu oleh seorang pelayan. Bu Indira tampak begitu kelelahan karena harus mengajarkan banyak hal baru pada pelayannya tersebut hingga membuat tugas beliau yang lainnya terbengkalai dan hal itu membuat oma Risna ikut buka suara.
"Sejak kapan tugasmu menjadi tukang laundry, Indira? Apa kamu sudah tidak tahu apa tugasmu di rumah ini. Kamu itu nyonya besar di rumah ini bukan pembantu" Ucap oma Risna saat menghampiri bu Indira di ruang laundry.
"Maaf ma, tapi Indi harus mengajarkan beberapa hal pada Uli karena dia belum terbiasa dengan pekerjaan ini" Jawab bu Indira.
"Kalau dia tidak bisa, maka kamu cari pembantu yang lain. Kenapa kamu harus repot- repot mengajarinya" Sambung oma Risna.
"Indi belum sempat mencari pembantu lain ma, lagi pula kita tidak bisa mempekerjakan sembarangan orang jika orang tersebut tidak ahli dalam bidang ini. Mama kan tahu sendiri jika cucian di rumah kita banyak dan sebagiannya tidak boleh di cuci dengan mesin cuci melainkan harus di cuci dengan menggunakan tangan. Jadi Indi harus menjelaskan beberapa poin- poin penting pada Uli agar dia tidak salah" Jelas bu Indira.
Oma Risna menghela nafas, ternyata meskipun mempunyai banyak uang mereka tetap tidak bisa mempekerjakan sembarang orang untuk bekerja di rumahnya meskipun hanya untuk mengurusi cucian seluruh penghuni rumah tersebut.
"Memangnya Hanum kemana? Kenapa dia belum masuk kerja? Kapan dia akan kembali bekerja? Kenapa liburnya lama sekali? Apa dia sudah tidak berniat untuk bekerja disini lagi?" Tanya Oma Risna pada menantunya.
Bu Indira menghentikan pekerjaannya lalu menatap oma Risna.
"Hanum tidak akan kembali berkerja, ma. Kemarin dia sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya" Jawab bu Indira.
"Hanum berhenti kerja? Kenapa?" Tanya Oma Risna lagi.
"Entahlah ma, Hanum tidak memberikan alasan yang jelas. Dia hanya mengatakan jika putrinya tidak mengizinkan dia bekerja lagi" Ucap bu Indira.
"Kamu sudah menanyakan alasannya? Bagaimana bisa dia tiba- tiba berhenti begini? Dia tidak bisa berhenti bekerja begitu saja dong" Protes oma Risna.
"Sepertinya kesehatan Hanum masih belum sembuh total ma, maka dari itu dia memutuskan untuk berhenti bekerja" Sahut bu Indira lagi.
"Apa pun alasannya, Hanum tidak bisa berhenti seenaknya begitu. Dia tetap harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya" Sela oma Risna.
"Lebih baik kamu temui Hanum dan bujuk dia untuk kembali bekerja. Katakan padanya jika dia tidak boleh mengundurkan diri sebelum kita mendapatkan penggantinya".
Usai mengatakan hal itu, oma Risna langsung berbalik badan dan pergi dari ruang laundry, sementara itu bu Indira hanya bisa menghela nafas memikirkan ucapan dari ibu mertuanya itu. Apa yang harus bu Indira lakukan? Beliau tidak mungkin memaksa bu Hanum untuk kembali bekerja sementara kesehatan bu Hanum tidak dalam kondisi yang baik.
☆
mg ankny mjd pembawa keberuntungan kebahagian d bs meluluhkan ego kakek dn buyuty yg sombong d angkuh it. mg ankny nanti mjd pemersatu keluarga .
untuk oma. ...coba sekali2 kasih ujian.hdp sendirian jauh dr ank d cucuny .biar dia sadar klo harta byk tp dinikmatin sdiri ap enakny.tinggal di rmh mewah kek tinggal di kuburan sendirian ap enakny.punya cicit lucu tp cm bs liat dr jauh g bs gendong krn malu ama ucapan sdri yg tlh membuang cucuy apa enakny coba....bikin oma kena hidayah thor....gemes kali ak ama tu oma tua...sombongy.....alamakkk bikin ngajak orang gelud aj bawaan....klo ak jd cucuny mending kuajak ambil n ngitungin kacang ijo pake sumpit dechhh...
biar dia jd org yg g mikirin diri sendiri mulu...d g sombong wlpn memang kenyataan