"Mobil untuk besok dan 1 bulan ini sudah aku kirimkan ke rumah mu."
"Ok." Jujur saja Yura tidak tertarik membicarakan hal lain kepada pria sombong itu.
"Maksud Abang akan menjadikan Yura sebagai supir?" Gerald menatap tak percaya kepada sang Abang.
"Bukan hanya menjadi supir tetapi juga menjadi Sekretaris dan juga asisten pribadi tuan Gheo Cristiano, hebat kan aku?" Yura berkata sinis dengan nada menyindir.
"Wah..wah... Abang keterlaluan, pantes tadi Doni Papa suruh terbang ke Jogja buat menangani perusahaan di sana."
"Itu pantas dia dapatkan karena sudah membuat hidung ku hampir patah." Gheo tidak sadar jika dirinya baru saja keceplosan. Yang menyebabkan Gerald menganga karena masih belum paham seperti apa ceritanya.
"Itu juga pantas didapatkan oleh orang yang merendahkan harga diri saya!" Yura berkata tanpa menoleh ke arah kedua kakak beradik itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clareisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Yura memilih diam, Bukannya dia takut tapi hanya malas berdebat.
"Sekarang kenapa kamu diam?" Gheo merasa kurang afdol kalo gadis berambut panjang itu tidak membalas perkataanya.
"Maafkan atas sikap saya bos!" Yura berusaha sekeras mungkin menahan emosinya. "Sekarang saatnya yang waras mengalah."
"Baguslah! Sekarang katakan tugas yang diberikan Papa sama kamu." Gheo menatap Yura dengan penuh intimidasi.
Yura tidak mau semakin lama dianggap sebagai mata-mata, maka ia akan mengatakan semuanya. "Lagian kemarin pak Satria gak bilang ini rahasia kan?"
"Pak Satria meminta saya untuk mencari tahu penyebab bos tidak memiliki kekasih, Beliau ingin sekalian bos segera menikah!" Yura mengatakan dengan suara lantang tanpa ragu sedikitpun.
"What??! Jadi itu yang papa tugaskan untuk mu? Ternyata Pak tua itu tak menyerah juga sampai saat ini."
"Saya harap Bos memanggil Pak Satria dengan sopan!" Yura benar-benar tidak suka Gheo memanggil Pak Satria dengan seenaknya.
"Memangnya kenapa kalau saya menyebutnya pak tua?" Gheo menatap tajam gadis sekretarisnya itu.
"Karena itu tidak sopan! Dan bersyukurlah anda masih memiliki Ayah sampai saat ini!" Tangan Yura mengepal ingin sekali rasanya meninju wajah orang sok keren di hadapannya ini.
"Wow! Ternyata kamu sangat bersimpati kepada Papa ku! Atau jangan-jangan ada sesuatu?" Lagi-lagi Gheo menampilkan senyum merendahkan, Siapapun yang melihatnya akan terbawa emosi.
"Apa maksudmu?" Kali ini Yura berkata tanpa ada embel-embel bos lagi.
"Hmm lihatlah beberapa menit lalu kamu memanggil saya bos, Dan sekarang? Dimana hormat mu kepada atasan?!" Gheo sengaja mencondongkan tubuhnya ke hadapan Yura. Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja, Dia berpikir jika demikian Yura akan ketakutan.
"Untuk apa menghormati orang yang tidak menghormati orang tuanya sendiri! Dengar, walaupun sekarang kamu merasa menjadi orang hebat. Tapi itu semua tidak lepas dari perjuangan kedua orang tua mu!" Yura tersenyum smirk yang menurut Gheo sangatlah menjengkelkan.
"Lo pikir gue bakalan takut dengan gertakan kerupuk kayak gini? Lo pikir gue bakalan gemetar gitu? walaupun lo menatap gue 1 jam lamanya gue gak bakalan kalah! Lo gak tau aja dulu gue pemenang lomba tatap menatap waktu SD." Yura merasa ada juga gunanya dulu saat ia sering memenangkan lomba tatap menatap di SD dulu.
Gheo masih saja menatap mata yang baru kali ini bisa bertahan dengan tatapan membunuhnya, Selama ini tak ada yang bisa berkutik dengan tatapan penuh intimidasi yang di perlihatkannya. "Mengapa dia tidak takut sedikitpun? apakah aura membunuh dalam diri ku sudah lenyap, Dulu di kalangan bisnis orang-orang menyebut ku Si Aura Dingin."
"Bagaimana kalau aku katakan aku tetap tidak akan menikah?"
"Terserah padamu, Lagi pula aku tidak pernah berjanji kepada Pak Satria membuat mu 100% menikah." Sekarang Yura tidak peduli akan kehilangan pekerjaannya, Toh Ia juga bisa mengelola toko kue ibunya.
"Apa aku gertak saja gadis sok berani ini dengan pemecatan?" Setelah sempat kehilangan ide, Akhirnya Gheo tersenyum karena otak briliannya mampu memberikan ide cemerlang di saat-saat seperti ini.
"Bagaimana kalau aku memecat mu saja? Aku tidak suka bawahan yang tidak profesional dalam bekerja. terlebih sopan santunnya sangat minus!"
Gheo kembali duduk di kursi kebesarannya, sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.
Sedangkan Yura yang dari awal sudah muak dengan sikap bosnya. "Silahkan pecat saya hari ini juga, Tapi ingat yang pertama memulai pembicaraan ini adalah anda sendiri, Yang kedua Anda lah yang sudah berlaku tidak sopan dengan mengatai Papa anda sendiri. Dan yang ketiga Saya juga tidak minat bekerja untuk orang yang sombong seperti anda!" Kali ini Yura benar-benar meluapkan kekesalannya, Ia tidak peduli jika dipecat di hari pertamanya menjadi sekretaris Gheo Cristiano.
"Hahahaha Kamu benar-benar gadis yang berani! Jadi sepertinya Pak tua itu salah menilai kamu selama ini. Dia mengatakan kalau kamu gadis yang lembut dan baik."
"Saya bersikap tergantung bagaimana anda memperlakukan saya! Jadi tidak usah bertele-tele! Pecat saya sekarang atau saya tulis sendiri surat pengunduran diri saya?!" Yura benar-benar tidak peduli Ia akan benar-benar kehilangan pekerjaannya kali ini.
"Poin paling penting dari pria ini bukan pendiam seperti yang Pak Satria katakan kemarin, Tapi pria ini sangat sombong dan arogan!" Yura sudah mulai memahami, jika Pak Satria dari awal menceritakan bagaimana sifat anaknya yang sebenarnya, sudah pasti dia menolak. Yura sangat anti yang namanya manusia sombong.
"Bagaimana kalau aku tidak jadi memecat mu? Dengan kata lain jika kamu mengundurkan diri. Maka sudah dipastikan kamu tidak akan diterima bekerja di manapun?!" Kali ini Gheo sudah merasa dirinyalah yang akan menjadi pemenang perdebatan pertamanya dengan perempuan.
"Apa tidak sekalian kamu buat juga toko kue ibuku bangkrut seperti yang ada di novel-novel?" Yura mulai jengah dan malas berurusan dengan orang ini.
"Ide yang bagus! Memangnya apa yang tidak bisa dilakukan Gheo Cristiano? Kalau aku mau tubuh mu dan mulut mu yang cerewet itu bisa aku beli!"
Kali ini Yura benar-benar kehilangan kesabarannya, Dengan langkah cepat ia menghampiri Gheo yang duduk bak raja.
Bukk....
Dengan sekuat tenaga Yura meninju hidung mancung milik Gheo, Karena pergerakan Yura yang cepat sehingga Gheo tak sempat mengelak.
Gheo meringis dan merasakan hidungnya mengeluarkan air, setelah diraba diujung jarinnya terlihat darah segar membekas.
"Dasar cewek gila!" Gheo benar-benar tidak menyangka jika sekretarisnya seberani itu. "Aku akan menuntut mu karena telah melukai ku!" Gheo Meraih selembar tisu kemudian membersihkan hidungnya yang masih mengeluarkan darah.
Yura sedikit takut dengan ancaman Gheo, Karena bukan tidak mungkin dirinya dijebloskan ke penjara. mengingat pria itu sangatlah berkuasa, Apalagi jaman sekarang hukum bisa di beli dengan uang atau istilahnya The power of money. Tapi jangankan dibeli bukti sudah sangat akurat di wajah tampan Gheo.
Gheo melihat ada kekhawatiran di wajah cantik milik Yura, Dia yakin ancamannya barusan bisa menurunkan keberaniannya.
Walaupun takut Yura tak ada niat meminta maaf sama sekali.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu takut? Kira-kira bagaimana reaksi Ibu mu dan juga kakak mu yang berprofesi sebagai dosen itu?! jika mengetahui kamu melakukan tindakan kriminal kepada CEO Cristiano Group?" Gheo sengaja menekan kata CEO untuk menambah ketakutan pada Yura.
"Apa yang kamu inginkan!?" Yura bukan gadis bodoh yang tidak tahu apa maksud dari perkataan pria yang sudah di buat terluka olehnya.
"Gadis pintar, Ternyata dia cepat tanggap juga. Ini kesempatan bagus, aku bisa menggunakannya untuk membungkam mulut papa dan juga mama yang terus mendesak ku menikah. Walaupun hidung ku menjadi bayarannya, Untung tidak patah. Aku heran tangannya sangat kecil, bahkan seukuran tangan anak TK. Tapi mengapa pukulannya sangat keras?!" Sambil membersihkan sisa darah di hidungnya, Gheo memikirkan kata yang tepat untuk disampaikannya kepada gadis yang masih menjabat sebagai Sekretarisnya itu.
Bersambung......💞💞💞💞💞
Makanya Gheo jangan sombong dulu, Belum tau aja neng Yura itu siapa..... 😂😂😂😂
Gheo: Emangnya dia siapa?
author: Gak afdol kalau author kasih tau sekarang...
Jangan lupa like and coment....