Asyifa adalah wanita yang menyelamatkan Dewa saat jatuh dari balap motor dari pertemuan itu membuat Dewa jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Supaya Kamu Jalannya Ngga Nyasar
Anabel kini sedang ada di depan gerbang rumah Cristian, lebih tepatnya Anabel kini sedang ada di depan gerbang rumah kedua orang tua Cristian, satpam yang bekerja di rumah kedua orang tua Cristian dengan sigap langsung membukakan pintu gerbang, hal itu membuat Anabel mengendarai mobilnya masuk ke dalam halaman rumah kedua orang tua Cristian.
Cristian yang sedang sibuk menyantap makanan dengan lahapnya, langsung menghentikan kegiatannya saat Cristian mendengar suara klakson yang di tekan berkali kali, kedua orang tua Cristian saling pandang, karena untuk pertama kalinya rumah mereka menerima klakson berkali kali.
Biasanya kalau ada sahabat Cristian yang menjemput Cristian untuk berangkat ke kampus atau nongkrong, pasti mereka bukan cuma menekan klakson doang tapi pasti mereka akan turun dari mobil dan menanyakan keberadaan Cristian kepada kedua orang tua Cristian.
''Cristian, kamu minta di jemput siapa ? kenapa dia hobi banget menekan klakson berkali kali kayak lagi di jalan yang ada lampu merahnya, terus lampu baru menyala hijau itu pasti ramai dengan bunyi suara klakson bersahutan'' ucap Afandi - papanya Cristian.
''Cristian, kamu suruh sahabat kamu masuk dulu, takutnya sahabat kamu dari rumah belum makan cuma gara gara jemput kamu buat berangkat ke kampus bareng'' timpal Farah - mamanya Cristian.
''Iya mama, bentar aku mau temui orang yang spesial buat aku'' sahut Cristian, lalu Cristian berlari menuju ke halaman rumah, sementara Farah dan Afandi saling pandang lalu Farah berkata.
''Papa tahu ngga orang spesial Cristian ?'' tanya Farah menatap ke arah Afandi dengan raut wajah yang di selimuti rasa penasaran, sedangkan Afandi menggidikkan bahunya tanda tak tahu.
''Papa juga ngga tahu mama, mungkin orang spesial buat Cristian itu nasi goreng plus telur'' jawab Afandi asal yang membuat Farah langsung mencubit pinggang Afandi.
''Mama serius ngga sedang becanda papa, nasi goreng plus telur itu nama makanan bukan nama orang spesial'' jawab Farah dengan nada setengah berteriak, bahkan kedua matanya Farah hampir copot dari wadahnya gara gara melotot ke arah Afandi.
''Maafkan papa mama'' beo Afandi sembari memegang pinggang yang habis jadi sasaran tangan Farah.
Farah tak menjawab omongan Afandi, kini Farah melanjutkan menyantap sarapan miliknya, sedangkan Afandi juga mengikuti jejak Farah ikutan melanjutkan menyantap sarapan miliknya.
''Hai sayang, kamu pagi banget datangnya ? kamu sudah sarapan ?'' ucap Cristian yang kini sudah berdiri di samping mobil miliknya Anabel, sementara Anabel memutar bola matanya malas.
''Cristian, lo ngga usah banyak omong buruan lo masuk mobil gue, soalnya gue pengen cepat sampai ke kampus'' sahut Anabel dengan nada ketus, sementara Cristian menatap ke arah wajah Anabel dengan senyum lebar.
''Cristian, buruan lo masuk ke mobil gue, atau gue tinggalin lo kalau lo tetap ngga mau masuk ke mobil gue'' ancam Anabel dengan mata mendelik ke Cristian, sedangkan Cristian ingin sekali mencubit pipinya Anabel yang menurut Cristian sangat menggemaskan.
''Sayang, kamu mampir dulu ke rumah aku soalnya'' perkataan Cristian belum selesai sudah di potong oleh Anabel.
''Cristian, lo jangan ngelunjak kemaren lo minta gue antar jemput lo ke kampus, sekarang lo minta gue mampir ke rumah lo, gue mau berangkat ke kampus jadi gue ngga mau mampir dulu, buruan lo masuk ke mobil gue'' bentak Anabel sambil melototkan kedua matanya ke arah Cristian, sementara Cristian langsung menjawab.
''Sayang, aku belum sarapan dari tadi, takutnya tambah sakit, kalau tambah sakit kamu yang repot karena kamu harus merawat aku dan selalu antar jemput aku, tapi aku tetap senang walau sakit karena bisa sering berduaan sama kamu dan di perhatikan oleh kamu'' sahut Cristian sembari tersenyum licik, sedangkan Anabel meremas stir mobilnya secara kuat.
Memang saat pulang dari rumah sakit Anabel mengantar Cristian pulang pakai mobil Anabel, di dalam perjalanan pulang Cristian membuat kesepakatan dengan Anabel.
Cristian ingin Anabel mengantar jemput Cristian ke kampus dengan alasan Cristian tidak bisa menyetir mobil karena tangan Cristian masih sakit, tentu saja Anabel langsung menolak permintaan Cristian, bahkan Anabel menyuruh Cristian untuk menyuruh sopirnya Cristian mengantar jemput Cristian ke kampus, namun Cristian tetap mencari kesempatan dan mencari akal supaya Anabel sering menghabiskan waktu dengan Cristian.
Cristian berharap dengan Anabel yang sering menghabiskan waktu dengan dirinya, membuat rasa cinta Anabel akan tumbuh kepada Cristian, lalu Cristian bilang ke Anabel kalau Anabel tidak mau mengantar jemput Cristian ke kampus, Cristian akan menyuruh sopir untuk mengantar jemput Anabel ke kampus, sehingga Anabel dan Cristian berangkat ke kampus bareng dengan mobil yang di kendarai oleh sopirnya Anabel, mendapat pilihan seperti itu membuat Anabel memilih mengantar jemput Cristian ke kampus
''Cristian, lo ngerepotin banget deh'' omel Anabel dengan nada ketus, lalu Anabel turun dari mobil, hal itu membuat Cristian bersorak gembira, bahkan Cristian ingin sekali salto saking bahagianya.
Cristian langsung menggandeng tangan Anabel, sementara tangan Cristian yang satunya di gunakan untuk menutup pintu mobil yang terletak di samping kemudi, Anabel berdecak kesal kepada Cristian.
''Cristian, lo ngga usah gandeng gue karena gue masih muda dan ngga bakalan jatuh kalau gue jalan sendiri tanpa di gandeng lo'' ucap Anabel dengan nada tinggi sambil menatap nyalang ke arah Cristian.
''Sayang, aku gandeng tangan kamu supaya kamu jalannya ngga nyasar, ayo kita berdua masuk sekarang, kalau kamu ngga mau masuk aku bakal cium kamu di sini'' kini giliran Cristian yang mengancam Anabel, sedangkan Anabel mengamati sekitar yang ternyata ada seorang satpam yang berjaga di pos satpam, bahkan Anabel juga melihat seorang asisten rumah tangga yang sedang membuang sampah.
Anabel bungkam dan tak protes lagi, dari pada Anabel harus di cium oleh Cristian, sementara Cristian tersenyum menyeringai melihat wanita pujaannya diam karena takut dengan ancamannya.
Cristian berjalan ke dalam rumah sembari menggandeng tangan Anabel, sedangkan Anabel menghentak hentakkan kakinya karena kesal dengan kelakuan Cristian.
''Sayang, kakinya kamu kenapa sakit ? kalau kakinya kamu sakit biar aku gendong kamu'' ucap Cristian yang membuat Anabel membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
Kini Cristian menghentikan langkahnya membuat Anabel juga ikut menghentikan langkahnya.
Sungguh Anabel tak menyangka kalau Cristian akan berbicara seperti itu, dengan cepat Anabel menggelengkan kepalanya lalu berkata.
''Cristian kaki gue ngga sakit, ayo buruan katanya lo mau sarapan, gue ngga mau terlambat datang ke kampus dan telat mata kuliah pertama'' jawab Anabel dengan cepat, sementara Cristian menaikkan satu alisnya ke atas.
''Sayang, beneran kaki kamu ngga sakit ?'' tanya Cristian dengan nada lembut, sedangkan Anabel memutar bola matanya malas.
''Iya Cristian, kaki gue ngga sakit buruan katanya lo mau sarapan'' sahut Anabel dengan nada meninggi, karena tak mau membuat Anabel marah membuat Cristian berjalan ke arah ruang makan sambil menggandeng tangan Anabel, sementara Anabel mengikuti langkah kakinya Cristian.