Sequel Pesona Sang Devil
Maidina Aurora seorang gadis cantik yang penurut pada kedua orang tuanya. Sejak pertemuan dengan seorang lelaki tampan dan mempunyai banyak fans. Maidina mulai mengagumi sosok lelaki tampan Sagara Bumi Samudera. Tapi jalan cintanya tak semulus jalan tol, hambatan demi hambatan sering membuat putus asa gadis dengan iris cokelat untuk memperjuangkan cintanya.
Apakah harapan itu akan terwujud. Ikuti cerita Maidina yang berjuang dari jebakan toxic bos nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meleleh
Hari ini awal kerja Aura yang baru menjadi assisten Sagara. Aura belum terbiasa dengan kesibukan yang digeluti Tuannya.
Dengan lantai gontai, Aura yang enggan memacu langkahnya lebih cepat lagi, bahkan Sagara sudah berjalan di depan meninggalkan Aura berjalan sendiri di belakang. Tapi, walaupun Aura terlihat tertinggal beberapa meter dari Tuannya berjalan. Namun, suara umpatan dan ocehan Sagara masih terdengar jelas di indera pendengarannya. Apalagi jika Aura mendengarkan nya dengan jarak dekat, sudah bisa dipastikan daun telinga Aura akan meleleh atau bisa-bisa jebol daun telinganya.
"Jalan kayak siput! Kapan nyampainya!" oceh Sagara tanpa menoleh ke belakang.
Sedangkan yang kena semprotan pedas dari bibir Sagara hanya cuek bebek.
'Dikira tak pegal apa bawaan beginian banyak! Cowok aja bawaannya segudang, rempong banget!' Aura ngedumel dalam hatinya, mana berani dia keraskan suaranya. Bisa-bisa dipecat saat ini juga.
"Cepetan jalannya!" suara bariton Sagara terdengar lagi.
"Sabar napa, Ciinnn! Namanya juga masih baru, belum tahu kebiasaan kamu!" giliran Dahlan yang ngomelin Sagara.
"Diam kamu, Dahlan! Mau aku--,"
"PECAT!" sahut Dahlan duluan.
Manager kemayu itu sudah hafal betul dengan kata-kata yang menjadi ambasador Sagara. Setiap kali dia marah, selalu kata-kata 'PECAT' menjadi senjata pamungkasnya.
"Aduh.." pekik Dahlan yang hampir jatuh karena kakinya ditendang Sagara. Masih untung kakinya masih berdiri kokoh.
"Hahaha.. Dahlia loyo!" ejek Sagara.
"Dasar nggak waras!" Dahlan melengos.
Hari pertama kerja sudah meninggalkan kesan yang membuat kesel Sagara. Tapi bagi Aura biasanya saja, dia tidak merasa ada kesalahan yang dilakukannya. Justru Bos tampannya itu lah yang membuat sebal Aura.
'Untung saja aku benar-benar membutuhkan pekerjaan ini! Kalau tidak, aku sudah pergi jauh dari hadapan Bos semprull itu' rutuk Aura dalam batin.
Kesalahan Aura yang membuat sebal Sagara adalah karena dia pergi untuk beli cemilan usus krispi dan jamur krispi favorit nya, sekedar untuk pengganjal penghuni lambungnya agar tidak berdemo di keramaian. Yang ada malu, jika penghuni lambungnya bernyanyi keroncong.
Aura lupa tidak berpamitan dulu pada Sagara. Minta ijin pun percuma saat itu, Sagara sedang ada pengambilan gambar untuk beberapa adegan yang diperankan.
Dalam pikiran Aura, Bos tampannya itu tidak bakalan tahu, jika dia tinggal sebentar untuk mengisi lambungnya. Secara Sagara masih sibuk dengan syutingnya.
Bagaimana pun juga, Aura hanya manusia biasa yang juga butuh asupan gizi seimbang agar kekebalan tubuhnya tidak menurun. Apalagi kalau sedang lapar. Pasti harus segera mengisinya. Tak baik sering telat makan, nanti bisa pingsan.
Aura masih ingat, tadi omelan Sagara yang membuatnya ingin masuk kedalam kobongan saja, untuk segera menghilang dari tatapan manusia yang berada di tempat itu.
"Kamu lihat itu, meja sebesar lapangan berisi makanan dan minuman segitu banyak itu diperuntukkan untuk semua kru, termasuk kamu yang menjadi assisten seorang Sagara! Giliran aku mau suruh kamu ambil baju ganti di mobil, kamu malah ngilang entah kemana! Aku harus ganti baju untuk mengganti yang sudah kusam, tak layak pakai lagi buat syuting!"
Aura yang mendengar omelan Sagara hanya diam dan menundukkan kepalanya. Andaikan dia tidak menjadi assisten Sagara, sudah dipastikan mulut Sagara tertempel plakban.
'Laki-laki ngomong nya pedas juga! Ngalahin emak-emak komplek perumahan!' lagi-lagi Aura hanya bisa ngedumel dalam batinnya.
"Kenapa diam saja?"
"Ya diam lah. Bos kan sedang berkhutbah!" jawab Aura langsung menatap ke arah Sagara.
tar dulu ...saya ingat ingat siapa yang nyanyi nih .
goliath bukan ya???
kalau salah ya ...maaapppp 😅😅😅
Tapi ...entah kalau udah merit entar. apakah akan melakukan pillow talk seselum tidur dengan penuh kelembutan atau tetap datar ??
😅
dukun bertindak , Mai ....
😅😅😅😅
maidina n Sagara tuhh bnran sdra apa bukann🤔🤔
kaloo sodaraa brrti cinta Meraka terlarang donkk🤔🤔
😍😍
Ditambah usahanya dong sagara.... dengan menggemakan cintamu di sepertiga malam
semangat, Gara
Daniel emang bodoh .... bisa bisanya dia melepaskan Mai .
Mai sangat baik kondisinya.
Mai juga sangat terlindungi keadaannya.
Hanya saja Mai sangat kerepotan menghadapi Bosnya yang aneh 😅😅😅
ko kumplit bangeddd tools nya
kebiasaan sarapan pakai menu pecel mendoan dan makannya pakai tangan 😅😅😅
tapi jangan lupa pesan bapak ibu guru....
cuci tangan pakai sabun sebelum makan
😁😁😁