NovelToon NovelToon
Utami Khoirunnisa

Utami Khoirunnisa

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Cinta pada Pandangan Pertama / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Aulia

Utami Khoirunnisa, Seorang muslimah yang ingin memperbaiki diri, namun justru terjebak dalam sebuah cinta dan nafsu yang membutakan hatinya.

Ketertekanan dari keluarga dan penindasan dari teman temannya membuat Utami merasa depresi sehingga mencari pelampiasan di kehidupan yang bebas.

Akankah ia mampu mengatasi dirinya yang masih labil?

mari ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Prinsip seorang Ibu.

Hari kembali pagi, rutinitas yang sama kembali terulang, ocehan ibu mulai terdengar saat Utami tidak sempat mencuci piring kotor.

"Teh, coba dibiasain, kalo bangun pagi teh bikin sarapan sendiri, goreng nasi, cuci piring, jadi perempuan mah harus rajin, harus mandiri, coba lihat teh Risma! Jam 3 dini hari Dia udah ke dapur bersih bersih, semua udah beres, harus di contoh!"

Sudah terdengar biasa jika para ibu suka membandingkan anaknya dengan anak tetangga. Alasannya memang satu, Ingin memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Tapi apakah para ibu menyadari, Jika hal itu bisa membuat anaknya merasa tak berguna? Ah mungkin saja hanya Utami yang merasa.

Ah sudahlah, para ibu tidak akan mengerti!

"Iya bu" Utami terima itu, Dia tidak pernah melawan ucapan ibu apalagi membentaknya, menggerutu dalam hati saja tidak pernah.

"Jangan iya iya, Ibu udah ngasih contoh bukan cuman ngomong doang, kenapa meni susah banget udah di kasih contoh juga, Sekolah teh malah buat kamu males bukan pinter!"

Oke, sekarang menyalahkan sekolah, siapa yang dulu mendaftarkannya ke sekolah itu? Hmm, Utami tak ambil pusing semua itu.

Utami Cepat cepat menyiapkan semuanya, ingin segera pergi, Bukan karna tak ingin dengar nasihat ibu, Utami hanya takut jika lama lama hatinya akan semakin menghitam. Dia tak ingin Melawan ibu sekalipun hanya ocehan dalam hati.

Satu mantra yang terus ia rapalkan dihatinya saat ibu mulai mengoceh.

Jangan ngelawan Utami, kamu yang salah, Ingat, Ibu punya dua aturan, pertama, ibu tidak pernah salah, kedua, jika ibu salah maka kembali ke aturan pertama

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Buah kesabaran selalu manis, dan manisnya ada dihadapan Utami sekarang, Manisnya gula yang berjalan dihadapannya membuat semut ingin terus mengejar.

"Hey, ketemu lagi!" sapaan lembut yang terucap dari lisan Abi membuat Utami mendongak, tersenyum tipis, dan kembali menunduk.

"Bareng lagi kita!"

"iya nih" senyumnya.

Abi terdiam sejenak dan kembali mencari topik baru"Kenapa malam tadi Nggak Ngaji?"

"Aku Ikut pengajian di sekolah"

"Ooh!" sambil mangguk mangguk "Sekolah Berbasis pesantren ya?"

"Bisa dibilang gitu" Utami merasa tak yakin, karna menurutnya sekolah itu tak sesuai pandangan orang orang, buktinya, masih saja ada siswa yang pacaran dan bermaksiat jikalau ada kesempatan.

TIIID!

Klakson Angkot berbunyi di sebrang jalan sana, seperti biasa Utami dan Abi mempercepat langkahnya dan menunggu jalanan senggang untuk menyebrang.

"Bentar!" cegah Abi saat Utami hendak maju.

"Kenapa?"

Tanpa menjawab, Abi langsung berjongkok dan mengikatkan kembali tali sepatu Utami yang terlepas. Membuat Utami merapatkan bibirnya dan menahan nafas, pipinya memanas, sungguh, dia merasa malu.

"Udah, Yuk nyebrang!" Dia melambaikan tangannya memberi instruksi para pengendara untuk membiarkan mereka menyebrang terlebih dahulu.

Tak butuh waktu lama, hanya perlu waktu sepuluh menit untuk tiba di sekolah. Sekolah yang baru di dirikan, sehingga masih banyak Pak supir yang belum tahu pemberhentiannya.

"Kiri Pak!" teriak Utami dengan suara kecilnya, membuat pak supir tidak mendengarnya.

"Kiri Pak!" Suaranya naik satu oktaf, namun tetap kalah oleh dentuman musik yang dinyalakan.

Kali ini, Utami menarik nafas dengan dalam, menahannya sebentar dan kembali berteriak, mengeluarkan suara emasnya.

"KIRI PAK....!"

Cekiiit!

JEDUG!

Pak Supir yang menginjak rem dengan mendadak membuat para penumpang oleh ke depan dan saling menubruk. Tak terkecuali Utami yang tak sengaja jatuh dalam pelukan Abi yang duduk dekat pintu keluar.

"Aduuh neng, Bapak kaget banget" ujarnya seraya meminta maaf hingga berkali kali.

"Lagian sih Bapaknya gak denger!" seru Utami salah tingkah, wajahnya sudah memerah akibat menubruk Abi yang kini hanya memasang senyum tipis dengan kepala tertunduk.

1
Fifi sun
awas Lo Shinta kalau nyakitin Utami gua, gua santet lu😡
Ni sya ♡: Woaah 😅
total 1 replies
canvie
nanti aku mampir berkala ya kak. lanjutkan👍🏻👍🏻
Ni sya ♡: terima kasih
total 1 replies
canvie
adem sekali novel satu ini
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Hwaiting Kak
Ry Benci Pakpol mampir
Fifi sun
siapa yang naro bawang di sini, hah jawab😭
Fifi sun
hmm affah iyhh😂
Fifi sun
Fitri cepu
Fifi sun
dasar pak teguh tukang modus
Ibu Umas
guud
Fifi sun
siapa yang naro bawang di sini😭😭😭😭😭
Nurmlaa
haii aku udah mampir nih, cerita yang bagus, aku kan udah mampir gak mau di kasih minum dulu gitu
Fifi sun
keren sih ceritanya menarik, faiting 💪
Ni sya ♡: uuuh makasih besti😂
total 1 replies
Zhu Yun💫
Aku mampir kak
Fifi sun
nice 👍
Fifi sun
setuju banget💔
Fifi sun
oh ngerti aku di bagian ini teteh lagi nyeritain siapa🤭
Munana4_
udah mampir nih sayang 🥰🐱
Munana4_: sami sami 🥰
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ● °°~°°Dita Feryza🌺
semangat terus ya berkarya 💪💪
Liu Zhi
Halo, Kak. Aku mampir ninggal jejak dulu, nanti lanjut. Semangat ngetik ceritanya
Ig : Author_fanie.liem
sudah mampir ya
jgn lpa mamlir balik mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!