NovelToon NovelToon
Tragedi

Tragedi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Dendam Kesumat / Misteri / Tamat
Popularitas:82.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: cilamici

Ditemukannya kerangka manusia di halaman sebuah rumah yang telah lama dikosongkan membuat heboh hingga diangkat ke berita nasional, dan menjadi jalan terbukanya kasus lama.

Jadi, kasus apa kira-kira? Hmm ayok kita intip...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Pagi Panas

Pagi menjelang, saat Maryati membuka matanya pelahan terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari pagi yang telah menerobos masuk ke dalam kamar dari kaca jendela dan juga ventilasi di atas jendela,

Maryati tampak menggeliat sejenak seraya bangun dari berbaringnya, lalu ia menoleh ke samping kirinya, di mana biasanya sang suami tidur di sana,

Tapi...

Kosong.

Pagi ini ia tak ada di sana, Maryati tentu saja seketika perasaannya tidak enak, iapun cepat turun dari atas ranjang tidurnya, keluar dari kelambu tipis yang melindunginya sepanjang malam dari serangan nyamuk,

Maryati dengan tergesa-gesa berjalan menuju pintu kamar dan keluar dari kamarnya mencari Dadang, suaminya.

"Paaah... Paaaah..."

Maryati memanggil dengan sedikit panik,

Suasana di ruang TV di depan kamar Maryati tampak sepi, Maryati pun menuju ruang depan yang kini tampak jendela dan pintu utama sudah terbuka lebar,

Maryati berjalan cepat ke arah pintu sambil menoleh ke sana ke mari,

"Paaaah... Paaah..."

Maryati terus memanggil sang suami, hingga kemudian Maryati melihat Intan yang tengah menyapu halaman dan sepertinya baru selesai merapikan tanaman juga,

Maryati tergesa keluar ganti memanggil Intan, asisten rumah tangganya yang baru datang kemarin sore,

"Intan... Intaan, kamu lihat Pak Dadang?"

Tanya Maryati pada Intan,

Maryati semakin panik karena ia tak melihat mobil Dadang di halaman rumah,

Intan menghentikan kegiatannya sejenak, lalu membungkuk sopan ke arah sang Nyonya,

"Pak Dadang, ke mana dia?"

Tanya Maryati,

"Tadi pagi-pagi sekali saat saya masak sarapan beliau pamit keluar sebentar Nyonya,"

Jawab Intan,

"Ke mana?"

Tanya Maryati yang tampak langsung gelisah,

Intan sejenak menatap wajah Maryati yang sebetulnya biasa saja, tapi entah kenapa begitu beruntung mendapatkan suami setampan Pak Dadang,

Ah, bukan hanya tampan, tapi juga sukses dan sepertinya sangat mencintai Maryati,

"Ke mana Intan? Pak Dadang ke mana?"

Tanya Maryati mulai seperti panik,

Intan yang sejatinya tahu Dadang sedang ke mana karena tadi memang laki-laki itu telah berpesan padanya agar disampaikan pada Maryati, namun entah kenapa Intan rasanya tidak ingin menyampaikan pesan itu,

Intan justeru memilih menggeleng saja, dengan wajah polosnya ia seakan sungguh tak pernah mendengar Dadang memberikan pesan agar disampaikan pada sang isteri,

"Astaga, ke mana dia? Tidak biasa-biasanya dia begini..."

Gumam Maryati semakin gelisah, karena melihat Intan menggeleng,

Maryati pun lantas masuk ke dalam rumah lagi, ingatannya terus ke peristiwa semalam di mana Dadang mencoba mengajaknya beraktivitas di tempat tidur karena telah lama mereka tak melakukan,

Apa karena itu? Apa karena ia menolak lalu Mas Dadang kini pergi pagi-pagi sekali tanpa pamit padaku?

Ah ke mana dia? Ke mana dia?

Maryati masuk ke dalam rumah dan kembali ke kamarnya, ia menuju lemari pakaian, memastikan Dadang tak membawa baju-bajunya,

Maryati, perempuan itu begitu panik hingga seluruh keringat dingin bahkan keluar dari tubuhnya,

Bayangan yang tidak-tidak atas suaminya di luar sana yang pergi seolah tanpa pesan membuatnya semakin tak karuan perasaannya,

Maryati menatap isi lemari pakaian di bagian-bagian yang berisi baju-baju milik Dadang,

Merasa tak ada yang berkurang, Maryati lantas keluar kamar lagi, kali ini menuju ruang kerja,

Ruang kerja terlihat masih ada beberapa berkas di atas meja kerja Dadang yang sepertinya ia kerjakan semalaman,

Maryati menghampiri meja kerja Dadang, memperhatikan setiap lembar kertas yang ada di atas meja kerja ruangan tersebut,

Tak ada yang mencurigakan, semua seperti biasanya saat suaminya lembur semalaman suntuk,

Ah ke mana dia sebetulnya? Maryati nyaris menangis karena saking kesalnya,

Hingga...

Tiba-tiba terdengar suara mesin mobil yang sepertinya memasuki halaman rumah,

Posisi ruangan kerja yang memang bisa dengan mudah melihat ke halaman depan dari kaca jendelanya membuat Maryati seketika berlari ke sana,

Dan...

Astaga, Maryati sampai harus mengelus dadanya yang sempat terasa begitu sesak,

Tampak kini Dadang turun dari mobil, ia lantas langsung berjalan melewati Intan yang masih menyelesaikan pekerjaannya dan langsung masuk ke dalam rumah,

Maryati yang melihat sang suami dari kaca jendela kamarnya akhirnya cepat keluar dari kamar kerja dan langsung menemui Dadang,

"Pah, dari mana sih? Kamu pergi ke mana? Kenapa tidak membangunkan aku? Kenapa tidak pamit?"

Serentetan pertanyaan seketika Maryati sampaikan pada Dadang yang baru saja masuk ke dalam rumah,

"Harusnya kalau mau pergi jangan nyelonong saja dong Pah, akunya khawatir, aku..."

Maryati tampak begitu emosional, namun Dadang yang sepertinya begitu mengerti dengan kejiwaan Maryati hanya tampak tersenyum saja,

Dadang mendekati isterinya yang masih terlihat begitu kesal,

Dadang, laki-laki itu menghampiri isterinya, untuk kemudian ia raih ke dalam pelukan,

"Sudah, jangan khawatir lagi, aku kan sudah pulang,"

Kata Dadang lembut, membuat hati Maryati pelan membaik,

"Aku tadi sudah pesan ke Intan, kalau Nyonya bangun, sampaikan kalau aku ke stasiun sebentar untuk beli tiket,"

Dadang membelai rambut Maryati yang panjang melewati bahu,

Mendengar jawaban Dadang, membuat Maryati seketika langsung ingat Intan yang tadi ditanya tampak menggeleng,

"Tapi... Kenapa Intan tidak mengatakan apa-apa,"

Gumam Maryati,

"Hmm Kenapa Mah?"

Tanya Dadang yang tak begitu jelas mendengar gumaman Maryati,

Tapi...

"Ah, ke stasiun beli tiket? Untuk siapa? Kamu Pah? Mau ke mana?"

Kembali Maryati menghujani Dadang dengan pertanyaan lain yang begitu banyak, mengalihkan pembahasan karena ia mulai berpikir bisa jadi Intan memang lupa atau tidak mendengar dengan jelas,

Dadang pun kemudian merenggangkan pelukannya sebentar, di tatapnya wajah sang isteri yang sungguh teramat ia cintai,

"Sayang, semalam Dina telfon,"

Kata Dadang kemudian,

"Dina? Kenapa?"

Tanya Maryati langsung kembali panik,

"Kamu harus pulang hari ini, makanya aku belikan tiket agar kamu bisa pulang dan naik kereta saja agar kamu aman,"

Kata Dadang,

"Pulang? Ke Jawa? Apa ada sesuatu yang terjadi Pah? Ibu... Kenapa dengan Ibu?"

Maryati semakin terlihat panik,

Dadang yang sudah hafal betul dengan kebiasaan Maryati yang mudah panik lalu histeris, kini langsung terlihat meraih Maryati lagi ke dalam pelukannya,

"Tidak ada apa-apa Mah, Dina hanya memintamu pulang sebentar, Ibu ingin ketemu katanya,"

Ujar Dadang pada Maryati yang kini ada dalam pelukannya,

"Benarkah hanya itu? Ibu sungguh hanya ingin bertemu aku?"

Tanya Maryati lirih,

Dadang tampak mengangguk, ia mengeratkan pelukannya, bersamaan dengan itu Intan masuk ke dalam rumah, mendapati kedua majikannya tengah berpelukan di depan kamar kerja Datang membuat Intan pun buru-buru melewati mereka,

Intan cepat langsung menuju dapur, namun matanya sesekali masih terlihat mencoba mencuri pandang ke arah Dadang yang tampak mencium bibir istrinya,

Sejenak Intan yang melihat hal itu tampak jadi gelisah sendiri, ia cepat menuju dapur, namun karena di dapur memang sudah ia bersihkan, maka Intan pun pindah ke belakang rumah di mana di sana ada tempat untuk mencuci pakaian dan juga ada tanah yang tembusan ke halaman samping dan juga bisa langsung ke halaman depan,

Intan duduk di bangku kecil untuk bersiap mencuci baju kotor majikannya yang sudah ia rendam,

Namun saat ia mengambil salah satu baju yang ternyata milik Dadang, perasaannya jadi kembali tak karuan,

Laki-laki tampan itu, entah kenapa rasanya begitu menggodanya.

...****************...

1
Mega Arum
Luar biasa..
Amoy Ima
art nya pelakor,,cari masalah aja..
myumi
ini baru enak dibaca nda kepanjangan nda muter 2 cerita..bikin lg ya thor yg cerita nda kepanjangan lngsung tamat..🙏
Minartie
sispa ya nek



🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
gaby
Cerita yg singkat, padat, ada ngeri, ada sedih, ada emosi. Aq kasian sm Nenek Maryati, sy sbg emak2 mendukung perbuatan Nenek Maryati, yg saya sayangkan cuma satu, kenapa nenek ceroboh hingga ktangkep. Sosok seperti nenek Maryati menurutku pahlawan bagi keutuhan rmh tangga smua org.
karissa 🧘🧘😑ditama
dri awal slah ny dadang juga,wlaupun mksd ny baik sbg suami,tpi dgn tiba2 dtng orang buat bntu2 dirumah tanpa ada obrolan tnpa ada apa2 dlu dgn istri,tdak jga mematok umur yg lbh aman inilah yg trjadi KEHANCURAN yg nnti ny berbuntut DENDAM
karissa 🧘🧘😑ditama
salahnya intan,,hrus ny dgn tau kalo bkal plang kekampung tuh si pembantu sruh libur dlu,trserahlah mau plang ke yyasan kek atau kerumahny dlu kek
Ros Sita
penghianatan seorang suami akan sangat berdampak pada mental sang istri
Ros Sita
penghiatan seorang suami akan sangat berdampak pada mental si istri
estycatwoman
good
Habibie Raisa
andai saya diposisi mba mar pun mungkin akn sekalap itu
Habibie Raisa
si alan memang i ntan setan
Alzena Daria
ceritanya sederhana,gk terlalu panjang,tapi enak dibaca. ...keren Thor...
neng ade
kejadian yg menimpa nek Maryati dlu sangat membuat nya terluka wajarlah jika kalap karena melihat langsung pergumulan si suami dan ART nya padahal nek Maryati wkt itu sedang hamil dan kondisi kesehatannya pun sedang tak baik2 saja .. tp dia mampu melakukan pembunuhan itu hingga selama 20 thn akhirnya terkuak.. .
neng ade
Anggita dan bayi nya pasti mati ditangan nek Maryati.. misi selesai..
neng ade: semua akhir nya akan terkuak.. berita heboh tentang penemuan tulang belulang itu pasti akan mengejutkan semua orang .. nek Maryati udh mengakui nya .. betul nek wajah cantik harus nya jngn dibuat utk menggoda suami orang bahkan bkn hanya yg cantik dan muda aja tp memang dasar nya mental pengkhianat dan peselingkuh bnyk terjadi .. hanya sedikit yg bisa melampiaskan dendam seperti nek Maryati dngn cara membunuh para pelaku nya ..
total 1 replies
neng ade
Dan .. nek Maryati pun menepati kata2 nya yg membuat Anggita hrs menyusul Candra ..
neng ade
Ya utk sebuah pengkhianatan tak ada kata lain selain ingin pelaku nya mati dan nek Maryati tak harus bertindak lagi karena Candra keburu kecelakaan
neng ade
waduh .. jangan2 pacar nya Anggota itu suami nya Siska .. nenek udh punya feeling kali hingga menatap tajam ke arah Anggita ..
neng ade
Maryati itu nama nenek nya Siska ya thor . ini kah awal mula tragedi dlm kehidupan sang nenek ..
Cila Mici: aamiin... makasih makasih ya
total 3 replies
neng ade
ngeri ta liat isi koper nenek .. apa yg terjadi sebenar nya dngn nenek ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!