Bagaimana jadinya jika persahabatan yang di jalin begitu lama, ternyata menimbulkan benih benih cinta ?
Ya, itulah yang di rasakan oleh Sasikirana, seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA.
Si gadis tomboy, dan selalu menjadi biang ribut di sekolah, siapa yang menyangka ternyata memiliki perasaan cinta pada sahabatnya sendiri.
Akankah Sasi jujur dengan perasaan nya ? ataukah dia akan mengubur dalam dalam perasaan itu ?
Ikuti terus kisah nya, Sasi si gadis tukang bikin rusuh.
Happy Reading 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niken
"Axel, lo gila ya ? Turunin Sasi sekarang !!" pekik Gara yang terkejut melihat Sasi di gendong Axel dengan kepalanya yang ada di belakang punggung Axel.
Axel tidak mengindahkan perintah Gara, dia terus membawa Sasi dan segera memposisikan Sasi untuk duduk di motor nya, dan tidak lupa dia memaksa Sasi untuk kembali memakai jaket nya lagi. Sasi dengan pasrah, mengikuti semua perintah sahabatnya itu.
"Sas, kamu gapapa kan ?" tanya Gara yang motornya dia sejajarkan dengan motor Axel
"its okay, gue gapapa Gar, mending lo balik aja, gue juga mau balik bareng Axel," Pinta Sasi pada Gara, dia tidak mau ada keributan lagi di depan komplek pemakaman umum itu.
Kenapa Sasi mengira akan ada keributan nantinya jika dia membiarkan Gara terus berada disana dengan mereka, karna Sasi melihat raut wajah Axel yang sudah memerah menahan amarahnya.
"Tapi Sas.." tolak Gara cepat
"its Okay Gara, lagian arah rumah lo juga berlawanan arah kan sama rumah gue ? jadi mending lo pulang aja ya,"
"udah selesai belum drama nya ?" sindir Axel pada Sasi dan Gara. Tanpa menunggu respon dari keduanya, Axel segera melajukan motornya meninggalkan Gara
"Axel, brengsek !!" gumam Gara kesal. Diapun akhirnya pulang kerumah nya dengan terpaksa. Padahal dia masih ingin berada dekat dengan Sasi.
**
Di jalanan..
"Lo mau jatoh ?" tanya Axel setengah berteriak karna jalanan cukup ramai oleh kendaraan kendaraan yang lain
"apa ? suara lo ga kedengeran !!" pekik Sasi
tanpa mengatakan apapun lagi, Axel langsung menarik tangan kiri Sasi, dan melingkarkan ke perutnya.
deg deg deg
suara detak jantung Sasi, Reflek Sasi pun menarik kembali tangannya.
"Sini !!" Axel menarik kembali tangan Sasi, tepat di lampu merah saat semua kendaraan berhenti Axel menarik tangan Sasi yang satu nya lagi.
"pegangan, nanti jatoh !!" ucapan Axel semakin membuat Sasi salah tingkah.
bener bener si kampret ini, apa dia mau buat gue kena serangan jantung !!"
Selama perjalanan, tidak ada yang bersuara lagi antara Sasi dan Axel. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran nya masing masing.
Tak berselang lama, mereka akhirnya tiba di depan rumah Sasi.
Sasi pun melepaskan pelukan nya, dan segera turun dari motor Axel. Dia melepaskan jaket dan helm yang tadi di pakaikan Axel padanya.
"helmnya aja, jaketnya cuci dulu ! biar nggak bau keringet lo," sindir Axel pada Sasi
"tenang aja nanti gue laundry, atau sekalian aja gue cuci pake 7 kembang bekas mandiin Oma tadi," balas Sasi tak kalah sengit. Axel bergidik ngeri membayangkan jaket kesayangan nya, yang bahkan dia tidak mengizinkan Niken untuk memakainya, malah akan di cuci dengan air bunga bekas memandikan jenazah.
"Noooo !! balikin sini jaket gue !!" Axel seraya menarik jaket yang ada di tangan Sasi.
Sasi pun ikut menarik jaket itu, setelah adu tarik menarik dengan Axel, akhirnya dia kembali mendapatkan jaket kesayangan sahabatnya itu.
Dia pun segera berlari meninggalkan Axel,
"wlee," saat sudah berada di balik pagar rumah nya, Sasi membalikkan tubuh seraya menjulurkan lidahnya pada Axel.
"SASIIIII..!!" teriak Axel sangat kencang, kesal dengan sahabat lucknut nya itu
*
*
Sementara itu...
Niken yang kini tengah menangis di dalam kamarnya, terus mencoba menghubungi Axel. Sudah puluhan kali dia berusaha, tapi belum juga ada jawaban dari pacarnya itu, lebih tepatnya mantan pacar nya itu.
Tok Tok Tok
"Niken sayang, buka pintunya," ucap sang Mama dari arah luar kamar
gumprang
Suara benda yang jatuh dari dalam kamar Niken.
"kamu kenapa sih ? cerita sama Mama ada apa ? dari pulang sekolah tadi kamu belum keluar kamar sayang," Mama Niken yang khawatir karna anak nya sedari tadi mengurung diri di dalam kamar
Sudah beberapa kali Mama Niken mencoba membujuk putri nya itu, tapi sampai hari mulai malam dia belum juga membukakan pintu kamarnya. Akhirnya, mau tidak mau dia harus menghubungi Axel, yang dia tau adalah pacar dari putrinya tersebut. Ya, Axel dan Niken tidak menyembunyikan hubungan mereka dari para orang tuanya. Bahkan Axel dengan berani datang mengantar jemput Niken dirumahnya.
*****
Drrttzz Drrttzz
Bunyi panggilan di ponsel Axel. Dia yang memang sedari tadi sudah sampai dirumah, kini sedang berada di kamarnya dan kebetulan sedang bermain game online di ponselnya.
"Tante Widi," gumam Axel melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Dia pun segera mengangkat telepon tersebut.
Axel : "Halo"
Mama Niken : "Halo, Axel ? Ini Tante, mamanya Niken"
Axel : "Iya, ada apa ya tante ?"
Mama Niken : "Ini, tante mau tanya maaf sebelumnya, apa kamu sedang ada masalah dengan Niken ? karna sejak pulang sekolah tadi, dia mengurung diri di dalam kamarnya, dan sampai sekarang belum keluar juga"
Axel pun diam sejenak, mencerna apa yang di katakan oleh Mama Niken. Apa dia harus jujur, bahwa mereka baru saja putus hari ini, tepatnya tadi siang Niken meminta putus dari nya.
Mama Niken : "Halo Axel ? kamu masih disana ?"
Axel : "hah ? ah iya tante."
Mama Niken : "jadi, sebenarnya ada apa sampai Niken seperti ini ?"
Axel : "Sebenarnya tadi siang Niken meminta putus dari Axel, Tante."
Mama Niken : "kamu yakin ? setau Tante, dia sangat menyukai kamu Axel,"
Axel : "Iya tante, kalau tidak percaya coba tanyakan langsung sama Niken,"
Mama Niken : "Justru itu Axel, tante ga bisa bicara dengan Niken, karna dari tadi dia mengunci pintu kamarnya. Bisakah kamu membantu tante ? Tolong datang sekarang, bujuk Niken agar mau keluar kamarnya,"
Axel pun bingung dengan permintaan Mama dari mantan pacarnya itu. Dia memang sudah tidak mau lagi kembali pada Niken. Karna sekarang, dia sudah tau sebenarnya apa yang di inginkan oleh hatinya.
Padahal kalau saja Niken tidak terlalu manja, dan selalu harus di turuti keinginan nya, mungkin Axel akan berusaha untuk terus bersama Niken. Bahkan baru dua bulan berpacaran saja mereka sudah lebih dari sepuluh kali putus nyambung. Dan tentu saja, selalu Niken yang menyebutkan kata itu dan Niken pulalah yang selalu meminta kembali lagi.
Axel : "Maaf tante, tapi ini sudah malam,"
Mama Niken : "Tante mohon, untuk kali ini aja ya, tante sangat khawatir sama Niken,"
Axel akhirnya menuruti permintaan Tante Widi. Ya, anggap saja toleransi sebagai mantan pacar, pikirnya.
Axel pun mengambil kunci motornya yang ada di atas meja belajarnya. Dia berjalan menuruni tangga menuju lantai satu. Dirumah itu, hanya ada asisten rumah tangga dan security yang berjaga di halaman depan rumahnya. Orang tua Axel baru saja kembali dari Hongkong tapi kini pasti sudah berada di kediaman Sasi untuk mengucapkan belasungkawa pada sahabatnya itu.
*
*
🌺🌺🌺