NovelToon NovelToon
Simpanan Suamiku

Simpanan Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Single Mom / Janda / Selingkuh / Tamat
Popularitas:137.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen's Suga

Hidup bahagia menjadi ratu dalam sebuah keluarga. Memiliki suami dan anak yang begitu mencintainya. Husna namanya. Seorang ibu rumah tangga yang begitu dicintai suaminya dan keluarganya.

Namun, dia mendapatkan sebuah pesan rahasia yang membuat hidupnya berubah begitu drastis.

Apakah pesan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen's Suga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teka-teki ibu mertua

Tidak, ini tidak mungkin! aku? wanita simpanan Mas Farhan? Gila! Yang benar saja. Pasti wanita itu mengada-ada. Aku ini istri sah dia, jika memang dia istri pertamanya, kenapa aku dan Mas Farhan bisa menikah secara negara? Bukankah itu tidak bisa jika tidak ada surat persetujuan istrinya?

Pikiran Arini bergelut dengan berbagai opininya sendiri.

Aku harus bertanya pada Ibu. Jika dia memang istri pertamanya, maka Ibu pasti tau. Lalu, kenapa dia diam saja saat anaknya menikah dengan perempuan lain jika sudah berkeluarga?

Arini menjambak rambutnya sendiri. Kepalanya penuh dengan berbagai tanda tanya.

Dia memacu gas dengan kecepatan tinggi. Berharap akan segera sampai di rumah mertuanya.

Setelah sampai, wanita itu langsung turun dan berlari dalam kondisi mobil masih menyala.

"Bu, ibu. Ibu di mana?" Arini mencari ke setiap sudut rumah. Sepi.

"Ada orang di sini? Kalian semua, keluarlah!" Arini berteriak.

Pintu belakang terbuka, seseorang pun masuk.

"Kamu siapa?" tanya Arini. Orang itu tidak pernah Arini temui sebelumnya.

"Saya pemilik rumah ini."

"Apa? Tidak mungkin. Rumah ini milik mertua saya. Apa dia baru saja menjual rumah ini?"

"Maksudnya yang ngontrak kemarin?"

"Ngontrak?"

Arini dan pria itu hanya saling menatap sama-sama bingung.

"Ini, coba lihat. Ini ibu mertua saya yang tinggal di sini." Arini menunjukkan fotonya bersama mertuanya.

"Iya, ini. Dia ngontrak rumah ini sudah beberapa tahun belakangan. Kemarin dia baru saja keluar. katanya sudah tidak bisa lagi bayar uang sewa rumah ini."

"Ada apa sebenarnya?" gumam Arini sambil memijat kepalanya yang sakit.

"Pak, tidak mungkin dia tidak bisa bayar. Anaknya pengusaha sukses."

"Kalau anaknya pengusaha sukses, mana mungkin ibunya diberi kontrakan. Harusnya rumah hak milik, dong. Lagi pula ada apa sebenarnya? Kenapa menantu sendiri tidak tahu mertuanya pergi."

Arini menatap kesal pada pemilik rumah itu. Tanpa permisi, ibunya Lean langsung pergi begitu saja.

Pertanyaan dalam kepalanya bertambah, dan itu membuat dia benar-benar merasa frustasi. Ingin menangis tapi tidak bisa, marah tapi tertahan karena dia masih berpikir jika ini hanyalah sebuah permainan Lestari, si pelakor.

Sesampainya di rumah, Arini tidak langsung masuk. Dia duduk di teras depan sembari menatap langit. Pandangannya jauh ke atas tanpa makna.

Hanya hembusan nafas panjang dan berat yang menandakan bahwa berat sekali beban yang menghimpit dadanya.

Pandangannya mulai berpaling saat mobil Fadel datang. Meski lemas, dia terpaksa harus bangun dan seolah tidak terjadi apa-apa di depan Lean.

"Maaf, Fad. Aku belum sempat masak."

Fadel melihat tangan Arini yang bergetar. Dia tahu jika wanita itu sedang tidak baik-baik saja.

"Kita bisa pesan makanan jika mau."

"Aku mau, Om. Mau ayam krispi, es krim dan salad buah."

"Siap, laksanakan!"

"Kamu mandi, gih. Minta Mba temenin. Mama mau pesen makanannya dulu."

"Oke, Mama."

Lean pun masuk ditemani pengasuhnya. Arini dan Fadel duduk di kursi.

"Ada apa lagi?"

"Mungkin, gak, sih, kalau sebenarnya aku yang merebut suami orang? Emmm, maksud merebut itu bukan aku yang merampas tapi dia yang datang. Em, gini, loh maksudnya --"

"Aku faham." Fadel menyela ucapan Arini.

"Fadel ...." Arini mulai menangis.

"Lebih baik rencana kamu untuk bertahan, hentikan saja. Entah kamu atau wanita itu yang dikhianati, intinya kalian sama-sama jadi korban keegoisan seorang Farhan."

"Bagaimana dengan Lean? Fad, mungkin di mata kita dia terlihat baik-baik saja, tapi pengasuhnya sering memergoki dia sedang menangis. Bagaimana pun juga dia butuh Farhan. Jika aku bercerai, maka anak aku yang jadi korban."

"Dengan mengorbankan diri sendiri?"

"Semua ibu bahkan siap mengorbankan nyawa sekalipun."

"Konsepnya beda, Arini. Sekarang, jika kamu kembali dengan Farhan, kamu yakin siap? Kamu benar-benar ikhlas memaafkan dia? Jika tidak, maka kamu tidak akan bahagia. Seorang ibu tidak bahagia, seisi rumah akan hampa. Anak kamu juga tidak akan bahagia, Arini."

"Terus aku harus mengalah pada wanita itu? Membiarkan anak-anaknya bahagia memiliki orang tua yang utuh sementara anakku di sini menderita, begitu? Enggak! Aku akan ambil Mas Farhan agar menjadi suamiku seutuhnya. Aku tidak akan membiarkan wanita itu mengambil kebahagiaan keluargaku." Arini begitu menggebu-gebu.

"Lalu bagaimana jika perempuan itu benar. Bahwa ternyata kamu lah si pelakor itu?"

Arini diam.

"Apa kamu tega mengambil ayah dari anak-anak itu? Mengambil suami dari seorang istri. Hah!"

"Tapi aku tidak mengambil Mas Farhan dari siapapun!"

"Kita tidak tahu kebenarannya saat ini, tapi bayangkan saja itu adalah fakta. Apa yang akan kamu lakukan?"

Arini kembali diam.

"Kamu tidak ingin kebahagiaan keluarga kamu diambil bukan? Wanita itu pun pasti memiliki perasaan yang sama, Arini. Dia juga seorang istri, seorang ibu yang ingin mendapatkan kebahagiaan anak-anaknya."

"Cukup! jika kamu tidak berpihak padaku, pergilah!"

Fadel pun bangun.

"Aku akan selalu ada di pihak kamu, Arini. Aku ingin kamu bahagia tanpa harus menderita. Arini ... entah siapa istri pertama atau mana istri keduanya, Farhan tetap lah bukan laki-laki yang baik."

"Lalu siapa yang baik? kamu? Oh, Fadel. Ayolah! Itu sudah lama. Kamu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kamu sengaja memprovokasi aku untuk berpisah dengan Farhan, lalu menerima cinta kamu, begitu?"

Fadel tersenyum miris.

"Arini, bulan depan aku akan bertunangan. Aku di sini hanya sebagai sahabat kamu, bukan sebagai laki-laki yang mencintai kamu. Jangan salah faham."

Arini mematung.

"Aku pergi. Hubungi saja jika kamu butuh sesuatu."

Arini merasa sangat malu dan juga kesal pada Fadel.

Ya, Fadel adalah sahabat lama Arini. Dulu, mereka saling menyukai akan tetapi Arini lebih memilih Farhan karena Fadel tidak menunjukkan keseriusannya pada Arini.

Meski sebenarnya, Fadel bukan tidak serius pada Arini, dia hanya tidak bisa menunjukkan perasaan itu pada wanita.

Sayangnya, di saat Fadel memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan. Arini telah menjadi tunangan Farhan.

1
DN
Luar biasa
Yati Syahira
tetep jalang lakor yg menang dan bahagia istri wajib menderita di selingkuhin
angel
sayang gk ada balasan buat mantan
Queen's Suga: Iya, ya. Yuk lah nanti kita bales rame-rame. 🤭
makasih ya kak udah mampir. 🤗
total 1 replies
Hanipah Fitri
bagus banget ceritanya, enak dibaca, simpel dan tdk bertele tele
Queen's Suga: Hai, makasih ya udah mampir. sehat selalu buat kamu. 🤗
total 2 replies
Mawar berduri
aku suka ceritanya tp yg bikin makin suka krn Bab nya pendek. sukses terus ya
Hairani Siregar
Awal crita madih adem ayam aja, kira2 bab k brapa thor yg penuh dgn bawang merah brebesnya.
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Titin Nur
,🤭🤭🤭
Riana
bohong berarti fadel bilang udah tunangan
Riana
oalah begono ceritanya...
bener ini 🤣🤣🤣novel isinya g harus perempuan merebut milik orla tp memang lakinya yg g benar🤭🤣🤣
Riana
apapun alasan orang tua bercerai utk anak ttp memyakitkan
Queen's Suga: Mereka akan punya luka yang tidak akan bisa disembuhkan.
total 1 replies
Riana
msh menanti kejujuran author
Riana
dengarkan penjelasan farhan baru ambil sikap
Riana
weh weh
Riana
hadeh kok kebalik ini
Riana
oalah salah bukan catrin tp lestari...
lestari alamku lestari desaku....
Riana
catrin ya
Riana
siapa yg telp farhan🧐
Riana
astaga😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!