Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 : Akhirnya aku menemukanmu
Dikarenakan semalam kota Interalken di guyur hujan badai, membuat Anne tak bisa pulang seperti biasanya. Jadi, Ia memutuskan untuk menginap dan pulang keesokan paginya.
" Aurora," panggil Jeremy yang berlarian menghampiri Anne. Namun, gadis itu masih terus berjalan tanpa perhenti.
" Biar aku antar sampai ke stasiun," tawar Jeremy yang kini sudah berdiri di samping Anne.
" Baiklah."
Setelahnya, kedua orang itu berjalan beriringan menuju parkiran penginapan.
" Jer, nanti singgah ke das Lebensmittelgeschäft sebentar ya," pinta Anne ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
" Baiklah."
Setelahnya, Jeremy segera melakukan kendaraannya menuju das Lebensmittelgeschäft.
Tak butuh waktu lama, mereka sampai juga di
Das Lebensmittelgeschäft untuk berbelanja. Setiap pergi ke kota, Anne akan mampir ke das Lebensmittelgeschäft untuk membeli stok bahan makanan dan lain sebagainya. Dikarenakan sudah tak lagi hidup sebagai tuan putri keluarga kaya raya, membuat Anne harus bisa mengurus semuanya sendiri. Terutama soal berbanja, memasak dan bersih-bersih. Namun, Anne cukup menikmati kehidupannya yang sekarang. Dimana, Ia tak selalu di kawal oleh beberapa Bodyguard jika ingin pergi kemana-mana.
Sementara Jeremy, ia tak bisa selalu menjaga Anne layaknya Bodyguard karena ia harus bekerja. Namun, Ia tetap menjaga gadis itu sebisa mungkin.
" Anne," panggil Jeremy yang kembali memanggil dengan panggilan itu.
" Ada apa?"
" Apa Kamu tak merindukan kehidupan menjadi seorang nona muda?"
" Tidak."
" Kenapa?"
" Karena aku lebih suka kehidupan sederhana seperti ini."
" Kalau keluarga? Apakah kamu tak merindukan mereka?" Jeremy kembali bertanya karena Anne sudah cukup lama menghilang.
Anne menghela nafas panjangnya, tiba-tiba dadanya kembali sesak jika mengingat kembali tentang keluarganya. Jika di tanya rindu, pasti rindu. Tapi ___
" Bisakah jangan membahas hal itu lagi. "
" Aku tahu kamu merindukan mereka, jadi jangan terus - menerus bersembunyi seperti ini. Jika kamu belum siap kembali, setidaknya beri kabar pada mereka dan katakan bahwa kamu baik-baik saja."
Anne hanya diam dan terus melanjutkan membeli bahan-bahan yang sudah habis. Selesai berbelanja, mereka segera pergi menuju stasiun kereta. Pasalnya, jam kereta sudah hampir datang.
" Hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa hubungi aku, " ucap Jeremy sebelum mereka berpisah.
Dikarenakan masih banyak pekerjaan sehingga membuat Jeremy tak bisa pulang sekarang. Jadi, terpaksa Anne harus pulang sendiri menggunakan transportasi umum.
...***...
Tak butuh waktu lama agar Anne sampai di lauterbrunnen, hanya sekitar tiga puluh lima menit dengan menggunakan kereta.
Setelah turun dari kereta, Anne masih harus berjalan ratusan meter untuk sampai di rumahnya. Ketika hampir sampai rumah, langkah Anne seketika terhenti tatkala melihat ada seseorang yang cukup ia kenal berjalan ke arahnya.
Kedua orang itu sama-sama terdiam membeku, sebelum akhirnya tersadar.
" Anne ...," lirih Pangeran yang merasa sangat bahagia karena pada akhirnya ia dapat bertemu lagi dengan istrinya.
Sementara Anne, terlihat begitu terkejut saat melihat Pangeran berhasil menemukan keberadaannya. Dalam kondisi seperti ini, ingin rasanya Anne berlari sekuat tenaga pergi dari pria itu. Namun, entah kenapa tubuhnya terasa membeku dan sulit untuk di gerakkan.
Perlahan, Pangeran kembali melangkahkan kakinya untuk menghampiri Anne yang berdiri tak jauh darinya.
" Tubuh, ayo jangan seperti ini!" pinta Anne yang berharap tubuhnya bisa diajak kerjasama untuk kabur.
Anne berusaha untuk menggerakkan tubuhnya pergi dari tempat itu, namun ia kalah cepat dengan pergerakan Pangeran yang berlari dan memeluk tubuhnya dari belakang.
" Akhirnya aku menemukanmu, Anne," lirih Pangeran yang semakin mengeratkan pelukannya seakan meluapkan rasa rindu yang telah terpendam selama tiga tahun.
Sementara Anne masih diam membeku.
" Lepaskan aku!" lirih Anne dengan menggunakan bahasa Jerman.
Pangeran menggeleng. " Tidak, sampai kapanpun aku tidak akan melapaskanmu lagi," tolak Pangeran dengan mata yang sudah memerah.
" Tolong jangan membuat aku melakukan hal yang tak akan kamu sangka-sangka."
Pangeran membalik tubuh Anne agar mereka bisa saling beetatapan.
" Apa Kamu tak merindukanku, Anne? "
Anne mengernyitkan bibirnya. " Rindu? Siapa anda bertanya rindu pada saya? "
Deg
Jantung Pangeran seakan berhenti sejenak tatkala mendengar ucapan Anne yang tak mengakui statusnya sebagai suami. Bahkan, tatapannya matanya terlihat penuh rasa tak suka.
" Apa Kamu lupa jika aku adalah suamimu, Anne? "tanya Pangeran.
" Suami? "ulang Anne dengan raut wajah mengejek.
" Sejak kapan anda menjadi suami saya?" Anne justru kembali bertanya membuat Pangeran mengernyitkan dahinya dan semakin bingung akan sikap Anne.
" Kenapa kamu seakan melupakan pernikahan kita Anne?. "
" Anne ... Anne dan Anne ... Kenapa anda terus memanggilku dengan nama itu?"
" Karena itu adalah namamu."
" Maaf, tapi nama saya bukan Anne."
" Aurora, kamu mau menyebut namamu itu?" tukas Pangeran yang membuat pupil mata Anne melebar.
" Dari mana dia tahu namaku? " batin Anne dalam hati.
" Sepertinya aku tak perlu menjelaskan darimana aku tahu nama itu. Karena pada sejatinya, namamu tetap Bhadrika Anneta Fabian istri dari seorang Pangeran Aditama!"ucap Pangeran dengan penuh penegasan bahwa meski Anne mengganti namanya sekalipun. Dia tetaplah Anneta dan juga istrinya.
Anne kembali mengernyitkan bibirnya." Tapi sayangnya, Anneta istri anda sudah mati sejak tiga tahun yang lalu."
" Anne bisakah___" belum selesai Pangeran berbicara, tiba-tiba hujan kembali turun membasahi bumi sehingga membuat keduanya berlari untuk berteduh.
Dikarenakan hujan yang semakin lebat, membuat Anne segera membuka pintu rumahnya. Sebelum pintu terbuka, Anne mendorong tubuh Pangeran agar menjauh. Lalu ia masuk dan mengunci pintunya dari dalam.
" Anne, buka pintunya," teriak Pangeran dari luar.
Duar ...
Suara petir terdengar menggema begitu kerasnya, membuat Pangeran kaget dan merasa takut. Begitupun Anne yang terlihat mengelus dadanya karena mendengar suara petir yang cukup keras.
" Anne, apakah kamu tega membiarkan suamimu kehujanan di luar?" Pangeran kembali berteriak memanggil Anne.
Awalnya, Anne ingin tak menghiraukannya. Namun, masih terselip rasa tak tega tatkala mendengar suara petir yang kembali terdengar serta hujan yang semakin deras.
" Anne ... Apa kamu mau menjadi istri yang durhaka pada suaminya?"
Durhaka? Suami?
" Akh ... Kenapa dia harus menemukan keberadaanku sih!" gerutu Anne.
" Dan kenapa juga aku harus terikat sebuah pernikahan dengannya!"
Dengan terpaksa, Anne pun membukakan pintu rumahnya agar Pangeran bisa masuk. Dan Pangeran pun terlihat tersenyum bahagia saat melihat Anne kembali membukakan pintu untuknya. Itu pertanda bahwa Anne masih memiliki hati dan rasa kasihan.
Di saat Pangeran baru memasuki rumah, tiba-tiba petir kembali terdengar dan semakin keras hingga membuat Anne kaget dan merasa takut.
Pangeran terlihat tersenyum tatkala melihat Anne yang tanpa sengaja memeluknya. Menyadari bahwa ia telah melakukan hal yang salah, Anne pun segera melepaskan diri dari tubuh Pangeran.
" Kok udahan, lama juga tak masalah," goda Pangeran sambil merentangkan tangannya seakan mempersilahkan Anne jika ingin memeluknya lagi.
" Apaan sih, gak usah ngarep deh! Lagian itu tadi tidak sengaja," jelas Anne yang kembali memakai logat bahasa Indonesia, dan berharap Pangeran tak salah paham akan perbuatannya tadi.
" Sengaja maupun tidak di sengaja, tidak masalah. Karena aku halal untukmu, Sayang ... " ucap Pangeran yang membuat Anne merasa geli mendengarnya.
Sepertinya, keputusannya untuk berbaik hati membiarkan pria ini masuk ke dalam rumahnya adalah salah.
" Jangan berbuat macam-macam atau saya akan___" Anne berjalan mundur ketika Pangeran tiba-tiba berjalan mendekatinya.
"Kamu___" Pangeran langsung meletakkan tangannya di belakang tubuh Anne agar istrinya tak terbentur lemari.
Kini, jarak keduanya sangatlah dekat dan cukup intim. Anne terlihat menelan ludahnya berkali-kali saat tak bisa berkutik seperti ini. Pangeran semakin mendekatkan wajahnya, sedangkan Anne masih saja berusaha memundurkan kepalanya ke belakang sampai akhirnya ada sebuah benda jatuh.
Prang
Fokus Pangeran dan Anne berubah beralih pada sebuah pigura foto yang terjatuh di lantai. Pupil mata Pangeran seketika melebar saat melihat foto yang ada di dalam pigura itu.
...****************...
Akhirnya, mereka ketemu juga.
Siapkan hati ya gengs, karena karakter Anne di sini akan buat kalian sedikit esmoni 😁✌️
penasaran sama lnjtn nya