Bintang, gadis berusia 30an, kesepian, tidak pandai bergaul dan cenderung pemalu bertemu dengan Luigi, pria berusia sebaya yang berasal dari Managua,Nikaragua. Mereka bertemu di salah satu aplikasi pencarian teman di dunia maya. Berawal dari kecocokan dan kesepian, mereka berhasil menjalin tali kasih yang bahkan tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regina Maharani Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Friendship
Bintang tidak bisa berkonsentrasi penuh mengemudikan mobilnya. Berkali kali dia terlihat mencengkeram setir mobil dengan kesal. Ponsel di kursi sebelah berkali kali berbunyi tapi ia mengabaikannya.
Gadis itu menyetel lagu The Kill by Thirty Second to Mars dan ikut bernyanyi keras keras.
" I tried to be someone else
But nothing seemed to change
I know now, this is who I really am inside
I've finally found myself
Fighting for a chance
I know now, this is who I really am..... "
Pikirannya kembali ke beberapa tahun lampau.. Saat dia mulai masuk kuliah. Anggi adalah teman pertamanya. Dan persahabatan mereka terjalin hingga saat ini. Berkali kali terjadi kesalahpahaman diantara mereka berdua tapi dalam waktu singkat mereka kembali berbaikan. Latar belakang Bintang sebagai anak tunggal terkadang membuat dirinya bersikap egois. Tapi Anggi, sangat sabar dan juga pengertian. Bintang sangat sayang kepada sahabatnya itu.
Mengetahui bahwa Ardan menggunakan Anggi untuk meloloskan diri dari Riany membuat Bintang tidak setuju. Karakter dan tabiat anggi yang baik membuatnya tidak bisa menolak permintaan dari Ardan.
Ditambah pula sifat Riany yang keras dan juga nekat. Dia bisa berbuat apa saja untuk mendapatkan keinginannya. Berkali kali Bintang melihat, segila apa gadis itu. Dia merasa tidak enak hati karena khawatir pada keselamatan anggi
"Untung si Anggi lagi di Subang, coba kalo tadi ada di studio, bisa habis dia.." pikir Bintang
Sekitar 17 menit kemudian, sampailah bintang di rumah. Saat akan menutup pagar, seseorang mengampirinya, mendorongnya masuk ke garasi dan mencengkeram tangannya kuat. Riany.
Bintang : "Ngapain lagi lu kesini?!"
Riany : "Kasi tau gue dimana si jalang!!"
Bintang : "Lu ga ada kapoknya ya, ngapain masi nyari dia?!"
Riany : "Gara gara dia, Ardan ninggalin gue!!"
Bintang melihat bahwa Riany sudah benar benar hilang kendali. Hal itu membuatnya waspada,
Bintang : "Lu balik deh sana, sebelum gue panggil satpam komplek"
Bintang melepaskan diri dari cengkeraman Riany dan menuju pintu rumahnya. Saat pintu rumah terbuka, Riany mendadak maju dan menendang punggung Bintang
Bintang yang terkejut, jatuh terjerembab ke depan. Kaget dan juga sakit di kakinya, menyulut emosinya ke level tertinggi. Belum juga gadis itu bangkit, Riany menamparnya hingga kacamata yang dipakainya terjatuh
Adegan selanjutnya bagaikan drama pertikaian emak emak di sinetron, saling jambak saling cakar dan tendang.
Bintang sempat menampar balik Riany, membuat gadis itu mengeluarkan sumpah serapah.
"Anjing lo!!! brengsek!!!! lu sama aja kaya si anggi jalang!!! Riany berteriak sekuat tenaga
"Elu yang brengsek! berani beraninya nyerang gue di dalam rumah gue sendiri!!!" seru Bintang sambil terus menarik rambut riany
Adegan itu berlangsung beberapa saat, Riany bahkan mulai membanting barang di rumah Bintang, saat Bintang melepaskan tangannya
Ponsel keluaran terbaru idaman para teman teman Bintang di studio pun terkena sasaran. Benda kecil itu dibanting ke lantai hingga layarnya remuk
Bintang menarik baju Riany, memaksanya keluar dari rumah saat tiba tiba Riany berteriak
Riany : "Lo cewe murahan, perek, sama kaya si Anggi. elu anak haram!!!"
Deg!
Hati Bintang terasa sakit saat mendengar hal tersebut. Seketika matanya buta, gadis itu berbalik badan dan menatap Riany dingin. Riany yang merasakan perubahan sikap Bintang menjadi tertegun.
Bintang menatapnya dengan sangat dingin, detik berikutnya gadis itu menampar Riany hingga bibirnya terluka dan berdarah
"Lo bisa maki maki gue apapun. apapun. inget itu baik baik. tapi 1 jangan bawa bawa orang tua gue. gue ga bisa kasih lo ampun kali ini"
Bintang maju, niatnya ingin kembali menampar Riany, saat orang orang di depan pintu rumahnya berseru
"Astagfirullah mba Bintang, sabar mba. ada apa ini??"
Bintang berbalik dan mendapati 3 orang satpam perumahannya berdiri di luar. merasa mendapat kesempatan, Riany berdiri dan bergegas keluar.
"Liat aja Bintang, lu pasti bakal gue bales" sahut Riany sambil melangkah pergi
Ketiga satpam yang melihat hal itu pun hanya terdiam. Mereka menanyakan apakah Bintang mau ke klinik di depan komplek karena melihat keadaan berantakan gadis itu. Rambut awut awutan, muka tercakar, dan ada darah yang keluar dari hidungnya.
Bintang menolak pergi ke klinik. Gadis itu berkata bahwa dia baik baik saja. Para satpam pun kembali ke pos depan setelah Bintang meminta mereka meninggalkannya
"Gila.. gue lepas kendali" bisik hati gadis itu
Ia terduduk di sofa dan memandang sekeliling. Begitu kacaunya keadaan rumahnya saat itu. Ia bangkit mengambil kacamatanya yang retak dan juga ponselnya.
"Bagus, belum juga sebulan udah kaya gini aja" rutuknya
Dia kembali ke sofa dan memejamkan matanya
Ingatannya kembali ke saat Riany mengucapkan bahwa ia adalah anak haram. Entah kenapa itu terdengar menyakitkan. Buliran air mata menetes perlahan menuruni pipinya. Tiba tiba gadis itu merasa sangat lelah. Ia meringkuk di sofa dan menangis sepuasnya. Papa.. mulutnya terus memanggil sampai ia kelelahan menangis dan tertidur.
AGUSTUS 1988
Hervin dan Zeny bergegas memasuki kereta. Setelah mencari beberapa saat, mereka menemukan bangku mereka dan duduk.
"Aduh cape nih pap, tadi kita salah masuk gerbong" seru Zeny sambil tersenyum
"Iya nih, lumayan jauh kita nyasarnya, untung ketemu petugas" balas Hervin
Hervin dan Zeny berencana pergi ke Surabaya. Ada yang harus mereka kerjakan disana. Mereka sengaja tidak membawa mobil karena tidak ingin ada seorang pun yang tahu. Perjalanan kali ini benar benar di rahasiakan.
Sudah 3 tahun pasangan itu menikah. Dan belum juga dikaruniai seorang anak. Karena hal itulah Zeny memeriksakan diri ke dokter. Ternyata ia menderita kanker rahim. Proses pengobatan yang panjang dilalui wanita tegar itu dengan sabar. Dukungan penuh dari suami membuat semangatnya tidak pernah luntur. Sampai pada akhirnya dokter menyarankan untuk dilakukannya operasi pengangkatan rahim. Wanita hebat itu pun tetap tabah, Walaupun hatinya tersakiti. Wanita mana yang bisa tegar menerima kodrat bahwa bagian penting dari dirinya hilang? Zeny pun sadar betul apa konsekuensi yang harus ia tanggung seumur hidup. Tidak bisa memiliki anak. Detik itu pula ia merasa gagal sebagai seorang wanita.
"Pap, aku iklas kalo kamu mau nyari istri lagi.. aku ridho" ucap Zeny di suatu senja kepada suaminya
"Ngomong apa sih mam?" Hervin mengerutkan dahinya
"Bisa bisanya kamu bilang gitu ke aku, kamu mikir gimana coba?" lanjutnya lagi
"Bukan gitu pap, aku ngerti kalo kamu pengen punya keturunan.. darah daging kamu sendiri. aku siap menerima kalau kamu berniat mencari istri lagi. aku ga bisa memenuhi kewajiban aku buat ngasi kamu anak" Zeny berkata pelan. air matanya tumpah
Hervin menyadari seberapa rapuh Zeny saat itu. Pria itu menghadap zeny dan memegang tangannya
"Dengerin aku.. ada hal yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Ada yang bisa dirubah dan ada yang ngga.. Semua hal yang terjadi saat ini salah satu yang ga bisa kita hindari.." Hervin berbicara panjang lebar
"Aku menikahi kamu karena sayang sama kamu. Walaupun keluarga kamu menentang, tapi pernikahan kita sah. Ayah kamu sendiri yang jadi wali nikah kamu. Walaupun sesudahnya kamu sudah tidak mereka anggap anak lagi"
"Aku tau persis seberapa besar pengorbanan kamu buat aku. Kamu rela di usir, tidak di anggap anak oleh orang tuamu sendiri, karena apa? Karena kamu menikah dengan aku"
"Apakah sudah semestinya, disaat kamu begini aku malah pergi mencari istri lain?"
"Kalau kamu di posisi aku, ternyata aku yang tidak bisa punya anak karena aku yg bermasalah, kamu mau ninggalin aku?"
Zeny menggeleng dengan tegas. "Ngga" jawabnya
Hervin tersenyum dan berkata
"Lihat, sama aja kan? aku ga akan ninggalin kamu, sama seperti kamu ga akan ninggalin aku" senyumnya
Zeny terisak dalam kepedihan yang dalam. Dadanya sakit, perih dan nyeri. Dia hanya bisa menangis tersedu sedu.
Hervin meraih wanita itu ke dalam pelukannya. Ikut meneteskan air mata. Bagaimana tidak, melihat orang yang disayanginya menangis seperti itu, hatinya pun ikut tersakiti.
"Jangan nangis lagi.. kalau kamu memang mau punya seorang anak.. kita bisa mengangkat anak" sahut Hervin
Zeny menghentikan tangisannya dan menatap mata suaminya dalam dalam. Secercah harapan muncul di matanya. Ide mengangkat seorang anak tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
"Tidak, tidak masalah walaupun dia bukan darah dagingku" batinnya
"Aku hanya ingin memiliki anak, itu saja.. tidak perlu ada ikatan darah untuk menjadi keluarga.
Perlahan senyum muncul di bibirnya dan ia pun mengangguk.
"Dan disinilah kami hari ini" ucap Zeny dalam hati. di dalam kereta menuju surabaya.
Mereka akan mengunjungi salah satu panti asuhan disana. Salah satu sahabat Hervin memberi rekomendasi panti asuhan di kota pahlawan itu. dalam beberapa jam kedepan, pasangan suami istri itu akan sampai.
btw studio Katumbirie.saya baca nya kebalik... Ketumbar 🤧
like back ya