NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / CEO / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:580.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anjana

Hati siapa yang tak hancur, ketika melihat suaminya bersama perempuan lain dalam satu kamar. Tentunya, sangat menyakitkan.

Lebih lagi dengan sahabat sendiri, perasaannya sangat hancur, itu sudah pasti.

Tidak hanya sampai di situ saja, setelah bercerai, Evana harus menjalani hidupnya penuh dengan lika-liku. Juga, dirinya terpaksa menjadi istri pura-pura Bosnya demi bisa membeli rumah.


Tapi, siapa sangka, jika pernikahannya yang kedua justru menguras air mata.

Akankah sosok Evana mampu melewati masa sulitnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan yang sudah bulat

"Ya deh, ya. Sudah sana kamu mandi, biar badanmu terasa segaran dikit." Kata Neti.

"Ya, Net. Aku mandi dulu." Jawab Evana yang segera membersihkan diri.

Sedangkan Neti tengah memesan makanan untuk makan malam. Kemudian, ia tak lupa untuk mengirimkan pesan kepada Gevando, untuk mendaftarkan Evana bekerja di kantornya.

Lain lagi di tempat orang tuanya Ardi, lelaki yang masih berstatus suami Evana di buku nikah, tengah menikmati makan malam di rumah orang tuanya.

"Apa kamu sudah yakin untuk berpisah dengan Evana?" tanya sang ibu sambil mengunyah makanan.

Ardi yang mendapat pertanyaan dari ibunya, langsung mendongak dan menatap wajah beliau.

"Ya, Ma. Keputusan Ardi sudah bulat untuk berpisah dengan Evana. Apa yang mau diharapkan menjalani pernikahan tanpa adanya buah hati di antara kita." Jawab Ardi dengan entengnya.

"Apa kamu pernah berpikir, kalau istrimu juga sama halnya sepertimu. Tentu saja, istrimu juga mengharapkan kehadiran seorang anak di tengah-tengah hubungan pernikahan. Pikirkan baik-baik, sebelum Evana mengajukan gugatan." Ucap sang ibu mengingatkan, karena beliau menyayanginya.

"Ardi sudah pikirkan dengan matang, Ma. Jadi, Mama tak perlu memintaku untuk bertahan dengan pernikahan. Nanti kalau Ardi menikah dan punya anak, Mama juga bakal senang."

"Senang, kamu bilang? sedangkan di luaran sana ada seorang perempuan yang sedang mengobati lukanya. Apa kamu lupa, dulu kamu cepat-cepat menginginkan pernikahan, dan sekarang menginginkan perceraian. Dimana akal sehatmu itu, Ardi?"

"Sudahlah Ma, tak perlu dibahas terus. Pokoknya, aku akan tetap bercerai dengan Evana, titik." Jawab Ardi yang tetap dengan pendiriannya, serta keputusan yang dibuat.

"Baiklah, terserah kamu. Yang terpenting, Mama sudah mengingatkan kamu. Soal mau cerai atau tidak, Mama tidak akan ikut campur. Yang pasti, kamu pergi dari rumah tidak dengan apa-apa, sama seperti Evana." Kata sang ibu yang juga tidak ambil diam untuk memberi sebuah ancaman kepada putranya.

Ardi yang mendengar keputusan dari ibunya, rasanya seperti mendapatkan ledakan bom atom.

"Yang dikatakan ibu kamu itu benar, kamu tidak akan membawa apa-apa dari rumah kamu sendiri, juga rumah yang baru kamu beli." Ucap sang kakak ikut menimpali.

Ardi yang mendengarnya, pun berubah menjadi geram dan kesal.

"Aku ini anaknya, bukan Evana. Kenapa mesti sama untuk tidak membawa apa-apa, atau menggunakan fasilitas lainnya. Evana itu menantu, yang tak punya hak untuk menggunakan apa yang dimiliki keluarga kita." Kata Ardi membela diri.

"Benar, tapi kamu sudah menyakiti Evana. Bahkan kamu lupa dengan janjimu pada mendiang kedua orang tua angkatnya Evana sebelum meninggal, yakni bertanggung jawab atas istrimu. Dan sekarang, kamu membuangnya seperti sampah yang tak ada gunanya." Ucap sang kakak yang benar-benar geram dengan sikap dan perbuatan adiknya yang begitu kelewatan.

"Ok! aku tidak akan bercerai dengan Evana, tapi apakah Evana mau menerimaku dengan menambah istri satu lagi." Jawab Ardi dengan suara yang cukup keras.

"Apa kamu sudah gi_la! menikah lebih dari satu. Punya istri satu saja di sakiti, apalagi dua."

"Ya udah, kalau gitu berarti bercerai." Kata Ardi dan langsung pergi dari hadapan kakak dan ibunya.

Ibunya begitu sedih, harus melihat perpisahan putranya dengan menantu yang disayanginya. Kini, janjinya untuk bertanggung jawab kepada menantunya, telah diingkari karena perbuatan putranya sendiri.

"Sudahlah, Ma. Mungkin memang mereka berdua tidak berjodoh. Biarkan Ardi memilih pilihannya sendiri, begitu juga dengan Evana. Kita sudah menasehatinya, tapi tidak ada tanggapan yang positif. Jadi, kita cukup doakan mereka berdua. Kesehatan Mama harus dijaga, dan tidak perlu memikirkan Ardi." Ucapnya untuk menenangkan pikiran ibunya agar tidak menjadi lebih pusing lagi.

"Ya, Yuda. Mama hanya merasa bersalah dengan mendiang kedua orang tuanya Evana, yang gagal mempertahankan pernikahan mereka." Kata sang ibu merasa bersalah, lantaran beliau gagal mendidik putranya.

Sedangkan di lain tempat, Gevando baru saja membersihkan diri. Kemudian, ia mencoba mengecek ponselnya.

"Neti," gumamnya menyebutkan nama kontak yang baru saja mengirimkan pesan padanya.

Penasaran dengan isi pesan yang masuk, segera membukanya.

Cukup jelas saat membaca pesan masuk dari temannya, Gevando senyum-senyum sendiri tidak jelas.

"Rupanya Evana didaftarkan kerja ke kantor Papa, kirain apa." Ucapnya lirih dan membalas pesan dari Neti.

Di lain sisi, Neti yang mendapat balasan dari Gevando, senyum girang saat permohonannya diterima.

"Evana! Eva, aku ada kabar bahagia untuk kamu." Seru Neti sambil berteriak cukup kencang dengan berlari menuju kamar Evana.

"Apaan sih, berisik banget deh kamu ini. Udah kek menang lotre saja, aku lapar nih." Jawab Evana sambil mengusap perutnya yang berasa keroncongan.

"Ini loh baca, aku dapat kabar bahagia untuk kamu." Kata Neti sambil menunjukkan pesan masuk dari Gevando.

Dengan fokus dan seksama, Evana membacanya.

Senyum mereka terlihat jelas di wajahnya.

"Yang bener, Net. Masih ada lowongan kerja, kamu serius? nanti kamu bohongi aku, lagi." Kata Evana seperti tidak percaya.

"Ya, Va. Memangnya untuk apa aku bohongi kamu, ini serius. Apa kamu gak lihat, yang balas pesanku itu Gevando." Jawab Neti meyakinkan Evana.

"Ya deh, aku percaya sama kamu. Makasih banyak ya Net, kamu benar-benar membuatku lega. Aku tidak tidur di jalanan, tidak seperti orang hilang. Ah, pokoknya kamu itu temanku yang paling baik, gak seperti Lely yang menusukku dari belakang." Ucap Evana yang tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah menjadi sedih.

Evana kembali teringat dengan kejadian yang belum lama ia temui, menyakitkan sekali bagi seorang istri yang harus menyaksikan langsung hubungan yang tak layak untuk dilihat oleh istri sahnya.

Neti yang melihat Evana tengah bersedih, langsung memeluknya.

"Kamu harus bisa membuktikan, bahwa kamu bisa menjadi wanita kuat dan tegar. Kalaupun kamu tak lagi berjodoh dengan Ardi, kamu bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Jadikan semua ini sebagai pelajaran, tak perlu kamu menyakiti diri kamu sendiri." Ucap Neti menenangkan pikiran temannya, dan juga memberi semangat untuknya.

Evana merenggangkan pelukannya, dan mengangguk pelan.

"Ya, Net. Mulai detik ini, aku akan menjadi wanita kuat. Aku tahu ini berat, tapi aku tidak boleh lemah. Benar kata kamu, aku harus bisa membuktikannya. Makasih ya, Net, kamu selalu memberiku nasehat yang bisa menyemangati aku." Jawab Evana berusaha tegar dan kuat, meski dirinya masih rapuh.

"Ya dong, kamu harus tunjukan pada Ardi, kamu mampu menunjukkan apa yang selama ini tidak Ardi ketahui." Ucap Neti yang tak lepas untuk menyemangati teman dekatnya.

"Tapi aku lapar, Net. Kamu bisa gak, pesankan aku makanan."

"Lapar ya, makanya jangan banyak pikiran. Sayang sekali kalau kamu memikirkan sesuatu yang dapat membuat kesehatan kamu terganggu. Mendingan tuh, kamu nikmati hidupmu dengan sebaik mungkin. Soal makanan, aku sudah memesankannya untuk kamu. Bentar lagi juga datang, sabar dan tahan dulu itu laparnya." Kata Neti sambil bergurau, Evana tertawa kecil mendengarnya.

1
Yunior
doorrrrr
Yunior
kamu ngrepotin banyak orang karena tidak mau jujur
Yunior
Dari awal nggak suka dengan sikap Evana dalam menyikapi masalah. Jadi perempuan ceroboh, tidak dipikir matang2 dan selalu tidak berterus terang dgn orang disekitarnya, selalu berbohong. Ok lah itu masalah pribadi tapi kalau tidak bisa berpikir jernih harusnya minta masukan dari orang lain. Kalau takut curhat dgn sahabat ya curhat dgn psikiater .
Yunior
mungkin Ardi dan teman2nya
Yunior
terus itu juga banyakkan melamun
Yunior
jalani aja seperti air mengalir, nggak usah mikir drama.
Yunior
kayak jalang aja yang goda bos dengan menggigit bibir bawahnya
Dewi Nirwani
aneh , bukannya rey n keluarganya tahu no telp vana , rey jg sdh sadap telpnya vana .. mestinys rey selidiki dulu utk bersihin nama istrinya dan jelasin ke ortunya malah sibuk cari istrinya.. seolah tuduhan ortuya itu benar
Dewi Nirwani
kok rey gak selidiki siapa yg sebarin videonya
Dewi Nirwani
lagian knp rey gak jelasin ke ortunya bhw dia yg paksa hana utk menikah dgnnya krn rey gak mau di jodohin , knp rey gak bela hana, mestinya rey tanggung jwb
Momy Azarious Sinaga
seru banget
Kay Lisa
bagus..menarik n seru
Wanda Pratiwi
good
R'vina
.
Sri Sunarti
too
Robiah Robiah
Luar biasa
sri any
bagus TDK bertele² Thor
sri any
di tunggu season ke 2 ya Thor,mau tau gimana saat Ardi lihat Evana istri yg di selingkuhi dihina karena mandul ternyata bisa hamil,lanjut Thor season ke 2 ya
Grace Lee
lanjut season 2 donk Thor, mantap nich. semangat pokoknya thor
Anjana: Udah gak ada lanjutannya kak, tapi banyak cerita lain yang tidak kalah serunya kak.. buka profil saya, Kakak tinggal pilih aja cerita yang Kakak suka😁🙏
total 1 replies
Grace Lee
seru thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!