Harapan dalam berumah tangga adalah kebahagiaan,hidup damai dan tenang namun berbeda dengan kisah Nirmala Anindia yang memiliki suami yang sama sekali tak pernah melihat Keberadaannya..
Suatu hari Mala memergoki Jimmi sedang berselingkuh dengan seorang wanita cantik bernama Anita.
Jimmi Mahendara adalah suami Mala,mereke menikah karena di jodohkan dan Mala yang selalu tampil apa adanya membuat Jimmi mencari wanita lain untuk memenuhi hasratnya..
Hingga suatu hari Mala terjatuh hingga membuat Mala hampir kehilangan nyawanya,malang tak dapat di tolak anak yang ada dalam kandungan Mala pun meninggal karena Mala mengalami keguguran..
Bertahun tahun Mala terpuruk dalam dilema hingga suatu hari Mala mulai berfikir untuk membalas dendam terhadap Jimmi dengan bantuan Attala lelaki yang dengan sangat tulus mencintainya akankah Mala kembali lagi pada Jimmi ataukah Mala akan melabuhkan hatinya pada Atta laki laki yang tulus mencintainya..
Simak kisah selengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 07
Mala pun masuk kekamarnya kemudian membaringkan tubuhnya di atas sofa seperti permintaan Jimmi. Jimmi enggak mau jika mereka harus tidur dalam satu ranjang...
"Sabar Mala kamu kuat Mala,kamu harus ingat sekarang laki laki yang sangat kamu cintai telah menjadi suamimu jadi apapun yang kamu rasakan kamu harus ikhlas menerimanya. Ingat gak akan ada sesuatu yang indah tanpa proses." Mala tersenyum setelah sebelumnya menguatkan dirinya sendiri..
Tak selang lama Jimmi pun masuk kedalam kamarnya dan melihat Mala telah tertidur pulas di atas sofa. Jimmi sekilas menatap wanita yang kini telah menjadi istrinya hatinya sedikit tersentuh dan merasa kasihan terhadap Mala namun ego Jimmi mengalahkan segalanya..
Jimmi pun berbaring di atas tempat tidur dan cukup lama dia bergulat dalam perasaannya antara kasihan dan rasa benci..
Jimmi pun sulit memejamkan matanya untuk melupakan semuanya Jimmi pun menelefon Anita..
Jimmi pun melakukan panggilan Video dengan Anita dan hal itu di ketahui oleh Mala..
Mala hanya bisa menitikan airmata menyaksikan lelaki yang di cintainya bertelfon mesra dengan kekasihnya..
Jimmi dan Anita pun tak segan segan berbicara yang berbau dewasa di depan Mala. Berbicara tentang indahnya malam saat mereka di hotel waktu itu membuat batin Mala benar benar terkoyak..
Tanpa sadar Mala pun menangis sesegukan..
Jimmi yang sayu terdengar suara tangisan Mala pun mematikan sambungan telfonnya dengan sangat kekasih..
Jimmi berlahan melihat Mala..
"Untuk apa kamu menangis? Kamu gak ingat apa isi surat perjanjian kita? Kamu dilarang keras mencampuri urusan pribadiku dan ingat kita menikah hanya untuk wanita 6 bulan." ucap Jimmi dengan ketusnya..
Mala pun tak menjawab sepatah katapun hatinya masih sibuk menatanya kembali. Rasa sakit dan sesaknya dadanya membuat dia sulit bernafas..
"Aku ngomong sama kamu kenapa kamu diam saja?" tanya Jimmi lagi kali ini suaranya agak melemah..
Mala pun menghapus airmatanya kemudian duduk di tempat tidurnya..
"Aku tahu aku gak ada hak apa apa sama kamu Mas? Jadi aku juga sadar kok aku gak pantas untuk cemburu dan aku juga gak pantas untuk marah. Aku hanya sedang menenangkan hatiku saja." ucap Mala sembari tersenyum..
Seperti sebuah tamparan yang keras buat Jimmi,Jimmi merasa harga dirinya di injak oleh Mala..
"Terserah apa maumu yang pasti kita hanya menikah diatas kertas dan kamu tahu cintaku hanya untuk Anita dan jangan pernah berharap aku akan mnyentuhmu walaupun itu hanya seujung jari." ucapan Jimmi semakin terdengar keterlaluan..
Mala pun tersenyum dan tertawa..
"Baguslah kalau begitu setidaknya aku akan tetap bisa menjaga kesucianku untuk laki laki yang tepat." ucapan Mala seolah berbalik kepada Jimmi..
Tanpa disadari Bunda Farida mendengar percakapan mereka di tengah malam itu,hati Bunda Farida menjadi hancur karena tahu bahwa Jimmi tak pernah memperlakukan Mala dengan baik..
"Mala sayang maafkan Bunda,Bunda tak bisa mendidik Jimmi dengan baik sehingga dia memperlakukanmu seperti itu. Mala Bunda janji Bunda akan membuat Jimmi benar benar mencintaimu." ucap Bunda Farida sembari menangis..
Pada keesokan paginya Mala tengah bangun pagi pagi sekali tak terasa pernikahan mereka telah menginjak usia satu bulan. Bunda Farida melihat Mala dengan tatapan yang kasihan..
Bunda Farida pun memiliki rencana untuk Mala dan Jimmi supaya Jimmi bisa melakukan kewajibanya sebagai seorang suami
"Mala sayang apa kamu baik baik saja?" tanya Bunda Farida lirih..
Mala pun tersenyum sembari mengangguk..
"Aku baik baik saja Bunda,Bunda jangan khawatir ya. Oh iya Bunda mau sarapan apa biar Mala siapkan." ucap Mala sembari tersenyum..
Bunda Farida pun menggenggam tangan Mala.
"Apa saja yang kamu buat Bunda pasti suka,oh iya dimana suami kamu kenapa Bunda tak melihatnya?" tanya Bunda Farida sembari mencari cari keberadaan Jimmi..
Mala pun mengatakan bahwa Jimmi telah pergi pagi pagi sekali,dan Tanpa mengatakan apapun Jimmi pergi meninggalkan rumah..