Berawal dari bermusuhan kemudian menjadi teman dekat. Rahma Dewanti dan teman-temannya memutuskan melanjutkan kuliah ke ibu kota setelah lulus SMA. Untuk meraih mimpi mereka.
Setelah sampai di ibu kota, ternyata Rahma tidak sengaja bertemu dengan ayah kandungnya. Selain itu dia juga menjadi korban pemerkosaan oleh teman dekat sendiri.
Kisah ini dibumbui dengan kisah cinta anak muda yang menguras emosi dan air mata.
Sanggupkah Rahma menjalani hidupnya setelah terjadi pemerkosaan? Akankah dia bisa menggapai mimpinya untuk menjadi orang sukses? Yuk baca kisah selengkapnya di Menggapai Mimpi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Keesokan harinya Tiara pergi ke rumah Frans untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang pernah diutarakan oleh Frans. Saat Tiara sampai di rumah Frans, Frans masih tidur karena tidak pergi ke sekolah.
"Pagi, Tante!" sapa Tiara begitu masuk ke rumah Frans dan bertemu dengan mama Frans.
"Pagi, Nak Tiara! Tumben pagi-pagi sudah sampai di sini?" jawab Ratna, mama Frans.
"Mau ketemu Frans, Tante! Apa Frans ada?" kata Tiara menjawab.
"Jam segini Frans masih tidur kalau tidak sekolah. Tunggu ya, Tante bangunin dulu si Frans!" jawab Ratna sambil meninggalkan Tiara di ruang tamu.
"Tante, biar Tiara aja yang bangunin Frans. Boleh?" tanya Tiara antara ragu-ragu dan takut.
"Oh, silahkan kalau Nak Tiara tidak keberatan! Tante mau lanjut bereskan meja makan, kalau begitu." jawab Ratna dengan senang hati.
Frans sangat susah dibangunin kalau hari libur, apalagi jika malam harinya begadang. Setelah selesai melaksanakan Ujian Nasional, para siswa diliburkan, jadi Frans memanfaatkan waktu liburan dengan bersenang-senang dengan teman-temannya.
"Kalau boleh tahu, di mana letak kamar Frans ya, Tante?" tanya Tiara lagi sesaat setelah sampai tangga, di samping tangga terdapat pintu lift.
Rumah kedua orang tua Frans berlantai tiga, orang tua Frans menempati kamar yang di lantai dua. Frans dan kakak laki-lakinya menempati lantai tiga.
"Oh, iya! Tante lupa! Kamu naik lift aja. Kamar Frans di lantai tiga, yang balkonnya menghadap ke jalan. Kamar depannya itu kamar abangnya, Dolly." Ratna menjelaskan letak kamar anak-anaknya.
Frans dan Dolly hanya selisih dua tahun, Frans masih memiliki satu lagi saudara perempuan namanya Cecilia. Selisih Cecilia dengan Frans sepuluh tahun. Saat ini Cecilia duduk di kelas empat SD.
Tiara langsung memasuki lift begitu Ratna selesai menjelaskan letak kamar anak-anaknya. Saat di lantai tiga, Tiara langsung masuk ke kamar yang menghadap ke jalan. Tanpa mengetuk pintu, Tiara langsung membuka pintu kamar itu.
"Kok kamarnya warna pink sama biru langit? Ada gambar Anna dan Elsa juga?" gumam Tiara lirih.
Saat Tiara mulai melangkahkan kakinya masuk ke kamar itu, terdengar suara pintu terbuka. Dolly keluar dari kamar mandi di kamar itu hanya menggunakan handuk yang melilit pinggang hingga lutut.
"Aaahh...!" teriak Tiara dan Dolly serentak.
"Si-siapa kamu?" tanya Tiara begitu tersadar dari rasa terkejutnya.
"Yang seharusnya bertanya itu aku! Kamu siapa? Ngapain kamu masuk ke kamar adikku?" cerca Dolly tidak mau kalah.
"A-aku mencari Frans!" jawab Tiara gugup, jantungnya berdegup kencang saat melihat perut Dolly yang seperti roti sobek.
"Kamar Frans bukan di sini! Pasti Lo pencuri!" kata Dolly dengan tangan melipat di dada.
Tiara semakin terpesona dengan keindahan ciptaan Tuhan di hadapannya. Tiara kesulitan menelan ludahnya.
Melihat perempuan di depannya diam saja, Dolly mendekat dan melambaikan tangannya di depan mata Tiara. Tidak ada respon!
"Dasar cewek murahan! Lihat cowok bening sedikit pikirannya langsung berkelana." batin Dolly.
Dolly menggelengkan kepalanya melihat tingkah perempuan di depannya.
"Awas banjir iler!" teriak Dolly untuk mengembalikan kesadaran Tiara.
Tiara yang mendengar teriakan Dolly langsung reflek mengelap mulutnya dengan tangan. Melihat itu, Dolly pun tertawa terbahak-bahak.
"Buahahaha!! Hfttt!!"
Tiara merasa malu dan kesal secara bersamaan. Tidak pernah dalam pikirannya akan dikerjain oleh laki-laki yang baru saja ditemuinya. Tiara langsung keluar dari kamar itu dengan air mata mengembun.
"Hahaha! Lucu... lucu sekali!!" teriak Dolly masih tertawa mengingat tingkah cewek yang mengaku teman Frans.
Dolly mengikuti Tiara keluar dari kamar Cecilia, hendak masuk ke kamarnya.
"Itu kamar Frans! Lo cari dia 'kan?" tunjuk Dolly ke kamar di depannya.
"Atau Lo mau masuk ke kamar Gue aja?" imbuhnya sambil tersenyum mengejek, kemudian membuka pintu kamarnya dan masuk.
Tiara merasa lega karena Dolly sudah masuk ke kamarnya.
"Huftt!" Tiara membuang nafas yang sejak tadi ditahannya.
Tiara mengetuk pintu kamar Frans, takut jika Frans juga bertelanjang dada seperti kakaknya tadi. Sudah berulangkali mengetuk pintu, tetap tidak ada sahutan dari dalam. Kamar Frans kedap suara karena dia suka memainkan alat musik. Orang tuanya tidak mau mendengar suara berisik, jadi kamar Frans dibuat kedap suara.
Sedangkan Frans di kamarnya sedang asik menggebuk drum kesayangannya. Tanpa Frans tahu jika Tiara mengetuk pintu kamarnya sejak tadi. Dolly yang akan pergi kuliah, merasa kasihan melihat Tiara mengetuk pintu tidak ada tanggapan. Kemudian Dolly membuka pintu kamar adiknya itu.
"Lain kali nggak usah diketuk kalau nggak dikunci. Sayang buku jarimu, lecet!" ucap Dolly sambil berlalu begitu saja.
Telinga Tiara disambut dengan suara drum yang menggelegar karena Frans sedang memainkan lagu rock.
Tiara berjalan mendekati Frans yang sedang memainkan drum di sudut kamarnya. Kamar Frans lebih luas dari pada kamar yang tadi dimasukinya. Di dalam kamar Frans terdapat banyak alat musik, ada gitar, bass, keyboard dan juga terompet. Selain drum tentunya.
"Frans!" teriak Tiara di samping telinga Frans yang masih asik menggebuk drumnya.