Sebuah pernikahan yang tidak pernah dilandasi rasa cinta maupun suka sama suka, pernikahan yang hanya dibentuk karena keperluan masing-masing dan dituliskan di atas lembaran surat perjanjian.
Namun siapa yang menyangka, pernikahan yang telah dijalani Keyla dengan sebuah persepakatan tidak ada yang boleh saling jatuh cinta malah diingkari dirinya. Tanpa ada yang mengetahui, akhirnya Keyla jatuh hati kepada Alex lelaki tampan dan juga dengan sikap dinginnya itu menjadi daya tarik tersendiri bagi Keyla.
Apakah Alex yang sudah berstatus menjadi suami Keyla membalas cintanya atau malah sebaliknya?
Temukan kisah menarik mereka di setiap lembaran ini.
Jangan lupa like, vote dan juga komennya untuk author supaya semangat update ceritanya.
Salam cinta untuk semua readerku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Dari dalam ruang yang luas, Alex hanya duduk dan memikirkan tentang permintaan orang tuanya, dia masih bingung apa yang harus di lakukannya dalam jangka waktu satu bulan.
Memang dia bisa saja mengenalkan wanita pada mom dan dad nya tapi, dia tidak mau dengan itu banyak wanita yang mengambil kesempatan dalam hidupnya untuk uangnya.
Bunyi ponsel yang di letakkannya di atas meja buatnya terbangun dari lamunan,
"......."
"Oh ternyata kamu, kalau begitu siap-siaplah sebentar lagi akan ada sopirku yang akan menjemputmu untuk datang ke kantorku."
"......."
"Heh ini dunia sudah serba canggih ya. Sekarang kirimkan alamatmu agar aku bisa mengirim sopirku untuk menjemputmu."
Alex memutuskan sambungan telpon dengan Keyla.
Barusan yang menelfon Alex adalah Keyla, sesuai permintaannya tadi malam.
Dan Alex juga sudah meminta sopirnya untuk menjemput Keyla untuk datang ke kantornya
***
Keyla bangun dan segera bersiap untuk menjumpai Alex, tidak lama hanya butuh waktu 15 menit dia sudah siap dan sudah pamitan pada ibunya untuk pergi keluar.
"Bu, Keyla keluar sebentar. Ada yang mau Ibu titipkan?" tanya Keyla dengan wajah ceria saat menghampiri ibunya.
"Tidak Nak, Ibu tidak titip apa-apa. Jaga diri ya Nak hati-hati di jalan," jawab ibu Keyla, memang dirinya hampir tidak pernah meminta apapun. Karena dengan Keyla yang sudah mau membantu pengobatannya saja sudah melebihi dari kata cukup.
"Yasudah, kalau begitu Keyla pamit ya Bu," ujar Keyla sembari menyalami tangan ibunya dan langsung keluar dari kamar.
Sampai di depan pintu rumahnya ia melihat ada mobil yang sudah menunggunya. Itu adalah Alex, ia tahu karena Alex sudah memberi tahu nomer plat mobil tersebut.
"Anda Nona Keyla? saya sopir yang Tuan Alex perintahkan untuk menjemput Nona, silahkan masuk nona," ujar sopir itu mempersilahkan Keyla untuk masuk ke dalam mobil.
Selang beberapa saat, akhirnya mobil itu masuk ke parkiran kantor Alex.
Dengan perasaan penuh kekaguman Keyla masuk ke dalam gedung yang sangat megah itu. Kedatangannya telah di sambut oleh satu orang pengawal Alex.
Di dalam hatinya dia tidak pernah berhenti memuji tempat ini, tempat itu sangat megah. Tentunya yang bekerja di sini adalah orang-orang hebat.
Tok...tok..
pengawal itu mengetuk pintu ruang Alex.
"Masuk," ujar Alex dari dalam ruangan,
lalu Alex mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk di sofa.
"Wah, anda menyuruh saya kesini untuk menjadikan saya sebagai karyawan disini?Anda sungguh sangat baik sekali tuan. Dimulai dari anda menyelamatkan saya, mengantarkan saya sampai ke rumah, dan sekarang anda bahkan memberi saya peluang untuk bekerja disini." Keyla terus mengembangkan senyum di wajahnya.
Namun tidak dengan Alex dia malah sibuk dengan komputernya sekali-kali ia memainkan ponselnya. "Percaya diri sekali kamu, sudah diam saja." Alex menyuruh Keyla untuk diam karena sudah tidak mau mendengar ocehan dari Keyla.
Di tengah pembicaraannya, seseorang di balik pintu kembali mengetuk ruangan Alex. Ia kembali menyuruh untuk masuk ke dalam.
Lelaki yang berpenampilan formal, tapi terlihat lumayan tua. Lelaki itu berjalan menuju meja di mana Alex sedang duduk, lalu menyerahkan sebuah map. Tanpa duduk lalu setelah itu ia kembali keluar dari ruangan Alex.
"Well, sekarang silahkan baca ini," ujar Alex dengan menyodorkan map yang diberikan lelaki tadi.
Alex menyerahkan satu map yang berisikan lembaran-lembaran kertas pada Keyla, ia hanya menyuruhnya untuk membaca semua isi yang ada di dalam lembaran tersebut
Dengan ragu Keyla berjalan menuju meja Alex, lalu meraih map itu. "Apa maksud dari ini semua? Apa maksud anda membuat surat perjanjian PERNIKAHAN KONTRAK. Saya tidak mau," balas Keyla seperti orang ketakutan.
Dari judulnya saja sudah membuat keyla merinding apa lagi membacanya. Ia tidak mau, mungkin saja itu adalah jebakan untuk dirinya. Keyla memilih untuk berdiri tanpa mau melanjutkan apa yang di suruh Alex.
"Bukankah kamu sudah kehilangan pekerjaan pekerjaanmu, dan kamu juga membutuhkan biaya untuk biaya pengobatan ibu kamu yang sakit?" Alex bangun dan berjalan ke arah Keyla dan juga pengacara yang ada masih duduk.
"Tolong jelaskan pada anak ini, tentang semua surat perjanjian itu dan apa saja keuntungan yang di peroleh setelah nenjadi istri saya," ucap Alex dengan menatap Keyla sinis.
Baru kali ini Alex mendapatkan seorang wanita yang berani menolaknya, padahal selama ini banyak wanita yang mengejar dirinya. Tapi lihatlah, Keyla menolak dirinya.
mau aja di begoin