Menjadi wanita yang selalu di kagumi oleh banyak pria karena kepandaian dan kebaikan hati nya itu tidak membuat gadis itu menjadi besar kepala dan sombong.
Karna kebaikan yang di miliki oleh wanita itu, mampu menggetarkan dua hati pria tampan yang bernama chandra dan ferdinan.
Sayang nya, ketika chandra sudah mulai bisa mencintai adin karena cinta yang tulus di berikan oleh adin. Wanita yang selama ini menyakiti hati chandra datang kembali kedalam kehidupan chandra.
Akhirnya cinta tulus yang di berikan oleh adin harus di bayar dengan suatu pengkhianatan yang di lakukan oleh kekasih nya itu secara diam-diam.
"wah wah anda benar nona aku memang tidak bisa menjaga cowo ku. Tapi aku merasa beruntung untuk hari ini, karena mulai saat ini aku tidak akan ada hubungan apa-apa lagi dengan pria ini, karena seorang pengkhianat lebih cocok dengan seorang penggoda!! " ucap adin
Bagaimana kisah cinta adin selanjutnya? Akankah ia kembali kedalam pelukan chandra atau ia akan menjadi milik orang lain?
Dan apakah ferdinan mampu menaklukkan hati seorang adin?
Penasaran dengan kisah mereka???
Ikuti terus perjalanan kisah cinta adin disini!!
Semoga kalian suka dengan cerita pertama ku ini yaaa😊
Salam hangat author untuk kalian❤️❤️🤗🤗
Happy reading guys😊😊❤️❤️🤗🤗
Ig: @nd.taryy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nd.taryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salam Aja ya Buat dia
"Ah udahlah Adin kenapa coba harus mikirin dia, toh belum tentu juga 'kan kalau dia mikirin kamu, mendingan geh aku mandi" Lanjutku.
***
Di tempat lain
Nampak ada seorang pria yang sedang tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi, siapa lagi kalau bukan pria itu. Pria yang selalu dipikirkan oleh Adin.
"Ternyata kalau dia senyum, dia sangat manis keliatannya orang baik engga ada tuh tampang-tampang judesnya" monolog pria itu dalam hati sambil senyum-senyum sendiri dalam mobil.
"Woy bang elu ngelamun aja deh, elu mikirin kejadian tadi pas elu ketemu si Adin ya bang? hahahaha" ledek Rey yang menepuk bahu pria itu.
"Eh engga buat apa gua lamunin dia, belum tentu 'kan dia lamunin gue juga" jawab pria itu.
"Alah jujur ae kali bang kaya gua engga tau elu aja, eh tapi yang bang Adin itu judes tau judes banget malah kalau sama cowo, apalagi kalau sama cowo yang engga dia kenal, emang sih kadang dia suka senyum kalau ada yang manggil atau nyapa dia, tapi abis itu dia biasa lagi" ucap rey dengan panjang lebar.
"Oh pantes aja, tadi juga dia keliatannya kaya gitu" jawab pria itu tanpa menyadari bahwa Rey sengaja memancingnya karna dia ingin tau apa yang dia katakan tadi benar atau salah kalau pria itu sedang memikirkankan Adin.
"Nahkan bener apa kata gua elu itu mikirin si Adin 'kan bang hahahaha ketauan sama gua" ledek Rey.
"Iya iya gua mikirin dia lu punya nomor nya kaga?" tanya pria itu.
"Gua punya tapi gua engga mau ngasih ke elu bang, meningan elu minta sama Adinnya aja langsung deh, lagian dia mah ribet bang kalau ada yang minta nomornya harus izin dulu, terus dia nanti nanya-nanya buat siapa, buat apa, mau ngapain, penting engga, kalau engga penting engga usah. Dia mah begitu bang kalau ada yang minta nomornya, coba deh kalau langsung siapa tau aja dikasih" jawab Rey panjang lebar.
"Ampun deh gua itu cewe susah amat yaa" gumam pria itu dalam hati.
"Iya dia mah susah bang so jual mahal gitu orangnya, tapi sekalinya elu udah dapetin dia, elu jangan sia-siain dia bang, dia sahabat gua, dia orang terbaik yang gua temuin diseluruh dunia ini" jawab rey yang seperti mengetahui apa yang ada dipikiran pria itu.
"Bodo amatlah mau dia gimana kek engga peduli gua" jawab pria itu ketus.
"Yaudah kalau engga peduli mah, mau nitip salam kaga buat adin gua salamin besok" cerocos Rey.
Tak ada jawaban dari pria itu dan beberapa saat ada sebuah suara.
"Oke deh Rey salamin aja buat dia dari gua" kata pria itu dengan senyum-senyum.
"Oke" Jawab Rey sambil menahan ingin tertawa karna pada intinya dia tau bahwa pria itu menyukai Adin tapi dia enggan untuk mengungkapkannya.
Dan disaat bersamaan ketika Rey dan pria itu sedang membicarakannya keluarlah Adin dari kamar mandi dan dia pun memakai pakaiannya bergegas untuk makan dan ketika makan dia tiba-tiba tersedak.
Uhuk uhuk uhuk
"Haduh kenapa nih?" Gumamku dalam hati.
"Wah kayanya ada yang ngomongin aku ini ah udahlah biarin aja" ucap Adin dan melanjutkan makanya.
Setelah makan Adin pun kembali di samper oleh temannya untuk duduk di depan rumahnya seperti biasa.