Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.
Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.
Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.
Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.
Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?
Jangan lupa staytoon yah!
(Update 2 bab per hari)
ig @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 : Akting Yang Bagus!
Beberapa anggota kelompok itu menggunakan sebuah pistol dan senjata tajam.
Pam..
Pam..
Sebuah tembakan mengarah ke Sun Chen.
Swosh..
Sun Chen hanya tersenyum dan dengan cepat menangkap semua perluru yang tertuju ke arahnya.
"Menarik! Senjata di bumi ini sangat menarik, tetapi sungguh sangat disayangkan bahwa senjata ini hanya mempan terhadap manusia biasa jika senjata ini berada di dunia kultivator ini hanyalah sebuah lelucon," bathin Sun Chen.
"Ap..apa?!" Semua orang dibuat terkejut dengan kecepatan Sun Chen yang menangkap peluru tersebut.
"Di..dia adalah master bela diri!"
"Gawat! Bahkan peluru ini tidak mempan terhadapnya!"
Beberapa anggota kelompok itu ada yang ketakutan dan putus asa melihat keahlian dari Sun Chen.
Didalam mobil..
"Haha ini pertunjukan yang bagus, aku harus sempat merekam kehebatan pria itu!" supir mobil berniat merekam aksi dari Sun Chen dan memperlihatkannya kepada Qin Zong.
"Hey katanya kalian mau membunuhku? Kenapa kalian tidak maju?" ucap Sun Chen meremehkan kekuatan kelompok tersebut.
"Kau! Hey kalian, dia hanya berlagak sok kuat! Ayo kita serang dia secara bersamaan!" tiba tiba seketika itu juga semua anggota kelompok yang awalnya takut menjadi semangat karena dorongan dari pemimpinnya.
"Seraaang!!"
Semuanya maju menyerang Sun Chen menggunakan senjata tajam, bahkan ada yang sesekali menembakkan sebuah peluru ke arahnya.
"Huh dasar semut!" ucap Sun Chen kemudian dengan cepat tanpa menggunakan jurus apapun, Sun Chen memukul satu per satu anggota kelompok itu.
Bugh...
Brugh...
Bamm...
Beberapa pukulan keras tertuju pada tubuh mereka, bahkan ada yang pingsan dan ada yang kritis, serta mati.
Kini tersisa pempimpin kelompok itu geram melihat semua anggotanya tumbang dalam sekejap.
"Hum.. Padahal aku belum mengeluarkan sepenuhnya kekuatanku, bahkan pukulanku seperti memukul kapas.. Perbedaan kultivator dengan ahli bela diri dunia ini berbeda dengan dunia dewa," gumam Sun Chen kemudian menatap tajam ke arah pemimpin kelompok itu.
Dengan tatapan tajam Sun Chen, membuat pemimpin kelompok itu bergetar ketakutan, kakinya melemah, bahkan nafasnya terengah engah, sungguh hanya dengan tatapan dari Sun Chen membuatnya seperti akan di bunuh dengan mudah.
Tetapi walaupun ketakutan, pemimpin kelompok itu tetap berani dan tidak gentar terhadap Sun Chen.
"Ka.. Kamu jangan senang dulu! Aku yakin kekuatanmu itu ada batasnya! Aku yakin pasti melawan mereka semua sudah menghabiskan kekuatanmu!"
"Ohh benarkah? Kalau begitu ayo kesini dan cobalah," Sun Chen hanya tertawa lucu karena orang yang ada di depannya itu sangat bodoh.
"Kau! Aku akan menunjukkan kekuatan petarung tingkat 2!" Memang beberapa anggota yang dihajar Sun Chen tadi adalah petarung tingkat 1.
"Ohh? Sepertinya pemimpinnya ini lebih kuat dibandingkan beberapa semut ini, menarik! Aku akan menguji kekuatanmu!"
"Jangan banyak bicara!" pemimpin kelompok itu melesat maju ke arah Sun Chen.
Sebuah pukulan menuju ke arah Sun Chen..
Bomm...
"Hahaha dengan pukulanku ini dapat menghancurkanmu dalam sekejap! Bahkan sekuat apapun kamu tidak dapat menahan pukulan ini," ucap pemimpin itu dengan nada sombong merasa sudah di atas awan.
Kabut begitu tebal menutupi area keberadaan Sun Chen.
"Ohh? Benarkah?" didalam kabut itu tiba tiba muncul suara Sun Chen membuat pemimpin itu terkejut.
"Ap.. Apa?! Bagaimana mungkin!" Kabut perlahan lahan menghilang, dan muncul sosok pria berdiri kokoh di tempatnya tanpa terluka dan tidak ada goresan sama sekali.
"Menarik, tetapi sungguh sangat disayangkan bahwa kekuatanmu masih lemah!" Sun Chen kemudian mengepalkan tangannya membentuk sebuah pukulan menuju ke arah pemimpin itu.
"Sekarang giliranku!" Pukulan itu mendarat ke tubuh pemimpin kelompok itu dan..
Bomm...
Tubuhnya terlempar beberapa meter di tanah, bisa dibilang bahwa pria itu langsung mati di tempat.
"Huh? Padahal tingkat kekuatanku di Alam penyempurnaan qi tingkat 1 masih belum ada yang bisa menandingiku? Sungguh dunia aneh. Jika para dewa mengetahui tentang dunia ini, mungkin banyak yang saling berebutan untuk menguasainya," bathin Sun Chen.
"Jika ada kesempatan aku akan menanyakan tentang bela diri dunia ini seperti apa kepada pak tua Qin Zong, sangat menarik jika membuat sebuah sekte di dunia ini hehe," Sun Chen kemudian berbalik arah dan menuju ke dalam mobil tersebut.
"Sudah berapa kali yah aku mengatakan menarik? Haha dunia ini aneh makanya selalu menarik perhatianku," gumam Sun Chen.
Didalam mobil...
Supir itu keluar dan bersujud dan memohon ampun kepada Sun Chen.
"Master mohon ampuni aku, aku tau master merasa kesal saat aku menatap master, maafkan aku master yang buta dan tidak tau luasnya langit dan bumi," supir itu memohon kepada Sun Chen.
"Sudah, kamu tidak perlu begitu, cepat antarkan aku pulang."
"Ba..baik master!" dengan sigap, supir tersebut sangat cepat dan begitu patuh dengan Sun Chen. Tentu saja karena didepan mata kepalanya sendiri melihat keajaiban kekuatan dari Sun Chen yang begitu luar biasa.
"Huf untung saja aku masih punya otak, seandainya tadi aku macam macam dengannya mungkin aku tidak akan hidup seperti mereka," bathin supir itu yang ketakutan.
Beberapa menit kemudian, Sun Chen akhirnya sampai di depan rumah, namun kejadian tidak terduga terjadi, diwaktu bersamaan juga datang mobil Zhou Jinfei bersama Yun Qinxi.
"Sun Chen?" ucap Yun Qinxi terkejut melihat Sun Chen turun dari mobil mewah.
Sun Chen turun dari mobil, dan berterima kasih dengan supir itu karena telah mengantarnya.
"Siap master, jika butuh apapun tolong hubungi aku kapan saja,"
Supir itu akhirnya pergi meninggalkan Sun Chen.
Sun Chen melihat sebuah mobil yang mewah tetapi tidak semewah mobil yang dinaikinya datang ke depan rumah.
Saat mobil itu berhenti pas didepannya, tiba tiba pintu mobil terbuka dan muncul Yun Qinxi.
"Sun Chen, tadi itu mobil siapa? Dan kenapa kamu naik mobil mewah seperti itu?" tanya Yun Qinxi.
"Yun Qinxi, itu siapa bukan urusanmu, dan aku cuma memberitahu kepadamu bahwa aku tidak suka dengan wanita pengkhianat seperti kamu," ucap Sun Chen dingin kepada Yun Qinxi.
"Hey, kamu kenapa? Apa yang terjadi denganmu!" ucap Yun Qinxi bingung dengan perkataan Sun Chen.
"Qinxi, ada apa?" ucap seorang pria yang turun dari mobil yang tidak lain adalah Zhou Jinfei.
"Tidak apa apa, silahkan tuan Zhou pulang saja, dan makasih karena telah mengantarku pulang," ucap Qinxi dingin dan menyuruh Zhou Jinfei pulang.
"Hahaha, lucu lucu.. Yun Qinxi, kamu tidak usah berpura pura didepanku, apakah kamu kira aku bodoh? Selama ini kamu dan Zhou Jinfei sudah berhubungan di belakangku!"
"A..apa?! Apa yang kamu katakan! Hey bahkan aku tidak pernah berhubungan dengan tuan Zhou, aku tidak suka jika kamu menfitnahku seperti itu!" ucap Yun Qinxi membantah perkataan Sun Chen.
"Hey sampah! Kamu jangan asal menfitnahku seperti itu! Apakah kamu tau bahwa aku dapat dengan mudah memusnahkanmu!" ucao Zhou Jinfei mengancam Sun Chen.
Tap..
Tap..
Sun Chen menepuk tangan untuk mereka berdua..
"Hahaha kalian berdua membuatku jijik," ucap Sun Chen paling tidak suka dengan pengkhianatan apalagi itu tentang rumah tangga perselingkuhan.
Tiba tiba keributan itu keluar ibu Yun Qinxi dari dalam rumah..
"Ada apa ini? Kenapa di luar sangat berisik? Apa yang terjadi?" ucap Yun Linwei.
"Hiss.. Hiss.. Ibu.. Sun Chen marah kepadaku, bahkan menfitnahku berselingkuh dengan tuan Zhou.." Yun Qinxi menangis memeluk ibunya.
Yun Linwei tentu tidak tinggal diam jika anaknya dibuat menangis oleh seseorang apalagi itu adalah suaminya sendiri.
"Sun Chen! Katakan kepadaku, kenapa kamu memarahi istrimu bahkan menfitnahnya berselingkub dengan tuan Zhou?!"
"Hoaam.. Nanti juga kamu tau alasannya, aku lelah, mau istirahat," sudah seharian Sun Chen berkultivasi bahkan bertarung membuatnya merasa kelelahan dan butuh istirahat walaupun tidak terlalu lelah tetapi sekarang kekuatan Sun Chen masih sangat rendah jadi kemungkinan untuk tidur dan istirahat masih ada.