NovelToon NovelToon
Nikah Tapi Musuh

Nikah Tapi Musuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Menikah dengan Musuhku / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Cintapertama
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: icha azzahra

Rere benci Bian, menurut Rere Bian juga sama. Mereka sudah jadi musuh bebuyutan sejak masa SMA! Namun sepulangnya Rere dari Singpura setelah mengantar Neneknya berobat, tiba-tiba dia mendapat informasi bahwa pernikahannya dengan Bian akan berlangsung 2 minggu lagi!

Tunggu, tunggu!
Apa-apaan ini, masa nikah sama musuh sendiri sih?!

NGGAK MAUUUUU!! - Regita Pratiwi (Rere)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon icha azzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NTM : 0.7

"Heh?! Hehh!!"

Suara panggilan songongnya itu lantas membuatku menoleh dengan wajah kesal.

"Harusnya bersyukur dong lo, ada yang jemput. Dari pada lo ngeteng. Emang enak apa?!" Dia geleng-geleng kepala. "Dasar lo tuh nggak pernah bersyukur jadi orang!" Lalu, dia berdecak-decak. Menjengahkan sifatku yang katanya nggak pernah bersyukur.

Huh, Fabian sial. Bisa aja dia kalau bikin statement yang menjatuhkan orang kayak gitu. Ck!

Begini, bukannya aku nggak bersyukur atas "kebaikan hati"-nya itu. Yang rela meluangkan waktu dan tenaganya untuk menjemput diriku di Bandara Soetta. Sebetulnya, dari lubuk hatiku terdalam, aku teramat bersyukur. Tetapi, jika dalam hubungan kami yang lebih mirip kucing dan tikus ini yang nggak pernah ada kata sepakat dalam berdamai, apa untungnya gitu loh buat dia menjemput musuh yang dia benci setengah mati ini?

Berbaik hati? Naluri hati nurani?? Hah, terlalu naif bila aku percaya dengan alasan yang seperti itu!

Aku memicingkan mata, menatap lekat ke arahnya. Menilai dirinya, terlebih bahasa tubuhnya. Kali aja dia memang sedang mengincar sesuatu dariku. Entah kenapa aku yakin begitu.

"Ngapain lo ngelihatin gue, gitu? Iya, iya, tahu kok gue... gue emang ganteng. Tapi nggak usah terang-terangan gitu juga kali kagumnya!"

Sumpah demi apa pun! Kalimat narsisnya itu bikin aku ingin sekali jedotin kepalanya itu ke tembok. Biar dia sadar!

Heran, lagian, narsisnya itu kok bisa-bisanya sampai nggak ada obat begitu coba! Ish. Ish...

Aku meringis ngeri. Lantas menutup mulutku dengan tangan. "Huweekss!!"

Aku pura-pura muntah. Sengaja, biar dia sadar kalau kenarsisannya itu bikin mual orang yang dengar. Yang tentu saja membuatnya langsung melotot garang ke arahku.

"Haduuh... mual banget ya rasanya habis dengar kalimat narsis dari orang yang pedenya overload. Hoeks!" Lagi, aku menutup mulutku dengan tangan. Bergelagat bahwa aku emang benar-benar mual sekarang. Kembali aku meringis, dan bergidik. Otomatis membuat Bian makin menggarangkan pelototannya padaku.

Haha, bodoh amat! Lagian, siapa suruh dia narsis berlebihan begitu.

"Amit... amit... jauh, jauh ya! Jauh, jauh!" Aku langsung mengelus-ngelus perutku dengan gerakan cepat. Tentu hal itu langsung membuatnya mendengus keras. Dia jengah oleh tingkahku! Haha.

"Ngapain lo ngelus-ngelus perut kayak gitu?" Tanyanya dengan alis mata terangkat tinggi-tinggi ke atas.

Aku menoleh kepadanya. Lalu tersenyum meledek. "Buang bala. Biar anak gue kelak nggak kayak elo!"

Dia mendengus. Kelihatan banget kalau dia nggak terima dengan perkataanku. Lalu tiba-tiba wajah tak terimanya itu berganti dengan seringaian licik. Yang lantas membuatku memicingkan mata waspada terhadapnya.

"Yang ada malah gue doain, biar anak lo semuanya mirip sama gue! Emang enak lo! Mampus!!" Dan, dia langsung ketawa terbahak-bahak.

KURANG AJAAAAAARRRR!!!

Aku menatapnya sengit. Rasanya ingin kubalas dengan kalimat pedas nan sadis yang biasanya kukeluarkan untuk melumpuhkan orang yang sedang berdebat panas denganku.

Tapi sekarang kenapa aku malah diam saja, seakan kehabisan kata-kata? Kenapa kalau di depan Bian aku selalu kalah? Kenapa kalau sama Bian aku nggak bisa membalas? Kenapa aku selalu jadi looser kalau dihadapin dengan pria ini sih? Kenapa?!!

Aku buang mukaku ke arah jendela, di samping. Nggak sudi melihatnya lagi, karena selalu bisa bikin aku naik darah!

___________________

P.S :

Tulisan "NTM : X.X" artinya SUDAH REVISI

sedangkan "BAB X.X" artinya BELUM REVISI

1
Dwi Wahyu Indriati
kok nggantung sih....lanjutnya gimana?
💃💃 H💃💃💃
lnjutt bca
💃💃 H💃💃💃
next
💃💃 H💃💃💃
lnjut
💃💃 H💃💃💃
nextt
💃💃 H💃💃💃
upp
💃💃 H💃💃💃
mulaii
💃💃 H💃💃💃
up
Dina Ariana
pke audio, suara gk tp kdengran musiknx z yng nyaring
Masfah Musyaropah
kayak baca buku diary
Khalua Khalifa
banyak yg komen kebanyakan suara hati sama penjelasan'nya di banding percakapan'nya,,author coba di pahami dan sedikit diterima masukan'nya,,memang benar jd pembaca pun mulai bosan
Kimtan
terlalu berdialog atau banyak bicara dalam hati sendiri si rere nya
icha: iya, karna sudut pandang orang pertama dan gak ganti sudut pandang tokoh lain 😅 maaf yaa kalo kurang nyaman🙏🏻 ini masih karya uji coba, semoga karyaku ke depannya bisa lebih baik lagi hehe
total 1 replies
Salsabila
itu udah mnggl,apa Rere amnesia ya
Lastri Gete
jangan jangan uti udah meninggal ya Thor???
Lastri Gete
sepertinya bian sudah suka sama Rere dari masa sekolah...
Lastri Gete
masih menikmati Thor....
Sulastri Siagian
terlalu banyak penjabarannya, jalan ceritanya jd lambat
Herlina Wibawanti
ini cerita bukan kebanyakan cerita dalam hati/isi pikiran atau ngedumel,. Tp ini cerita ini diambil dr Sudut Pandang Orang Pertama,. Jdi para Reader mohon dipahami ya jenis ceritanya apa dlu,..
Mi So Yong
kapan revisinya selesai niihhh ???
Afwan Fw
ceritanya bagus cm prcakapannya dikit, tolong dong kak banyakin ptcskapanny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!