NovelToon NovelToon
HEART

HEART

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:641.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: nnrpsa

Aira Azzahra, wanita berparas cantik dan pemilik hati yang sabar. Aira menikah dengan lelaki yang bernama Ilham Nugraha. Lelaki tampan yang mampu menjerat perasaannya. Pernikahan mereka sudah terjalin tiga tahun lamanya. Namun, Aira tak kunjung mengandung setelah berbagai usaha yang telah dilakukannya bersama Ilham. Aira kalut dan sangat takut, akan tetapi Ilham tidak mempermasalahkan hal itu.

Aira merasakan sebuah kejanggalan saat mendapati suaminya selalu pulang larut malam. Perlahan berbagai permasalahan berdatangan menghantam kerasnya tembok pernikahan mereka. Aira menjerit dalam hati saat dirinya mendapatkan kebahagiaan dan kesialan di waktu yang bersamaan.

Mampukah Aira dan Ilham bertahan dalam pernikahan yang suci itu? Yuk ikuti kisah mereka yang penuh dengan lika-liku.

follow ig author : @nisanrps06

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nnrpsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Manja Irzan

Happy reading.

Sudah satu minggu lamanya Ilham selalu berkunjung ke rumah sakit. Tepatnya hari ini, akhirnya Arabella sudah di bolehkan pulang oleh dokter dengan catatan tidak boleh kelelahan. Aira yang mendapat kabar tersebut tidak tahu harus bersikap seperti apa. Kebetulan hari ini suaminya sedang berada di rumahnya.

Hari ini adalah hari weekend. Aira baru saja menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya. Sedangkan Ilham dan Irzan sedang berada di ruang tengah sambil menonton kartun kesukaan anak batita itu. Kian hari kedekatan Aira dan Irzan kian menjadi.

Aira yang memang ingin mempunyai seorang anak sontak menerima kehadiran Irzan meskipun harus menerima jika dirinya harus berbagi suami dengan wanita lain. Kerenggangan yang sempat terjadi diantara Aira dan Ilham pun kian hari kian menipis.

“Ndaa,” panggil Irzan saat melihat Aira berjalan menghampirinya.

Aira tersenyum tipis melihat tingkah Irzan. “Cini Nda.” Irzan menepuk sofa dengan tangan mungilnya.

Aira mendudukkan tubuhnya di samping tubuh mungil Irzan. Irzan yang melihat sang Bunda duduk di sebelahnya lantas merangkak kecil dan duduk di pangkuan sang Bunda. Posisi seperti inilah yang Irzan sukai.

“Manja banget.” cibir Ilham yang melihat kelakuan putranya.

Irzan tak menggubris ucapan Ayahnya. Irzan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher sang Bunda, dan memeluk Bundanya dengan erat.

“Cap, Nda.” Cicit Irzan sambil memegang helaian rambutnya.

Sontak tangan Aira langsung mengusap surai anak batita itu dengan sayang. Ilham tersenyum haru melihat interaksi istrinya dengan sang putra. Ilham sangat bersyukur Aira mau menerima kehadiran putranya, walau membutuhkan waktu beberapa hari.

Walaupun begitu, ada secuil rasa iri yang menghinggap di dalam hatinya. Sekarang, Aira selalu lebih fokus kepada putranya daripada dirinya. Irzan telah mengambil Aira dari dirinya.

Ilham mempertipis jarak diantara dirinya dengan Aira. Kepalanya dia sandarkan di bahu Aira. Salah satu tangannya memeluk erat pinggang ramping Aira. Irzan yang merasakan jika Ayahnya mengganggu nya pun langsung mengangkat kepalanya menatap sang Ayah dengan tatapan permusuhan.

“Canaaa!” tangan mungil Irzan menoyor kepala Ilham dengan sekuat tenaganya.

“Kok gitu sama Ayah?” sengit Ilham menatap balik Irzan dengan tatapan tajam.

“Ndak oyeh, Nda unya Zan!” teriak Irzan dengan wajah yang sudah memerah.

“Bunda punya Ayah.” Ilham kembali memeluk tubuh Aira sambil menjulurkan lidahnya mengejek sang putra.

Wajah Irzan memerah, bibirnya mengerucut, serta kedua matanya yang sudah berkaca-kaca. Aira menggeleng kepalanya kecil. Selalu seperti ini, Ilham seringkali menjahili Irzan sampai membuat batita itu menangis.

“Huwaaaa!”

Aira memejamkan matanya tatkala lengkingan suara tangis terdengar jelas di telinganya. Aira menepis tangan kekar Ilham yang bertengger manis di pinggangnya. Aira beranjak dari duduknya seraya mengusap-usap punggung Irzan.

“Ck. Tuh kan Mas, nangis lagi!” kesal Aira dengan wajah muramnya.

“Hehe peace sayang,” ujar Ilham tanpa merasa bersalah.

“Hobi banget sih bikin anaknya nangis.” gerutu Aira menatap jengah pada Ilham.

Bukannya merasa bersalah, Ilham malah tersenyum cengar-cengir melihat sang putra yang menangis di dalam dekapan istrinya.

Ding dong!

Tiba-tiba terdengar suara bel rumah yang menandakan ada tamu yang datang.

“Siapa Mas?” kening Aira berkerut kecil.

“Mas ngga tau, coba kamu lihat.” titah Ilham.

Perlahan Aira melangkahkan kakinya menuju pintu sambil menggendong Irzan yang masih menangis sesegukan. Saat tangan Aira memutar knop pintu, terpampang jelas wajah Ibu mertuanya.

“Mama.” Sapa Aira ketika pintu sudah terbuka lebar.

“Ya ampun Irzan! Kamu kenapa nangis sayang?” pekik Mama Lina saat matanya melihat sang cucu yang menangis.

Kepala Irzan terangkat menatap sang Oma dan Ibunya yang ada di sini. Mata bulat itu berbinar senang tatkala melihat kehadiran Ibunya.

“Amiiii!” teriak Irzan yang meronta-ronta di dalam pelukan Aira. Aira kewalahan sendiri menghadapi tingkah Irzan yang sangat aktif.

“Halo sayang,” Arabella membawa Irzan ke dalam gendongannya saat Irzan merentangkan tangannya lebar.

Ternyata Mama datang dengan wanita itu. Monolog Aira dalam hati.

“M-masuk dulu Ma, M-mbak.” Ujar Aira kikuk menyuruh mereka masuk ke dalam rumah.

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tengah yang sudah ada Ilham di sana.

“Sayang, siapa yang dat—“ Ilham menghentikan ucapannya saat netranya melihat kehadiran sang Ibu dan istri keduanya.

Mama Lina duduk di sofa tunggal yang terdapat di samping sofa panjang yang ditempati oleh Ilham. Sementara itu, Arabella duduk tepat di samping Ilham sambil memangku tubuh Irzan. Aira beranjak ke dapur untuk membuatkan minum untuk Ibu mertuanya serta wanita itu.

“Irzan gimana kabarnya? Mami kangen banget sama Irzan.” Ucap Arabella sambil mengeratkan pelukannya pada sang putra.

“Zan aik.” Sahut Irzan singkat.

“Gemasnya.” Arabella mengecupi seluruh wajah Irzan sampai membuat batita itu tertawa kegelian.

Aira datang dari arah dapur dengan tangan membawa nampan yang berisi dua minuman.

“Silahkan Ma, Mbak diminum.” Ucap Aira.

“Tadi Irzan kenapa nangis ra?” tanya Mama Lina setelah menyeruput teh hangat yang di sajikan Aira.

“Emm i-itu Ma—“

“Pasti kamu udah marahin anak aku ya?” Arabella menatap Aira sambil memicingkan matanya.

“Benar itu Aira?” tanya Mama Lina memastikan.

“Nggak Ma, itu ngg—“

“Terus kenapa anak aku nangis?” sambar Arabella yang tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Aira.

Aira mengepalkan kedua tangannya mencoba bersabar. Dia menghela nafasnya gusar.

“Ma,Bell, bisa nggak sih jangan salahin Aira kayak gitu? Aira nggak salah Ma. Yang salah itu Ilham karena udah buat Irzan nangis.” Ilham yang kesal dengan kedua wanita itu sontak membuka suara mencoba menjelaskan.

Mama Lina dan Arabella kemudian menganggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari Ilham.

“Sini ra, duduk.” Ilham menyuruh Aira agar duduk di sampingnya.

Saat Aira akan duduk tiba-tiba terdengar suara dari Arabella yang meminta dibawakan sesuatu olehnya.

“Ekhemm. Aira bisa tolong berikan aku air putih? Kata dokter aku harus banyak minum air putih biar bayi dalam kandunganku sehat.” Lirih Arabella menatap Aira dengan tatapan memohon.

Aira hanya mampu mengangguk kecil. Aira pun kembali melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membawakan air putih.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Saat Aira membalikan tubuhnya, terlihat Mama Lina yang berjalan mendekat menuju ke arahnya.

“Aira, Mama mau bicara sama kamu.” Ujar Mama Lina dengan lembut.

Aira mengeryitkan dahinya. “Boleh Ma, mau bicara apa ya Ma?” tanya Aira.

“Kamu pasti tau kan kalau sekarang Bella sedang mengandung buah hatinya dengan Ilham. Jadi Mama minta Ilham untuk tinggal bersama Bella di apartemennya. Kamu____ nggak keberatan kan?” tanya Mama Lina menatap kedua mata Aira dengan lekat.

Aira terdiam sesaat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ibu mertuanya.

“Ng-nggak kok Ma.” Jawab Aira tersenyum kecil.

“Bagus. Ilham juga sudah setuju dengan persoalan ini.” Mama Lina berujar dengan suara senang.

“Nanti Irzan ikut sama Mas Ilham juga Ma?” tanya Aira dengan tangan yang mencengkram erat gelas yang di genggamnya.

“Iya dong.” Sahut Mama Lina.

“O-oh iya Ma,”

Hati Aira mencelos. Aira pasti akan merindukan kedua lelaki yang sudah mengisi hatinya beberapa hari ini.

“Kalau begitu Mama ke depan lagi ya, jangan lupa bawakan air putih untuk Bella.” Mama Lina melenggang pergi meninggalkan Aira dalam keterdiamannya.

Sementara Aira menatap kosong gelas yang ada dalam genggamannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan lupa like+koment+share cerita ini ke teman/sahabat/keluarga kalian ya 😘😘

1
Ni nyoman Sukarti
semoga Aira baik-baik saja.😘
Ni nyoman Sukarti
koq tega nian sm Aira. Ayooo Aira ambil sikap tegas, kamu pasti bisa.🔥🔥
Ni nyoman Sukarti
😱😭😭 yang kuat ya Aira💪
Lusiana Karangan
nindia sama lintang aja Reno sudah terkontaminasi banyak kumannya 😄
Lusiana Karangan
mungkin sedikit yang like karna ceritanya bikin gregetan soalnya pemeran utamanya dibuat lemah tak berdaya dengan mudah memaafkan pengkhianat
Lusiana Karangan
yang terluka di sini aira si ilham penebar luka thor
Lusiana Karangan
nggak sudi kalo aira balikan sama ilham
Lusiana Karangan
lucu CEO masak naik pesawat kelas ekonomi thor
Lusiana Karangan
nggak rela kalo aira balikan sama ilham enak betul dia jadi laki
Lusiana Karangan
lina ngomongin diri sendiri mandul benar2 nggak tau malu
Lusiana Karangan
lagian nelayan kan tangkap ikan malam masak sih kerja jadi nelayan thor
Lusiana Karangan
seharusnya sebelum di usir pergi duluan aira karna keluarga ilham semua jahat semoga mertua ngerasain gimana jadi aira
Lusiana Karangan
kok ira nggak jijik ya walau bagai mana pun ilham kan sudah berbagi dengan wanita lain kok pasrah nerima hedeh kesel deh bacanya
Lusiana Karangan
jijik banget sih sama ilham dia yang selingkuh malah nuduh aira
Lusiana Karangan
greget deh kalo baca tokoh perempuan yang di perlakukan semena2 tapi pasrah aja nggak melawan
Lusiana Karangan
thor kenapa s3kejam itu mereka sama aira biarkan aira bahagia dengan orang lain dong
Lusiana Karangan
muak sama aira kok malah bertahan kamu masih muda carilah bahagiamu jangan bodoh
Lusiana Karangan
alasan aja ilham tanggung jawab katanya tapi bablas sampe punya anak mau 2 kalo cuma tanggung jawab habis lahiran cerai ini masih lanjut .mertua juga sok2an ekting pingin cucu padahal sudah punya dari perempuan lain hedeh mertua beracun
Lusiana Karangan
keluarga laknat ilham
Denny Hutagalung
asyik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!