NovelToon NovelToon
Heavenly Earth

Heavenly Earth

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

💞💞💞💞💞💞💞

Semua berjalan seperti biasa, tak ada yang berubah sama sekali dalam hubungan keduanya.

Bumi yang sibuk dengan kuliah dan perusahaan kecilnya begitu pun dengan Kahyangan yang sibuk juga dengan kuliah dan aktivitas lainnya di luar.

Hampir satu tahun bersama, hubungan mereka masih tak jelas arahnya.

Bumi yang tak pernah memaksa dan Kahyangan yang tak pernah mau ambil pusing dengan perbedaan mereka.

Semuanya bagai air yang mengalir namun tak tahu akan bermuara kemana.

.

.

.

Selepas pertemuan dengan komikus yang akan di terbitkan karyanya oleh perusahaan Bumi, pemuda itu langsung meluncur menjemput sang kekasih di sebuah rumah singgah di pinggiran kota.

Rasa cintanya semakin bertambah karna memang Kahyangan memiliki hati yang baik, ia lebih memilih membantu orang lain di banding keluar bersama teman seusianya.

TIIIIIN

Bunyi klakson tentu mengangetkan Kahyangan yang sedang duduk di kursi plastik, ia yang sedang memainkan ponselnya sambil menunduk tentu tak sadar dengan kedatangan sang kekasih.

Kahyangan langsung tersenyum saat melihat Bumi sudah menurun kan kaca mobil mewahnya

Gadis itupun bergegas menghampiri.

"Maaf" ucapnya pada Bumi.

"Serius banget"

"Alex ngajak aku buat ibadah di gereja baru" jelas Yayang apa adanya, ia memang sedang bertukar pesan dengan teman masa kecil sekaligus tetangganya itu.

"Alex lagi! Seneng banget sih dia ngajakin kamu?" sungut Bumi mulai uring-uringan saat sang kekasih selalu menyebut nama pria lain.

"Dia cuma ajak aku ibadah, selain itu gak pernah, sayang" jawab Kahyangan, rasa sabarnya kembali di uji saat Bumi sedang merasa cemburu.

"Ya, ibadah aja masing-masing, ngapain sih ngajakin kamu terus?, kamu kan udah punya gereja sendiri" timpal Bumi yang terus saja mengoceh.

"Dia baru ajak, akupun belum bilang iya"

"Cukup ibadah Karna Tuhan, jangan karna ikut-ikutan dia, paham!" tegas Bumi.

Bumi yang sadar ada yang lain dari sikap Alex pada kekasihnya itu tentu membuat ia semakin menjaga Kahyangan dari pria manapun yang hendak masuk dalam hubungan mereka.

Alex memang hanya bisa mendekati Kahyangan saat mereka beribadah bersama, disanalah pria itu akan mengambil celah untuk masuk kedalam hati gadis yang sedari remaja menjadi incarannya.

"Aku laper, kita makan dulu ya" pinta Yayang mencoba mengalihkan obrolan.

Bumi hanya mengangguk lalu menyalakan mesin mobilnya, ia fokus pada jalan di depannya menuju restauran milik keluarganya.

Mobil berhenti di area parkir, semua karyawan yang tau akan kedatangannya langsung bersiap di depan utama.

Jika Air selalu ramah pada siapapun, tentu berbeda dengan Bumi yang akan bersikap dingin sulit untuk di dekati.

Ia cukup mengangguk saat orang lain menyapanya.

Keduanya duduk di ruangan privat seperti biasa.

"Aku ke Mushola sebentar" pamit Bumi setelah melihat jam di pergelangan tangannya.

"Ya, doakan aku ya" kekeh kahyangan menggoda.

"Tentu, nama kamu selalu menjadi satu-satunya yang ku sebut sayang" ujar Bumi sambil mengusap kepala gadisnya itu.

Kahyangan tersenyum manis sambil terus menatap punggung pemuda yang semakin hari semakin menarik hatinya untuk terus jatuh cinta.

.

.

Makanan yang terhidang di atas meja sungguh menggugah selera kahyangan yang memang sudah sangat lapar, tapi ia rela menahannya demi menunggu Bumi yang sedang melakukan kewajibannya.

"Yang" panggilnya saat gadis itu lagi-lagi fokus pada layar benda pipihnya

"Hem, iya. Udah selesai?" Seru Kahyangan yang sempat terkejut.

"Siapa lagi sih?, Alex lagi!"

"Iya, aku cuma balas pesannya buat bilang kalau aku gak bisa ikut dia, aku akan tetap ibadah di gereja ku seperti biasa" jawab Kahyangan jujur, gadis itu tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Kekasihnya meski akhirnya harus berujung pertengkaran kecil.

"Jangan terlalu dekat dengannya, aku terlalu cemburu padanya Karna kalian sama" lirih Bumi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bagaimana bisa aku mencintai orang lain, jika tulusnya cintamu tak pernah aku dapat dari pria manapun, meskipun itu ada tapi rasanya gak akan pernah sama.

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

Duo romantis. 🤭🤭🤭🤭🤭

Disini alur waktunya gak akan sama kaya novel Air Hujan dan Suamidadakan ya..

semua udah di jalurnya masing masing, mau otewe konflik makanya lebih cepet.

Like komen nya yuk ramaikan.

1
Rista Awwalina
keren
mommy neng
aku baru mampir baca ini thor.. setelah baca judul lain2nyaa heehee
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
SNN 💠
/Good/
SNN 💠
Sombong...
Maritanias
😘
Desi Lestari
cerita Mitha dan Iqbal ada gak
Amelia suhartono
aku selalu suka karya mu,singkat, padat,suka suka pokok nya😊
Jumi Eko
Bagus
falea sezi
ne nanti ibunya samudera bukan sih
falea sezi
waduh yusuf murtad demi merlyn
Dewi Utami
asli buat nguras air mata saat baru baca.
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.
Hardiana Rahim
gila berjamaah ini mah😂😂😂
Hardiana Rahim
bahas apaa sih🤔😁
Sipora Ira
Luar biasa
Sipora Ira
Buruk
ibeth wati
ya Alloh kok bisa nangis ya AQ wlo ini hny cerita novel ada rasa haru dan bahagia
Lulu embul
Astaghfirullah mak othor 🫣🫣😂😂
Lulu embul
jiplakan bumi banget 🤪🤪🤪
Lulu embul
Ngalahin bapaknya Oey..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!