Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinda
"Akhh" jerit Beyza ketika badanya jatuh menghantam lantai.
"Lo gak apa-apa? " tanya Farzan dengan tatapan khawatir.
Gak papa pala lo batin Beyza mendengus kesal
"Gak apa-apa kak" jawab Beyza sambil memegangi pinggangnya yang terasa encok. Lain ucapan dalam hati dan ucapan yang keluar dari mulut.
"Ada yang saikt gak?" tanya Farzan.
"Ikut gue ke uks! " lanjutnya
"Gak usah kak, saya duluan " pamit Beyza berjalan dengan tangan yang terus memijit pinggangnya, banyak pasang mata yang melihat ke arahnya tetapi Beyza tidak terlalu peduli, ia berjalan sambil menunduk.
"Astaga Beyza, lo kok jadi gembel? " pekik Raya ketika melihat Beyza memasuki kelas. Beyza refleks menabok mulut Raya.
" Akh mulut gue" jerit Raya sambil mengusap mulutnya.
"Lo sih bilang gue gembel" kesal Beyza.
"Lah emang gembel, coba lo lihat diri lo" ucap Raya sambil memberikan kaca kepada Beyza.
"Astagfirullah" pekik Beyza kaget ketika melihat pantulan dirinya, bagaimana tidak kaget, rambut yang berantakan, baju yang acak-acakan, muka yang kusam, lengkap sudah. Pantasan diliatin banyak orang batin Beyza mendengus kesal.
"Gimana cantik gak? " tanya Raya dengan muka menahan tawa.
"Banget" lirih Beyza.
***
Brukk
"Farel kampret! " pekik Rafli yang tersungkur di lantai akibat dorongan Farel, mereka kira pintu ruang osis terkunci.
"Hahhaha lo ngapain nyium lantai bego" ngakak Farel, Rafli mendengus kesal, ia kemudian tersenyum jahil, Rafli menarik sebelah kaki Farel sehingga menyebabkan ia kehilangan keseimbangan.
"Pantat gue!" teriak Farel ketika ia terjatuh dengan mengenaskan.
"Hahahaha"
Farzan yang melihat kelakuan teman-temannya hanya menatap dengan tatapan datar. Ia masih memikirkan kejadian yang membuat dirinya merasa bersalah.
Farzan menggeleng-gelengkan kepalanya, gue gak salah, dia aja yang gak hati-hati batin Farzan.
"Lo rajin banget Zan sampe jendela kinclong gini " ucap Afnan, kalo biasanya mereka membersihkan ruang osis jendelanya jarang di bersihin karena besar dan tinggi, tetapi sekarang bersih hingga tidak terdapat debu di setiap tempat membuat Afnan kaget melihat ruangan yang tidak sebersih biasanya. Ini bersih banget menurut Afnan.
"Bukan gue"
"lah terus siapa yang bersihin Zan? " tanya Farel.
"Cewek Atau cowok?" tanya Rafli "Cantik gak? " lanjutnya.
"Cowok, cantik kok" jawab Farzan bercanda.
"ASTAGFIRULLAH "
"Farzan harus di rukiah!" ucap Farel heboh.
"Gue pegang kepalanya" ucap Rafli.
"Nan lo pegang tangannya " suruh Rafli yang langsung dilaksanakan oleh Afnan. Sedangkan Farzan hanya membiarkan kelakuan miring teman-temannya.
" Bismillahirrahmannirrahiim " Rafli memulai doanya dengan tangan yang terus berputar berbentuk lingkaran di atas kepala Farzan.
Mata Rafli yang di tutup menandakan bahwa dia sedang serius, dan mulut yang terus mengoceh tanpa suara menandakan ia sedang membacakan ayat-ayat.
" Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtana wa qinaa 'adzaa bannaar. "
"Doa makan kamp--"
" jangan ganggu!" ucap Rafli memotong ucapan Afnan.
"Rafli anj*r" pekik Farel ketika Rafli mengakhiri rukiahnya dengan meludah di sebelah kiri tepat di wajah Farel.
"Sakit bego" pekik Rafli merasakan bogeman Farel yang mendarat di perutnya, sedangkan Farzan dan afnan hanya terkekeh.
Kriingg
"Masuk" ajak Farzan yang langsung di angguki teman-temannya.
"Kak Farzan " panggil seseorang perempuan yang diketahui kelas X karena terlihat dari lambang sebelah kiri seragamnya.
"Iya dek,ada apa gerangan adek manis ini memanggil teman kami " Jawab Farel karena melihat Farzan hanya menatap dengan alis yang di angkat sebelah 'apa?',tapi karena perempuan di depannya ini bingung jadi Farel yang meneruskan.
"Saya ngomong sama kak Farzan bukan kak Farel" ucap perempuan yang bernama Dinda karena terlihat dari nama tagnya.
"Ngomong aja sih apa! Lo nunggu sahutan Farzan, sampai lebaran monyet pun gak bisa" Kesal Farel sedangkan Rafli dan Afnan terkekeh.
"Kak Farzan sebentar masih berkumpul di ruang osis gak?" Tanya Dinda dengan suara yang di lembut-lembutkan.
"Gue pernah bilang batalin sebelumnya? " tanya Farzan dengan muka datarnya, Dinda menggelengkan kepalanya.
"Saya kembali ke kelas ya kak" ucap Dinda kikuk yang di angguki oleh semuanya.
Farzan dan teman-temannya kembali berjalan menuju kelas mereka.
"Assalamualaikum pangeran tak bersayap datang" teriak Farel dari ambang pintu sedangkan Farzan memutar bola mata malas. Ia pergi ke tempat duduknya yang diikuti Rafli dan afnan sedangkan Farel masih ingin meladeni sahutan teman kelasnya.
" *Huuu"
" Gantengan dasar sepatu gua"
" Muka mirip pantat panci aja bangga*"
Sahutan-sahutan mengejek berasal dari kaum adam sedangkan dari kaum hawa mereka menyetujui perkataan Farel.
"Heh heh heh ngapain ribut-ribut, ini sekolah bukan pasar!" tegur Bu Ririn ( guru killer di angkatan kelas XI ) dari arah pintu tepat di belakan Farel .
"Emang yang bilang pasar siapa? " tanya Farel refleks "Astagfirullah Bu cantik, ngagetin aja" lanjut Farel cengengesan.
"Apa kamu bilang? " ucap Bu Ririn dengan mata tajamnya.
"Hmm apa ya bu? Saya lupa " jawab Farel dengan wajah pias.
"Duduk!, bikin naik darah ngomong sama kamu!" ucap Bu Ririn tegas sedangkan Farel langsung lari terbirit-birit menuju kursinya.
"Sekarang buka buku paket kita mulai belajar!" pinta bu Ririn yang langsung di laksanakan oleh semua murid di kelas.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA GUYS🙏.
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰