Pernikahan Kenan dan Calista selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan masa lalu Kenan pada Olivia, adik kandung Calista. Kenan yang beberapa bulan sebelum menikah dengan Calista salah memasuki kamar Olivia dan menyangka wanita yang tidur adalah Calista yang akhirnya membuat Olivia hamil. Lima tahun kemudian Kenan akhirnya bercerai dengan Calista, lalu menikah dengan Olivia. Calista yang dendam pada Olivia lalu menikah dengan Leo, tunangan Olivia yang dia rebut. Namun perjalanan rumah tangga Calista tidaklah mudah dan selalu dibayangi oleh dosa masa lalu yang telah mereka lakukan. Bahkan Calista juga dimadu dengan sekretaris Leo yang bernama Giselle meskipun akhirnya Leo dan Giselle bercerai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan
Gisa memeluk Vansh dengan begitu erat, melihat hal tersebut, hati Kenan terasa begitu teriris. "Maaf Ma, aku sudah banyak membuat Mama kecewa, aku tak tahu jika Mama begitu menginginkan kehadiran seorang cucu sampai perasaan Mama begitu tersiksa seperti ini." batin Kenan.
"UHUK.. UHUK.. UHUK.. Oma, Oma memelukku begitu erat, dadaku sampai begitu sesak," kata Vansh.
Mereka semua tertawa mendengar perkataan bolah itu, lalu Gisa pun melepaskan pelukannya. "Maaf, maafkan Oma, Vansh," kata Gisa. Dia kemudian mencium pipi Vansh.
"Aunty, dimana Kak Jason?"
"Jason sedang bermain game di lantai atas Vansh, temuilah dia."
"Okay Aunty," kata Vansh lalu naik ke lantai atas. Perasaan Gisa begitu campur adul, netranya tak bisa lepas sedikitpun dari Vansh sampai anak laki-laki itu tak lagi terlihat. Setelah itu, matanya lalu menatap tajam ke arah Alena dan Kenan. "Kalian ikut Mama ke dalam!"
Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa depan televisi. "Alena, katakan yang sebenarnya, siapa itu Vansh? Siapa orang tuanya?"
Alena hanya terdiam. "Alena, katakan pada Tante, siapa sebenarnya Vansh? Kenapa dia begitu sangat mirip dengan Kenan? Bahkan tak ada satu bagian wajahpun yang berbeda dengan Kenan saat dia masih kecil!"
"Tante, Vansh adalah putra Olivia."
"APAAAAAAA? OLIVIAAAAA? OLIVIA TETANGGA SEBELAH KITA? ADIK DARI CALISTA?"
"Memang Tante mengenal berapa Olivia?"
"Jangan becanda di saat seperti ini Alena! Hanya dia Olivia yang Tante kenal."
"Ja-jadi Vansh adalah anak Olivia? Lalu siapa suami Olive? Kenapa anaknya begitu mirip dengan Kenan?"
"Soal itu, lebih baik Tante tanyakan saja pada Olivia."
"Tapi Alena, kau sudah hidup begitu lama dengan Olivia."
"Tante, hal ini adalah privasi Olivia. Dan aku tidak memiliki hak untuk mengumbarnya. Alena permisi dulu mau melihat keadaan Mark," pamit Alena sambil meninggalkan Gisa dan Kenan yang masih termenung.
"Kenan, apa yang sebenarnya telah terjadi?" Kenan hanya terdiam.
"Kenan, cepat katakan pada Mama, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari Mama?"
"Ma, entahlah Kenan juga tidak yakin."
"Apa maksudmu Kenan? Apa ada sesuatu hal yang telah terjadi padamu dan Olivia?"
"Kenan, jawab saja pertanyaan Mama, dan jangan sekali-kali mencoba berbohong pada Mama. Jujurlah pada Mama Kenan, ingat ini semua demi masa depanmu! Lihat bagaimana rumah tanggamu dengan Calista? Begitu berantakan!"
Kenan lalu mengusap mukanya dengan kasar. "Ma, sebenarnya Kenan telah melakukan sebuah kesalahan besar."
"Kesalahan besar? Apa maksudmu Kenan? Jelaskan pada Mama."
"Ma, ini sebuah ketidaksengajaan, saat itu aku mabuk karena ulah Rio dan yang lainnya. Dia telah memasukkan sebuah jamur memabukkan ke sandwich milik Kenan, lalu tanpa sengaja masuk ke kamar Olivia dan menyentuhnya."
"KENAN!!! Sadarkah kamu jika kamu sudah melakukan kesalahan yang begitu besar! Kapan kejadian itu berlangsung?" tanya Gisa disertai amarah yang begitu membuncah. Hatinya begitu hancur mendengar anak kebanggaannya telah melakukan suatu hal yang membuat hatinya begitu terluka.
"Dua bulan sebelum pernikahan Kenan dan Calista."
"Lalu kau meninggalkan Olivia begitu saja?"
"Ya, aku menyuruh Olive untuk tidak menceritakan semua kejadian ini pada siapapun, saat itu Kenan begitu takut kehilangan Calista. Mama tahu sendiri jika Kenan sangat mencintai Calista, bahkan butuh waktu sampai tiga tahun lamanya untuk mendapatkan hati Calista."
"Kamu begitu picik dan egois Kenan, kau sudah menghancurkan masa depan seorang wanita untuk kebahagiaanmu semata. Bahkan mama tak sanggup membayangkan bagaimana menderitanya kehidupan Olivia menjalani hari-harinya sendiri saat dia hamil!"
"Maafkan Kenan Ma, berjanjilah untuk tidak menceritakan kejadian ini pada siapapun."
"Maaf Kenan, Mama masih membutuhkan waktu untuk memikirkan ini semua, saat ini Mama hanya ingin kepastian apakah benar jika Vansh adalah anak kandungmu. Mama tak menyangka memiliki anak yang begitu kejam sepertimu!!!" Tubuh tegap Gisa sedikit goyang, kepalanya terasa pusing dan hatinya begitu sakit mendengar kenyataan yang telah terjadi.
"Ma.. Mama kenapa?" kata Kenan sambil memegang tubuh Gisa.
"Mama baik-baik saja, tolong lepaskan! Mama sudah tidak sudi memiliki anak sepertimu!" kata Gisa lalu meninggalkan Kenan lalu berjalan ke lantai atas untuk menemui Vansh.
***
Olivia begitu canggung saat Calista kini berdiri di depannya sambil menyunggingkan senyum kecutnya. "Kau banyak berubah Olivia."
"Aku tetaplah Olive yang dulu Kak."
Selanjutnya mereka hanya saling diam dan hanyut dalam pikiran masing-masing, tanpa ada sepatah katapun perbincangan di antara mereka. Tiba-tiba seorang wanita paruh baya telah berdiri di depan mereka.
"Olive, ini benar kamu Olive?" tanya Gisa saat melihat Olivia yang terlihat begitu cantik, kini sedang duduk di sebelah Calista.
"Tante Gisa."
"Mama, Mama ngapain ke sini?"
"Olive, ada sesuatu yang ingin tante bicarakan denganmu."
"Mama mau ngomong apa sih sama Olive?"
"Bukan urusanmu Calista!"
"Bagaimana Olive? Apakah kau memiliki waktu untuk berbicara denganku?"
"Tentu Tante," jawab Olivia ragu, apalagi saat ini ada Calista di sebelahnya. Berbagai perasaan pun mulai berkecamuk di hatinya. Mereka lalu pergi meninggalkan Calista yang masih menatap dengan penuh curiga. "Apa-apaan ini? Apa yang sebenarnya telah terjadi?" gumam Calista.
Mereka lalu pergi ke sebuah cafe di dalam rumah sakit. "Kamu mau minum Olive?" tanya Gisa saat pelayan cafe menghampiri mereka.
"Segelas kopi saja, Tante."
"Baik. Mba, satu gelas kopi dan teh tanpa gula "
"Baik Bu," kata pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka.
"Bagaimana kabarmu Olive."
"Baik Tante."
Gisa lalu menggenggam tangan Olivia. "Sebelumnya Tante minta maaf Olive."
"Minta maaf, minta maaf kenapa Tante?"
"Atas semua kesalahan Kenan padamu. Dia baru saja mengakuinya pada Tante..." Gisa tak sanggup lagi menahan kata-katanya, hanya ada air mata yang menetes membasahi pipinya, tubuhnya gemetar menahan rasa sakit di hatinya.
"Tante, sudahlah, semua sudah berlalu, Olivia bahkan sudah melupakan semua itu."
"Ta-tapi tidak semudah itu Olive, Tante merasa begitu bersalah padamu, kenapa kau tidak bilang atas semua yang menimpamu sejak dulu."
Olivia sedikit menunduk, air mata yang ditahannya pun mulai mengalir. "Olivia tidak ingin merusak kebahagiaan Kak Kenan dan Kak Calista Tante, mereka saling mencintai, dan Olivia tidak berhak merusak semua itu."
"Olive, tapi kau memiliki hak untuk memperoleh tanggung jawab dari Kenan."
"Maaf Tante, tapi Olive sudah bahagia dengan kehidupan Olive sekarang dan tidak ingin mengungkit masa lalu yang telah Olive kubur dalam-dalam."
"Tapi bagaimanapun juga Vansh adalah anak kandung Kenan."
"Darimana Tante tahu jika Vansh adalah anak Kak Kenan? Bisa saja Vansh adalah anak dari laki-laki lain dalam kehidupan Olive."
"Tidak mungkin, aku adalah seorang Ibu yang memiliki perasaan yang kuat. Bahkan wajah Vansh dan Kenan kecil begitu mirip, mungkin inilah cara Tuhan memberitahu padaku atas semua kesalahan yang telah diperbuat anakku. Olivia, sungguh Tante tidak ingin apapun darimu, hanya ingin kau memperbolehkan Tante untuk tetap bisa menganggap Vansh sebagai cucu Tante dan memperbolehkan bertemu dengannya. Tante sudah begitu merindukan sosok seorang anak kecil dalam kehidupan Tante, tolong mengertilah perasaan Tante Olive," kata Gisa sambil tergugu.
Olivia lalu menggenggam tangan Gisa. "Tentu, karena Vansh adalah cucu Tante, dia darah daging Kenan, Tante bisa menemui dia kapanpun Tante mau."
Wajah sedih Gisa berubah penuh kebahagiaan mendengar kata-kata Olivia. "Benarkah itu Olive? Jadi benar kan Vansh adalah anak kandung Kenan."
"Ya, tapi tolong rahasiakan ini untuk sementara waktu dari keluarga Olive, terutama Calista."
"Baik Olive," kata Gisa lalu memeluk Olivia.
Disalah satu pojok cafe, tampak Calista memperhatikan gerak-gerik Gisa dan Olivia.
ta vote Thor ✌️
bagus Thor perubahan karakter nya dari sangat jahat tidak selamanya menjadi penjahat 👍🌹
aku suka itu.....
jadi kesal