Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.
Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.
Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?
Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghindar
Zahraa.. Teriak rena yang berlari kearahnya dan membuat Zahra menghentikan langkahnya. Rena terlihat seperti sedang buru buru saat ini. Benar sekali. ia sedang terburu buru mengejar kelas lain. Namun ia sebelum itu ia ingin Zahra membantu nya satu hal..
"Apaan sih lo Ren ? Teriak teriak gitu gue denger kali." Ketusnya
"Hehe, sorry Ra." Jawab nya dengan nafas yang tersenggal sengal.. "Gini loh, gue buru buru ni ada kelas kain. Tolongin gue ya, pleaseee !!! Lo ke perpus kembalikan buku Novel yang gue pinjem, hari ini deadline nya ni. Dan lo bawa kartu tanda mahasiswa gue, dan lo pura pura jadi gue bentar. Tolong iya." Lanjutnya..
"Ihh, nggak mau gue. Ntar ketahuan kalau gue bukan lo gimana ?" Tanya Zahra..
"Nggak bakalan. lo tenang aja. pliss tolongin gue ya."
Rena memberikan buku dan kartu tanda mahasiswa nya sambil berlari dengan cepat meninggal kan Zahra..
"Anak ini ada ada saja dia." Ketusnya nya kesal..
Pelan pelan Zahra melangkah masuk kedalam perpustakaan itu, ia melirik kek kiri dan kenan, terlihat banyak sekali meja yang kosong hari ini. Tak seperti biasanya yang selalu penuh dengan mahasiswi/mahasiswa. Mungkin mereka sedang ada kelas pikirnya..
Setelah ia memngembalikan buka Rena, lalu ia mendatangi rak buku, tentu saja rak buku Novel. karena ia sangat senang membaca Novel. ia sibuk mencari cari buku yang menarik untuk ia baca. Saat sedang memilih milih buka ia mendengar suara lekaki yang sangat familiar itu sedang berbicara dengan salah seorang staff perpus. Dan Benar, saat ia menyadari bahwa orang itu adalah pak Zaidan, dengan spontan ia segera mengambil buku bukul Novel tersebut dengan asalan dan langsung pergi ke Meja yang paling belakang hingga tak terlihat oleh nya mau pun karyawan karena tetutup oleh dinding..
Namun ternyata pak Zaidan menyadari keberadaan Zahra didalam perpus, karena saat ia berlari menuju ke meja pak Zaidan melihat nya sambil tersenyum..
"Ya ampun. kenapa dia juga disini sih. kemana2 ketemu dia. Dasar seperti penguntit saja". Batinya..
***
Tiba tiba laki laki itu datang menghampiri dan duduk tepat di hadapan Zahra. ia sangat kaget karena orang yang baru saja ia sebut tiba tiba berada tepat di depannya ini..
"Tidak ada kelas hari ini ?" Tanya nya dengan muka yang datar..
"hah.. Ehh,, nggak. udah selesai !! Maaf pak saya pergi dulu ada urusan." Jawab nya yang tiba tiba bangun dan beranjak dari situ..
"Kamu sengaja menghindariku ya ? Setelah kejadian saat di kantin kamarin ia tampak selalu menghindar saat bertemu denganku, Bahkan sama sekali fidak lagi melihat kearahku." Batin nya dan melihat Zahra pergi..
"huh !! Kenapa aku bersikap seperti ini padanya, pasti ia mengira aku aneh dan sangat tidak sopan terhadap nya. Ah lupakan saja, aku kan cuma nggak pengen liat dia". Batin nya.
***
Esok hari nya, ada kelas bahasa inggiris. ia sangat malas dengan mata kuliah ini, karena sama sekali tidak menguasainya. Setiap selesai diberikan penjelasan, untuk menutup kelas nya Bu Lilis selalu menyuruh mereka menghafal kosa kata 50 kata setiap pertemuan. untung saja kali ini bukan ia yang di panggil oleh bu Lilis..
"Nah seperti biasa nya setelah selesai memberi materi. ibu akan memanggil acak kalian untuk hafalan kosa kata ya. Hari ini Nomor absen 18. silahkan kedepan.."
**Deg..deg..
Ternyata Azizah yang dipanggil. Dan azizah sedikit gugup karna yang ia hafal belum sampai 50..
Baru sekitar 40an tiba tiba Azizah berhenti dan tidak melanjutkan..
"Buu... maaf !! saya lupa." Ucap Azizah yang sedang menggaruk kepalanya..
"Tidak apa apa. kamu sudah berusaha. tapi lain kali jangan sampe lupa lagi ya.." Balas bu Lilis..
"Baik bu.." sahut Azizah
**Kelas hari ini pun selesai.
Beberapa hari ini Zahra selalu menghindari bila bertemu dengan dosen dinginnya. ia sendiri merasa aneh kenapa bisa ia seperti itu.
Setelah melewati hari hari yang melelahkan karena ia terus menghindar diri sesorang akhir nya ia tenang karena akan pulang. Hari ini ia tidak pulang bersama Rena karena hari ini sudah dijemput oleh bang Rizal.
"Kamu kenapa Dek ? kok bete gitu sih ?" tanya Rizal..
"hm, nggak kenapa kenapa Bang. mungkin capek aja kali." Balasnya nya..
Tiba tiba suasana mulai hening. Zahra mengambil ponsel nya dan menyambungkan Bluethooth ponsel nya dan memutar sebuah lagu dan menyandarkan kembali punggungnya...
***
Pernah aku jatuh hati
Padamu sepenuh hati
Hidup pun akan kuberi
Apapun kan ku lalui
Tapi tak pernah ku bermimpi
Kau tinggalkan aku pergi
Tanpa tahu rasa ini
Ingin rasa ku membenci
Tiba tiba kamu datang
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku
Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura pura lupa
Ohhh ohhhhh ohhhh
Tiba tiba kamu datang
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku
Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia…
***
Rizal masih terdiam dan memperhatikan adiknya nya ini. Namun itulah sebuah lagu yang menemani mereka di tengah tengah keheningan itu..
Rizal mengira bahwa adiknya nya ini seperti sedang patah hati, dari lagu yang di putarnya. apakah adiknya ini sudah jatuh cinta pikirnya. Namun ia tidak ingin ikut campur akan masalah pribadinya ini.
***
Tidak tau apa gerangan malam hari ini, saat Zahra sedang membaca buku. ia melihat ponsel nya yang tiba tiba menyala.
Kemudian Zahra mengambil dan membukanya, karena ia menyadari bahwa ada pesan ya masuk. pasti grup kelas pikirnya. Bukan, tepatnya pesan itu dikirim oleh Dosen Dingin ! iya, nama itulah yang tertera di notification nya..
"Dosen Dingin : Tolong jangan salah paham dan bisakah untuk tidak menghindar bila bertemu saya ?"
"what ??" Spontan Zahra kaget membaca pesan nya..
"Ada apa dengan laki laki ini, kenapa tiba tiba mengirimkan ku pesan seperti ini ? apakah aku harus membalasnya atau hanya membacanya saja ?" Ucapnya..
Akhir nya setelah memikirkan nya, ia memutuskan untuk membalas nya saja. karena adalah dosen nya sangat tidak sopan rasanya jika ia tidak membalas nya..
"Zahra : Maaf pak, saya tidak mengerti dengan yang bapak maksud ? Dan saya juga tidak menghindari bapak, hanya saja cukup tidak pantas jika saya duduk dan berbicara dengan bapak apalagi dilingkungan kampus. saya mahasiswa dan bapak adalah seorang dosen bukan kah tidak baik bila membicarakan hal2 pribadi. Maaf bukan saya lancang. Tapi saya juga ingin menegaskan agar bapak tidak salah paham terhadap saya.."
Setelah itu tak ada lagi balasan. laki laki itu hanya membaca nya saja. membuat Zahra kesal saja..
"Aarrggghh.. Sangat menjengkelkan. ingin rasanya ku tarik kembali pesan itu, tapi sayang sudah tidak bisa. huh, bisa bisa nya dia tidak membalas lagi pesan ku. aku sudah mengetik panjang lebar namun dia hanya membaca nya saja. kurang ajar". Zahra mengumpat sejadi jadinya karena sangat kesal...