Sarah terpaksa menikah dengan pria kaya tak lain sahabat mantan kekasihnya,ia terpaksa menikah untuk menyelamatkan perusahaan yang sudah dibangun kedua orangtuanya.
Pria tersebut bernama Tio Mahendraya ia menikahi Sarah hanya untuk membalaskan dendam padahal hanya kesalahpahaman.
"Apa ayahmu sudah bercerita semuanya?"
"Sudah ! apa tidak ada cara lain selain menikah dengan anda?"
"Ada."
"Apa itu?"
"Jika ayahmu mampu melunasi utang tersebut selama tiga bulan,saya tidak akan menikahimu!"
Selain Tio ada sesosok wanita bernama Mayang ia merupakan adik Tio yang juga membenci Sarah ia memfitnah dan berusaha membuat Tio membenci Sarah.
Akankah usaha Mayang memisahkan Sarah dan Tio berhasil?atau justru membuat Tio dan Mayang menyesal?
Ada juga kisah sekretaris cantik Tio yang direbut dua pria tampan. Bagaimana kisahnya?Siapa yang dipilihnya menjadi suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap
"Tuan, apa sebaiknya kita perlu menyelidiki pria yang bersama Nona Sarah beberapa hari lalu?"ucap Seno berusaha mencari keadilan untuk Sarah.
"Untuk apa?"tanya Tio serius.
"Biar Tuan tau , Nona bersalah atau tidak."
"Aku melihat dengan mataku dia berada satu kamar dengan pria itu!"Tio berucap penuh amarah jika mengingat kejadian itu.
"Tapi Tuan, bagaimana Nona Sarah bisa bertemu dengan pria itu sedangkan telepon genggamnya ada bersama anda,"ujar Seno menjelaskan.
Tio berpikir sejenak dan berkata,"Tapi bisa jadi mereka sebelumnya sudah kenal dan kebetulan bertemu disitu."
"Saya tidak yakin Nona Sarah sehina itu!"ucap Seno membela nonanya.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?"Tio penasaran.
"Info terakhir yang saya dapatkan Nona Sarah hanya dekat dengan Tuan Miko dan Wisnu sekretaris Papanya."
Tio semakin penasaran apa benar Sarah difitnah,"Selidiki lelaki itu!"perintahnya pada Seno.
Mayang yang mendengarnya terlihat bingung dan ketakutan. Seno yang berpapasan dengan Mayang di pintu ruang kerja menatap dengan tatapan membunuh. Malam kejadian Sarah dipulangkan ia dihampiri oleh Seno,"Saya tau anda terlibat juga dalam masalah ini."
"Mayang,ngapain kamu disitu?"panggilan Tio menghampiri langkahnya.
"Hmm...aku ingin ajak Kakak makan malam,"ucapnya.
"Kakak akan segera turun, Kakak ingin tanya sesuatu padamu .Apa kamu mengenal pria yang bersama Sarah?"
"Mayang tidak kenal, Kak."
"Lalu kenapa Sarah bilang kalau pria itu teman kamu!"
"Mana mungkin Mayang berbohong Kak, percaya deh sama aku!"Mayang berusaha tetap santai walau rasa takut menghantuinya.
"Kakak berharap kamu tidak berbohong!"ucap Tio dengan tegas. Mayang pun pergi meninggalkan ruangan kerja kakaknya.
Tio teringat dengan telepon genggamnya Sarah selama tiga bulan gawai tersebut tidak disentuh hingga membuat baterainya abis ia pun mengisi daya baterai. Daya baterai mulai terisi tampak layar depan foto bersama Sarah,papa dan adik laki-lakinya. Beruntung gawainya tidak memakai kata sandi,ia mulai menelusuri pesan yang masuk terakhir sebelum mereka menikah dari papanya tidak ada kontak yang mencurigakan semua nama keluarga. Lalu ia menelusuri galeri foto semua foto bersama orangtuanya,keluarga besarnya, berbagai foto desain baju dan temannya. Ada satu foto yang mengalihkan matanya,foto bersama dengan Miko yang diambil empat tahun yang lalu . Foto yang dimana Sarah begitu tampak bahagia memegang kue ulang tahunnya disampingnya ada Miko.
"Apa dia tidak seburuk itu?"gumamnya.
...****************...
"Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang pria itu?"tanya Tio tak sabaran.
"Sepertinya pria itu tidak dikota ini!"ujar Seno.
"Kamu sudah periksa CCTV kafe tempat mereka bertemu?"
"CCTV di kafe rusak Tuan dan CCTV toko didepan kafe tidak terlalu jelas merekam."
" Terus lanjutkan mencari info pria itu!"
Tak lama kemudian utusan dari papa Setya datang ia menemui Tio ia menyerahkan uang sisa utang dan sertifikat rumah.
"Jadi uang ini hasil penjualan mobil?"tanya Tio memegang amplop coklat berisi uang ratusan juta.
"Iya Tuan,ini juga sertifikat rumah beliau tidak sempat menjual rumah ini jadi semua diserahkan kepada anda."
Utusan Papa Setya pergi,Tio menghela nafasnya dan memijit pangkal hidungnya."Mereka sampai menjual semuanya,"gumamnya.
Papa Setya terpaksa menjual semua aset untuk menutupi utang mereka,adik Sarah sudah mengetahui semuanya ia ingin pulang tapi papa Setya melarangnya dan untuk biaya sekolah adiknya Sarah masih memiliki tabungan dan masih ada keluarga juga yang ada diluar negeri tempat adiknya menimba ilmu.
Tiga minggu sudah berlalu setelah kejadian itu,Tio masih bersikap dingin dan pemarah. Pria itu juga belum diketahui. Sarah dan keluarganya menghilang.
Ada rasa sesal didalam hatinya.
Tepat hari ke dua puluh dua pria itu ditemukan ia berada disebuah kota kecil, suruhan Seno berhasil menahannya dan mengancamnya. Dia terkejut saat mendengar nama yang menyuruhnya,ia sempat curiga dengan wanita itu.
"Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkannya?"tanya Tio
"Saya sudah dapatkan info tentang pria itu,dia melakukannya karena dibayar oleh Nona Mayang."
"Apa?Mayang?"Tio terkejut mendengarnya. Tega Mayang memfitnah Sarah.
Tio menginterogasi Mayang dirumah dan mendatangkan langsung Agnes dan pria itu. Mayang terkejut melihat kedatangan pria itu dan temannya.
"Jelaskan pada Kakak semuanya!"bentak Tio.
"Jelaskan apa Kak?"Mayang pura pura tidak tau.
"Kamu mau mereka yang jelasin!"Tio melirik Agnes dan pria disampingnya yang masih menunduk.
"Mayang yang lakukan ini semua!"ia berucap dengan bibir bergetar.
"Tinggalkan kami berdua!"ucap Tio.
Agnes, Seno dan pria itu keluar meninggalkan kakak beradik.
"Mayang gak suka dengan dia,Miko lebih memilih dia daripada aku dan sekarang Kakak juga sudah mencintainya!"Mayang berucap sambil menangis.
"Tapi kamu tidak harus memfitnahnya!"geram Tio
"Dengan cara ini aku bisa membuat Kakak membencinya dan menjauhinya ternyata usaha ku berhasil,"ucapnya tersenyum kecut.
Tio menghela nafas panjang."Usahamu berhasil,Sarah sudah menghilang dan asal kamu tau Sarah dan Miko saling mencintai karena ketidaktahuan Sarah tentang penyakit di derita Miko. Dia berpikir Miko ke luar negeri untuk menjauhinya tapi untuk berobat. Sarah benar benar menyesal tidak ada di saat terakhirnya."
Mayang terdiam mendengar penjelasan kakaknya,
Tio mendapat kabar itu semua dari Wisnu saat ia menemuinya. Wisnu menjelaskan saat kepergian Sarah ke luar negeri Miko datang tapi Wisnu menghalanginya dan mengatakan jika Sarah akan lama menetap disana, padahal ia hanya ke luar negeri beberapa bulan,Sarah juga berpikir Miko selingkuh padahal ia sedang berkomunikasi dengan dokter pribadinya. Karena Sarah menjauh, penyakit yang diderita Miko semakin parah. Semenjak tau Miko pergi untuk selamanya Sarah belum mau membuka pintu hatinya.
Mayang terus menangis mendengar cerita kakaknya,ada perasaan menyesal karena ia melihat kakaknya begitu terpukul ditinggalkan Sarah.
"Kakak ,maafkan aku!"Mayang memeluk Tio.
"Harusnya kamu minta maaf pada Sarah!"
"Kita harus cari dia sama-sama!'Mayang menghapus air matanya.
...****************...
Sarah memilih tinggal di kota kelahiran mamanya ,dikota ini dia awal bertemu dengan Miko.
Saat itu Miko mengendarai motor sedang menunggu mamanya di depan salah satu rumah sakit,Sarah yang baru keluar mengunjungi teman yang sakit terburu buru karena harus pulang. Ia menaiki motor Miko tanpa bertanya ia menepuk pundak Miko,"Cepat tolong antarkan saya !"
"Tapi saya bukan ojek!"jawab Miko.
"Udah deh tolong ntar saya bayar lebih,gak keburu harus mencari ojek lagi!"
" Tidak mau!'Miko bersikeras
Sarah memasang cemberutnya,ia berjalan ke halte menunggu bus baterai teleponnya abis ia bolak balik melihat arloji ditangannya. Miko yang melihatnya menghampirinya,"Ayo, saya antar!"
Sarah tersenyum senang ia menaiki motor yang dikendarai Miko,"Terima kasih ya."
Miko hanya diam dan cuek.
Sarah menunjuk rumahnya tak butuh waktu sepuluh menit untuk sampai dirumah."Sekali lagi terima kasih ,"Sarah berucap dan memberi beberapa lembar uang.
Miko menolaknya,"Tidak usah bayar!"
"Tapi kamu kan sudah antar saya, bagaimana dengan coklat ini?"Sarah menyodorkan dua batang coklat ukuran kecil pada Miko.
Miko menatap Sarah yang tersenyum padanya.
"Ayo ,ambil!" ucap Sarah.
Miko mengambil coklat pemberian Sarah dan berkata,"Terima kasih!"
"Harusnya aku yang berterima kasih,"ucap Sarah tersenyum.
Lamunan Sarah terhenti saat papa memanggil namanya untuk masuk kedalam rumah, rumah yang mereka tempati merupakan rumah peninggalan orang tua mama kandungnya neneknya meninggal empat tahun yang lalu. Jadi selama ini yang rutin mengunjungi rumah ini adalah papanya dan adiknya.
"Nak,kita tinggal disini ya kamu tidak masalahkan?" papa berucap dengan mata berkaca.
"Ini kan rumah Mama juga jadi Sarah senang tinggal disini!'Sarah berusaha menghibur papanya.
"Kita mulai dari awal disini Papa akan mencari pekerjaan,"ujar Papa begitu semangat.
"Sarah yang akan bekerja, Papa tetap dirumah. Papa bisa buka usaha kecil-kecilan saja dan Sarah yang bekerja di luar."
Tio terus mencari ia mendatangi rumah beberapa kerabat Sarah tapi hasilnya nihil seluruh keluarga besar mereka menutup mulutnya tidak memberitahu keberadaan Sarah dan papanya.
Tio menyesali semuanya,ia mengembalikan Sarah dan memaksa papanya membayar utang.
"Jika suatu saat kita bertemu,apa kamu bisa memaafkan ku?"gumam Tio.
maaf baru mampir lgi thor
Sambil menunggu, kalian bisa baca karyaku lainnya 'Melupakan Sang Mantan'.
Selamat Membaca..
Terima kasih..
mampir jgdi cinta untuk ara & bukalah hatimu untukku ya...
ttp smangat....
hp nya lowbet,
besok aku mampir lagi
salam dari story'About Of Tiara