NovelToon NovelToon
Cinta Beda Keyakinan

Cinta Beda Keyakinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / Tamat
Popularitas:85.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nai

Menjalin hubungan dengan beda keyakinan tak membuat rasa cinta gadis bernama Tamara Adisti berkurang sedikitpun.
Namun saat Tara membulatkan tekad untuk berhijrah, ia terpaksa harus memutuskan tali cinta yang telah membuncah dihati mereka.

Vano yang sudah terperosok ke dalam lubang cinta dengan sosok gadis sederhana bernama Tara itu tak terima akan keputusan yang Tara berikan atas putusnya hubungan mereka.

"Dua tahun bukan waktu yang sebentar, Tar! Jalan yang kita lalui untuk kita bisa bersama seperti sekarang ini juga tidaklah mudah. Kenapa kamu seperti ini? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kamu tidak akan mempermasalahkan keyakinan kita yang berbeda. Terus kenapa sekarang kamu menyerah hanya karena keyakinan? Apakah sepenting itu, Tar. Sampai kamu rela mengorbankan cinta kita!"

Bagaimanakah kisah kedua remaja labil itu?
Mari ikuti kisahnya....

(MASIH DALAM TAHAP REVISI)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7

Hari hari kian berganti, seorang gadis cantik berambut hitam pekat panjang nampak disibukkan oleh pekerjaannya, menghitung stok rokok yang ada dibelakang rak kasir.

"Mba ... Hello." Suara seorang pria berhasil membuat gadis itu menoleh dan menghentikan pekerjaannya. "Mau bayar dong," sambungnya kemudian.

Jari lincah yang bermain diatas keyboard komputer menunjukkan jika gadis itu telah akrab dengan benda yang ada didepannya.

Setelah menyelesaikan tugasnya melayani transaksi pembayaran, gadis itu hendak melanjutkan kembali menghitung stok barang, namun kembali terurungkan karena terlihat seorang pria yang hendak menghampiri posisinya.

"Makin cantik aja sih kamu, Tar," puji customer pria itu.

Tara memutar bola matanya jengah. "Payment lagi nih?" Pria itu mengiyakan.

Sudah dua bulan ini Tara bekerja diperusahaan retail terbesar di Indonesia. Mini market berukuran hampir sama dengan rumah kontrakan keluarganya kini menjadi rumah kedua Tara.

Lagi-lagi Tara harus berhenti dari tempat kerja sebelumnya dengan alasan 'tidak nyaman' dan 'tidak cocok' dengan pekerjaannya yang mengharuskannya merangkup menjadi waiters disela job desk utamanya, kasir. Bahkan Tara pernah menumpahkan minuman kepada customernya. Jujur, Tara tidak ada pasion dibidang itu.

Dengan kecantikan dan otak yang lumayan, tidak kesulitan bagi Tara untuk mendapatkan pekerjaan baru. Seakan semua serba mudah, membuat Tara merasa bebas untuk berpindah kerja dari satu tempat ke tempat lain.

"Eh, ada Bang Saka. Payment lagi nih bang?" tanya salah satu partner kerja Tara bernama Nuno.

Orang yang disebut Saka itu memang pelanggan tetap mini market tempat Tara kerja. Ia memiliki bisnis online yang mengharuskannya melakukan transaksi via Indoapril.

Setelah bicara panjang lebar karena tidak ada customer lain, Saka tiba-tiba meminta akun sosmed Nuno. Setelah itu, dengan ragu ia meminta akun sosmed Tara juga. Entahlah, tapi Tara rasa Saka memang ingin meminta akunnya, hanya saja ia menjadikan Nuno sebagai sampul agar tidak dikecengin karena ketahuan modus kepada Tara. Tara memang sepeka itu. Em ... Atau terlalu percaya diri hahaha.

Setelah langit menggelap, mini market menjadi lebih ramai hingga membuat Tara tak sempat hanya untuk meluruskan kakinya yang pegal barang sejenak.

Seorang pria tampan yang ada ditengah antrian untuk membayar belanjaan kini memicingkan matanya saat melihat Tara.

Dia adalah Devano Aditya. Vano selama dua bulan belakangan ini dibuat bingung dengan tingkahnya sendiri yang aneh bin ajaib.

Satu bulan setelah insiden tabrakan itu, Vano lebih sering makan siang atau sekedar diner bersama Deska di resto Jepang tempat dimana Tara bekerja. Jarak antara resto itu dengan cafe senorita tidaklah dekat. Sedangkan dari rumahnya sendiri masih bisa dibilang dekat. Entah makanan atau orang yang dicarinya hanya dia sendiri yang tahu.

Dan selama itu juga Vano tidak pernah melihat Tara lagi di resto Jepang itu. Terakhir ia bertemu gadis itu satu minggu setelah insiden Vano menabrak Tara, saat dimana ia menemani Deska ke bioskop dan tidak sengaja melihat Tara bersama dua teman pria dan satu teman wanitanya berada diantrian tiket bioskop. Dan saat itu penampilan Tara sangat berbeda dari yang biasa ia lihat. Lebih manis! Dan pakaiannya .....

Hari ini semuanya terjawab. Ternyata gadis itu telah bekerja di tempat lain, di mini market langganan Mamanya membeli ice cream dan nuget. Dan sepertinya, mulai saat ini Vano akan menjadi kurir pribadi sang Mama.

Wait? Sepertinya ada yang salah! Kenapa dia jadi antusias begini!

Sejak kapan Vano memikirkan wanita? Bukankah dia telah berjanji untuk menjauh dari para wanita setelah kejadian tiga tahun silam.

Vano menggelengkan kepalanya saat menyadari apa yang sedang ia fikirkan. Memikirkan gadis yang telah ditabraknya? Gadis yang berbeda dengannya!

"Silahkan mas." Suara seorang pria yang berada dibalik mesin kasir sebelah kiri berniat meraih barang belanjaan Vano.

Namun tingkahnya kali ini membuat dirinya semakin bertambah bingung, karena secepat kilat Vano berjalan menuju kasir sebelah kanan, tempat dimana Tara bertugas.

"Eh ... Lo yang pernah nabrak gue waktu itu 'kan?" Sungguh pertemuan yang menyebalkan. Kenapa harus kejadian buruk yang diingatnya? Apa tidak bisa mengingat yang baik-baik saja, seperti contohnya ia yang sudah dua kali menolong gadis itu tanpa pamrih?!

Beberapa kali Vano berkunjung ke mini market itu pun, Tara selalu mengungkit kejadian menyebalkan itu, seperti halnya hari ini.

"Eh, lo lagi."

"Kenal, Tar?" tanya Ayu partner kerjanya.

"Iya mba, mas ini pernah nabrak Tara dulu," tuturnya membuat Vano lagi-lagi harus meradang.

Begitulah seterusnya setiap Vano belanja kesana, Tara selalu membahas kejadian itu.

"Gue punya nama. Jangan panggil gue 'mas yang nabrak gue' gitu." Ia mulai jengah tiap kali Tara berkata pasti akan mengatakan ...... "Mas yang nabrak gue ini, tiap kesini yang di beli kenapa ice cream terus sih, padahal yang dijual kan banyak."

"Trus namanya siapa?" Tara jelas menahan tawa, sepertinya gadis itu sedang meledeknya.

"Devano Aditya," jawabnya datar.

"Eh, Tar bilang aja kalo lo mau kenalan sama mas ganteng ini. Sok sokan tanya nama segala," pekik seorang rekannya bernama Novri yang terkenal selengean.

"Usaha Pak, kali aja jodoh haha," ujarnya bercanda. Sedangkan yang dibercandain merasa aneh dengan dirinya yang sepertinya sangat senang dengan candaan Tara.

"Iiss, gue kenapa sih," batin Vano.

Ia buru-buru meninggalkan mini market itu sebelum sesuatu yang tak diinginkannya terjadi. Seperti yang sedang terjadi didalam mobil saat ini, Vano sedang tersenyum tipis mengingat candaan Tara. 'Usaha Pak, kali aja jodoh haha.'

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

Malam ini Tara telah siap dengan pakain santainya untuk mendatangi konser musik dipusat kota. Ia pergi bersama Rena dan Reni. Mereka bukan saudara kembar, hanya saja nama mereka yang tidak sengaja mirip. Mungkin dulu orang tua mereka sahabatan dan memutuskan hal demikian, fikir Tara.

Satu jam pertama Tara sangat menikmati konser, apalagi malam itu sedang kedatangan band musik favoritenya masa SMA. Avenged Sevenfold. Tara menyukai band metal sejak awal masuk sekolah menengah atas. Band favorite pada masanya itu telah ia saksikan penampilannya secara langsung dengan hati bahagia. Dan untuk saat ini favorite nya berubah lagi menjadi penyanyi wanita solo kelahiran LA, Taylor Swift. Entah kapan ia bisa melihat langsung Taylor konser. Pasti akan sangat menyenangkan lebih dari hari ini, fikirnya membayangkan hal menyenangkan sembari tersenyum.

Namun keceriaannya luntur di satu jam kedua. Matanya mulai berkunang, rasanya ia tak kuat berdiri menahan berat tubuhnya.

Tara jongkok untuk menghilangkan rasa pusing dikepala. Merasa mendingan, Tara segera mengambil langkah panjang kebelakang untuk mencari tempat yang sedikit senggang.

Ia kadang berhenti sejenak untuk jongkok, berpura-pura membenarkan tali sepatu, saat merasakan penglihatannya kunang kembali karena hentakan musik yang semakin malam semakin menjadi, lalu melanjutkan langkahnya menuju belakang kerumunan. Ia mencari tempat yang bisa dijadikannya untuk bersandar.

Tara sering kali mengalami fertigo saat kebanyakan berputar, terlalu lama dibawah terik matahari atau semacamnya. Namun ia tak menyangka jika hal semacam ini akan membuat fertigonya kambuh. Bukankah ia telah terbiasa dengan musik kencang jika sedang menggunakan headset dirumah. Apakah berbeda?

Tara menyandarkan kepalanya dipagar pembatas. Beberapa menit kemudian ia teringat dengan Reni dan Rena. Dengan segera Tara mengirim pesan kepada mereka melalui aplikasi whatsapp agar kedua temannya itu tidak panik karena kehilangannya. Haha seperti anak kecil saja.

Setelah mengirim pesan, Tara hendak membuka akun instagram pribadinya, namun botol air mineral yang berada diatas ponselnya membuatnya harus mendongak dan menyimpan ponsel kembali kedalam tas.

"Kalau ga bisa dengan musik kencang, kanapa datang kesini?"

Tara memandang pria disebelahnya. Entah kebetulan atau memang direncanakan, Vano tiba-tiba telah berada dihadapannya dengan memberikan botol mineral yang masih bersegel padanya.

"Lo ngikutin gue ya?" telisik Tara.

"Kalo iya kenapa?" Vano cekikikan melihat Tara melotot padanya. 

"Bisa ketawa juga nih cowok," batin Tara.

"Gue nemenin adik gue, tuh orangnya," tunjuk Vano pada gadis bertubuh mungil tak jauh dari mereka.

"Lo ngajak anak kecil ke tempat begini?" tanya Tara dengan wajah terkejut.

Vano memandang adiknya yang sedang tertawa bersama teman lelaki Vano. Tak berniat menjawab pertanyaan Tara, ia mengalihkan dengan menanyakan beberapa pertanyaan klise seperti, "Lo pindah kerja?"

Awalnya Tara enggan menanggapi ocehan pria ini. Tapi setelah berbincang lebih lama, ternyata Vano sangat berbeda dari apa yang ia nilai selama beberapa kali pertemuan mereka. Kesan pertamanya setelah perbincangan malam ini untuk Vano ialah seru. Ya, hanya seru sebagai teman ngobrol.

Malam semakin larut, Tara tidak pulang kerumahnya melainkan ke kosan Rena bersama Reni. Mereka akan bergadang karena besok jadwal libur mereka yang telah direncanakan dari seminggu lalu.

Tara kembali mengingat perbincangannya bersama Vano tadi. Ia merasa menemukan teman ngobrol yang asik selain ... Amir. Tapi sebelum fikiran Tara kemana-mana, ia menggelengkan kepalanya lalu pergi tidur. Semoga besok fikiran anehnya telah hilang bersama bayang-bayang wajah Vano yang tertawa tiap kali membicarakan hal lucu semalam.

.

.

Halo semua..

Terimakasih yang sudah stay sampai sini menemani Tara dan Vano.

Mohon dukungannya berupa Like, Komen, atau Vote, untuk karya Nai yang satu ini ya..

Koniciwa😘💕

1
Bukhori Muslim
keren
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
ENDING YG MMBAHAGIAKN... SMOGA MEREKA SAMAWA DI DUNIA HALUNYA, DN SAMAWA JUGA BUAT YG PRNH ALAMI SPRTI YG DI NOVEL INI..
Sulaiman Efendy
KULIAH JUGA NGGK JAMIN DPT PKERJAAN, BNYK TU SARJANA2 PENGANGGURAN..
Sulaiman Efendy
LO HRSNYA NGERTI SBAGAI UMAT MUSLIM, HARAM WANITA BRSUAMI MNJALIN HUBUNGN, MSKI HNY PRTEMANN DGN LAKI2 YG BKN MAHRAMNYA, KRN UNTUK MNGHINDARI FITNAH, APALAGI LKI2 TRSEBUT MNYUKAI SI WANITA..
Sulaiman Efendy
UDH DIINGATKN DESKA, MSH NGEYEL,, KN DESKA UDH BILANG LO PSTI AKN KECEWA DAN SAKIT HATI..
Sulaiman Efendy
KURANG AJAR SI RAKA, CURI START, SEMOGA TARA MNOLAK LMARAN RAKA
Sulaiman Efendy
KERENNN ABISS DI DESKA YG POSESSIF KE CALON KK IPARNYA SI TARA, RAKA YG GELAGATNYA MMG MNYUKAI TARA, LGSUNG DI SKAK DESKA
Sulaiman Efendy
BAGUS DESKA,, HRSNYA RAKA LBH FAHAM KLO LKI2 TDK BOLEH DUDUK BRDEKATAN DGN WANITA YG BKN MAHRAMNYA
Sulaiman Efendy
ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA DESKA JUGA MNDAPATKN HIDAYAH ..
Sulaiman Efendy
BARAKALLAH,, SEMOGA VANO ISTIWOMAH KRN ALLAH, BKN KRN MNGHARAPKN PNGAKUAN MANUSIA, BKN KRN MNGHARAP CINTA MNUSIA, TTPI MURNI LILLAHI TA'ALAA
Sulaiman Efendy
PASTI SI RAKA, SEMOGA TARA TDK MNERIMA RAKA, KRN KYKNYA RAKA SKA MA TARA
Sulaiman Efendy
SIAPA BILANG VANO BSA MLUPAKAN LO, KLO BSA LO PRGI LGI YG JAUH, BILA PERLU KE JOGYA TEMPAT RENA..
Sulaiman Efendy
SKRG HMBATAN TK ADA BUAT VANO UNTUK PINDAH KYAKINAN.. KRN KDUA ORTU NYA SDH MNINGGAL,, TINGGAL KMNTAPAN HATI DN NIATNYA..
Sulaiman Efendy
SEMOGA LEWAT BG MALIK SUAMI FANI, VANO DPT HIDAYAH, DN MAU BLAJAR ISLAM SUNGGUH2, BKN KRN INGIN BSA NIKAH SAMA TARA, TPI KRN ALLAH, DN MNCINTAI JUGA KRN ALLAH...
Sulaiman Efendy
YAA LO JELASIN MASALAH SYARIAT ISLAM, BHWA LO TDK BSA MMAINKN AQIDAH LOO..
Sulaiman Efendy
HRSNYA LO OMONGIN KE VANO, KLO MMG DIA SERIUS KE ELO, TTG VANO UNTUK IKUT KYAKINAN LO, JLSKN KE VANO TTG SYARIAT ISLAM,, LO LIAT, SERIUS GK DY.. JGN SAMPE LO BRBUAT SEMI ZINAH DGN DIPEGANG2 & DIPELUK2 VANO
Sulaiman Efendy
BLM MAHROM KNP MAU DIPELUK2, LO KN SKRG PKE HIJAB, HRSNYA LO KSIH PNGERTIAN KE VANO, BHWA WANITA MUSLIM TDK BOLEH DISENTUH APALAGI DIPELUK2 LKI2 YG BKN MAHRAMNYA..
Sulaiman Efendy
LO KAN UDH SERING IKUT TAUSIYAH, DN LO UDH TTG SYARIAT ISLAM, BHWA WANITA MUSLIM ITU HRS NIKAH DENGN IJAB QABUL DN ADA WALINYA, KLO LO NIKAH DI CATATAN SIPIL, LO NIKAH TNP IJAB QABUL, TNPA WALI, HNY SAH DIHUKUM NEGARA, TNP HARAM DI MATA ALLAH... KONSEKUENSINYA LO TAUKN, LO BRZINAH SEMUMUR HIDUP, INGAT, LKI2 ITU IMAM BUAT WANITA, GMN LO MAU JDIKN VANO IMAM LO, SDGKN VANO NON MUSLIM, HRSNYA LO SHOLAT ISTIKHARAH BUAT MINTA PTUNJUK SAMA ALLAH..
Sulaiman Efendy
LO GK TAKUT NANGGUNG DOSA LO FHAISAL, HRSNYA LO SETUJU DGN SYARAT SI VANO HRS IKUT KYAKINAN KALIAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!