Kisah cinta seorang Dokter dengan Tuan muda yang cacat.Valencia Putri Dokter spesialis Bedah umum yang ahli dalam bidangnya dipertemukan dengan Max Alexsander yang mengalami cacat akibat kecelakaan,sejak mengobati pasien nya membuat Valen memiliki rasa suka setelah dua bulan tugas nya selesai ada rasa tak rela dihatinya dan perasaan pun di pendamnya sendiri tapi begitu juga sebaliknya.
Mengalami kerinduan yang sama tapi mereka menepisnya hingga pada akhirnya perasaan itu terbalaskan lantaran pengusaha nomor dua menyukai Dokter Valen.
Aku cemburu melihatmu dengan laki laki lain karena aku mencintaimu...?
Namun,ada banyak konfilk yang menguji cinta mereka mulai dari mantan tunangan Max yang tak terima dan mencoba melakukan pembunuhan yang salah sasaran dan seorang Pria yang terobsesi kepada Valen sekaligus rival Max yang akan menjadikan Valen miliknya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya...?
Yuk mampir kenovel aku gaes jangan lupa like,like,koment tinggalkan jejak dan mohon dukungannya.
Follow ig.yutriatel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
Hallo gaes jangan lupa mampir... Like...like...like...dan koment,tinggal kan jejak...Mohon dukungannya.
follow ig.yutriatel
keesokkan harinya semua orang melakukan aktivitas masing masing tapi tidak dengan keluarga Valen yang masih betah memejamkan mata padahal sudah pukul tujuh pagi.Biasanya buk Lina akan membangunkan Valen dan ayah tapi tidak karena semalam pas selesai makan dan tragedi ikan goreng gosong,Valen mengatakan akan ada jadwal malam.
Hari ini Valen tidak masuk kerja dia sift malam,dan jam sembilan nanti mereka akan pergi kepantai sambil rekreasi seperti biasa,Mamanya tidak memasak karena setiap mereka akan pergi mereka akan makan diluar sambil kuliner ran,ayah Valen ambil cuti sehari. Karena ibu tidak masak alhasil ayah Hermawan mati kelaparan mana mungkin kan dia menunggu jam sembilan baru makan, dia mencoba membangunkan istrinya yang lagi polos dengan dibalut selimut motif bunga bunga,semalam jam satu pagi mereka bergulat sampai jam empat subuh baru selesai, meskipun usia ayah sudah mau tua tapi stamina masih ok.
"Buk ayah lapar nih" ucap nya kepada istrinya.
"Emmm" bukan nya bangun buk Lina malah merapatkan selimutnya dan tidur kembali karena kelelahan,ayah berdecak kesal lalu turun memakai kembali pakaian yang berserakan di lantai menuju dapur.Membuka lemari mengambil indomie sedap yang rasa kari ayam dua dan telur tidak tanggung tanggug tiga,alhasil dua mie kari ayam tambah telur tiga butir,alah mah itu ma perut karet,lalu memasak nya setelah masak ayah Hermawan menuangkannya dimangkok besar dan meletakkan di atas meja,tinggal mengambil sendok garpu dan makan.
Buk Lina yang mencium harum masakkan indomie, terbangun perutnya tiba tiba keroncongan memakai baju dan keluar,melihat ada mie di atas meja tapi tidak ada orang nya dia duduk sambil mencium aroma mie tersebut.Ayah yang balik dari dapur di buat terkejut atas kehadiran istrinya .
"Tadi disuruh bangun nggak mau sekarang giliran sudah masak baru bangun" gerutunya ayah balik lagi ambil sendok dan alhasil mereka makan berdua semangkok mie di pagi hari.Setelah makan mereka kembali kekamar dan mandi karena sebentar lagi mau otw.
Valen mengerjapkan matanya jam sudah 8:25 wib dia bangun,masuk kamar mandi dan siap siap,sedangkan ayah dan ibunya sudah siap.Ayah Hermawan memakai baju kasual kemeja berkerah dengan motif pohon kelapa lengkap dengan kecamata hitam sedangkan ibu Lina tidak memakai daster lagi dia memakai baju yang simple ,topi pantai dan kecamata yang kacanya warna navy.Mereka menunggu di ruangan televisi sambil nonton dan makan cemilan,Valen keluar dari kamar melihat ayah dan ibu nya sudah standbay.
"Yuhuuu...Siap holiday lets go" ucap nya. Mereka pun keluar tak lupa mengunci pintu rumah dan masuk dalam mobil.
🌸🌸🌸🌸
Rumah Sakit Internasioanal
Hari ini Max akan pulang kerumah nya,semenjak Serena datang kerumah sakit sifatnya mulai berubah dratis ,tempramen,udah dingin tambah dingin lagi.Nyonya Maria hanya mengehela napas atas sikap Max dia tidak mau disentuh lagi oleh siapapun termasuk Dokter kecuali Mamanya.Nyonya Maria sedang beres beres karena tidak diijinkan satupun yang masuk dalam ruangan VVIP kecuali Mamanya dan Papanya.
Asisten Dimas menyuruh pegawai rumah sakit untuk mengosongkan rumah sakit kalau ada keluarga pasien harus ke luar dulu kalau tidak masuk kedalam ruangan pasien karena hari ini Max akan pulang kerumah dan dia tidak mau ada satupun orang yang melihatnya termasuk paparazi dan begitu juga orang kerja di mansion Alexsander kecuali kepala Pelayan.
Setelah selesai, Dimas datang dan mengatakan bahwa mobil sudah siap dan segera membawa barang barang Nyonya nya masuk dibagasi ,dimobil Tuan Lucas sudah menunggu bersama dengan Lily yang bergelayut manja dilengan papanya.
"Sayang ayo kita pulang" ucap Nyonya Maria sambil mendorong kursi roda Max yang tidak terlalu susah karena serba canggih.Berjalan dikoridor rumah sakit yang sudah dikosongkan.
Setibanya,mereka masuk dalam mobil dan sudah tertutup semua barulah asisten Dimas menghubungi kepala rumah sakit untuk melakukan aktivitas kembali.
Didalam mobil "Lily menyapa kakaknya dan memeluk lengan kakaknya yang dibalas oleh Max dengan mengusap kepala adiknya tanpa bicara.
Empat puluh lima menit dijalan mereka pun tiba yang disambut Oleh kepala Pelayan yang membuka mobil membantu Tuan dan Nyonya nya.
"Selamat datang firumah kakak Max" ucap Lily sambil mencium pipi kakak lalu turun,Max hanya tersenyum sendu mulai sekarang dia akan menjadi tahanan dirumah tanpa berbuat apa apa.Mereka masuk dan menuju kamar Max untuk Max beristrahat.
"Sayang istrahatlah jangan pikirkan apa apa ya" ucap Mamanya sambil mengelus kepala anaknya. Max pun memejamkan mata nya dan tertidur,setelah anak nya sudah tidur dia keluar .Mereka mencoba menepatkan seorang Perawat untuk Max,yang akan datang kalau Max membutuhakan sesuatu dan akan menekan bel yang terhubung.
Sementara didalam mobil menuju kepantai mereka sedang asyik dangdutan sambil sesekali tertawa.
"Valen ibu sudah membawa bikini tadi, nanti ibu akan berenang" ucap buk Lina dengan suara keras lantaran suara musik .
"Apa...!" pekik ayah yang sedang menyetir sambil mematikan musik.
"Yah, kenapa dimatikan sih" kata Valen.
"Len apakah kamu tidak dengar ibu akan memakai bikini...?".
"Lalu" sambil menyatukan alisnya.
"Aduh disana banyak bule bule kesasar Len" ucap ayah mengebu gebu.
"Valen hanya mangguk mangguk sedangkan buk Lina sudah kesal dan dongkol".
"Jangan Coba coba pakai bakini" icap nya pada istrinya.
"Bikini yah...Bukan bakini" sambung Valen.
"Iya itu dia yang ayah bilang".
Setibanya mereka dipantai mereka turun sudah banyak tenda dan tempat santai sambil rebahan menikmati angin sepoi sepoi mereka pun berjalan ,banyak orang bule yang dibilang ayah tadi bule asli dan bule kesasar meskipun sinar matahari cerah bangat tapi tak membuat mereka panas,meraka duduk.
Seorang waister datang dan membawakan buku yang isinya menu makanan serta gambar nya.Memesan kesukaan mereka sambil menunggu mereka merebahkan diri dengan dikursi santai.
Sesudah pesanan datang ,makan dan menunggu beberapa saat mereka pun mencoba berbagai permainan sampai puas Valen yang selalu membawa camera kecil mengabadikan moment tersebut dari ibunya berpose bagai model bahkan kalah dari Model begitupun dia dan ayahnya.
Setelah puas ,jam sudah menunjukkan 6:10 wib. Mereka pulang karena Valen akan Dinas malam dirumah sakit.
Jam 19:30 wib malam Valen tiba dirumah sakit masuk kedalam ruanganya dan tak lama Perawat nya Yucan datang menceritakan tentang kepulangan Tuan Max, sampai rumah sakit dikosongkan sementara Valen hanya mangut mangut setelah itu memulai kerja.
GBU
da part slnjutnya gknthorrr crita bru ank mreka ...