Summer Rindu Mahawira adalah bungsu dari empat bersaudara. Meninggalkan Indonesia menjadi pemberontak di keluarga Mahawira. Melepaskan impian Adyuta Mahawira, papanya dan menjalani hidup sebagai seniman.
Sementara ada Jason Cyrus Udayana sahabat kakak ketiganya Sean Alexi Mahawira yang tidak lelah mengejar Summer.
Kemudian di New York Summer bertetangga dengan pria berwajah mirip dengan Nicholas Saputra.
Selalu ada drama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laplusbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi Jauh
Samuel dengan telaten menyuapi sup ayam kepada Summer, adiknya. Sejam lamanya gadis yang masih mengenakan kebaya itu hilang kesadaran, dokter pun telah memeriksa dan mengatakan pengaruh kurang istirahat, beban pikiran dan makan tak teratur adalah penyebab jatuh pingsannya seorang Summer.
Beberapa kali Adyuta berusaha masuk ke dalam kamar namun Samuel mengunci pintu, entah apa yang ingin dibicarakan orang tua mereka namun sebagai kakak Summer, Samuel tidak akan membiarkan Adyuta menambah beban pikiran adiknya.
"Terakhir.." Samuel menjulurkan sendok terakhir isi mangkuknya, pria bermata sendu itu tersenyum merekah dengan nafsu makan adiknya yang membaik.
"Thank you kak." Summer sedikit menarik ujung bibirnya keatas, senyuman getir terpampang jelas di wajah gadis berusia 24 tahun itu.
Samuel pun hanya mengangguk lalu berdiri menyerahkan mangkuk kosong kepada Puri, istrinya yang sedari tadi berdiri tak bersuara. Wanita cantik berkebaya itu pun melangkahkan kakinya ke pintu diikuti Samuel, begitu istrinya menghilang dari balik daun pintu dengan cepat Samuel kembali menguncinya.
"Dek, baiknya kau mengganti kebayamu.. membersihkan muka."
Summer yang tertunduk sambil mencabuti payet kebayanya, sangat miris Samuel melihat keadaan adik bungsunya.
"Rindu.. " Samuel menggoyangkan tubuh adiknya dengan pelan.
"Kak Rumi.. apa yang harus aku lakukan ?" Kepala Summer terangkat memandang ke arah Samuel, bersamaan dengan kembali jatuh cairan bening di pipi pualamnya.
Samuel memeluk tubuh Summer yang bergetar, rasa haru menyelimuti kedua kakak beradik tersebut.
"Kita akan cari jalan keluarnya bersama Rindu.. Yang jelas kakak tidak bisa melihatmu bersanding dengan ******** itu di pelaminan. Aku dan Puri sudah membicarakan bahwa kakak akan menolak tawaran jabatan itu. Rindu.. aku akan keluar dari perusahaan Mahawira Jaya."
Summer menarik tubuhnya ke belakang lalu menatap wajah Samuel lekat-lekat.
"Kak.. jangan lakukan itu ! Kak Rumi adalah pewaris Mahawira, bukan Sean."
"Tidak Rindu.. dengan melihat papa berbuat seperti ini, aku sudah berada di batasku. Kakak akan mengurus perusahaan keluarga Puri dan melawan kemungkinan Jason menekan kami."
"Apa kakak siap lepas dari Mahawira?" suara Summer tercekat di tenggorokan.
"Tentu saja Rindu, sama seperti kau melepaskan diri dari kami. Walau sekarang ditarik kembali dengan secara paksa. Maafkan aku, tidak bisa melawan dari awal."
Summer menelengkan kepalanya dengan lemah.
"Gantilah pakaianmu Rindu, atau mandilah sekalian. Kakak akan keluar dan melihat kondisi terbaru di luar." Samuel beranjak dan tak lupa mengecup puncak kepala adiknya.
"Pastikan mengunci pintumu Summer, jangan biarkan siapa pun masuk, kecuali aku dan Puri." Ucap Samuel berjalan diikuti Summer ke arah pintu.
...
Summer melakukan seperti perintah Samuel, ia membersihkan tubuh dan membuang kebayanya di tempat sampah. Summer tidak mau melihat kebaya itu lagi, seumur hidup! walau ia tahu harganya yang sangat mahal. Kebaya itu adalah pakaian termahal yang pernah di pakainya.
Summer menghabiskan hari itu lebih banyak termenung di sudut jendela, menyesap rokoknya secara putus sambung. Ia baru beranjak untuk beristirahat ketika malam semakin larut.
Mungkin Summer baru saja tertidur dan ia merasakan seseorang naik ke tempat tidurnya. Hal itu membuat Summer terbangun tiba-tiba dan langsung melindungi tubuhnya dengan menarik selimut hingga dada setelah tahu siapa yang mendatanginya dini hari.
"Ba bagaimana kau bisa masuk ?" Suara Summer mendesis marah sekaligus ketakutan.
Jason tersenyum manis memamerkan giginya ala iklan pasta gigi sambil merangkak mendekat ke arah tubuh Summer yang makin mundur ke bagian headboard tempat tidur.
"Dan kemana sopan santunmu kepadaku, istri ? Mana panggilan "kakak" seperti sebelumnya? Aku punya kunci semua kamar di rumah ini, Honey. Jason menarik tangan Summer dengan paksa mendekat ke tubuhnya. Terlalu gampang Summer untuk ditaklukkan, tak punya basic ilmu bela diri seperti wanita pada umumnya. Dan Jason adalah pemegang sabuk hitam jujitsu.
"Aku bukan istrimu ! Wanita tadi adalah.."
"Bukan, dia bukan istriku. Aku baru menikah sekali dan itu pun denganmu, Rindu. Wanita itu adalah kesalahan masa laluku, tapi Vio adalah anakku, anak kita."
"Tidak ! Kau bukan suamiku dan aku belum punya anak." Emosi Summer meluap, andai lampu menyala mungkin ada asap yang keluar dari puncak kepalanya
"Rindu... Secara agama dan negara kau adalah istriku. Di mata Tuhan dan negara ini! Semua berkas telah beres, Honey. Lusa kau dan aku akan ke Bali untuk gala party pernikahan kita. Tapi malam ini, aku ingin mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku." Jason membelai pipi Summer dengan lembut, napasnya pun semakin berat akan gairah menyelubungi.
"Tolong.. jangan lakukan ini !" Tangan Summer menahan tubuh Jason.
Samar seringaian terpampang di bibir Jason "Aku menunggu 7 tahun untuk mencicipi tubuhmu istriku, jadi jangan mencoba untuk teriak atau berontak. Percuma.. Tak akan ada yang mendengarmu. Nikmati saja, kau pasti akan menyukainya."
Kejadian berikutnya, Jason mengecup bibir Summer dengan lembut, dan sisanya adalah sejarah. Dini hari itu, Summer bukan seorang gadis lagi.
...
Jason terbangun pagi buta oleh deringan telepon genggamnya. Ia bahkan baru memejamkan mata sekitar 2 jam.
Sedikit marah Jason akhirnya menerima panggilan telepon yang sangat ingin ditolaknya.
"Papaaa... Papaaa, dimana ? Kan sudah janji kemarin mau antar Vio ke sekolah."
Jason memijit pelipisnya dengan gusar lalu melirik pada tubuh indah Summer yang tertutup selimut namun memamerkan bahunya. Ia pun menelan saliva, tubuhnya kembali memanas mengingat apa yang diraih berapa jam lalu.
"Vio, mana mamamu nak ?" ucapnya lembut
"Papa.. Vio tunggu di rumah yah. Sampai ketemu papa."
Terdengar suara anaknya menyerahkan telepon kepada Novita, ibu dari Vio. Wanita yang hanya dikenalnya di Pub, namun berakhir dengan sebuah cinta satu malam yang mengubah status kebebasannya menjadi seorang ayah.
"Apa maumu Novita ?" Geraman keluar dari bibir Jason ketika ia sudah berada di kamar mandi. Jason tentu saja tidak ingin istrinya mendengar pembicaraannya dengan Novita.
"Mas... Itu Vio yang mau menelepon."
Jason semakin menggeram karena marah
"Menurutmu Vio juga yang tahu jika aku menikah ? Jangan selalu menjadikan Vio sebagai alasan. Semua ini karena kau... terlalu serakah! Bukankah pernah aku katakan dari awal, tidak akan pernah memberikan status kepadamu. Aku akan kesana, dan tandatanganilah perjanjian itu. Setelah ini, kau bebas menjadi wanita yang sangat kaya raya tanpa ada anak. Bebas menikahi pria-priamu yang tidak jelas itu."
Jason mengeraskan rahangnya lalu mematikan panggilan tanpa mendengar jawaban Novita.
Dengan cepat Jason mengenakan pakaiannya, ia tak lupa mengecup pipi Summer dan membelai rambut hitam istrinya.
"Tidurlah lebih lama.. aku akan kembali istriku."
...
Kecupan di pipi membangunkan Summer, walau ia memilih tak merespon bahkan dengan sedikit gerakan.
Tubuh Summer seolah remuk redam semacam dilindas oleh mobil perata jalanan. Tak berdaya apalagi bertenaga.
Pintu terbuka membuatnya memalingkan pandangan dan mendapati Samuel dan Puri dengan wajah tegang dan berang.
"Maafkan aku Rindu.." Samuel bergerak ke arah lemari mengambilkan pakaian buat adiknya.
"Tolong bantu Rindu memakai baju, sayang." Ucap Samuel setelah mengangkat Summer ke kamar mandi dengan selimut menutupi tubuh polosnya dan mendudukkan di dudukan toilet.
Samuel dengan cepat mengisi tas Summer dengan surat-surat penting beserta hal penting lainnya.
Tak lama kemudian dengan di papah Puri, Summer keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Wanita muda itu pun nampak sedikit lebih segar setelah membasuh wajah.
"Sayang, tolong singkirkan sprei itu." Jason trenyuh tidak ingin melihat lagi tanda Summer telah merelakan harta berharganya sebagai wanita.
"Baik mas... " Sahut Puri dengan lembut lalu menyerahkan Summer kepada suaminya.
Samuel pun kembali menggendong Summer dengan tas adiknya berada di kepitan tangan.
"Kak Rumi, kita mau ke mana ?" Summer kebingungan walau secercah harapan di hatinya untuk bisa keluar dari neraka ini.
"Jauh... Kau akan pergi jauh adikku." Samuel hanya menggangukkan kepala kepada Puri, keduanya seolah adalah agen yang sedang bertugas menyelamatkan korban pemerkosaan. Ya, Summer bisa dikatakan harus melayani dengan paksa nafsu seorang Jason.
Samuel kemudian dengan sedikit tergesa membawa adiknya melintasi luasnya kediaman Mahawira.
"Tenang saja, cctv telah aku hancurkan." Desis Samuel makin mempercepat langkah kakinya. Pria tampan itu memilih keluar dari pintu belakang rumah orang tuanya, dan di sana sebuah mobil sedan hitam telah menunggu.
"Ine !" Pekik Summer begitu melihat sahabatnya di kursi belakang dengan raut wajah menahan sedih
Samuel mendudukkan pelan Summer "Rindu.. sampai di sini kakak melepasmu, maafkan aku.. walau terlambat menyelamatkanmu. Tapi janji jangan pernah kembali ke sini. Hiduplah bahagia di luar sana, kita pasti akan bertemu lagi." Samuel memeluk erat tubuh Summer, tiga orang bertangisan dengan perih yang sama.
"Makasih kak." Ucap Summer sambil terisak menerima ciuman yang dalam di pipinya
"Nadine, tolong selamatkan adikku." Pintanya sambil berdiri di pintu mobil
Nadine menggigit bibir bawahnya lalu menganggukkan kepala dengan cepat. Samuel pun langsung menutup pintu mobil, seketika itu sang sopir yang merupakan orang suruhannya menginjak gas dengan dalam.
"Apakah dia tidur denganmu ?" Tanya Nadine memeluk sahabatnya yang masih menangis tersedu sedan. Summer menganggukkan kepala dengan perlahan.
"Minum ini sayang..." Nadine menyodorkan dua tablet obat yang sangat diketahui keduanya, Nadine pun memberikan sebotol mineral kepada Summer.
Nadine selebihnya terdiam di sepanjang jalan, ia membiarkan Summer menyelesaikan tangisan dalam dekapan hingga wanita cantik itu kembali tertidur.
Kali ini Nadine sangat menyesali keadaannya sebagai dokter di pedalaman Papua, berkali-kali Samuel mencoba menghubunginya namun tidak adanya sinyal membuat info pernikahan Summer baru diketahuinya sekitar 3 hari yang lalu.
...
Summer sangat syok sejam kemudian ketika mobil yang ditumpanginya berhenti di landasan pacu pribadi milik kerabat Nadine yang sangat berkuasa di pemerintahan. Dan satu membuatnya lebih kaget lagi karena ia melihat pria sekaligus tetangganya di New York berdiri di dekat tangga pesawat jet pribadi.
"Riley ?" Ucap Summer lirih "Apa kau benar adalah Riley, tetanggaku?"
Riley berjalan menghampiri dan mengambil alih tubuh lemah Summer dalam papahannya.
"Nadine menghubungiku..." Sahut Riley melirik ke arah gadis yang intens berkomunikasi dengannya selama 48 jam terakhir.
...
Riley sedang membaca kembali pesan-pesannya kepada Summer yang tak berbalas. Notifikasi penambahan teman di sosial media membuatnya buru-buru menggeser layar ponsel.
Nadine Antari mengirimkan permintaan teman, Summer Rindu adalah teman bersama.
Tanpa berpikir panjang Riley menerima permintaan teman dari gadis yang mengenakan jas putih di avatar sosial medianya.
Hai Riley.. perkenalkan saya Nadine sahabat Summer. Aku mengirimkan foto-foto kami berdua agar kau percaya. Tolong ini bukan penipuan atau semacamnya.
To the point.. bisakah kau menolong sahabatku? Aku tidak tahu bagaimana membawa pergi Summer tanpa ketahuan keluarga besarnya. Ayahnya sangat jahat dan yah, Summer dinikahkan secara paksa dengan seorang seorang ********.
Tolong berikan aku jawaban pasti !
Riley langsung mengetikkan sejumlah kata-kata sebagai balasan pesan kepada wanita yang 10 menit lalu menjadi temannya di sosial media.
Ya ! Aku akan menolong Summer, tolong berikan detil rencanamu. Hari ini juga aku akan terbang ke Indonesia.
...
Pesawat pribadi itu telah terbang meninggalkan pulau Jawa beserta gugusan pulau-pulau eksotik Indonesia. Di dalamnya hanya berisi Summer dan Riley, wanita yang lebih banyak diam memilih tidak bertanya panjang tentang siapa Riley sebenarnya.
Di pikiran Summer hanya berisi pergi melepaskan diri dari cengkeraman Adyuta Mahawira dan Jason Udayana.
Tangan Summer pun masih bergetar hebat dalam genggaman tangan Riley, pria yang telah mengetahui semua rahasia Summer.
Riley sekarang tahu jelas keluarga besar gadis sederhana yang tinggal di sebelah apartemennya dan pria seperti apa yang telah menikahi tetangganya itu secara paksa.
Riley menghela napasnya panjang, ia sangat sedih melihat dokter kesayangannya yang tak berdaya, wanita yang biasanya tersenyum indah dan ceria seolah telah mati.
"Summer... Kau akan pergi ke satu tempat teraman di dunia, di sana tidak akan ada yang bisa menemukanmu. Di sana juga, ada seseorang yang bisa menjagamu dengan segala kekuatannya."
"Kau ?" Tanya Summer dengan suaranya nyaris tak terdengar
Riley mendekap tubuh Summer yang mulai sedikit santai, tak setegang tadi.
"Bukan... Tapi nanti kau akan bertemu dengannya."
###
pic jason biar kalian gak lupa 😂
alo kesayangan...
kekuatan Jason itu sampai mempengaruhi pikiran author.. saat dialog Samuel, eh kok yang tertulis nama Jason sih 😂..
Love,
D😘
Tamat baca utk yg kedua kalinya ...
Dan tetap rinci baca dari tiap episode ....
Abis ini baca lagi Jace, Axel, Kai ...
Semangat author .... 🌹
who are you..?
D...
D...
D...
mm...
mm...
.....
mr. HB is back..!!
...
hiks..hiks..hiks...
huuuwaaa.....aaa...