Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode.6
Hendrik melangkah keluar dari Apartemen miliknya yang di tempati oleh Elsa.
"Hati-hati mas cepat kembali" ucap Elsa bocah ingusan yang belajar dewasa dan Elsa Berdiri mematung di depan pintu mengiringi kepergian Hendrik.
"Iya sayang, Mas tidakkan lama kok hanya menengok rumah dan situasi di sana." jawab Hendrik
Elsa begitu senang mendapatkan perhatian lebih dari Hendrik. Keluarga Elsa tergolong keluarga rusak Papanya pengusaha namun karena ia mengkonsumsi barang terlarang Agustono meninggal di dalam teruji besi. Kakak Elsa yang mengikuti jejak ayah nya dan kini Hana memanfaatkan Elsa untuk memenuhi ke butuhkan putra sulung nya.
Morena terus Mebolak- balikan tubuhnya merasa tidak tenang dalam tidurnya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Susi yang sedari tadi memperhatikan tidur putrinya
"Tidak apa-apa Mah"
Tin....Tin....Tin.
Pukul 11 malam. Hendrik tiba di kediaman. Scurity lari kecil membuka gerbang lalu Hendrik melajukan kembali mobilnya ke dalam garasi.
"Mbok nyonya sudah tidur?" tanya Hendrik pada Mbok yang membukakan pintu untuknya
Mbok, bingung dia harus jawab apa mbok pun Menundukkan kepalanya.
"Mbok, saya tanya kok tidak jawab?"
"I-tuh tu-an anu" ucapan mbok terbata-bata gugup.
"Di tanya jawab i-tu a-nu " Hendrik berlalu pergi dari hadapan mbok
Mbok yang masih mematung menatap tuanya pergi kedalam, mbok mengekor di belakangnya
Pasti nyonya kena marah, sama tuan dari tadi siang nyonya belum pulang sama Non Morena aduh gimana ini nyonya dimana sama non Morena. Batin mbok
"Mbok...!" teriak hendrik dari depan kamar
"Tuh...., Aduh gusti." gerutu mbok
"Engih tuan..." Mbok melangkah dengan cepat menghampiri Hendrik.
"Nyonya kemana?" tanya Hendrik dengan nada Tinggi.
"Nyoya pergi tuan dari tadi siang sama Non Morena dan belum kembali" jawab mbok sambil menunduk kepalanya.
Jebret..!.
"Aduh...., kan..kan..eh.. kan." Latah mbok
Hendrik merogoh saku celana nya mengambil benda tipis, Hendrik mencari tahu Susi melalui JPS.
"Oh... dia di butik rupanya" Gumam Hendrik. Kemudian meraih kunci Mobil di atas meja lalu pergi mendatangi dimana Susi berada.
Berak....! mbok lagi-lagi di kaget kan oleh suara pintu kamar nya.
Hendrik pergi mengendarai Mobilnya arah butik suasana jalan sangat lah sepi sehingga Hendrik dengan bebas mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi. tidak lama Hendrik pun tiba di depan butik besar yang tertutup pagar lipat.
Dor....dor....dor. gedoran pagar sangat nyaring. karena waktu pun sudah larut malam.
"Mah..., Sepertinya ada orang yang Memukul-mukul pagar." Sontak Morena
"Mama juga tidak tau sayang coba mama lihat dulu ke depan kamu disini saja"
"Mama hati-hati" Ucap Morena ke khawatir
Susi menganggukkan kepalanya dan Susi melangkah perlahan menuju ruang depan.
Celek
Susi memutar kunci pintu menariknya ke dalam melangkah perlahan
CKLEK!... Pintu terbuka.
Lalu Susi mendorong pagar lipat
Nampak pria paruh baya bertubuh kekar tinggi memakai kemeja kotak-kotak kecil Susi menatap dari bawah sampai atas.
"Mas Hendrik.., Mau apa kesini?"
Hendrik menerobos masuk menepis tubuh Susi dengan hentakan keras dan Susi pun hampir saja jatuh.
"Apa pantas bertanya kepada suami seperti itu? Istri macam apa kamu keluar dari rumah tanpa ijin suami!"
Perdebatan Susi dengan hendrik semakin Memanas dan Morena sebagai anak hanya bisa menyimak semua kata-kata yang keluar dari bibir Hendrik.
"Sekiranya saya sudah tidak di butuhkan lagi! saya mohon. Lepaskan saya dan jangan biarkan saya hanya menjadi hiasan past bunga di rumah.
"Past bunga?! Hahaha itu dulu! waktu kamu masih terlihat cantik dan segar tapi bunga itu sudah layu sudah tidak indah lagi di pandang. Saya ini laki-laki perlu penyegaran." Ucap Hendrik ketus
Mendengar jawaban dari Hendrik hati Susi bagaikan tersayat menganga menutup mulut nya menahan kepedihan air matanya tak bisa lagi di bendung.
"Pa! hentikan ucapan kamu"
"Kalau kamu tidak mau kembali ke rumah saya tidak permasalah kannya silahkan kamu disini dan angkat koper kamu yang ada di rumah."
Satu tahun bersama hanya tinggal kenangan entah aku harus sedih atau senang setelah aku lepas dari ikatan rumah tangga kita selama 23 tahun lamanya menemani hidupmu.
Kemudian Hendrik melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dengan santainya ia sedikit pun tidak merasa kehilangan istrinya.
Morena menyimak di balik pintu perdebatan orang tuanya Morena pun ikut merasa sedih Melihat Mama kesayangannya, di hina oleh papa nya sediri Morena mengepalkan tangannya.
Susi menjatuhkan dirinya tersungkur menangis sesenggukan lalu Morena menghampiri Mama nya ia mencoba mambantu berdiri memegang ke dua pundaknya.
"Mah.., sudah dong pria seperti Papa itu tidak pantas Mama tangisi, jangan menyiksa diri Mama sendiri nanti Mama sakit lagi Morena tidak ingin itu terjadi."
Susi mendongak keatas melihat tangan putrinya menggapai pundaknya.
"Mama tidak boleh sedih lagi..ya?"
Susi mendekap erat tubuh putrinya. Susi menangis sejadi-jadinya dan Morena hanya bisa mengusap pundak Mamanya dan Menenangkan hatinya karena sebagai anak tunggal ia hanya bisa berada di tengah-tengah selain tidak tahu masalahnya dia juga tidak ingin memperkeruh ke adaan.
"Mama yang sabar ya kita pasti bisa Melalui nya." Kata Morena
Susi mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menangis di balik tubuh kurus tinggi putrinya.
Morena menuntun mama nya masuk ke dalam Kamar lalu membaringkan dan menyelimuti tubuhnya dan menyisihkan rambutnya yang ada di pipinya kerena basah oleh air matanya.
"Mama istirahat ya" kata Morena.
Susi miring kan tubuh nya mendekap bantal Guling, Mencoba memejamkan matanya namun hati dan pikiran pun masih terngiang belum bisa melupakan kata-kata Hendrik yang begitu menyakitkan hati Susi.
Aku bisa apa ya tuhan, Aku tidak ingin keluarga ku terpisah belah aku minta pada mu ya allah berikan yang terbaik untuk keluarga ku." Morena mengusap wajahnya.
Morena membaringkan tubuh nya di sofa Hingga kesedihan nya terbawa oleh tidur sampai matahari terbit hingga pukul 8 pagi ia masih tidur di atas sofa.
"Sayang.., Hai bangun kenapa tidak tidur di kamar? Susi Menggerak-gerakan tubuh Morena tak lama pun Morena membuka matanya.
"Mama..." Lalu Morena melangkah pergi pindah ke dalam kamar.
"Hai sayang.., Sudah pagi hayo bangun.
"Masih ngantuk mah.., Morena malam tadi ia tidur hingga larut malam sekarang morena masih ngantuk mah."
Susi menggeleng-gelengkan kepalnya
Morena mungkin tidur larut malam karena pertengkaran ku sama papah nya.?. dalam hati Susi.
Begitu pertengkaran keluarga pun pasti akan dampak ke anak, sedemikian rupa Susi tutup rapat-rapat selama ini persoalan antara dirinya dengan Papah nya Morena.
Hening.
Lalu susi berangkat belanja untuk masak hari ini ke pasar. Susi berjalan kaki menuju pasar tradisional meskipun jarak yang di tempuh cukup jauh jika harus berjalan kaki. Susi lebih memilih belanja di pasar selain harga nya murah dan bisa membantu rakyat kecil yang berjualan hitung-hitung membantu penjual kalangan menengah ke bawah.
Terus berjalan hampir menempuh 1/2 kilo tanpa mengeluh lelah Susi anggap semua itu olah raga sampai pasar Susi mencari bahan Makanan beras dan sayur mayur juga ikan segar. Setelah semua. Susi pulang naik angkutan umum.
"Stop bang" berhenti tepat Ruko,Susi membayar dengan sejumlah uang.
Hendrik, makan pagi tanpa istri dan anak
rumah terasa Hening tanpa kehadiran keluarga Kecilnya.
"Tuan.. mbok ijin pulang kampung, suami mbok Minta mbok istirahat, di sana bapak lagi sakit jadi mbok harus pulang mbok bicara panjang lebar dengan menundukkan kepalanya.
Tak ada jawaban, apa tuan tidak mengijinkan Mbok pulang ke desa. batin mbok
Mbok angkat kepalanya, hendrik tak ada lagi di hadapan nya. loh kemana tuan. gerutu mbok.
"Ya bilang toh tuan sudah pergi. mbok sudah takut-takut bicara sampai pegel kepala menunduk Mbok pun berlalu pergi;
...----------------...
Terima kasih
🙏🙏
Sudah mampir di karya kecil ku
Beri Rate end like juga komen ya All
kritik saran dan masukan nya
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih