Ini karya pertama aku semoga kalian suka!
"Apa kau yakin akan bahagia dengannya,apa cintamu untuknya sungguh besar,jika kau yakin akan bahagia dengannya aku siap melepasmu" Ayrin berkata dengan menahan sesak di dadanya.
Lelaki yang di cintai bertahun tahun lamanya mengatakan dengan mudahnya bahwa dia mencintai wanita lain.
"Ya aku sangat mencintainya dan aku yakin aku akan bahagia dengannya, aku akan segera urus perceraian kita"
Bagaimana kelanjutan kisahnya, marii kita simak!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 06
Air mata Ayrin melaju deras membasahi pipinya,sungguh ini sangat berat untuk nya,jika boleh memilih dia tak mau seperti ini.
"Ini sangat berat untuk ku,,aku sudah menaruh banyak harapan kepadanya,tapi dia meninggalkanku" Semakin deras air matanya.
"Kita tidak bisa menentang takdir Tuhan,yang harus kamu lakukan adalah menerima semua ini,jika tidak bisa secara langsung lakukanlah perlahan" mengusap air mata Ayrin.
"Sakit..sungguh sakit rasanya,,disini (memengang dadanya) seperti ada sesuatu yang menekannya,membuatku sesak" meremas bajunya di depan dada.
Dava langsung menarik Ayrin untuk masuk dalam pelukannya,mengusap belakang punggungnya memberikan ketenangan hingga Ayrin tenang.
"Kamu tidak sendiri ada aku yang akan membantumu,aku siap menjadi sandaran untukmu,aku siap menjadi tempat berkeluh kesahmu menumpahkan kesedihanmu" masih mengusap punggung Ayrin.
Ayrin masih menangis tergugu di pelukan Dava,tak lama Ayrin mulai tenang tak lagi terdengar suara tangisan Ayrin,hanya suara isakan kecil saja yang terdengar,ya tanpa Ayrin sadari pelukan Dava dapat menenangkannya.
"Sudah lebih baik" bertanya serasa melepaskan pelukannya.
Ayrin hanya mengangguk,pipinya merona dia sedikit malu dengan kejadian tadi,Ayrin malu karna tak seharusnya dia menangis di depan Dava.
"Ayo kita pulang,malam semakin larut" tersenyum melihat wajah Ayrin yang merona.
"hmm ayo" mereka berjalan beriringan.
Dava melihat Ayrin mulai kedinginan karna angin di patai cukup besar,Dava segera melepaskan jaketnya dan memasangkannya pada Ayrin.
Ayrin kaget tiba tiba Dava memakaikannya jaket,Ayrin ingin menolak tapi tatapan mata Dava membuatnya menurut.
"Pakailah..angin semakin besar aku tidak ingin kamu sakit setelah ini" mengancingkan jaket yang di pakai Ayrin.
"Tapi bagaimana denganmu,kamu juga bisa sakit jika kedinginan,kamu saja yang memakai jaket nya aku tidak apa-apa" tangannya bergerak ingin melepas jaket tapii di tahan Dava.
"Aku laki-laki memang seharusnya seperti ini,,ayo kita ke mobil" menarik tangan Ayrin.
Ayrin hanya diam mengikuti Dava yang menarik tangannya menuju kemobil,sesampainya di mobil Dava membukakan pintu mobil dan memepersilahkan Ayrin masuk kemudian dia menutup pintu mengitari mobil dan duduk di balik kemudi lalu mulai menjalankan mobilnya.
Ayrin yang kelelahan karena menangis tadi akhirnya tertidur sepanjang perjalanan,45 menit kemudian mobil sampai di depan apartemen Ayrin,Dava memandangi Ayrin yang masih tidur sungguh Ayrin sangat cantik walau sedang tidur.
Cukup lama Dava memandangi Ayrin dengan senyum di bibirnya, sebenarnya Dava tidak ingin membangunkan Ayrin dia ingin menggendongnya dan mengantarkan ke dalam apartemen Ayrin, tapi mau tidak mau dia harus membangunkannya karena Dava tidak tau berada di lantai berapa apartemen Ayrin.
"Rin bangun kita sudah sampai" mengguncang pelan tubuh Ayrin.
Ayrin terbangun mendengar suara Dava, dia melihat sekeliling ternyata sudah sampai di lobby apartemennya "Maaf Dava aku ketiduran" malu Ayrin.
Dava tersenyum "Tidak apa-apa aku tau kamu lelah,masuklah dan istirahat"
"Hmm baiklah kalu begitu aku masuk dulu,,sekali lagi maaf dan terimakasih" berbicara ke arah Dava.
"Tidak masalah Rin" berkata sambil membenarkan rambut Ayrin yang sedikit berantakan karena tidur tadi,setelah selesai Ayrin turun dari mobil,Dava membuka kaca mobilnya.
"kalau begitu berhati-hatilah di jalan Dav"
"Ya aku akan berhati-hati,selamat malam Rin"
"Selamat malam Dav"
"Masuk lah,aku akan pulang setelah kau masuk ke dalam"
"Hmm baiklah kalu begitu aku akan masuk sekarang" melambaikan tangan sebelum berbalik masuk apartemen dan meninggalkan Dava.
Setelah melihat Ayrin masuk Dava kembali menjalankan mobilnya dan pulang kerumahnya, di dalam perjalanan Dava berkata pada dirinya sendiri "Semoga ini awal yang baik untuk hubungan kita Rin"
HAY GAES AKU BIKIN CERITA INI ALURNYA AGA SELOW YA,TAPI AKU AKAN BERUSAHA BUAT KALIAN GA BOSEN BUAT BACANYA.
KARENA DI CERITA INI BAKALAN ADA PELAJARAN DAN HIKMAH YANG AKAN KITA PETIK BERSAMA.
NEX EPISODE YA GAES,,SE YOU 😊
we are one EXOSaranghaja 😍
gak bosan aku membacanya..
cerita mu Menyentuh Hati dan Menceritakan Kehidupan Dunia yg Nyata...
menarik ceritanya