Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Happy Birthday
Sepuluh tahun Kemudian
"Happy Birthday for you sayang " ucap Ara sambil mencium pipi putra nya Rafi
"Makasih mom" ucap Rafi
"Ini hadiah dari papa sama mama" ucap Ray
Dengan tidak sabar Rafi membuka hadiah dari kedua orang tuanya
"Mobil mainan yang aku suka " ucap Rafi sambil tertawa bahagia
Di lain tempat
"Bundaa... " panggil Deven sambil mencari cari ibu nya yang merupakan Rafa
"Iya nak ada apa" tanya seorang wanita dengan menggunakan pakaian mewah
"Hari ini aku ulang tahun apa bunda lupa" tanya Deven
"Tentu saja tidak " ucapnya sambil tersenyum
Sang ibu yang bernama Dina ibu angkat dari Deven memanggil pelayan untuk membawakan sebuah kue yang sudah ia persiapkan
"Ini.. jangan lupa minta doa dulu baru tiup lilinnya" ucap Dina
"Tunguu!!..." ucap seseorang sambil berjalan ke arah dua orang itu
"Apa kau akan meniup lilin tanpa papa mu yang tampan ini" tanya Vito yang merupakan ayah angkat dari Deven (Rafa)
Kehidupan Rafa dan Rafi memang tak jauh berbeda
Setelah meminta doa akhirnya Deven meniup lilin bersama dengan kedua orangtua nya
"Selamat ya sayang doa terbaik untukmu" ucap Vito dan Dina
"Hello semuanya.... yah... kok tante ditinggal " ucap Laura kecewa
"Salah sendiri tante datangnya telat" ucap Deven
"Ishh karena tante telat jadi gk ada hadiah buat Deven " ucap Laura sambil memanyunkan bibirnya
"Ih udah gede juga masih ngambekan" ucap Deven
"Kan tante terlambat juga buat dandan yang cantik dulu" ucap Laura membela diri
"Kalau aslinya jelek meski pake tepung sekilo tetep aja jelek" cibir Deven
"Ihh Deven kok gitu sih"
"Bodo amat mana hadiahku" pinta Deven sambil menyodorkan tangannya ke arah Laura
"Gak mau Deven jahat sama tante" ucap Laura pura pura marah
"Bujuk dulu nanti pasti dapet" bisik Vito di telinga Deven sambil tertawa kecil
"Tante Laura yang cantik yang imut mana hadiah buat Deven" rayu Deven
"Ni"
Deven bahagia mendapatkan hadiahnya dan segera membukanya
"Yahhhh.... "
"Kenapa cuma permen tante Laura... " rengek Deven
"What... permen.. " seru Vito
"Mana udah susah buat rayu susah buka yang kotaknya gede banget ternyata cuma permen sebiji doang... " Deven menangis dan memeluk Dina
"Deven sayangg..... " teriak seseorang dari arah depan pintu
"Aunty Viola.... " seru Deven senang
Dan tak lama dua orang wanita dan dua orang pria datang menghampiri
"Eh Deven lupa ya sama Grandma" ucap Vina
"Eits... kalau Grandma Vina Deven pasti ingat" ucap Deven sambil tersenyum manis
"Ohh manisnya...." ucap Violin sambil mencubit pipi Deven
"Ihh sakit tau aunty" ucap Deven sambil mengelus mengusap pipinya
"Nanti kalau pipi ku merah gk ada yang suka lagi sama aku kayak tante Laura tuh gk laku laku" cibir Deven
"Eh... kok Deven gitu sih tante Laura itu banyak yang suka tapi tante tolak semua " ucap Laura
"Oh ya.. buktinya mana gk ada tuh yang lamar tante" cibir Deven lagi
Semua orang tergelak mendengar cibiran Deven pada Laura
"Kamu itu emang gk laku hahaha... " ucap Violin sambil menepuk pundak Laura
"Ishh sakit tau ketawa ketawa aja gk usah mukul mukul" gerutu Laura
"Deven jahat ishh.. "
"Salah sendiri ngasih hadiah cuma permen doang" ucap Deven sambil bersedekap
"Nih... hadiahnya" ucap Laura sambil memberikan hadiah yang asli
"Gak mau nanti permen lagi... capek tau tanganku buka kado segitu gedenya tapi isinya cuma permen" ucap Deven
"Ini hadiah dari aunty Violin.. " ucap Violin
"Makasih aunty... aunty memang yang terbaik" ucap Deven kemudian mencium pipi Violin
"Kalau ini dari Grandma" ucap Vina
"Dan ini dari Grandpa" ucap Ilham
"And ini dari uncle" ucap Dito
"Terima kasih buat semuanya" ucap Deven sambil membawa seluruh hadiahnya dan dibantu pelayan ke dalam kamarnya
"Dit tumben kamu ada waktu" ucap Laura
"Biasanya kk Dito selalu sibuk" sahut Violin
"Emang di Rumah Sakit aku ada waktu luang jadi kesini aja kan ini ulang tahun ponakan tersayangku" jelas Dito
"Yaudah lebih baik kita makan udah aku siapi juga" ucap Dina
"Eh ada yang ketinggalan" seru Vina
"Siapa ma" tanya Dina
"Gerald, Gabriel, Sean juga Syahila" ucap Vina dan Ilham bersahutan
"Mereka berempat pasti telat dan lama mending kita tinggal aja" ucap Laura
"Kamu gk kasihan sama adik adik kamu" ucap Vito
"Hehee aku udah laper kak" ucap Laura
"Assalamualaikum.... " seru dari empat orang bersamaan
"Waalaikumsalam " jawab semua orang yang ada di dalam
"Tuh mereka dateng" ucap Dina
"Kita telat ya... " ucap Syahila
"Gk kok ayo kita makan" ucap Dina
"Telat pake banget... emang kalian dari mana sih" tanya Laura
"Udah kk Laura mending sekarang kita makan tadi katanya laper" ucap Violin
"Menurut kesehatan... " ucap Dito
"Hushhh.... disini rumah buka rumah sakit tempat kamu ceramah" ketus Laura
"Aku kan cuma ngasih tau kalau..... " ucap Dito namun ditinggal oleh semua orang menuju meja makan
"Yahhhh... kalian memang tega orang lagi ngomong malah ditinggal" ucap Dito
"Sabar Brother..." ucap Sean sambil menepuk pundak kakaknya
"Thanks ya... "
"Lain kali gausah ceramah soal kesehatan puyeng nih kepala" ucap Sean sambil memegang kepalanya kemudian tertawa
"Sama aja kamu... " ucap Dito kesal sambil menendang kursi
"Aww... sakit juga ya" ringis Dito
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu