Perjuangan Shella, seorang gadis yang tegar kuat dan sabar dalam menggapai impiannya, dimana sejak menduduki bangku SMP harus menerima kenyataan dan harus dihadapi masalah yang bertubi-tubi, sampai akhirnya ia harus kehilangan satu persatu orang yang dia sayangi, namun hal tersebut tak mematahkan semangatnya karena ia yakin suatu saat suara air mata akan berubah jadi nyanyian kehidupan yang indah lagi merdu.
novel ini akan update setiap hari
jadi jangan sampai ketinggalan setiap episodenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frishella welly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkah dan pengkhianatan
Hari ini tibalah saatnya musim panen, para petani terlihat tengah memanen hasil sawah mereka masing-masing. Tak ketinggalan begitu juga dengan aku, pekerjaan bertani sebelumnya sudah biasa aku lakukan, tapi kali ini terasa beda bagiku. dimana aku harus melakukannya sendiri tanpa bantuan dari orang lain, tapi tak mengapa aku harus kuat demi masa depanku dan adikku. Sebelumnya aku sudah minta izin ke pihak sekolah untuk tidak masuk beberapa hari kedepan,sementara itu adikku tetap bersekolah seperti biasa,meskipun ia bersikeras untuk ikut tidak masuk sekolah karena ingin ikut memanen padi juga.
Saat tengah asyik memanen padi disawah, datanglah beberapa orang perempuan yang tak lain adalah keluarga ibu minah yang sawahnya terletak tak jauh dari sawah ibu yang saat ini aku panen.
" hai Ella... kenapa panen sendirian saja,adik sama bapakmu kemana?" sapa Bu minah padaku.
" iya bu, kebetulan Ayu sedang sekolah jadi saya panennya sendiri saja bu" jawabku sambil menghentikan pekerjaan sejenak.
"Bapakmu kemana la?" tanya adik bu minah
"mmm.. bapak sibuk bekerja diluar kota bu" jawabku menutupi keadaan sebenarnya.
"kalau begitu biar kami bantu saja panennya ta la, kasihan anak seusia kamu bekerja keras sperti ini" pinta bu minah..
Tanpa aku jawab mereka bergegas menolongku memanen padi.
'terima kasih ya Allah,tanpa disangka-sangka datang orang menolong hamba' gumamku dalam hati sambil melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti sejenak.
Beberapa hari kemudian, panenpun telah selesai. sekarang tinggal waktunya bagi para petani menerima hasil panen mereka, begitu juga hal nya dengan aku. Umumnya hasil panen para petani disini mereka serahkan pada tauke beras. Karena lahan yang kami gunakan untuk bertani merupakan milik dari tauke,jadi hasilnya harus di bagi 50% untuk tauke, 50% untuk para petani disetiap lahannya.
Satu persatu tauke membagikan uang hasil panen, dan tibalah saatnya giliran aku
"Bu Siti aminah" kata si Tauke
"Saya anaknya bu Siti pak Tauke" jawabku
" mmm jadi kamu anaknya bu Siti, ya.. ya... ini hasil panen kali ini... satu.. dua.. tiga... bla bla bla.." lalu si Tauke memberi uang sebesar 350 ribu padaku.
"terima kasih tauke" aku menerima hasil panen sawah yang selama ini digarap ibu. 'Ya Allah, jadi selama ini ibu bekerja hanya menerima upah segini?' gumamku dalam hati. Akan tetapi dibalik itu semua aku tidak lupa untuk bersyukur karena bisa membeli beberapa bahan dan perlengkapan untuk kebutuhan sehari- hari. Untuk biaya sekolah aku memang tidak terlalu memikirkannya karena semasa ibu masih hidup, aku mendapatkan bea siswa sampai tamat SMA. Sementara Ayu juga begitu, ia juga mendapatkan bea siswa ditambah dengan biaya bantuan dari bu Monic wali kelas Ayu.
"hei.. gadis kecil" kata tauke memberhentikan langkahku
"Ya tauke..." jawabku
" berhubung karena eh karena sebab musabab encik siti sudah tiada lagi, jadi lahan tani yang dulu digarap encik siti sekarang diambil alih oleh bu minah"
"apa? kenapa bisa begitu tauke? bukannya sudah bertahun-tahun keluarga saya menggarap lahan tersebut?" tanyaku tak terima dengan yang diucapkan si Tauke tersebut.
"hei gadis, kamu masih kecil. kamu tak akan bisa menggarap lahan sebegitu besar. tenaga kamu tak akan kuat, buktinya kemaren saja bu minah yang tolong panen"
"tapi tauke... "
"ah.. tak usah banyak bicara kau gadis,sebaiknya kamu dirumah saja urus adik dan bapak kamu yang licik itu" kata si tauke sambil tertawa keras.
Aku pun segera berlari kerumah, tak disangka ternyata pertolongan yang pernah bu minah berikan ternyata adalah suatu cara untuk merebut lahan persawahan yang selama ini digarap oleh keluargaku. 'maafkan aku ibu' air mata tak terbendung lagi, begitu banyak cobaan yang datang silih berganti. Hari ini kebetulan Ayu minta izin menginap di rumah Bu monic, dan di rumah hanya tinggal aku seorang diri.
*malam harinya
TOK TOK TOK....
terdengar suara orang mengetuk pintu
"siapa?" tanyaku memastikan siapa yang datang, karena tak biasanya ada yang bertamu malam-malam begini
Hai readers,jangan lupa tekan tombol like ya
supaya penulis makin semangat melanjutkan cerita ini...😊
Terima kasih😊
Shella sama Azka saja, karena Azka tau kelakuannya si Hendrick
Dasar Veral sundel bolong gatal.
Jadi Shella pusing juga ya, jadi incaran cowok2 tajir dan tampan, saya dukung Azka kalau Hendrick sampai khianati Shella
Atau jgn2 Sinta dan Andrew kerja sama buat hancurkan Hendrick dan Shella ya
Tapi Hendrick orang yang sok jual mahal, mau tapi pura2.
Sementara Ardian orang nya asyik dan terbuka, tidak munafik kayak KK nya Hendrick