NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Bersyarat

Ketika Cinta Bersyarat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812 - Novel ini sudah hadir dalam versi cetak, lebih rapi dan tentunya enak dibaca dan dipeluk kala rindu 🤭🤭🤭

Cerita ini mengandung unsur yang bisa bikin kamu nangis, tertawa, marah, baper juga sedih, jadi sebelum baca siapkan hati jiwa dan raga🤣


Tidak mencantumkan agama ya ....

Audrey Isvara tidak menyangka jika hidupnya jungkir balik tidak menentu. Dia baru saja kehilangan Ayah dan hampir kehilangan ibu, kemudian Audrey mendatangi seorang CEO muda bernama Ravindra Mahavir. Demi menyelamatkan ibu dari ambang kematian, Audrey menawarkan diri menjadi budak seumur hidup.

Namun, siapa sangka jika ternyata dirinya langsung memiliki suami hanya dalam hitungan hari, status pelayan yang ia sandang berganti menjadi nyonya besar istri CEO. Bagaimana itu bisa terjadi?


Pict from Pinterest, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Roti sobek

Ravin pergi membersihkan diri untuk bersiap ke perusahaan setelah selesai sarapan. Audrey tampak termangu, ia seakan lupa sesuatu tapi apa itu, ia pun tak tahu?

"Apa yang belum aku kerjakan?" tanya Audrey pada diri sendiri seraya memutar bola matanya.

Ah, bodo! Kalau ada yang lupa lalu diingat pasti akan susah ingat, mending mengerjakan yang lain saja. Gumam Audrey.

Gadis itu memilih membereskan alat makan tuannya yang tadi baru saja digunakan, kemudian membawanya ke dapur. Gadis itu tampak santai berjalan meski banyak pelayan lain yang memandangnya dengan tatapan tidak senang. Baru saja perasaannya begitu tenang setenang ombak laut tanpa badai, hingga teriakan melengking menusuk telinganya.

AUDREYYYYYYY!!!!!

Tahu sumber suara siapa yang begitu menggema, Audrey lari tergopoh menuju kamar Ravin. Begitu masuk ia di suguhkan dengan pemandangan amat menusuk mata indahnya, mencemari tapi enak di pandang. Lalu istilahnya apa kalau mencemari dengan indah?

"Iya!" sahut Audrey yang sudah berdiri di belakang Ravin.

Ravin menoleh gadis itu dengan tatapan tajam, tangannya berkacak pinggang karena kesal.

Astaga! Ya Tuhan, aku masih polos. Dada, perut, Astaga roti sobek di pagi hari. Pikiran Audrey malah berfantasi hingga entah kemana ketika melihat Ravin yang hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.

"Darimana kamu?!" tanya Ravin dengan sedikit membentak.

"Itu ... dapur," jawab Audrey gagap, antara takut dan kagum melihat betapa sispeck tubuh si iblis tampan.

"Oh, dapur. Pakaianku mana?!" tanya Ravin dengan sedikit senyum dan tatapan membunuh.

Audrey teringat, nah ini yang tadi dia lupa. Dia belum menyiapkan pakaian untuk Ravin.

"Iya, aku lupa." Sejurus Audrey berlari ke kamar ganti.

Gadis itu dengan segera mengambil satu stel pakaian dan dasi kemudian dengan terburu-buru menghampiri Ravin yang sudah menunggu, tanpa ia sadari karena sedikit meleng alias nggak fokus, membuat gadis itu menabrak dada bidang Ravin yang membuatnya terjatuh dan yang lebih nahasnya lagi, ia tanpa sengaja menarik handuk Ravin hingga terlepas dari pinggang pemuda itu.

"Audrey!!!!"

Ravin berteriak kencang hingga suaranya terdengar sampai ke luar, membuat para pelayan yang sedang berada di sekitar luar kamarnya terheran dan bertanya-tanya.

"Aghhh, maaf!!" Audrey masih berjongkok dengan menutup mata menggunakan kedua telapak tangannya karena panik.

Ya Tuhan! Ya Tuhan! Itunya di kandangkan? Iya 'kan?

Ravin besungut kesal, ia langsung mengambil handuk yang masih di pegang Audrey kemudian membelitkannya di pinggang untuk menutupi adik yang seharusnya tidak dilihat.

"Keluar!" perintah Ravin.

"Tuan, aku benar-benar tidak sengaja, jadi maaf." Audrey memelas.

Habislah sudah, si iblis marah! Kesempatan pamit nengokin mamah pupus sudah. Batin Audrey antara panik jika melihat si adik tuannya dan panik karena takut jika tidak diizinkan pergi menjenguk sang mamah.

"Keluar! Cepat!!" perintah Ravin yang berteriak dengan keras.

"Iya."

Secara impulsif Audrey bangkit dan berlari ketika mendengar Ravin berteriak. Nahasnya dia lupa untuk membuka mata hingga akhirnya menabrak pintu yang tertutup.

"Aduh!" pekik Audrey memegangi keningnya yang membentur pintu.

Namun secepat kilat ia membuka pintu dan langsung keluar dari kamar tuannya yang sedang marah. Ravin sendiri ingin tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan Audrey, ia sampai menggelengkan kepala pelan melihat Audrey yang ceroboh.

"Dasar kelinci ceroboh."

Audrey berdiri dengan kening memerah karena benturan dan wajah merona karena hampir melihat apa yang seharusnya tidak ia lihat, jantungnya bahkan sampai mau lompat dari tempatnya ketika sadar handuk berada di tangan.

Dasar Audrey!! Apa yang kamu lakuin? Ceroboh kok nggak sembuh-sembuh sih? Umpat Audrey dalam hati.

Audrey kini tinggal terima nasib, setelah ini pasti tuannya itu akan marah besar, tidak tahu hukuman apa yang akan di terima oleh gadis itu.

"Selamat pagi," sapa Malik yang ternyata sudah berdiri di samping Audrey ketika gadis itu sedang mengumpat diri sendiri.

"Pagi Kak," balas Audrey.

Malik tertegun ketika mendengar bagaimana cara Audrey menyebutnya, baginya gadis itu adalah seorang nona, tapi malah memanggilnya kakak yang jelas hanya seorang asisten.

"Kenapa Anda memanggil saya dengan sebutan 'kak'?" tanya Malik penasaran.

"Karena kamu lebih tua dariku, jadi aku harus memanggilmu 'kak', lagi pula kamu asisten tuan dan aku pelayannya, jadi derajat kita sama, 'kan?" Audrey menatap Malik yang kebingungan dengan seutas senyum.

Malik tersenyum mendengar penuturan Audrey, kemudian tatapannya beralih pada dahi gadis yang ada di depannya itu.

"Dahimu kenapa?" tanya Malik.

Audrey mmegangi dahi yang tadi menabrak pintu. "Oh, tidak sengaja menabrak pintu."

Malik tersenyum, ia ingat perkataan Ravin yang mengatakan jika Audrey adalah gadis yang ceroboh. Ternyata itu benar melihat bagaimana gadis itu bisa berjalan hingga menabrak pintu.

Saling tatap dengan seulas senyum, keduanya tidak sadar ada sepasang mat tajam bak mata elang tengah mengamati mereka.

"Ehemm." Ravin berdeham keras.

Malik tersadar, ia kemudian langsung menyapa Ravin.

"Pagi Tuan."

"Pagi," blas Ravin dengan ekspresi datar.

Pemuda itu sedikit melirik Audrey yang tertunduk ketika dirinya muncul, di lihatnya dahi yang memerah akibat kecerobohannya sendiri.

"Apa jadwalku pagi ini?" tanya Ravin yang langsung memimpn jalan.

Malik mengekor pada Ravin seraya membuka buku agendanya dan membacakan daftar kegiatan pemuda itu. Audrey teringat jika ia harus meminta izin, jika tidak pasti akan jadi masalah lagi baginya.

"Tuan ... Tuan, tunggu!" panggil Audrey.

Ravin yang tengah menuruni anak tangga jelas langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Audrey.

Gadis itu mengambil langkah seribu begitu melihat Ravin berhenti, ia langsung berdiri di anak tangga bawah Ravin sehingga membuatnya sedikit mendongak.

"Tu-tuan, saya mau minta Izin," kata Audrey dengan nada sedikit terengah.

"Apa?" tanya Ravin yang entah sebenarnya masih kesal atau tidak masalah kecerobohan tadi.

"Bolehkah saya menjenguk mamah saya?" tanya Audrey dengan mimik memelas.

"Boleh, tapi kamu harus kembali sebelum pukul lima atau aku akan memberimu hukuman," jawab Ravin dengan nada datar.

"Baik, terima kasih." Mata Audrey berbinar bahagia karena ia di perbolehkan pergi.

Ravin turun satu anak tangga, membuat jarak antara dirinya dan Audrey begitu dekat. Pemuda itu sedikit mencondongkan kepalanya ke arah Audrey, membuat gadis itu kebingungan.

"Jika kau terlambat kembali, atau aku tidak mendapatimu disini saat pulang, maka hukuman yang pantas untukmu adalah hukuman di atas ranjang," ancam Ravin sedikit berbisik di telinga Audrey.

Mendengar ancaman pemuda itu membuat Audrey menelan salivanya, matanya melirik Malik yang pura-pura tidak lihat dan mendengar.

"Jadi! Jangan sampai terlambat, meski terlambat pun bukan aku yang rugi," imbuh Ravin menepuk pundak Audrey kemudian melanjutkan langkah menuruni anak tangga.

Kiamat semakin dekat!!

..._...

..._...

..._...

..._...

..._...

..._...

...Jangan lupa Like Koment ya .....

...Terima kasih😘😘😘...

1
Eny Yuniati Ningsih
Kecewa
Eny Yuniati Ningsih
Buruk
Yusria Mumba
ganteng malik,
Yusria Mumba
sabar aured
kika
susan msih 15 tahun ya? wkwk...
Qaisaa Nazarudin
Wah kangan bilang Bayi yg Ravin tolong, akan jadi mantu nya saat udah gede nanti 😃
Qaisaa Nazarudin
Waah gemessiin banget kamu sayaangg 🥰🥰😍😍💋💋
Qaisaa Nazarudin
Waahh Anaknya Kate ada temennya nih, Dua2 nya cewek,,
Anak aku nomor 2 lelaki,lahiran juga Vacum, karena udah lemah, Dan sebelum lahiran gak ada selera utk makan apa pun..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣😜😜🙈🙈🙈
Qaisaa Nazarudin
Apa kabar dgn Damar??
Qaisaa Nazarudin
Menikah hampir setahun,aktivitas ranjang berjalan lancar,kenapa Audrey belum hamil lg??
Qaisaa Nazarudin
Pantas aja kelakuan dan sikap Arlan gak kayak Kate dan ortunya,Sikap Atlan kayak Audrey dan Hana..
Qaisaa Nazarudin
Oh aku pikir omongannya Audrey yg mengatakan masih ada yg mau menikahi Kate dan menerimanya itu,ku pikir itu cuman akal bulusnya Audrey,Tp nyata nya bukan omong kosong,Wah keren Audrey 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Audrey bisa minta tolong ke Ravin utk mengambil Surya kerja di perusahaanya,Eh Aidrey juga bisa kok,kan dia direktur nya 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😁
Qaisaa Nazarudin
Betul2 cerdik nih Audrey…👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Kalo dipujuk mah dia akan monolaknku mentah2 Kate, Kalo di ancam dia pasti akan menurut karena gak punya alesan lg..
Qaisaa Nazarudin
Sememangnya berselingkuh itu tdk bagus, KARMA nya akan berlaku pd diri kita sendiri yg menanggungnya, Menyesal juga udah gak berguna lagi,,jadi gunakan OTAK sebelum MELAKUKAN sesuatu..
Qaisaa Nazarudin
Gila udah punya istri tapi berselingkuh, mmg pantas kamu mati, hidup juga gak berguna, cuman tau melukai dan mengjianati istri jya doang, Harusnya dua2 mati dgn jalangnya sekalian..
Qaisaa Nazarudin
Bagus,itu lebih dr harus membawanya pulang kerumah,hanya utk berjaga2 saja kan..
Qaisaa Nazarudin
Pulang aja,mama kamu juga udah kenak tangkap tuh,Jgn di bawa pulang kerumah deh Aidrey,takutnya saat udah ditolong akan menggigit balik, mending tolong carikan siapa yg menghamili nya aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!