Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Frans
Happy Reading 📖
***edisi revisi
Gea merebahkan diri di kamar sambil mengingat pertemuan dengan Frans pertama kalinya.
***flasback on
"Aaa ..." Jerit Gea.
Sebuah mobil hampir saja menyerempetnya ketika dia berjalan keluar dari gang tempat kosnya.
Mobil berhenti tepat di depannya, dan seorang cowok keren turun dari mobil.
"Maaf apa ada yang terluka?" tanya cowok itu menatap Gea tanpa kedip.
"Ah tidak! Hanya ini, sedikit kotor. Lain kali hati-hati dong nyetirnya bahaya tahu!"
Gea cemberut
"Mana jalurnya sempit lagi" tambahnya.
"Iya maaf saya pikir gak ada yang lewat." Ucap cowok itu.
"Perkenalkan nama saya Frans kuliah di Univ jurusan ekonomi," Cowok itu mengulurkan tangan.
"Gea, kita sama kampusnya aku jurusan akuntan," Gea menjabat tangan Frans.
"Sebagai permintaan maafku aku bersedia mengantarmu."
"Oh itu ...nggak usah aku mau ke terminal bus, pulang ke desa dulu, jaraknya lumayan jauh dari sini," Kata Gea merasa tidak enak.
"Tidak masalah aku juga tidak kemana-mana kog setelah ini. Lagi pula angkot disini sulit," Kata Frans.
"Baiklah kalau tidak merepotkan dirimu."
***flash back off
Gea memejamkan mata dan terlelap. Dia bermimpi bertemu Frans, wajahnya sangat pucat.
Frans benarkah itu kamu pucat sekali wajahmu. Frans mencoba meraih tangan Gea dan berkata.
"Temani aku Gea, tolong aku sendirian."
Gea terjaga dari tidurnya tepat jam 2 pagi.
Astaghfirullah Frans ....
Alhamdulillah ternyata cuma mimpi semoga Frans baik-baik saja. Sebaiknya aku sholat malam dulu.
Gea mengambil air wudhu dan sholat sunnah berdoa semoga temannya diberikan yang terbaik untuknya.Sambil menunggu azan subuh dia membaca kitab suci. Rasa tenang dalam hatinya ketika selesai membaca.
***
Pagi Hari
Setelah sarapan online tentunya karena Gea belum mempunyai alat -alat masak di kos Gea melanjutkan menulis novel sambil menunggu waktu menjenguk Frans jam 10 nanti.
Jam 10 Gea berjalan keluar kos menuju pelataran depan kampus untuk menunggu Dev. Ternyata anak itu telah menunggunya.
"Sudah lama nunggu Dev?" tanya Gea sambil menerima helm .
"Baru saja, oh ya kita mampir ke toko dulu ya cari sesuatu." Ucap Dev sambil melajukan motornya.
Setelah mencari sesuatu untuk dibawa mereka melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
**
Di Rumah sakit tempat Frans dirawat. Weni kemarin mencoba menghubungi papanya Frans, Ferdi tetapi terputus terus di matikan sepertinya ponsel.
"Tidak ada salahnya aku coba lagi, kemana kamu mas? Sejak kemarin tidak angkat telponku. Apakah kamu benar-benar melupakan kami."
Tut ... tut ... menyambung ...
"Hallo Ma, ada apa?" terdengar suara dari sebrang.
"Mas, kemana saja kamu kemaren? Aku hubungi tidak bisa bahkan telponku kamu matikan?" Kata Weni geram.
"Oh itu ... maaf aku sedang sibuk tidak pegang ponsel ... Apa kamu bilang? Dimatikan? Aku tidak pegang ponsel sama sekali jadi mana mungkin aku matikan?" Sautnya sedikit intonasi marah.
"Huh, ya sudah sekarang Mas ke Rumah sakit Frans pingsan dari kemarin apa mas sudah melupakannya?" Saut Weni kesal.
" lNgomong apa kamu Ma? Aku benar-benar sibuk dengan proyek baru, jangan mikir macem-macem," Kata Ferdi marah.
"Sekarang katakan di Rumah sakit mana kalian?"
Mengetahui kondisi anaknya Ferdi bergegas meninggalkan sarapan bersama Enggela yang merupakan istri baru, tanpa pamit. Membuat Enggela geram dan marah.
"Awas kamu Weni, jangan coba-coba merebut suamimu kembali tak kan kubiarkan hal itu terjadi. Ferdi milikku dan hanya milikku ha ... ha ..." Tawa Enggel istri baru Ferdi dalam hati.
Sampai di rumah sakit Ferdi mencari ruang rawat Frans yang sudah dipindah dari IGD.
"Bagaimana kondisi Frans Ma?" kata Ferdi berusaha meraih tubuh Weni yang lesu, namun Weni menghindar.
"Belum sadar, tadi malam baru dipindah karena sudah stabil." sedikit menitikkan air mata lagi.
"Mas datang dengan siapa?" tanya Weni tanpa menatapnya.
"Sendiri maafkan aku Ma, aku telah menyakiti kalian aku khilaf maafkan aku," Kata Ferdi sedikit berkaca-kaca melihat kondisi anak dan mantan istrinya.
"Seandainya waktu bisa aku ulang lagi Ma, hatiku juga sakit melihat kita berpisah dengan cara seperti ini. Semua salahku aku termakan rayuan dan hasutan wanita itu."
Batin Ferdi menjerit luka sangat dalam ...
" lBagaimana kata dokter? Kalau di sini rumah sakit tidak memungkinkan bisa kita bawa ke luar negeri Ma, siapa dokternya akan kutemui."
"Dokter jantung, Luna namanya." Jawab Weni sambil menatap Frans yang tergolek.
Tiba-tiba tangan Frans bergerak, Weni terkejut melihat pergerakan tubuh anaknya.
"Sayang, kamu sudah sadar nak?Mas cepat panggil dokter!" Kata Weni dengan mata berkaca-kaca.
"Oke ...!"
Sedikit berlari Ferdi ke ruangan dokter Luna dan memberi tahu kondisi anaknya.
Dokter memeriksa Frans intensif, "Maaf bisa keluar sebentar biarkan saya periksa dulu!"
Di luar kamar rumah sakit, Ferdi mendekati Weni dan meraih tangannya.
"Ma, maafkan aku. Aku tak becus menjadi seorang ayah, hukum aku Ma. Seandainya waktu dapat aku ulang ..." Ferdi menangis.
Weni tak percaya melihat kondisi itu. Dia pikir laki-laki dihadapannya itu tidak pernah menyesali perbuatannya sedemikian itu.Tapi segera ditepis pikiran itu, bisa saja hanya rayuan agar dia kembali bersamanya, mengingat kejadian yang membuat hatinya begitu sakit.
"Jangan begitu biar tidak ada salah paham lagi antara aku dan istri baru Mas," Kata Weni berusaha menepis tangannya dari Ferdi.
Tapi Ferdi tetap tidak mau melepaskan tangan Weni.
"Biarkan tetap begini Ma. Biar kita sama-sama kuat, kamu sudah makan?" katanya lembut.
"Tidak lapar," Kata Weni menunduk
Tiba-tiba dokter ke luar kamar.
"Pasien sudah lebih baik, tapi sebaiknya segera dilakukan operasi transplantasi jantung agar cepat pulih untuk itu nanti bapak dan ibu bisa konsultasi di ruangan saya," Kata dokter dan berlalu meninggalkan ruang rawat.
***
Sementara Dev dan Gea sudah sampai di depan ruang rawat bersamaan penjelasan dokter kepada orang tua Frans dan terkejut.
"Apa tante? Jadi Frans harus tranplantasi jantung?" Kata Gea terkejut.
"Iya, eh ... kamu siapa temannya Frans?" Tanya Weni menatap Gea dan Dev bergantian.
"Iya tante, perkenalkan saya Gea teman kampusnya," Kata Gea menjabat tangan Weni dan Ferdi.
"Mamanya Frans, Weni."
"Saya papanya Frans, Ferdi, terimakasih ya nak, ayo masuk Frans baru sadar," Ajak Ferdi lebih dulu masuk kamar.
"Hai Frans, bagaimana kabarmu? kamu masih pucet." Gea dan Dev mendekat brankar.
"Hai cantik, kog tahu aku disini ...?" Kata Frans lemah berusaha meraih tangan Gea dan mengecupnya.
"Ehhh ... sstt ... jangan gitu dong malu," Bisik Gea.
"Hai Brow, kamu melupakanku kalau sudah ketemu cewek cantik apa aku obat nyamuk disini?" Kata Dev sedikit bercanda.
"Diam!! Jangan ganggu!! Gea obatku cepat sembuh." ucap Frans tertawa tertahan.
"Kenapa kemarin kamu gak cerita ke aku Brow, seperti ini deh jadinya sedih juga tahu.
"Gak pa-pa, aku terbiasa sendiri Dev tak mau merepotkan orang lain."
Kata-kata Frans membuat kedua orang tuanya sedih berkaca-kaca, menyadari kesalahan mereka.
"Gea, Dev, maukah kalian menemaniku dibsini?" Kata Frans berharap.
"Oke aku bisa tapi bagaimana kamu Gea?"
"Bisa, toh kita mulai masuk baru senin depan tapi aku pamit bu kos dulu takutnya dicari," Kata Gea menatap Frans dan Dev. Kemudian beralih kepada kedua orang tua Frans minta ijin untuk ikut menjaga anaknya.
***edisi revisi biar enak bacanya
terimakasih banyak atas dukungan karyaku 😍🌹😍🌟
JANGAN LUPA LIKE & VOTE NYA
***
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍