NovelToon NovelToon
Mencintai Istri Pria Lain

Mencintai Istri Pria Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

"Kenapa kau suka sekali ikut campur dengan urusan pribadiku?"

"Karena aku sedang mencari celah untuk mendekatimu dan merebut dirimu dari suamimu yang brengsek itu," jawab Hansel blak-blakan.

Jatuh cinta pada seorang gadis bukanlah hal yang memalukan. Tapi bagaimana jika ternyata kau jatuh cinta pada seorang wanita yang berstatus sebagai istri dari pria lain?

Hal inilah yang dirasakan oleh seorang Hansel Abraham. Hansel jatuh cinta pada Hanni, perawat pribadinya yang saat ini menyandang status sebagai istri dari Raymond Damara.

Langkah apa yang akhirnya akan diambil oleh seorang Hansel Abraham?
Apakah Hansel akan merelakan Hanni tetap bersama Raymond?
Atau Hansel akan menggunakan segala cara untuk merebut Hanni dari pelukan Raymond?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERAWAT BARU

Tepat pukul delapan pagi, mobil yang ditumpangi Hanni dan Alex keluar dari kawasan bandara kota.

Hanni baru ingat, kalau di kota inilah Raymond dan keluarganya tinggal. Raymond pernah memberikan alamat lengkap kantornya pada Hanni.

Ah, mungkin Hanni akan menjumpai Raymond saat dirinya mendapat cuti kerja nanti. Kata Alex Hanni bisa minta izin cuti dan bebas tugas dua kali setiap bulannya.

Mobil terus melaju membelah jalanan kota yang mulai padat oleh berbagai jenis kendaraan bermotor. Setelah hampir satu jam berjibaku dengan kemacetan dan jalanan yang padat, mobil akhirnya masuk ke sebuah perumahan elit.

Pagar-pagar besi yang tinggi, menjulang di kanan kiri jalan perumahan tersebut seolah sedang menyembunyikan keelokan bangunan di dalamnya.

Mobil berhenti sejenak di depan satu rumah yang tertutupi pagar besi yang menjulang. Pagar terbuka, langsung terlihat rumah modern yang megah bak istana. Mobil masuk ke halaman luas yang ada di depan rumah tersebut. Semua pemandangan itu, tentu saja membuat Hanni berdecak kagum.

"Kita sudah sampai. Ayo turun!" Ajak Alex pada Hanni.

Hanni hanya mengangguk dan segera turun dari mobil. Hanni mengikuti langkah Alex yang kini masuk ke teras rumah besar tersebut.

Seorang pelayan membukakan pintu dan menyapa Alex dengan ramah.

Setelah berbincang sebentar dengan pelayan tersebut, Alex segera mengajak Hanni masuk ke ruang tamu rumah besar itu yang mungkin ukurannya setara dengan rumah Hanni.

Benar-benar rumah yang mewah dan megah.

"Duduk, Han!" Perintah Alex seraya menunjuk ke sofa berwarna coklat yang ada di ruangan tersebut.

Hanni menurut dan segera duduk.

Alex masuk ke dalam dan entah pergi kemana, meninggalkan Hanni seorang diri.

Seorang pelayang datang membawa nampan berisi cangkir teh yang masih mengepulkan asap yang aromanya sangat harum.

"Silahkan, Nona," ucap pelayan itu sebelum pergi berlalu dari hadapan Hanni.

Tak berselang lama, Alex sudah kembali bersama seorang wanita paruh baya yang berpenampilan modis. Wanita tersebut masih terlihat cantik diusianya yang mungkin sebaya dengan usia bu Halimah.

"Kenalkan, Hanni! Ini Aunty Ira, pemilik rumah besar ini," ujar Alex memperkenalkan.

Hanni segera bangkit berdiri dan menjabat tangan mama Ira dengan takzim.

"Ini perawat untuk Hansel?" Tanya mama Ira seraya memperhatikan penampilan Hanni dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Iya, Aunty. Namanya Hanni. Dia sahabat lama saya," jawab Alex menjelaskan.

"Duduk!" Perintah mama Ira.

Hanni dan Alex segera duduk di sofa.

"Apa kau sudah ada pengalaman menjadi perawat pribadi?" Selidik mama Ira seraya menatap tajam ke arah Hanni.

"Belum ada, Nyonya. Tapi saya sudah sering merawat orang-orang sakit sebelum ini. Dan selama dua tahun ini saya merawat sendiri ibu saya yang sakit keras," jawab Hanni menjelaskan. Wanita itu hanya sesekali menatap wajah mama Ira. Hanni lebih banyak menunduk saat menjelaskan profil dirinya.

"Hansel tipe pasien yang temperamental dan mudah tersinggung, apa menurutmu kau akan bisa menghadapinya?" Tanya mana Ira lagi.

"Saya akan berusaha, Nyonya," jawab Hanni cepat.

"Kata Alex kamu mengambil pekerjaan ini karena butuh biaya untuk pengobatan ibu kamu. Benar begitu?" Tanya mama Ira lagi.

"Benar, Nyonya," jawab Hanni seraya kembali menunduk.

"Aku akan membayar semua biaya pengobatan ibu kamu. Asal kamu mau menandatangai kontrak, kalau kamu bersedia menjadi perawat pribadi untuk Hansel sampai pria itu bisa berjalan lagi seperti sedia kala,"

"Saat ini, Hansel sedang menjalani terapi. Dan kata dokter mungkin butuh waktu lima sampai enam bulan lagi untuk Hansel pulih. Apa kau akan sanggup bertahan selama itu?" Cecar mama Ira sekali lagi.

"Saya akan bertahan, Nyonya," jawab Hanni dengan nada bersungguh-sungguh.

"Aku tidak mau mendengar kamu merengek minta berhenti, mengeluh ini itu, ataupun kabur dari rumah ini. Ada materai di surat perjanjian ini, jadi kamu pasti tahu konsekuensi apa yang harus kamu tanggung jika kamu berani kabur atau melarikan diri," sergah mama Ira seraya menunjuk pada lembaran surat perjanjian yang kini ada di atas meja.

Hanni menghela nafas panjang berulang kali. Rasanya seperti akan masuk ke tiang gantungan saja. Tapi Hanni juga tak punya banyak pilihan sekarang. Sudah terlambat untuk mundur.

"Iya, Nyonya. Saya paham," jawab Hanni dengan nada mantap.

Alex meraih kertas perjanjian yang ada di atas meja dan memberikannya pada Hanni.

"Bacalah dulu isinya, sebelum tanda tangan," ujar Alex seraya mengangsurkan kertas-kertas tadi pada Hanni.

Hanni membaca sejenak setiap poin yang ada di dalam surat perjanjian tersebut. Sesekali Hanni bertanya pada Alex jika ada kalimat yang Hanni tidak pahami. Setelah membaca semua isinya, Hanni segera menandatangani surat perjanjian tersebut.

"Baiklah. Kau bisa bekerja mulai besok pagi. Alex akan memberitahumu semua hal mengenai Hansel dan apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan di rumah ini," mama Ira sudah beranjak dari duduknya.

"Kau tahu apa tugasmu, Alex?" Mama Ira ganti menatap tajam pada Alex.

"Tentu saja saya paham, Aunty," jawab Alex cepat.

"Sekalian kau tunjukkan kamarnya di belakang!" Ucap mama Ira lagi yang sudah melangkah pergi meninggalkan ruang tamu.

Hanni kembali menghela nafas panjang berulang kali.

Alex yang bisa melihat kegugupan Hanni segera menepuk punggung sahabatnya tersebut.

"Kau akan terbiasa dengan sifat ketus anggota keluarga ini," ucap Alex berusaha berpikir positif.

Hanni mengangguk.

"Meskipun mereka semua ketus tapi mereka orang-orang baik, Han. Jadi kamu tidak perlu khawatir," imbuh Alex lagi.

Dan sekali lagi Hanni mengangguk,

"Aku mengerti. Semoga aku akan bisa bertahan menghadapi sikap tuan mudamu itu," jawab Hanni seraya terkekeh. Sepertinya Hanni berusaha mencairkan ketegangan yang ia rasakan.

"Kau tenang saja! Aku akan membantumu dan memberitahumu beberapa hal tentang Hansel. Minumlah tehmu dulu!" Ujar Alex seraya menunjuk ke cangkir teh yang ada di atas meja.

Hanni mengangguk dan segera menyesap teh beraroma mawar tersebut.

"Halo, Abangku tersayang. Siapa gadis manis ini?" Jevon yang baru keluar dari kamar Hansel langsung menyapa Alex.

"Kau sudah selesai mengurus tuan muda?" Bukannya menjawab pertanyaan Jevon, Alex malah balik bertanya.

"Ya. Aku sudah memandikannya dan membuatnya wangi. Tapi aku rasa si tuan muda keras kepala itu tidak akan keluar kamar seharian," jawab Jevon seraya terkekeh. Pemuda itu duduk di sofa ruang tamu dan bergabung bersama Hanni dan Alex.

"Oh, iya Hanni. Ini Jevon adikku. Kamu masih ingat, kan?" Alex memperkenalkan Jevon pada Hanni.

"Tentu saja aku ingat. Kau benar-benar sudah tumbuh menjadi pemuda yang tampan, Jev! Aku hampir tidak mengenalimu," puji Hanni seraya menjabat tangan Jevon.

"Apa kau Hanni, teman sekolah Alex?" Tanya Jevon memastikan.

Hanni langsung mengangguk dengan cepat.

"Oh, astaga!" Jevon langsung memeluk Hanni.

"Sedang apa di sini?" Tanya Jevon lagi.

"Dia yang akan menjadi perawat pribadi untuk Hansel," bukan Hanni melainkan Alex yang menjawab pertanyaan Jevon.

"Benarkah itu? Semoga kau betah dan kuat batin menghadapi si tuan muda temperamental itu," Jevon menepuk punggung Hanni.

"Aku akan berusaha," jawab Hanni bersungguh-sungguh.

"Jevon juga adalah perawat Hansel. Tapi Jevon hanya datang saat pagi dan sore untuk membantu Hansel mandi dan melakukan kebutuhan prianya," Alex menjelaskan.

"Kebutuhan pria? Kau sungguh mengatakan itu di depan seorang gadis, Al?" Jevon tergelak.

"Hanni sudah menikah, Jev! Jadi aku rasa dia sudah paham," sergah Alex cepat.

"Ouh, Sorry! Aku tidak tahu," sahut Jevon sedikit merasa bersalah.

"Tidak apa," ujar Hanni seraya tersenyum.

"Baiklah aku harus pergi sekarang dan melanjutkan homevisit ke pasien lain yang membutuhkan jasaku," Jevon sudah beranjak berdiri.

"Bye semua!" Pamit Jevon seraya berlalu pergi dari hadapan Alex dan Hanni.

"Kau bisa istirahat dulu di kamarmu, Han. Ayo aku antar!" Ujar Alex seraya bangkit berdiri dan membawakan tas Hanni.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir hari ini.

Jangan lupa like dan komen.

Untuk yang ingin vote karya ini, bisa klik pita ungu bertuliskan "lomba update tim" agar vote kalian masuk dan terhitung sebagai dukungan untuk othor. Terima kasih 😙

1
lantol
raymon serakah
syh 03
Luar biasa
inayah machmud
Hanni ga inget kalo sudah lepas kb.
inayah machmud
😭😭😭😭😭
Titik Novrianti
emang bodoh bin goblok lh si hanni ini
sintesa destania
sumpah ku menangisssss
sintesa destania
dan kenapa aku manengis tersedu sedu sekali😭😭😭
sintesa destania
kok aku sakit hati ya
Sri Wahyuni
💪💪💪👍👍👍💐💐🌼🌼🌻🌻💗💗❤💐🌼💐💐
minarni 0714
Luar biasa
inayah machmud
calon anak mu lagi protes Hansel karena kelaparan. 🤭😂😂😂😂😂
inayah machmud
gimana Hani gak hamil orang kamu garap sampai pagi.
Vien Habib
Luar biasa
Lilisdayanti
nyimak dulu 🤭🤭 aahhhh apa ya judul nya ko aqu ga perhatikan tadi 🤭🤭
Lilisdayanti
iyakah,,ber alibi kebanyakan tipu daya 🤭
ayu nuraini maulina
Hans bego
ayu nuraini maulina
ap Hans g ingat pas anu2 sama hani
ayu nuraini maulina
11 12 Kaka beradik sama2 keras
ayu nuraini maulina
tensi naik hans
ayu nuraini maulina
elo ng suami goblok yg masih d ketek ortumu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!