NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu Kepastian

"Arsen tidak menghubungimu?" tanya Prameswari setelah lewat tujuh hari sejak pertemuan putrinya.

Ananta yang sedang menikmati sarapannya jadi menunda suapannya. Perasaannya mulai ngga nyaman.

Papanya-Gala Aghia juga ikutan menunda suapannya. Dia sekarang saling tatap dengan putrinya.

Helaan nafas Prameswari memutuskan tatapan mereka.

"Kalian tidak bertukar nomer telpon?" tanya Prameswari lagi. Nada suaranya terdengar kesal karena putrinya sama sekali tidak berusaha keras.

Karena mulutnya sudah penuh dengan makanan, Ananta hanya menggelengkan kepalanya sebagai respon untuk menanggapi pertanyaan mamanya.

"Harusnya kamu minta, dong, Ananta. Kamu ngga niat banget bantu papa kamu," omel mamanya mulai emosi.

Ananta ngga menjawab, dia ngga mau mamanya tambah marah. Padahal dia ingin membantah. Dia bahkan sampai melupakan keinginannya demi mewujudkan semua permintaan mama dan papanya.

Prameswari menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan untuk meredakan kemarahannya.

"Hari ini jangan lupa, ada wartawan yang akan meliput kegiatan kamu. Lakukan dengan sebaik baiknya," pesan mamanya setelah meneguk minumannya. Wajahnya masih tampak kesal.

Mereka butuh dokumentasi video dan foto yang akan diselipkan di sosial media suaminya.

"iya, mah." Setelah cukup lama mengajar, Ananta mulai merasa bersalah karena sudah mengeksploitasi anak anak TK demi karir papanya. Walaupun wajah anak anak itu diblur.

"Nanti papa akan minta nomor Arsen pada Latif." Gala Aghia memberikan solusi untuk meredakan kemarahan istrinya.

Dalam hatinya Ananta ingin menolak usul papanya, tapi dia takut mamanya malah tambah mengamuk nantinya.

Ananta menghela nafas panjang. Kalo begini dia seperti tidak punya harga diri, terus saja disodor sodorkan pada laki laki yang sama sekali tidak tertarik dengannya.

Sudah satu minggu dan belum ada kabar. Sudah pasti laki laki setengah bule itu akan memilih yang lain, kan?

Sayangnya orang tuanya sama sekali ngga peka.

Demi kerja sama yang dijanjikan, mereka lebih suka mempermalukan anaknya.

Ananta mengambil nafas dalam dalam dan melepaskannya perlahan. Beban malu ini terlalu berat dia rasakan.

*

*

*

"Sudah kamu putuskan siapa.yang akan kamu nikahi?" tanya Latif Jaffar ketika menemui putranya di ruangan kerjanya. Satu jam lagi menjelang istirahat.

Arsen yang disibukkan dengan banyaknya yang harus dia pelajari dalam waktu singkat, melirik papinya sebentar.

"Belum," ucapnya kembali mengalihkan tatapnya ke layar laptop.

Latif Jaffar menghembuskan nafas perlahan. Sudah enam gadis yang putranya temui. Orang tua para gadis itu adalah pemilik serpihan saham perusahaan mereka.

"Mau kencan lagi?" tawar Latif Jaffar sambil duduk di depan meja putranya.

Arsen memalingkan wajahnya ke arah papinya.

"Sebenarnya siapa.yang harus aku pilih?" Dia tau, piihannya pasti untuk memperkuat posisinya. Di antara gadis gadis itu belum ada yang benar benar klik dengan hatinya.

"Terserah kamu. Tapi nenekmu ngga akan membiarkan kamu lama lama menjomblo. Dia sudah berhasil membuatmu terpilih sebagai CEO." Latif Jaffar akui mamanya-Widari Bintani memang hebat. Di saat kakak dan adiknya tidak mendukungnya, dia berhasil meyakinkan para pemilik saham recehan itu untuk tetap berdiri di sampingnya, dengan mau dipimpin cucu yang pernah dibuangnya.

Untuk mencegah terjadinya pengkhianatan mereka, Arsen harus menikahi salah satu putri pemilik saham recehan itu.

Arsen terdiam. Perusahaan neneknya kini sudah ada dalam genggamannya. Ubay atau Cakra-sepupu sepupunya yang sudah lebih lama berkutat di perusahaan keluarga ini, sama sekali tidak dianggap neneknya.

Dia suka karena tidak perlu bersusah payah mendapatkan haknya karena neneknya sendiri yang memberikan.

Tapi ada yang dia tidak suka, soal perjodohannya yang sudah ditentukan. Wanita tua itu benar benar ingin dia berada di bawah kendalinya.

Arsen menghembuskan nafas panjang. Gadis gadis cantik dan kaya raya itu sama sekali tidak membuat dia tertarik, karena mereka mau menikah dengannya karena dia cucu konglomerat. Seandainya mereka mengenalnya waktu dulu, pasti tidak akan mau dengannya. Jangankan istri, pacar saja pasti mereka ogah.

Uang dan status memang bisa membuat orang takluk. Mungkin ini juga berlaku untuk seorang model yang dulu pernah menolaknya. Arsen tersenyum miris.

Arsen ngga mungkin menyerah. Dia butuh uang banyak untuk pengobatan penyakit yang diderita mamanya. Tujuan utamanya memang untuk kesembuhan mamanya, hingga dia mau menggantikan cucu nenek tua yang sudah meninggal itu.

Mama yang mengkhawatirkannya, sampai menolak berobat ke luar negeri. Lebih memilih rumah sakit di dalam negeri saja. Mungkin karena tau kalo neneknya bisa melakukan tindakan apa saja terhadap dirinya.

"Menurut papi siapa yang cocok untukku?"

"Hemm ...." Latif Jaffar berpikir. Sudah banyak pesan yang masuk ke ponselnya untuk mempertanyakan nasib perjodohan putri putri mereka.

Arsen menyimak dalam diam.

"Kamu sukanya sama siapa? Bukannya mereka cantik cantik?"

Arsen mengangguk. Dulu gadis gadis cantik dan kaya raya seperti ini tidak pernah ingin menjadikannya kekasih, apalagi suami. Tapi sekarang mereka malah menawarkan diri mereka dan suka rela bersuamikan dirinya.

Dia ingat, dulu saat menjadi model, ada seorang model dari agensi yang sama membuatnya merasa tertarik. Karena mereka berasal dari perekonomian yang sama, mencari nafkah dari karir sebagai model, Arsen memberanikan diri untuk menyatakan cinta. Tapi model itu menolak, dia lebih memilih pria kaya raya dan sekarang ikut dengan pria itu. Arsen sudah tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Sejak saat itu Arsen menutup hatinya terhadap perempuan.

Ternyata uang lebih membuat mereka tertarik dari perasaan cinta yang murni.

"Bagaimana kalo Silvana? Kelihatannya dia sangat tertarik denganmu?" Pertanyaan papinya membuyarkan kenangan buruknya di masa lalu.

Arsen menggeleng. Belum apa apa gadis itu sudah menawarkannya untuk melakukan m@king love.

"Kalo Cinthia?" tanya papinya lagi.

Arsen kembali menggelengkan kepalanya. Gadis itu berprofesi sebagai model, mengingatkannya pada kenangan buruk pada cinta pertamanya. Gadis itu juga terang terangan menginginkannya jadi suaminya.

"Luvita bagaimana?" Latif Jaffar masih belum putus asa.

Arsen juga menolaknya. Gadis itu juga berprofesi sebagai model yang pernah membuatnya trauma.

"Kalo Teresia? Dia pintar sebagai menejer keuangan di perusahaan keluarganya," promosi Latif Jaffar. Tapi dia harus menerima kekecewaan lagi karena putranya kembali menolak.

"Evelin?"

Arsen menggeleng. Semua.yang disodorkan papinya sangat agresif. Arsen tidak suka. Baginya perempuan harus pasif, karena yang agresif dan dominan adalah pria.

Latif Jaffar menghela nafas panjang.

"Ananta yang guru TK? Saham yang dimiliki orang tuanya di perusahaan kita enam persen. Paling besar dari yang lain." Latif Jaffar berusaha mempengaruhi putranya.

"Gadis itu juga mengambil gelar master. Dia anak yang penurut. Menjadi guru TK juga atas keinginan orang tuanya demi mendapatkan simpati positif pemilih papanya," jelas Latif lagi.

Oh iya, gadis itu. Sekelumit senyum terukir di bibirnya. Gadis yang sangat terus terang mengatakan kalo perjodohan ini atas permintaan orang tuanya. Dia tidak takut ditolak dan jadi penyebab kerugian keluarganya karena perjanjian kerja sama yang batal.

"Bagaimana?" Latif merasa ada secercah harapan karena Arsen tidak langsung menolaknya, seperti gadis gadis sebelumnya.

"Yang ini saja, pi." Arsen merasa tertantang karena gadis itu sama sekali tidak memiliki gestur ketertarikan dengannya.

Wajah Latif Jaffar langsung sumringah. Semangat dan harapannya yang hampir layu kini segar kembali.

"Papi akan hubungi keluarganya."

Arsen hanya menganggukkan kepalanya.

Ananta, batinnya. Wajah cantik yang kelaparan itu terbayang lagi di ingatannya.

Boleh juga, batin Arsen lagi. Karena mereka tidak saling tertarik, dia tidak akan merasa bersalah sudah memilihnya.

1
anggita
iklan☝like👍👌
Ernaaaaa
sabar ananta
Dewy Aprianty
ya ampun arsen🤭
Ernaaaaa
edannn sikutukupret
Ernaaaaa
terimakasih Thor...makin penasaran aku
Lia Kiftia Usman: penasaran karakter ananta yang penurut ... 🤭
total 1 replies
Ernaaaaa
makasih Thor
Ernaaaaa
buset main hati Kabeh xixixi
Alia Chans
Hadir thor.. ceritanya keren
semangat😉
Rahma AR: 😊😊....
total 1 replies
Ernaaaaa
alkhamdulillah maraton aku bacanya...lanjut Thor
Ernaaaaa
baru bisa Baca novel barunya..maksih Thor
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
Titi Liana
suka
Lia Kiftia Usman
ananta...oh ananta...
Dewy Aprianty
lanjut thorr
hiro_yoshi74
meresahkan ini ma belum juga halal ar 🤭🤣🤣🤣
anggita
👍☝ like iklan
Gibran AnamTriyono
Bau Bau nya Nanti Bakal Calon Berbesan sama EZrA ini 😄✌️
Herman Lim
nah aku bgg ne keluarga sapa coba ada Arsen
Rahma AR: cerira baru🤭
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
betul..kenbodohan yang haqiqi😄
Lusi Hariyani
latief gentle jg
Khey Rachmat
di luar keluarga airlangga sm artha mahendra ka????
cerita keluarga baru apa?
Love You Z♥️: semangat thoooorrrr 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!