NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:299
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

"Oh jadi maksud Papa itu berteman dengan Almarhum Paman Nugraha Ayahnya Zahra." ucap Ardan.

"Iya malah sudah seperti Keluarga sendiri, eh tunggu Ar!! tadi kamu bilang Almarhum kan apa maksudnya?" sahut Papa Samuel seraya bertanya.

"Iya Pa!! kalau Ayahnya Zahra itu sudah tiada." jawab Ardan.

Deg

"Innalillahi wa inalilahi rojiun."

Ucap Papa Samuel pun langsung syok saat mendengar ucapan dari Putranya sambil memegang dadanya yang terasa sakit.

Ardan yang melihat Papa nya sedang tidak baik-baik saja pun langsung meminta sang Papa untuk bisa tenang dengan cara mengatur napasnya secara perlahan lahan Papanya menuruti instruksi dari Ardan. setelah melakukan itu beberapa menit Papa sudah bisa mulai merasa tenang.

"Ar!! tolong antarkan Papa ke Rumah Pak Rahmat, Papa ingin pergi kesana sekarang." pinta Papa Samuel.

"Maaf Pa! kalau sekarang Ar tidak bisa mengantar kesana, soalnya Ar sedang bekerja dan lagian juga Kakek Rahmat harus banyak istirahat jadi nanti saja Papa ke sana nya, yang penting sekarang Ar ingin mendengar cerita tentang Papa dengan Keluarga Kakek Rahmat." tolak Ardan.

"Baiklah kalau begitu lain waktu saja Papa kesana, lagi pula benar apa yang kamu katakan itu Ar!! jadi begini ceritanya...

Flashback On

Di salah satu Restoran ada tiga Pria sedang berkumpul untuk merayakan kelulusan dengan nilai yang sangat memuaskan.

"Selamat yah untuk kalian berdua sudah lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, terus rencana kalian mau Kuliah dimana?" ucap Paman Rahmat seraya bertanya.

"Terimakasih Paman! kalau saya kayanya tidak akan meneruskan Kuliah, karena ingin langsung mencari kerjaan saja." jawab Samuel.

"Nak Sam jangan seperti itu kamu harus melanjutkan Kuliah, jangan sampai sia-sia kan kepintaran kamu itu Nak." ucap Paman Rahmat.

''Tapi Paman!! Sam tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke Kuliah, jadi Sam sudah memutuskan untuk meminta pekerjaan di Perusahaan Paman, jadi OB juga tidak apa-apa." sahut Samuel.

"Paman menolak kamu untuk bekerja di Perusahaan, karena kamu hanya harus fokus saja dengan Kuliah kamu, karena Paman sudah mendaftarkan Kuliah di Kampus yang sama dengan Nugraha." ucap Paman Rahmat.

"Hah!! tapi Paman..." kaget Samuel terpotong.

"Sudahlah Nak! tidak usah tapi-tapian, kamu itu Sahabatnya Putra Paman." potong Paman Rahmat.

"Benar kata Ayah! terima saja kamu tau sendiri kan seperti apa Ayahku ini, lagian kamu juga bercita-cita ingin punya Perusahaan sendiri kan suatu saat nanti." sambung Nugraha.

"Tapi Nug...saya merasa tidak pantas untuk menerima semua ini." ucap Samuel.

"Apanya yang tidak pantas malahan kamu sangatlah pantas, karena kamu juga kan saya bisa lulus dengan nilai yang sangat memuaskan." sahut Nugraha.

"Sudahlah Nak Sam!! terima saja pertolongan dari Paman ini dan hilangkan tuh ego kamu untuk masa depan kamu sendiri." ucap Paman Rahmat.

"Baiklah Paman!! Sam akan menerima pertolongan dari Paman ini, tetapi Sam akan menganggap semua ini hutang dan suatu saat nanti Sam harus membayarnya." sahut Samuel.

"Tidak usah menganggap seperti itu juga Sam! Paman juga tulus untuk menolong kamu." ucap Paman Rahmat.

"Sam sangat tau itu Paman! tapi Sam mohon untuk menyetujui permintaan Sam kali ini Paman." sahut Samuel.

"Baiklah Paman hanya meminta nilai yang memuaskan saja, saat di hari kelulusan kamu nanti untuk membayar hutang tersebut." ucap Paman Rahmat.

"Sam berjanji pada Paman! tidak akan mengecewakan sama sekali, sekali lagi terimakasih banyak Paman Rahmat." sahut Samuel.

"Sama-sama Nak Sam." ucap Paman Rahmat.

Flashback Off

"Jadi begitu ceritanya Nak." akhir cerita Papa Samuel.

"Terus kenapa Papa bisa kehilangan kontak dengan Keluarga Kakek Rahmat?" tanya Ardan.

Ketika Papanya ingin menjawab pertanyaan tapi ada yang mengetok pintu.

Tok

Tok

"Masuk."

Ceklek

"Maaf Pak! sudah mengganggu waktunya." ucap Andre.

"Tidak apa-apa kok! ada apa andre?" tanya Papa Samuel.

"Ini tentang jadwal Bapak! yang sudah waktunya untuk menemui Klien sekarang." jawab Andre.

"Ya sudah Pa! pergi saja jangan sampai membuat Klien kecewa dengan Perusahaan ini, lagian Ar juga harus balik ke Restoran." sambung Ardan.

"Baiklah!! hayoo kita keluar bersama dari Kantor ini." ajak Papa Samuel.

Semua Pegawai di Perusahaan Papanya itu pada melihat ke arah ketiga orang yang sedang berjalan bersama, ada juga yang berbisik-bisik kenapa kurir makanan bisa sedekat itu dengan atasan mereka.

Papa Samuel pergi dengan Andre Asistennya untuk menemui Klien sedangkan Ardan kembali ke Restoran setelah menyalami tangan Papanya dan Andre Asistennya dengan takzim.

Baru saja Ardan sampai di Restoran sudah mendengar adanya perdebatan di dalam ruangan sang Manager Restoran, dia pun berhenti di depan ruangan tersebut untuk mendengarkan padahal niat awalnya ingin buat kopi di dapur.

Di Dalam Ruangan

"Kenapa kamu masih saja menemui ku untuk apalagi, kan di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi." ucap Citra.

"Kamu jangan seperti ini dong Cit! lagian saya juga tidak setuju, kalau kita harus menyudahi hubungan ini." sahut Samsul.

"Apa kamu sudah tidak punya muka lagi, saat kamu berselingkuh di hadapanku dan yang paling menyakitkan lagi itu kamu selingkuh dengan salah satu teman baikku." ucap Citra.

"Cit!! sebenernya kamu itu hanya salah paham saja." sahut Samsul.

"Sudahlah lebih baik kamu pergi dan jangan lagi kamu mencoba untuk mendekati saya lagi, sungguh saya sudah sangat muak." usir Citra.

"Cit!! ayolah jangan emosi seperti ini dulu, saya datang kesini dengan niatan yang baik, saya berniat untuk mengajak kamu untuk datang ke acara Pernikahan teman kita yang satu minggu lagi itu." bujuk Samsul.

Tok

Tok

"Masuk."

Ceklek

"Permisi Mbak! maaf mengganggu." ucap Ardan.

"Tidak apa-apa kok! apa ada masalah Ar?" tanya Citra.

"Tidak ada! cuman ada yang mencari Mbak dan sekarang orangnya sedang menunggu di Room Privat." jawab Ardan.

"Baiklah Ar!! sebentar lagi Mbak kesana." ucap Citra.

Ardan kembali menutup pintunya dan menunggu di balik tembok yang tidak jauh dari ruangan Citra sang Manager.

Setelah beberapa menit berdiri baru terlihat seorang Pria keluar dari ruangan tersebut dengan wajah di penuhi rasa kecewa dan mungkin juga ada kemarahan.

Tak lama Citra pun keluar dari ruangan dan Ardan pun langsung bergegas menghampiri. di saat melihat Citra ingin melangkah pergi dengan tergesa-gesa.

"Eh Mbak!! mau kemana kelihatannya sangat terburu-buru sekali." ucap Ardan.

"Ya kan kamu bilang ada yang menunggu Mbak di Room Privat, gimana sih kamu tuh Ar." sahut Citra.

"Hehe maaf yah Mbak! Ar tadi cuman bohong kok, tidak ada orang yang sedang menunggu Mbak." tawa Ardan.

"Haish!! kamu tuh nyebelin banget sih Ar....

Bersambung

~ *See You Next* ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!