NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sesampainya di depan gerbang besar yang megah, dua orang satpam yang berjaga segera membuka lebar pintu gerbang besi berukir indah itu. Mobil hitam yang ditumpangi Azalea pun perlahan melaju masuk, menelusuri jalan setapak yang tertata rapi menuju halaman utama.

Azalea terpaku di tempat, matanya terbelalak tak percaya melihat pemandangan di hadapannya. Mansion itu sangat luas dan megah, dengan desain yang memadukan kemewahan dan ketenangan. Halamannya tertata rapi dipenuhi pepohonan hijau, kolam kecil dengan air yang jernih, dan lampu-lampu taman yang mulai menyala lembut, menciptakan suasana yang anggun namun terasa dingin.

Ini jauh lebih besar dan mewah dibandingkan rumah tempat ia tinggal selama ini. Namun entah kenapa, ketenangan yang terlihat di luar sana justru terasa seperti menyembunyikan sesuatu yang menakutkan.

"Jadi... ini tempatnya? " batin Azalea, hatinya berdebar kencang. Ia merasa seolah-olah baru saja melangkah masuk ke dunia yang sama sekali berbeda, dunia yang penuh dengan kekuasaan dan rahasia yang belum ia ketahui.

Mobil akhirnya berhenti tepat di depan tangga utama. Aldric yang sedari tadi diam pun membuka suara, suaranya tetap datar namun sedikit lebih lembut dari sebelumnya:

"Turunlah. Kita sudah sampai." ucap Aldric.

Azalea membuka pintu mobil dan turun perlahan. Matanya berkeliling menatap sekeliling, masih terpesona sekaligus waspada dengan lingkungan yang begitu megah dan asing ini. Saat melihat Aldric mulai melangkah menuju pintu utama, ia segera mengikuti di belakangnya dengan langkah hati-hati.

Begitu melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang luas dan mewah, langkah Azalea seketika terhenti. Napasnya tertahan sejenak. Di sana, berdiri seorang pria yang memiliki wajah sangat tampan, rahang tegas, sorot mata tajam namun memikat, dengan postur tubuh yang tegap dan berwibawa. Penampilannya begitu sempurna, tidak terlihat sedikit pun tanda-tanda usia yang sudah lanjut.

Azalea menatapnya tak percaya. "Apakah dia anak buah bos itu? Atau... apakah dia sendiri orangnya? Tapi biasanya orang yang sudah menjadi bos besar dan memiliki kekuasaan seperti ini pasti sudah berusia lanjut, bukan? Dia terlihat masih sangat muda, bahkan jauh lebih tampan dari yang aku bayangkan, " batinnya dengan penuh kebingungan.

Selama ini ia hanya menebak-nebak. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang sedang ia pandangi dengan tatapan terkejut itulah yang dimaksud — Daxon Ardhan Ravenzo, pemilik rumah ini.

Aldric yang berjalan di depan berhenti, lalu menoleh sejenak ke arah Azalea, sebelum akhirnya membungkuk sopan kepada pria di hadapan mereka.

"Tuan Daxon, dia sudah kami bawa kemari," lapor Aldric dengan nada hormat.

Mendengar Aldric memanggil pria tampan itu dengan sebutan tuan Daxon, ia pun menatap tajam ke arah Aldirc. Sebab ia tidak memberitahu jika orang yang ia lihat ada tuan Daxon.

"Kau! Kenapa kau tidak bilang jika dia tuan Daxon?" Tanya Azalea menatap tajam ke arah Aldirc.

Daxon tersenyum smirk saat melihat keberaniannya kepada Aldric, padahal banyak seorang wanita akan tunduk kepada Aldric sebab takut. Tapi wanita yang ada di hadapannya membuatnya sangat tertarik kepada Azalea.

"Bukankah aku sudah bilang jika dia tuan Daxon? Apakah kau tidak mendengar ucapanku? Dan kau malah memuji ketampanannya?" Ucap Aldric bertanya bertubi-tubi.

Azalea yang mendengar ucapan Aldric membuatnya sangat malu, sebab apa yang di katakan Aldirc memang benar. Ia tadi sempat-sempat memuji ketampanan Daxon.

Wajah Azalea semakin memerah, merasa dipermalukan. Ia menggenggam ujung bajunya erat-erat, berusaha menahan rasa malu sekaligus kesal.

"Aku tidak... aku hanya tidak menyangka..." jawabnya terbata-bata, tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia sadar bahwa reaksinya tadi memang terlihat jelas, dan tidak ada gunanya menyangkal.

Daxon melangkah maju perlahan, suaranya rendah namun terdengar jelas memenuhi ruangan. "Tidak menyangka apa? Tidak menyangka bahwa aku tidak setua bayanganmu?" tanyanya dengan senyum miring yang masih terukir di bibirnya.

Azalea menegakkan badannya, berusaha mengumpulkan keberanian. "Siapa yang tidak akan terkejut? Selama ini aku hanya mendengar bahwa bos mafia adalah orang yang sudah berumur, berwibawa, dan terlihat menakutkan. Aku tidak pernah membayangkan..." ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada lebih pelan, "...bahwa dia akan terlihat seperti ini." ucap Azalea.

Aldric tertawa kecil mendengarnya. "Lihat, Tuan. Dia malah mengakuinya sendiri."

Daxon mengangkat tangan sedikit, membuat Aldric langsung terdiam. Ia menatap Azalea dalam diam sejenak, seolah mempertimbangkan sesuatu. Lalu ia menoleh ke arah salah satu pelayan yang berdiri rapi di sudut ruangan.

"Lisa," panggilnya singkat.

Segera seorang wanita muda berpakaian seragam rapi melangkah maju dan membungkuk hormat. "Ya, Tuan?"

"Antar dia ke kamar tamu yang sudah disiapkan di lantai dua. Pastikan semuanya lengkap dan nyaman," perintah Daxon dengan nada tenang namun berwibawa.

"Baik, Tuan," jawab Lisa, lalu menoleh ke arah Azalea dengan senyum sopan. "Nona, silakan ikut saya."

Azalea menatap Daxon sekilas, masih merasa ragu dan asing, namun akhirnya mengangguk pelan. Ia melangkah mengikuti pelayan itu menuju tangga utama, meninggalkan Daxon dan Aldric yang masih berdiri di ruang tamu.

Setelah kedua wanita itu menghilang dari pandangan, Aldric berbicara dengan nada rendah: "Dia gadis yang berbeda dari yang lain, Tuan. Berani bicara terus terang, tidak takut, dan tidak berpura-pura."

Daxon tersenyum tipis, matanya masih mengarah ke arah tangga. "Ya... dia memang berbeda. Dan itulah yang membuatnya menarik."

Sementara itu, Azalea mengikuti Lisa menyusuri koridor yang luas dan dihiasi lukisan-lukisan indah. Sesampainya di depan sebuah pintu berukir cantik, Lisa membukanya dan mempersilakan Azalea masuk.

"Ini kamarmu, Nona. Semua kebutuhan sudah tersedia di dalam. Jika Nona membutuhkan apa pun, cukup tekan tombol di samping tempat tidur, saya akan segera datang," jelas Lisa ramah.

Azalea melangkah masuk dan tertegun sejenak. Kamar itu luas, bersih, dan tertata rapi — jauh lebih besar dan nyaman dibandingkan kamar sempit yang ia tempati di rumah sebelumnya.

"Terima kasih," ucap Azalea pelan.

Lisa mengangguk sopan. "Istirahatlah, Nona. Nanti akan ada yang mengantarkan makanan dan minuman ke sini." Setelah berkata begitu, ia menutup pintu dan pergi.

Azalea berjalan perlahan menuju jendela, memandang ke luar halaman yang luas. Ia menyentuh kalung pemberian Bi Inah di lehernya, berdoa dalam hati agar Bi Inah tetap aman.

...****************...

Siang hari pun tiba. Azalea merasa sangat bosan hanya berdiam diri di dalam kamar. Ia pun membuka pintu perlahan dan mengintip ke luar untuk melihat keadaan sekitar.

"Apakah aku keluar saja? Kalau terus di kamar begini rasanya membosankan sekali. Lagipula aku ingin sekali makan tahu crispy, " gumamnya dalam hati.

Akhirnya Azalea memberanikan diri melangkah keluar kamar dan menuruni tangga satu per satu. Di tengah perjalanan, ia menengadah melihat ke lantai paling atas, lalu menggeleng pelan.

"Kalau kamarku ada di paling atas, bisa-bisa aku pingsan duluan hanya untuk turun naik tangga setiap hari, " batinnya sambil akhirnya tiba di lantai dasar. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berlari menuju pintu utama untuk keluar.

TING!

Tepat saat itu, pintu lift terbuka. Keluar dari sana Daxon bersama Aldric. Wajah Daxon terlihat gelap dan matanya menatap tajam ke arah Azalea.

"Jika kau berani melangkah keluar dari mansion ini, aku akan memastikan kau tidak bisa melangkah selamanya!" bentak Daxon dengan suara menggelegar.

Azalea yang sedang berlari sontak menoleh ke belakang, terkejut mendengar ancaman itu. Namun karena terlalu kaget, ia tidak memperhatikan jalan di depannya.

BRAK!

Ia menabrak Lisa yang sedang berjalan membawa ember berisi air kotor bekas mengepel lantai.

BYURRR!

Ember itu terlepas dari genggaman Lisa dan terbalik tepat menimpa kepala Azalea, menutupi seluruh wajah dan tubuhnya dengan air yang tidak bersih.

"AKKKKHHHH! Pantatku sakit sekali!" teriak Azalea sambil duduk di lantai, lebih mengeluhkan bagian tubuhnya yang terbentur daripada memedulikan air kotor yang membasahinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
semoga azalea dan anak nya selamat yaa😔
tega banget si valeria mpe celakai azalea😔😔😔
Mia Camelia
iiihhh...dasar ulat bulu jahat valeria, awas klo sampe azalea kenapa2, daxon siap beraksi🤣
Mia Camelia
ya ampun daxon posesif juga yaa😄
Mia Camelia
ciee..daxon terpesonaa juga🥰🥰🥰
Mia Camelia
hahaaha semua takut syaiton🤣🤣🤣
aldric paling penakut iiih🤣
Mia Camelia
azalea ngidam nya manja2 gitu,
rasaiin kau daxon beli sate ayam sana🥰😂
Miu.Nuha
ahahaha betul
Miu.Nuha
nah loh, azalea sejujur itu apa nggak mengkeret itu ibu dn anak 😅
Miu.Nuha
ibu dn anak cantik dn modis juga ya 😅
Mia Camelia
daxon sweet banget sih🥰🥰🥰
lanjut thor😄
ɴs_sᴀᴘᴜᴛʀɪ✍︎: oke kak
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
Daxon mematung karena ulah berani kamu Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon cemas banget memikirkan Azalea yang ada di rumah
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea bohong ya bilang dia punya kekasih
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Azalea hamil ya sampai mual gitu
Risa Virgo Always Beau
Azalea kamu setelah melakukan hubungan badan dengan Daxon langsung mau beli cimol ngga istirahat dulu
Risa Virgo Always Beau
Daxon sepertinya cemburu setelah Azalea menyebut kata kekasih
Risa Virgo Always Beau
Daxon menyuruh Azalea supaya akting jadi suami istri sungguhan di depan mamanya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon sudah menyuruh Azalea untuk bersandiwara menjadi suami istri sungguhan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon menjadikan Azalea tameng buat hindari perjodohan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata setelah Azalea hamil dan melahirkan Daxon akan membuang Azalea kejam banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!