NovelToon NovelToon
SEPHIA

SEPHIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Slice of Life
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

Sephia tidak pernah menyangka, kehadiran tetangga baru itu akan mengubah segalanya.
Berawal dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, satu sekolah, hingga satu kelas—mereka perlahan menjadi dekat. Terlalu dekat, sampai Sephia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Sayangnya, perasaan itu datang di waktu yang salah.
Dia sudah memiliki seseorang.
Sephia memilih diam, menyimpan semuanya sendiri.
Hingga sebuah kejadian memaksa mereka untuk saling mendekat, lebih dari yang seharusnya.
Namun, bahkan setelah jarak memisahkan, waktu tetap tidak pernah berpihak.
Dan saat mereka dipertemukan kembali…
segalanya sudah berbeda.
Kali ini, justru Sephia yang harus belajar melepaskan.
Karena tidak semua yang hampir, akan benar-benar menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Interogasi Jam Istirahat

Tiga jam pelajaran pertama terasa kayak tiga abad buat Sephia. Sepanjang guru matematika ngejelasin rumus di depan kelas, fokus Sephia pecah total. Pandangannya emang ke papan tulis, tapi pikirannya melayang ke bangku barisan belakang, tepat di mana Alan duduk dengan tenang.

​Begitu bel tanda istirahat berbunyi, sorak-sorai bahagia langsung terdengar dari seisi kelas. Murid-murid mulai berhamburan keluar menuju kantin.

​"Pia, kantin yuk? Perut gue udah demo nih," ajak Hana sambil merapikan tempat pensilnya.

​Sephia menggeleng, matanya masih menatap tajam ke arah belakang kelas. "Lo duluan aja, Han. Gue ada urusan hidup dan mati yang harus diselesaiin sekarang juga."

​Hana mengikuti arah pandang Sephia, lalu tersenyum penuh arti. "Oh, paham, paham. Ya udah, selamat berjuang ya, Sahabatku! Jangan sampai cakar-cakaran," bisik Hana jahil sebelum akhirnya ngacir keluar kelas.

​Sekarang, di dalam kelas tersisa beberapa anak saja, termasuk Alan yang masih santai merapikan buku-bukunya. Sephia menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan keberanian, lalu berdiri dan berjalan tegap menghampiri meja Alan.

​Brak!

​Sephia sengaja menaruh kedua tangannya di atas meja Alan, sedikit menggebraknya biar kelihatan intimidatif. Alan yang lagi memasukkan pulpen ke dalam tas otomatis berhenti. Dia mendongak, menatap Sephia yang berdiri di depannya dengan muka ditekuk.

​"Gak usah banyak alasan lagi. Sekarang kasih tahu gue," tembak Sephia langsung, gak pakai basa-basi.

​Alan menaikkan sebelah alisnya. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, melipat kedua tangan di dada dengan santai. "Kasih tahu apa?"

​"Pertanyaan lo semalem! Jangan pura-pura amnesia ya lo," serang Sephia makin gemas. "Gue bener-bener gak inget pernah ketemu lo di mana pun sebelum hari ini. Lo sengaja kan bikin gue kepikiran biar gue gak bisa tidur?"

​Alan gak langsung jawab. Dia malah memperhatikan wajah Sephia lekat-lekat, terutama lingkaran hitam di bawah mata cewek itu. Sudut bibir Alan berkedut, menahan senyum.

​"Jadi... lo beneran gak tidur semalaman cuma gara-gara mikirin gue?" tanya Alan dengan nada suara yang sengaja dipelankan, terdengar sedikit ngeledek tapi juga berat.

​Muka Sephia langsung berasa panas. Dia sadar kalimatnya tadi malah senjata makan tuan. "B-bukan mikirin lo, ya! Gue mikirin maksud pertanyaan lo! Jangan kepedean deh!" sanggah Sephia gugup, matanya agak melotot buat menutupi rasa malu.

​Alan terkekeh pelan. Cowok itu tiba-tiba memajukan badannya, menopang dagunya dengan satu tangan di atas meja, membuat jarak di antara mereka kembali terkikis. Suasana kelas yang sepi bikin Sephia bisa mendengar suara napasnya sendiri yang mendadak gak beraturan.

​"Masa gak inget sama sekali, Pia?" pancing Alan lagi. Kali ini dia memanggil nama panggilan Sephia dengan nada yang lebih santai, mirip pas dia main ke rumah semalam. "Coba inget-inget pas liburan kenaikan kelas tahun lalu. Di stasiun kereta."

​Mata Sephia mengerjap. Stasiun kereta?

​Otaknya langsung berputar cepat, mencoba menggali memori setahun yang lalu. Waktu itu dia memang sempat pergi ke rumah neneknya di luar kota naik kereta sendirian. Tapi, apa hubungannya sama Alan?

​"Pas di loket tiket..." Alan memberi petunjuk tambahan, matanya menatap Sephia dengan binar geli. "...ada cewek ribet yang dompetnya ketinggalan di tas paling bawah, sampai bikin antrean di belakangnya panjang banget. Terus pas dapet tiket, dia malah gak sengaja numpahin es kopi cup-nya ke jaket cowok di sebelahnya."

​Deg.

​Ingatan Sephia langsung terbuka lebar. Kejadian memalukan setahun lalu yang udah dia kubur dalam-dalam mendadak berputar kayak film di kepalanya.

​Waktu itu, Sephia emang panik banget di stasiun. Dan dia inget banget, dia sempat menabrak seorang cowok tinggi yang memakai jaket denim, sampai es kopinya tumpah dan ngebuat jaket cowok itu kotor parah. Sephia yang panik ketakutan cuma sempat minta maaf berkali-kali, ngasih tisu seadanya, terus langsung lari tunggang-langgang masuk ke dalam peron karena keretanya udah mau berangkat.

​Sephia menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya membelalak menatap Alan yang masih setia memasang senyum tipisnya.

​"L-lo... cowok jaket denim yang waktu itu?!" pekik Sephia tertahan, suaranya naik satu oktav.

​Alan tersenyum lebar, akhirnya merasa puas karena cewek pelupa di depannya ini sudah mendapatkan kembali ingatannya. Dia mengangguk pelan. "Nah, inget juga akhirnya."

​Sephia rasanya pengen ngilang dari muka bumi sekarang juga. Jadi... cowok ganteng yang satu kelas dengannya, yang ternyata tetangga barunya, dan yang semalam baru saja bertamu ke rumahnya... adalah cowok korban kecerobohannya setahun yang lalu?

​Tuhan, ini namanya bukan takdir, tapi bencana! jerit batin Sephia frustrasi, mukanya sudah merah padam sampai ke telinga.

​"Jadi," Alan berdiri dari kursinya, menyampirkan tasnya di bahu, lalu menepuk pucuk kepala Sephia pelan—bikin jantung Sephia makin mau copot. "Urusan jaket gue yang kena es kopi waktu itu... belum selesai ya, Tetangga."

​Setelah ngomong gitu, Alan berjalan santai melewati Sephia yang masih mematung kayak patung pancoran, meninggalkan cewek itu sendirian di kelas dengan otak yang hampir meledak karena syok.

1
Ayunda
judulnya bikin inget lagu Sheila on seven yg viral pd jamanya
Arya Suluran
wahh adapakah ini??😄
Arya Suluran
plenger juga sih Sephia ini ya😄
Azkaqia Ratna: ya gugup soalnya doi hehe
total 1 replies
Arya Suluran
apakah jatuh cinta pandangan pertama??
Azkaqia Ratna: belum kyknya, cuma awal mengagumi 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!