NovelToon NovelToon
Traitors And Revenge

Traitors And Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: moonsun_09

kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.

ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.

semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.

mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.

#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

Seperti bab kemaren author akan kembali mengingatkan untuk vote dan komen oke!

Satu vote dan komen itu satu bab sumber inspirasi author ya🙂

Happy reading!

______________________________________

Di balik gedung sekolah-tempat yang biasa digunakan murid-murid Dv'High School untuk bersantai, atau kadang... bolos pelajaran, terlihat seorang remaja duduk sendirian di bangku kosong. Matanya terpejam, menikmati sejuknya angin yang menerpa wajah tampannya.

Namun tindakan dan pikirannya tidak selaras. Ekspresi wajahnya tenang, tapi pikirannya sedang penuh sumpah serapah untuk seseorang yang sejak tadi memata-matai dari kejauhan.

"Ck, si bodoh itu gak capek apa ngikutin gue terus?"batinnya kesal, meski wajahnya masih setenang dan sedatar batu.

"Gue ke kamar mandi aja masih diintai Ck, udah cocok jadi anjing tuh orang. Makin ribet aja hidup gue," umpatnya dalam hati, kali ini dengan rasa malas.

Sementara Yang memata-matai itu tidak menyadari, bahwa gerak-geriknya sudah lama disadari oleh targetnya sendiri.

Tap

Tap

Tap

Langkah kaki terdengar makin mendekat ke arah tempat duduk Kiano.

"Eeh, lo kan orang gak bertanggung jawab yang nabrak gue waktu itu, kan?"kata seseorang dengan nada kesal, kini berdiri di samping Kiano sambil misuh-misuh nggak jelas.

Masih ingat dengan kejadian tabrakan di koridor waktu itu? Di mana pemuda bernama Alvino jatuh tersungkur, sementara Kiano cuma memandangnya datar.

Kiano yang terusik oleh suara orang tak diundang itu, membuka matanya dengan malas. Tatapannya tajam tertuju pada pemuda yang telah mengganggu waktu tenangnya.

"Heh, anjir! Gak usah tatap gue gitu, mau gue congkel mata lo pakai sendok?" sergah Alvino sambil mengeluarkan sendok entah dari mana dan menodongkannya ke wajah Kiano.

"Pergi."

Satu kata itu cukup untuk membuat Alvino mundur selangkah, terintimidasi oleh aura gelap yang seolah menguar dari tubuh Kiano.

Tatapannya dingin seperti es, tapi isi kepalanya? Ribut.

Lagian, nih bocah kok bisa yakin kalau gue orang yang nabrak dia waktu itu? Penampilan gue aja udah beda banget... pikirnya bingung, meski ogah bertanya langsung pada makhluk astral di sebelahnya itu.

"L-lo gak ada hak b-buat ngusir gue ya, njing!"balas Alvino dengan nada berani tapi... kenapa malah jadinya imut?

Ya, bagaimana tidak? Tubuhnya mungil, pipinya bulat mirip bakpao, dengan rona merah di wajah putih pucatnya. Matanya bulat, hidungnya kecil, dan mulut mungilnya itu... tapi sangat disayang yang keluar hanya umpatan.

"Diam. Atau pergi"ucap Kiano lagi, kali ini suaranya terdengar mulai kesal.

"Dih, sok keren," gumam Alvino, tapi tetap menurut dan duduk di samping Kiano yang kembali memejamkan mata-entah tidur, entah cuma pura pura.

Kruuuuukk.....

Bunyi perut membuat Kiano membuka mata lagi. Ia menoleh dan melihat Alvino yang kini mencengkeram perutnya, wajahnya merah menahan malu.

"A-apa lo liat-liat!" sergahnya gugup.

Ia malu setengah mati. 'Dasar perut gak tau diuntung,Lo cuma bisa nyusahin minimal cari makan sendiri kek'batunya kesal

"Makan"Kiano berkata sambil menempelkan uang lima puluh ribu ke jidat Alvino, lalu bangkit dan pergi meninggalkan halaman belakang sekolah.

Alvino mengambil uang itu, menatap punggung tegap Kiano yang semakin menjauh.

"Oke... anggap ini kompensasi insiden waktu di lorong. Ya kali gue makasih sama orang gak bertanggung jawab kayak dia"katanya sambil tersenyum licik, lalu berjalan pergi sambil bersenandung riang.

🥀🥀🥀

Sementara itu, di tempat lain...

Seorang pria duduk di kursi kebesarannya. Di hadapannya berdiri seseorang dengan posisi hormat.

"Dia tidak melakukan hal merepotkan Tuan. Hanya memberikan uang kepada anak bungsu keluarga algadra Dan... murid-murid di sekolah pun heboh karena perubahan sikapnya," lapor pria itu.

"Bungsu? Gadis itu?" tanya si Tuan, menyerngit binggung.

"Bukan, Tuan. Tapi... dia laki-laki."

Si Tuan mengernyit. Bukankah anak bungsu keluarga itu adalah seorang gadis?

"Hm. Kau boleh pergi," ucapnya dingin.

"Baik, Tuan. Saya permisi."

Setelah orang itu pergi, pria di kursi itu bergumam sambil menatap sebuah foto seorang remaja yang tersenyum cerah di kamera.

"Apa yang harus kulakukan agar kau menjadi milikku, baby..."bisiknya pelan dengan senyum menyeringai.

Kembali dingatkan jangan lupa vote dan komen,jika ada yang typo atau gak nyambung silahkan komen.

Bay bay 👋 👋

1
Niwang Horee
lanjut kak
Niwang Horee
lanjut lagi, kak. jangan lama lagi pliss 🙏🙏
Niwang Horee
kak, ayo lanjut lagi. udah lama gak lanjut
Niwang Horee
lanjut kak, semangat semangat 🔥🔥
Niwang Horee
lanjut lanjut. SEMANGAT KAK🔥🔥🔥
Niwang Horee
semangat kak
Niwang Horee
lanjut lanjut semangat 💪
Niwang Horee
semangat kak. lanjut lagi yok!!
salsabillaaa 0506_
lanjut kaka cantikk semangattt terus yaa😍💪
Niwang Horee
lanjut kakk, semangat terus 💪💪💪💪
Niwang Horee
lanjut terus, kak. semangat 💪💪
salsabillaaa 0506_
kaka semangat terus ya 💪🏻🙂‍↕️
Niwang Horee
kak, jangan suka ngilang ya sekarang 🙏🙏 semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!