NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kapal Bayangan Naga

Angin laut malam berhembus membawa aroma garam dan Qi spiritual air yang sangat pekat di Pelabuhan Kota Seribu Layar.

Jian Zui, yang beberapa jam lalu hanyalah seorang pengemis tua sekarat yang menunggu ajal, kini berjalan dengan langkah tegap dan punggung lurus layaknya sebilah pedang yang baru saja diasah. Dantiannya bersih dari racun, dan Niat Pedangnya beresonansi sempurna dengan alam. Beberapa perompak laut yang berpapasan dengannya langsung menyingkir, merasakan aura membunuh yang tajam meski Jian Zui sudah berusaha menekannya.

"Di sini tempatnya, Tuan," Jian Zui berhenti di sebuah dermaga terpencil yang tersembunyi dari patroli penjaga kota.

Pria tua itu mengeluarkan sebuah miniatur perahu kayu sebesar telapak tangan dari cincin spasialnya. Miniatur itu diukir dengan formasi yang sangat rumit. Jian Zui melemparkannya ke perairan, dan serentak, miniatur itu menyerap Qi air laut, membesar dengan kecepatan gila hingga menjadi sebuah kapal layar hitam sepanjang tiga ratus tombak!

Kapal itu tidak memiliki meriam spiritual biasa, melainkan dilapisi sisik hitam pekat, dengan haluan berbentuk kepala naga bertanduk satu.

"Ini adalah Kapal Bayangan Naga, Artefak transportasi tingkat Surga Puncak," jelas Jian Zui dengan nada bangga. "Dibuat dari Tulang Paus Malam dan Kayu Pembelah Angin. Kapal ini memiliki Formasi Siluman Bayangan yang bisa mengelabui deteksi ahli ranah God King Puncak sekalipun. Sangat cocok untuk menembus blokade."

Long Chen menyilangkan lengannya di depan dada. Ia berjalan mendekati haluan kapal, memiringkan kepalanya, lalu mendengus meremehkan.

"Pfft... Naga macam apa ini? Tanduknya bengkok, matanya terlalu lebar, dan moncongnya mirip ikan raksasa," kritik Long Chen, sang pemilik garis keturunan Naga Leluhur murni, merasa rasnya sangat dihina oleh seniman pembuat kapal ini. "Pantas saja harganya bisa dibeli dengan uang, ini jelas barang palsu!"

Jian Zui terbatuk canggung. "Ahem. Tuan Muda Long, ini adalah karya seni dari Guru Formasi terkenal di Benua Timur..."

"Seni dari pantatku," Long Chen melompat ke geladak kapal hingga kapal itu berguncang hebat. "Jika kau ingin melihat naga sungguhan, lain kali aku akan menunjukkan wujud asliku agar matamu terbuka, Kek!"

Zhao Xuan tidak mempedulikan perdebatan konyol itu. Ia melayang ringan dan mendarat di kursi kapten yang terletak di anjungan tertinggi kapal. Gu Tianxue, seperti biasa, langsung mencari sudut paling gelap di tiang layar utama dan melebur ke dalam bayangan.

"Nyalakan formasinya. Kita berangkat sekarang," perintah Zhao Xuan santai. Ia bersandar di kursinya, sementara Phoenix Primordial di pundaknya melompat turun ke pangkuannya, menyarungkan kepalanya ke dalam sayap untuk tidur.

Jian Zui langsung mengangguk hormat. "Sesuai perintah Anda, Tuan!"

Sang Master Pedang menempelkan telapak tangannya ke kemudi giok. Qi God King Puncak-nya mengalir masuk. Dalam sekejap, Formasi Siluman Bayangan aktif. Seluruh kapal, beserta awaknya, seolah-olah ditelan oleh tabir transparan, menghilang sepenuhnya dari persepsi visual dan Niat Spiritual siapa pun di pelabuhan. Kapal itu membelah ombak tanpa suara, meninggalkan Kota Seribu Layar menuju kegelapan Laut Azure.

Dua jam pelayaran menembus lautan yang tenang. Langit malam Shenzue dipenuhi tiga bulan fana yang bersinar terang.

Di atas geladak, suasana menjadi sangat santai, sangat bertolak belakang dengan fakta bahwa mereka sedang menuju zona perang.

Jian Zui berjalan mendekati Zhao Xuan yang sedang memejamkan mata menikmati hembusan angin laut. Pria tua itu membawa sebuah guci giok kecil berwarna putih yang memancarkan kabut spiritual tipis. Wajahnya dipenuhi senyum penuh antisipasi.

"Tuan Zhao Xuan," panggil Jian Zui hormat. "Untuk merayakan keselamatan nyawa tua ini, dan sebagai ucapan terima kasih karena telah mempertemukanku kembali dengan Jalan Pedang... saya ingin menyajikan arak terbaik saya."

Zhao Xuan membuka sebelah matanya. "Oh? Lebih baik dari arak murahan di kedai tadi?"

"Hahaha, arak kedai itu hanya air cucian beras dibandingkan ini!" Jian Zui membuka tutup guci giok itu.

Seketika, aroma yang luar biasa wangi dan memabukkan menyapu seluruh geladak kapal. Bahkan Gu Tianxue yang dingin sedikit membuka matanya dari dalam bayangan.

"Ini adalah Arak Embun Surgawi Seribu Bunga, difermentasi dari mata air roh berusia sepuluh ribu tahun dan berbagai ramuan tingkat dewa," jelas Jian Zui bangga sambil menuangkannya ke dalam cangkir giok. Cairan di dalamnya berwarna emas jernih, memancarkan cahaya bintang. "Saya menyimpannya selama ini, menunggu hari di mana saya... mati. Tapi hari ini, kita minum untuk kehidupan!"

Jian Zui menyodorkan cangkir giok itu kepada Zhao Xuan dengan kedua tangannya.

Zhao Xuan tersenyum tipis. Ia baru saja akan mengulurkan tangan untuk menerima cangkir itu, ketika tiba-tiba...

Syuuuut.

Sebuah bayangan emas-putih melesat dari pangkuan Zhao Xuan dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Burung Phoenix Primordial itu tiba-tiba saja sudah bertengger di tepi cangkir giok yang dipegang Jian Zui.

Burung suci itu mengendus arak emas tersebut. Matanya berbinar cerah.

Glup. Glup. Glup.

Hanya dalam tiga tegukan kilat, burung kecil itu meminum habis seluruh isi cangkir yang diracik khusus untuk ahli God King tersebut!

"E-Eh? B-Burung kecil... itu arak keras!" Jian Zui membelalakkan matanya ngeri. Jika binatang spiritual biasa meminum arak dengan konsentrasi Qi sepadat itu, tubuhnya pasti akan meledak!

Namun, Phoenix Primordial itu tidak meledak. Ia hanya memiringkan kepalanya yang pusing, mengepakkan sayapnya dengan gaya mabuk yang sempoyongan, lalu berbalik dan HIK!

Burung suci itu bersendawa.

WUSSSSH!

Sebuah bola Api Putih Ekstrak Primordial seukuran kepalan tangan melesat dari paruhnya, langsung menghantam tiang utama Kapal Bayangan Naga!

KRAAAAAAK!

Kayu Pembelah Angin tingkat Surga yang diklaim tidak bisa dihancurkan oleh pedang itu... langsung berlubang sebesar kepala manusia, ujung tepinya terbakar hangus menjadi abu putih dalam sekejap!

"KAPALKU! TIANG KAPALKU YANG MAHAL!" Jian Zui menjerit histeris, nyaris mencabut rambut putihnya. Master Pedang God King Puncak itu menangis melihat Artefak terbang kesayangannya dilubangi oleh seekor burung mabuk!

Zhao Xuan tertawa terbahak-bahak. Sebuah tawa lepas yang sangat jarang terjadi. Ia mengangkat Phoenix yang sedang sempoyongan itu dan meletakkannya kembali ke pangkuannya. Burung suci itu langsung mendengkur pelan, tertidur pulas dengan wajah sangat puas.

"Arak yang bagus, Jian Zui," kekeh Zhao Xuan. "Kau lihat? Bahkan selera burung suciku mengakuinya."

"T-Tuan... itu..." Jian Zui meratap pelan, tidak berani memarahi burung peliharaan tuannya, hanya bisa mengelus dadanya yang sesak.

BYUUUUR! BUAAAK!

Belum selesai Jian Zui meratapi tiang kapalnya, suara deburan ombak raksasa terdengar dari sisi kiri kapal. Long Chen melompat dari laut kembali ke atas geladak, tubuhnya basah kuyup namun wajahnya berseri-seri.

Ia membawa sebuah bangkai monster laut raksasa di bahunya. Monster itu adalah Hiu Cangkang Besi Laut Dalam, binatang buas ranah Ascendant Puncak yang sangat ganas dan memakan kapal dagang sebagai camilan.

BAM!

Long Chen melempar bangkai hiu sepanjang sepuluh tombak itu ke atas geladak, membuat kapal miring sesaat.

"Yo! Tuan Master Pedang!" Long Chen menepuk pundak Jian Zui yang sedang patah hati. "Berhenti menangisi kayu bodoh itu! Pesta arak tidak lengkap tanpa daging! Kudengar Teknik Pedangmu bisa memotong ruang? Coba potong perut hiu ini, dan sisanya potong dadu untuk dipanggang!"

Mata Jian Zui membelalak sempurna. Ia, Jian Zui, Pendekar Pedang Liar yang pernah memenggal kepala tiga God King dalam satu malam... kini disuruh memotong ikan?!

"K-Kau... kau menyuruhku menggunakan Teknik Pedang Ilusi Angin Musim Gugur... untuk memotong ikan?!" suara Jian Zui bergetar karena tersinggung.

"Ikan adalah ikan, Kek! Potong dengan rapi, jangan sampai durinya tertinggal, atau aku akan mengejek ilmu pedangmu selamanya!" tantang Long Chen sambil menyiapkan alat pemanggang spiritual yang ia rampas dari cincin Tuan Muda Klan Lin sebelumnya.

Harga diri Jian Zui sebagai ahli pedang tersulut. "Bocah kadal kurang ajar! Akan kutunjukkan padamu apa itu!"

ZRAAAAAASH!

Dalam sekejap mata, Jian Zui mencabut sebatang ranting kayu dari sakunya, mengalirkannya dengan Niat Pedang tingkat dewa, dan menebas udara ribuan kali dalam sedetik.

Bangkai Hiu Cangkang Besi itu tiba-tiba terurai menjadi ratusan irisan daging setipis kertas giok yang tertata sangat rapi di atas nampan kayu, lengkap dengan potongan dadu sempurna di sisi lainnya. Bahkan tidak ada setetes darah pun yang tumpah ke geladak!

"Hooo! Tidak buruk untuk seorang pria tua!" puji Long Chen, matanya berbinar melihat daging segar itu. Ia langsung melemparkannya ke panggangan, menyalakannya dengan sedikit Api Naga.

Beberapa saat kemudian, pesta kecil yang absurd itu pun berlangsung. Zhao Xuan duduk di kursi kapten, mengunyah irisan hiu sambil menyesap Arak Embun Surgawi. Long Chen makan rakus seperti orang kelaparan selama seratus tahun. Bahkan Gu Tianxue keluar dari bayangannya untuk mengambil sepotong ikan bakar, memakannya dalam diam namun dengan raut wajah puas.

Jian Zui, yang awalnya kesal karena dijadikan koki pemotong ikan, akhirnya ikut duduk bersila, tertawa lepas sambil menenggak arak dari guci gioknya bersama Long Chen. Kesunyian dan penderitaannya selama seabad telah hancur dalam satu malam bersama kelompok monster gila ini.

Namun, kedamaian fana ini tidak berlangsung lama.

Ketika bulan kedua Shenzue mencapai titik puncaknya di langit malam, lautan di depan mereka tiba-tiba berubah warna menjadi hitam legam. Formasi Siluman Bayangan di kapal mereka mendadak berdengung peringatan.

Suhu udara anjlok drastis. Sebuah pusaran pusaran air raksasa selebar belasan mil muncul tepat di jalur pelayaran mereka.

Di tengah pusaran itu, belasan Kapal Perang Tulang raksasa milik Ras Laut mengapung, dipimpin oleh sebuah kereta kencana yang ditarik oleh sembilan ekor Naga Banjir Biru. Di atas kereta itu, berdiri seorang pemuda tampan bersisik emas yang memancarkan tekanan ranah God King Menengah menuju Puncak.

Jian Zui berhenti tertawa. Matanya kembali menajam layaknya pedang.

"Tuan Zhao," lapor Jian Zui dengan nada dingin. "Kita telah memasuki zona blokade. Pemuda di kereta itu... dia adalah Pangeran Mahkota Ketiga dari Istana Naga Azure, Ao Lie."

Zhao Xuan menghabiskan sisa arak di cangkirnya, lalu berdiri. Jubah hitamnya berkibar menyambut badai laut. Niat Tiran yang sedari tadi disembunyikan dalam canda tawa, kini kembali meledak membelah langit.

"Waktu istirahat selesai," ucap Zhao Xuan dengan seringai buasnya. "Mari kita lihat apakah sisik pangeran ini lebih keras dari cangkang kepiting sore tadi."

1
aprian to
mantaf banget
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Rhaka Kelana
lebih menarik ceritanya, lebih seru petualangan nya, lebih kocak naganya.....aplausss
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Rhaka Kelana
buktikan ashuramu ....
Beny Rajo Bintang
baguuuus
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Beny Rajo Bintang
kok kayaknya roda bintang gak ada fungsinya sejauh ini... sepertinya kemampuan zhao zuan tambah berkurang
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 5 gift ☕ lanjut Up Thor 💪💪
Sang_Imajinasi: terima kasih banyak mbah🙏
total 1 replies
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya bagus 👍
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
penggallll anunyaaas sajaaaaa...
saniscara patriawuha.
serappppppppppp..... intinyaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhhh jauhhhh dariii nyawaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhh ada itu sitelurnya....
saniscara patriawuha.
serapppppp kabehhhhhh....
saniscara patriawuha.
hancurrrrkannnn...
saniscara patriawuha.
serapppppp lagiiiii....
Nova Bustomi
lanjutkan Thor
Sang_Imajinasi: siapp💪💪💪
total 1 replies
Nono19
wess thanks for crazy upnya author yok ngopi☕
Sang_Imajinasi: siap terima kasih kembali 💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
iye kelamaan Thor, tumben
Sang_Imajinasi: durasi 🤭🤭
total 1 replies
Budi Wahyono
ok
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
prima ginting
nantap
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!