Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Malam beneran semakin larut, namun atmosfer di dalam kamar penthouse mewah milik gue yang terletak di lantai teratas gedung pencakar langit Jakarta justru beneran baru saja memanas. Setelah meninggalkan keriuhan aula pesta, gue membawa Bella dan Amanda langsung ke tempat privat ini menggunakan jet pribadi dan limosin mewah.
Kedua wanita cantik itu kini sudah duduk berdampingan di atas sofa beludru besar yang menghadap langsung ke arah pemandangan lampu kota malam hari. Gaun malam mereka yang sedikit berantakan setelah insiden tadi beneran justru menambah kesan seksi dan menawan yang luar biasa parah.
Gue melangkah mendekat tanpa suara, melepaskan jas hitam gue dan menyisakan kemeja putih yang kancing atasnya sengaja gue buka, mengekspos dada bidang gue yang sekeras baja. Pandangan mata gue beneran sangat dalam dan penuh dominasi saat menatap mereka berdua secara bergantian.
"Raka... tempat ini beneran indah banget," bisik Amanda, suaranya sedikit bergetar. Pengusaha wanita yang biasanya selalu dominan di ruang rapat itu kini beneran tampak sangat pasrah dan pemalu di depan gue.
Bella ikut mendongak, matanya yang indah tampak berkaca-kaca menahan gejolak asmara yang beneran sudah membakar dadanya sejak tadi. "Raka... malam ini, jangan biarkan kami jauh-jauh dari lu lagi, ya?"
Gue menyunggingkan senyuman paling menawan. Ini adalah momen yang paling pas untuk menguji hadiah dari sistem dewa gue. Di dalam hati, gue berbisik, “Sistem, aktifkan Fitur Khusus: Sentuhan Dewa Asmara Level Satu!”
Tinggg!
"Fitur Sentuhan Dewa Asmara Level Satu Berhasil Diaktifkan! Efek: Meningkatkan sensitivitas perasaan, memicu hormon kebahagiaan, dan mengunci hasrat cinta target secara mutlak lewat sentuhan fisik Tuan Rumah!"
Gue duduk di antara mereka berdua, lalu dengan gerakan yang sangat lembut namun pasti, kedua tangan gue bergerak mengusap pundak mulus Bella dan Amanda secara bersamaan.
Seketika, gelombang energi hangat yang tidak terlihat beneran langsung mengalir dari telapak tangan gue, meresap masuk ke dalam tubuh kedua wanita cantik ini. Efek dari skill dewa asmara itu beneran sangat instan dan gila!
"Ahhh..." Bella beneran langsung mendesah lirih, tubuh indahnya mendadak terasa sangat lemas dan lunglai hingga dia langsung menjatuhkan kepalanya di dada bidang gue. Wajah cantiknya memerah padam, dan napasnya beneran menjadi sangat memburu hangat di leher gue.
Amanda pun tidak jauh berbeda. Sentuhan tangan gue di pundaknya beneran membuat seluruh pertahanan dan gengsi dirinya sebagai wanita elit runtuh lebur tak tersisa. Dia memeluk pinggang gue dengan sangat erat, menatap bibir gue dengan sepasang mata yang beneran sudah sayu penuh dengan gairah cinta mati yang tak terbendung lagi.
"Raka... tubuhku terasa hangat sekali... aku beneran cuma mau bersamamu malam ini," bisik Amanda dengan suara yang sangat manja dan sensual, sesuatu yang beneran tidak akan pernah dia tunjukkan pada pria lain di dunia ini.
Gue merapatkan dekapan gue pada tubuh indah mereka berdua, membiarkan aroma parfum melati Bella dan aroma mawar Amanda menyatu memenuhi indera penciuman gue. Efek dari Sentuhan Dewa Asmara ini beneran membuat malam panjang di penthouse mewah ini menjadi panggung pembantaian jenis lain—di mana gue menjinakkan dua singa betina tercantik ini dalam kehangatan asmara yang mutlak.
Di tengah momen yang beneran sangat panas dan intens itu, layar hologram sistem kembali berkedip tipis di sudut pandangan mata gue, memberikan laporan status yang beneran bikin puas maksimal.
Tinggg!
"Efek Skill Sempurna! Bella dan Amanda kini berada dalam status: Tunduk Sepenuh Jiwa Raga kepada Sang Raja. Selamat, fondasi harem Tuan Rumah telah terkunci abadi dan tidak akan pernah tergoyahkan oleh siapa pun!"
Malam itu beneran menjadi milik kami bertiga, sebuah malam panjang yang dipenuhi dengan luapan cinta, kepasrahan, dan dominasi mutlak seorang Raka yang beneran setingkat dewa.
Gue memilih Pilihan B (Serangan Balik Saham & Bisnis), tapi dengan plot twist yang beneran bakal bikin pembaca melongo parah: status tersembunyi Amanda yang ternyata adalah pewaris tunggal dari dinasti konglomerat nomor satu di negeri ini!
Berikut adalah kelanjutan Bab Dua Puluh Empat yang penuh kejutan:
Bab Dua Puluh Empat
Sinar matahari pagi beneran masuk dengan hangat menembus kaca besar penthouse, menerangi tempat tidur ukuran king-size di mana Bella dan Amanda masih tertidur pulas dengan wajah polos yang sangat cantik setelah malam panjang yang luar biasa intens. Gue sudah terbangun lebih dulu, berdiri di balkon sambil menikmati secangkir kopi hitam dengan tubuh tegap yang beneran terasa sangat bugar berkat sokongan sistem dewa.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu yang teratur memecah keheningan pagi. Saat gue membukanya, ayah Amanda—sang konglomerat sepuh—sudah berdiri di sana bersama sekretaris pribadinya yang membawa sebuah koper hitam tebal.
Namun, ekspresi wajah sang konglomerat pagi ini beneran tidak se-tenang semalam. Wajahnya tampak sedikit tegang bercampur rasa hormat yang amat besar saat menatap gue.
"Nak Raka... maaf mengganggu waktu istirahat Anda sepagi ini," ucap sang konglomerat sepuh dengan suara rendah. "Tapi ada hal sangat darurat terkait aset Kevin Group yang baru saja Anda kuasai semalam. Ada pergerakan saham misterius skala global yang mencoba menyabotase dan membelinya secara paksa lewat pasar gelap."
Gue menyesap kopi gue dengan tenang, tidak ada riak kepanikan sedikit pun di wajah gue. "Siapa yang berani bermain api dengan aset milik gue, Om?"
Sebelum sang konglomerat sempat menjawab, pintu kamar tidur terbuka. Amanda melangkah keluar dengan anggun, hanya mengenakan kemeja putih kebesaran milik gue yang membungkus tubuh indahnya. Aura dingin dan tegas sebagai penguasa bisnis beneran langsung kembali memancar dari dirinya, membuat sekretaris pribadi ayahnya langsung menunduk takut.
"Mereka beneran bosan hidup kalau berani mengusik milik pria gue," ucap Amanda dengan nada suara yang sangat dingin, bertolak belakang dengan sifat manjanya semalam.
Amanda berjalan mendekat, lalu dengan santai mengambil dokumen pergerakan saham dari tangan sekretaris tersebut. Setelah membacanya selama tiga detik, dia menyunggingkan senyuman meremehkan yang beneran penuh intimidasi.
"Ayah... tidak perlu khawatir dengan tikus-tikus pasar gelap ini," ucap Amanda tenang sambil menatap ayahnya. Kemudian, dia menoleh ke arah gue dengan tatapan mata yang beneran penuh kepatuhan sekaligus kebanggaan. "Raka... maaf selama ini aku sengaja menyembunyikan status asliku dari dunia luar demi keamanan bisnis."
Gue mengangkat sebelah alis gue, menunggu kelanjutan ucapannya.
"Keluarga ayahku beneran memang kaya, tapi itu belum ada apa-apanya," lanjut Amanda dengan nada yang sangat mutlak. "Identity tersembunyiku yang sebenarnya adalah... aku adalah pemimpin tertinggi sekaligus pewaris tunggal dari Nusantara Group, dinasti konglomerat nomor satu di negeri ini yang menguasai seluruh jalur logistik dan perbankan utama."
Bumrr!
Bahkan sekretaris di belakang ayahnya pun beneran menahan napas. Selama ini, publik hanya tahu bahwa pemimpin Nusantara Group adalah sosok misterius yang tidak pernah tampil di media. Siapa yang menyangka bahwa sosok penguasa ekonomi bayangan itu beneran adalah Amanda, wanita yang semalam pasrah total di bawah dominasi Raka!
Gue menyunggingkan senyuman lebar. Memiliki wanita nomor satu di dunia bisnis yang beneran sudah tunduk jiwa raga kepada gue beneran adalah keuntungan dewa yang tak ternilai.
Tepat di saat itu, layar sistem di dalam kepala gue mendadak bergetar hebat dengan warna emas yang sangat menyala.
Tinggg!
"Plot Twist Tersembunyi Terbongkar! Status Harem Amanda resmi teridentifikasi: Permaisuri Konglomerat Nomor Satu. Karena Tuan Rumah berhasil menundukkan wanita paling berpengaruh di negeri ini, Sistem memberikan Hadiah Legendaris: Poin Sistem bertambah Seribu Poin, Saldo Tunai Dua Triliun Rupiah, dan Membuka Fitur Otomatis: Manipulasi Pasar Saham Level Dewa!"
Gue menaruh cangkir kopi gue, lalu merangkul pinggang ramping Amanda di depan ayahnya tanpa ragu. "Nusantara Group, ya? Bagus... karena pagi ini, dengan fitur baru gue, kita beneran bakal meratakan siapa pun tikus pasar gelap yang berani menyabotase bisnis kita."
biar yg baca ada patokannya