Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak mau hilang kesempatan.
Hari ini Kay dann kawan-kawan akan mengadakan rapat untuk membahas rencana bakit sosial yang rutin mereka lakukan. Kali ini mereka akan mendatangi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Usai pulang sekolah Kay dan keenam inti The king meluncur ke markas mereka. Ke enam remaja tampan tersebut melajukan motor mereka dengan tenang. Lebih tepatnya lima orang sih karena terpaksa Yuda membonceng motor Antoni karena motornya masih di markas usai kemaren malam meraka gunakan untuk balapan.
Baru setengah perjalanan,mata jeli Faris menangkap sosok Sheeva yang terlihat mendorong motornya. Dia bergegas menyamakan laju motornya dengan motor milik Kay.
" Kay, nyonya bos itu !" Kay pun mengikuti arah pandang Faris.
Tanpa aba-aba Kay melaju meninggalkan teman-temannya. Semua temannya hanya terkekeh melihat kesigapan Kay kalau sudah berhubungan sama Sheeva.
" Takut kehilangan kesempatan dia " Ucap Rama yang di anguki ke empat sahabatnya.
Kay terlihat sudah berada di samping motor Sheeva. Dia segera mematikan mesin motornya dan bergegas turun dari motornya.
" Ada apa sama motor kamu ?" Meski awalnya terkejut Sheeva terlihat berusaha menormalkan raut mukanya. Dia memilih memarkirkan motornya. Capek rasanya mendorong motornya ini.
" Mogok Kak " Jawab Sheeva singkat.
" kenapa, bahan bakarnya habis ?" Sheeva mengeleng.
" Sepertinya nggak kak, soalnya baru tadi pagi aku isi "
" Kapan terakhir kamu bawa ke bengkel buat servis rutin ? " Sheeva nampak mengerutkan kening.
" Lupa " Kay menghela nafas mendengar jawaban Sheeva.
" Cek kebiasaan." Kay terlihat mencoba menghidupkan motor Sheeva, namun nihil.
Inti The king lainnya sudah mendekat, mereka segera menepikan motor mereka .
" Kenapa Kay ?" Rama yang paling dulu turun.
" Mogok, kamu cek deh Ram karena apa ?"
" Oke " Rama segera bertindak, Sheeva di buat terkejut saat Rama mengeluarkan alat-alatnya dari dalam tas. Sheeva yakin itu tas tidak ada bukunya.
" Ini sih fatal Kay ?" Ucap Rama usai beberapa saat mengutak atik motor Sheeva.
" Kenapa ?"
" Oli mesinnya kering kay " Kay sudah menduga sedari awal saat dia mecoba menyalakan motor itu.
" Terus gimana dong kak, bisa di betulin nggak ?" Ekspresi cemas Sheeva justru terlihat mengemaskan bagi Kay. Sudut bibirnya terangkat.
" Ini musti di bawa ke bengkel Sheev. Harus turun mesin " Ucap Rama.
" Lama nggak kak ?"
" Ya tergantung tingkat keparahan mesin di dalamnya Sheev."
" Kamu bawa aja ke bengkel Ram " Ucap Kay.
" Siap bos "
" Kamu tenang aja Sheev. Rama ini montir handal kita. D jamin beres kalau sama dia " Ucap Faris yang melihat kebingungan Sheeva.
"Nant kalau udah jadi juga bakalan di kabari Sheev" Imbuh Yuda.
" Kita bawa ya Sheev motornya " Akhirnya Sheeva mengangguk pasrah. Mau gimana lagi di daerah sini juga nggak ada bengkel.
" Ton lo yang bawa biar gue dorong dari belakang " Ucap Yuda. Antoni mengangguk.
" Kita duluan ya bos, Sheev !" Kay hanya menganggguk.
" Ayo !" Sheeva nampak bingung.
" Mau puang apa mau di sini aja ?" Kay rupanya memahami kebingungan Sheeva.
" Ehm.." Sheeva nampaknya masih ragu.
" Buruan atau mau saya tinggal ?"
Mau tak mau Sheeva mendekat kearah Kay. Tapi, belum apa-apa Sheeva di buat menelan ludahnya kasar, dia bingung bagaimana caranya naik ke motor Kay yang lumayan tinggi itu.
" Buruan naik !" Ucap Kay sekali lagi.
" Ehm.."
" Apa lagi sih ?" Kay gemas melihat tingkah Sheeva.
" Susah naiknya kak " Ucap Sheeva pada akhirnya.
" Nyusahin !" Sheeva melotot.
" Niat nolong nggak sih nih orang, udah tau gue semini ini sedang motor dia setinggi harapan para cewek sama dia " Tanpa sadar Sheeva menggerutu.
Kay tersenyum tipis, walau pelan dia masih bisa mendengar dengan jelas. Kay mengalah, dia turun dari motornya dan tanpa aba-aba dia mengangkat tubuh mungil Sheeva. Tentu Sheeva terkejut di buatnya.
" Eh-eh -eh !"
" Kelamaan !" Ucap Kay ketus dan Sheeva semakin cemberut di buatnya.
" Rumah kamu di mana ?" Ucap Kay usai berhasil naik kembali keatas motor.
Yaelah pak ketua satu ini basa-basinya begitu banget. Padahal apa yang ada pada diri Sheeva dia sebagian besar tau, termasuk rumah Sheeva. Bahkan betapa buruknya kelakuan keluarga Sheeva dia tau. Bukan il feel dia justru merasa terdorong untuk terus melindungi Sheeva. Entah bagaimana nasib Sheeva jika dia tidak memberi pengawal bayangan untuk menjaga Sheeva.
" Di jalan Cempaka kak ruko yang warna orange, ada di sebelah kiri jalan "
Kay sengaja membawa laju motornya sedikit lebih lambat. Kapan lagi kan bisa berboncengan sama gadis yang dia suka. Mana sudah sejak SMP duia memantaunya.
Sayang sisa perjalanan mereka memang tidaklah begtu jauh. Tak butuh waktu lama, mereka sampai di depan ruko milik Sheeva.
" Yang ini kan ?" Kay menoleh kearah Sheeva.
" Iya kak " Lagi-lagi Sheeva terlihat cemas. Otak mungilnya buntu memikirkan bagaimana caranya dia turun. Beruntung kay peka kali ini.
" Pegang tanganku lalu, turun pelan-polan " sheeva pun memberanikan diri mengenggam tangan besar milik Kay.
" Mungil amat makan nggak sih kamu ?" Sheeva melotot mendengar ucapan kay.
" Makanlah, kalau nggak makan ya mati " Kay terkekeh mendengar jawaban Sheeva.
Sheeva di buat terpesona dengan wajah Kay saat tertawa begini. Menurutnya muka Kay jauh lebih enak d pandang saat Kay tersenyum begini. Sudah dapat di pastikan kalau para pengemar Kay melihat itu, mereka akan teriak histeris di buatnya.
" Eg.." Sheeva terkejut sekaligus bingung saat melihat Kay menyodorkan HP kearahnya.
" Cek..masukin nomer HP Kamu disini "
" Buat apa kak ?"
" Ya buat urusan motor kamu "
" Ogh...tanpa pikir panjang, Sheeva menerima ponsel Kay dan segera mengetik nomer ponselnya tidak lupa dia menyimpan nomer tersebut.
" Aku balik ya ?" Sheeva mengangguk.
" Terima kasih banyak ya kak. Nggak mau mampir dulu "
" Lain kali aja Sheev " Sheeva mengangguk.
Kay bergegas meninggalkan halaman ruko Sheeva, karena harus segera menuju markas The King. Sementara Sheeva juga segera masuk ke dalam rukonya setelah kepergian kay.
" Chie yang pulangnya di antar cowok, tumben amat bu ?" baru masuk Sheeva sudah di goda oleh Sintia yang tadi melihat Sheeva turun dari motor Kay.
" Itu tadi kakak kelas aku mbak, dia bantuin aku karena motorku mogok "
" Masak sih ?"
" Dia dalem banget lho natap kamunya "
" Perasaan mbak Tia aja kali "
" Udah pulang kamu Sheev ?" Ucap Andi yang sepertinya baru saja dari gudang. Sheeva mengangguk.
" Di antar cowok dia Ndi ?' lagi-lagi Tia mengoda Sheeva.
" Lhah tumben-tumbenan Sheev ?"
" Jangan ikut-ikutan mbak Tia kak, tadi itu kakak kelas kau. Kebetulan dia yang nolongi aku karena motorku mogok kak "
" Kok bisa ?"
" Oli mesinnya kering katanya kak "
" Terus sekarang motor kamu dimana ?"
" Di bawa kebengkel sama temennya kak kay tadi kak "
" Ogh namanya Kay to, ganteng kok Sheev "
" Tau agh mbak " Ucap Sheeva sembari berlalu ke lantai atas. Dia butuh istirahat, capek rasanya dorong motor meskipun cuma sebentar. Nggak kebayang kalau musti dorong sampai rukonya.
" Untung ada kak kay " Ucapnya.
terlalu berat beban hidup sheeva..