NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayang?

Jasmine melirik jam dinding. Masih pukul empat pagi. Hal pertama yang ia rasakan adalah ringannya beban di ranjangnya. Ia menoleh dengan cepat, namun Aksa sudah tidak ada di sana.

Ia segera bangun dan mencuci mukanya berkali-kali, berusaha menghapus jejak kecupan dan aroma alkohol yang seolah masih menempel di sana.

Saat melangkah keluar dari kamar, Jasmine mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru penthouse yang sunyi.

"Di mana dia?" gumamnya lirih.

Matanya tertuju pada pintu lift dan ruang tengah yang kosong. Jasmine membuang muka dan menghela napas panjang.

"Ah, sudahlah. Ngapain aku peduli? Mau dia pergi atau menghilang pun bukan urusanku," ketusnya pada diri sendiri.

Jasmine mulai menyibukkan diri. Ia pergi ke dapur, mulai memotong sayuran dan menyiapkan sarapan. Ia juga membersihkan debu di meja-meja kaca, melakukan rutinitasnya dengan gerakan mekanis agar pikirannya tidak melayang pada kejadian semalam.

Namun, satu jam berlalu, dan suasana masih tetap senyap.

Jasmine mengerutkan kening, rasa heran mulai merayapi benaknya. "Kenapa dia belum juga bangun? Apa dia sebenarnya sudah pergi?"

Jasmine menggelengkan kepala, mencoba mengusir rasa ingin tahunya. Ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya sebentar untuk mandi.

Jasmine baru saja keluar dari kamar mandi pribadinya dengan rambut yang dibungkus handuk, saat matanya menangkap sesuatu yang berbeda. Pintu kamarnya yang tadinya tertutup, kini sedikit terbuka.

Jantungnya berpacu lagi. Saat ia mendekati pintu, ia melihat sosok tinggi besar sedang berdiri di tengah ruang tengah, membelakanginya sambil menyesap kopi yang tadi Jasmine siapkan di dapur.

Aksa sudah rapi dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, namun wajahnya tampak sedikit pucat, mungkin sisa dari efek alkohol semalam.

"Kau lama sekali di kamar mandi," ucap Aksa tanpa menoleh.

"Aku butuh dasiku dipasangkan. Sekarang."

Jasmine mematung di ambang pintu. Pria ini benar-benar punya seribu wajah.

Jasmine tersentak. Ia masih berdiri di ambang pintu kamar mandinya dengan rambut yang terbungkus handuk dan hanya mengenakan pakaian santai yang ia gunakan di dalam kamar kaus tipis dan celana pendek yang jauh dari kata pantas untuk bertemu majikan.

"Sebentar, Tuan! Saya belum berganti pakaian," seru Jasmine panik, mencoba menutup pintu kamarnya yang sedikit terbuka.

Namun, alih-alih menunggu di ruang tengah atau kembali ke kamarnya sendiri, Aksa justru berbalik. Aksa malah mendorong pintu kamar staf itu dan melangkah masuk ke dalam ruangan yang sempit tersebut.

Kehadiran tubuh tinggi besar Aksa seketika membuat kamar Jasmine terasa sesak. Bau parfum maskulin yang tajam kini bercampur dengan aroma sabun mandi Jasmine yang masih segar.

"Pasangkan. Saya akan telat," ucap Aksa dingin.

Jasmine tersentak, tangannya refleks memegang handuk di kepalanya agar tidak terjatuh. Ia merasa sangat tidak nyaman berdiri di depan Aksa.

Mau tidak mau, dengan tangan gemetar karena amarah yang ditahan, Jasmine menerima dasi itu. Ia terpaksa melangkah mendekat, berdiri di antara kaki Aksa yang kokoh untuk menjangkau kerah kemejanya.

Saat jemari Jasmine mulai bergerak lincah melilitkan kain sutra itu, Aksa mulai menunjukkan sisi kurang ajarnya. Matanya menelusuri lekuk tubuh Jasmine yang tercetak jelas.

"Kamu cantik sekali jika memakai pakaian ini," bisik Aksa, suaranya rendah dan serak. Ia sengaja mencondongkan tubuh, membuat napasnya menerpa kening Jasmine.

"Kamu makin pulen sejak kita berpisah, Jasmine. Apa kau sengaja memakai pakaian seperti ini untuk menggodaku?"

Darah Jasmine mendidih. Ucapan merendahkan itu adalah tetes terakhir bagi kesabarannya. Ia mendongak, menatap tajam mata Aksa yang penuh kilat kepuasan, lalu dengan gerakan kilat, Jasmine menarik ujung dasi itu ke arah bawah dan menyentaknya ke atas dengan seluruh kekuatannya.

Sret!

Simpul dasi itu mengunci rapat di leher Aksa.

"Akh.....!" Aksa tersedak, wajahnya seketika memerah karena pasokan oksigennya terhambat. Ia refleks memegang lehernya, mencoba melonggarkan ikatan mematikan itu.

Wajahnya memerah, namun matanya yang tajam langsung menghujam Jasmine dengan tatapan tak percaya.

"Uhuk! Kau... kau mencoba membunuhku?" geram Aksa.

Jasmine tidak gentar. Ia berdiri tegak, membiarkan handuk di kepalanya sedikit miring sementara tangannya masih mengepal kuat di sisi tubuhnya. Tidak ada lagi rasa takut di matanya.

"Iya, kenapa?" jawab Jasmine singkat.

Aksa tertegun sejenak. Ia tidak menyangka wanita yang semalam menangis sesenggukan di pelukannya kini bisa berubah menjadi begitu tajam. Ia melangkah maju, memperpendek jarak hingga ia bisa merasakan napas Jasmine yang memburu karena amarah.

"Kau punya nyali juga ternyata," desis Aksa.

"Kau tahu apa konsekuensinya menyerang majikanmu? Aku bisa membuatmu membusuk di penjara hari ini juga."

"Silakan, Tuan Aksa," sahut Jasmine cepat, ia bahkan sedikit memajukan wajahnya seolah menantang maut.

"Penjara jauh lebih terhormat daripada harus terjebak di sini bersama pria yang tidak tahu cara menghargai privasi orang lain. Jika Anda ingin laporan kepolisian atas percobaan pembunuhan, maka saya akan pastikan ada laporan pelecehan"

Aksa menatap bibir Jasmine yang gemetar karena marah, lalu beralih ke matanya yang berkaca-kaca namun penuh api.

Alih-alih marah besar, Aksa justru menyeringai tipis.

"Penjara? Tidak, itu terlalu mudah untukmu," bisik Aksa sambil mengusap bekas merah di lehernya akibat tarikan dasi tadi.

"Aku lebih suka melihatmu tersiksa di sini, di bawah pengawasanku. Bersiaplah, karena mulai detik ini, hidupmu di rumah ini tidak akan semudah kemarin."

Aksa merapikan jasnya yang tersampir di kursi kamar Jasmine. Namun, sebelum berbalik untuk pergi, ia tiba-tiba melangkah mendekat dengan cepat. Sebelum Jasmine sempat bereaksi, Aksa menunduk dan mendaratkan kecupan singkat di pipi Jasmine.

Jasmine membeku, matanya membelalak kaget.

"Aku berangkat dulu, Sayang. Siapkan makan malam yang istimewa untuk menyambut mantan suamimu ini," ucap Aksa.

Pintu kamar tertutup dengan dentuman keras, meninggalkan Jasmine yang masih terpaku, tangannya perlahan naik memegang pipinya yang baru saja dicium.

"Dasar sialan! Bajingan!" umpat Jasmine dengan suara yang pecah karena emosi.

Ia mengusap pipinya dengan kasar menggunakan punggung tangan, seolah-olah bisa menghapus jejak bibir Aksa yang baru saja menempel di sana.

"Kamu pikir kamu siapa, Aksa?! Kamu pikir aku masih Jasmine yang dulu, yang bisa kamu injak-injak harga dirinya?" teriaknya tertahan ke arah pintu yang sudah kosong.

Kata-kata sayang yang diucapkan Aksa tadi bukannya terdengar romantis, melainkan terdengar seperti ejekan paling menjijikkan yang pernah ia dengar.

"Aku bukan sayangmu! Aku benci kamu!" desisnya lagi, napasnya memburu.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!