NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi
#harem #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: TARIAN GAGAK DI ATAS SENG

Suara gesekan kain di atas atap seng itu hilang, digantikan oleh kesunyian yang justru lebih mengancam. Arka masih berdiri di tengah ruangan kontrakannya yang sempit. Lampu pijar lima watt di langit-langit berkedip-kedip, seolah-olah ikut ketakutan dengan tekanan udara yang mendadak jadi berat.

Sret...

Bukan dari atap. Serangan itu datang dari jendela.

Sebuah bilah tipis berwarna hitam pekat—tanpa pantulan cahaya sedikit pun—meluncur secepat kilat mengincar leher Arka. Arka tidak panik. Di matanya, dunia melambat. Dia bisa melihat partikel debu yang tersingkir oleh gesekan pedang itu.

Arka memiringkan kepalanya hanya beberapa milimeter. Ujung bilah itu hanya memotong udara kosong, tapi anginnya cukup tajam untuk menggores pipi Arka hingga meneteskan setitik darah.

"Kecepatan yang lumayan," bisik Arka.

BOOM!

Dinding triplek kontrakannya hancur berantakan ditabrak oleh bayangan hitam. Seorang pria dengan setelan tactical serba hitam dan topeng kain yang hanya memperlihatkan matanya mendarat dengan posisi jongkok di depan Arka. Di tangannya ada dua belah belati pendek (trench knife) yang bentuknya aneh.

Inilah si 'Gagak Hitam'.

"Target terdeteksi. Respon saraf: Tinggi. Status: Berbahaya," suara pria itu dingin, datar kayak mesin.

Gagak Hitam tidak menunggu. Dia melesat lagi. Kali ini dia bukan cuma menusuk, tapi menari. Gerakannya patah-patah, sulit ditebak, berpindah dari satu sudut buta ke sudut buta lainnya. Di mata orang biasa, pria ini mungkin terlihat menghilang.

Tapi bagi Arka? Ini adalah festival garis energi.

‘Analisis dimulai... Pola gerak: Gaya Belalang Tempur. Titik lemah terdeteksi di lutut kiri dan ketiak kanan.’

Suara di kepala Arka bergema. Arka menangkap ritme itu. Saat belati Gagak Hitam mengarah ke jantungnya, Arka justru melangkah maju—masuk ke dalam jangkauan lawan. Ini langkah bunuh diri bagi kebanyakan orang, tapi bagi Arka, ini adalah checkmate.

TAK!

Arka menangkap pergelangan tangan si pembunuh dengan tangan kirinya. Gagak Hitam terkejut, matanya membelalak di balik topeng. Bagaimana mungkin bocah ini bisa menangkap tangan yang bergerak di atas 100 km/jam?

"Terlalu banyak gaya," desis Arka.

Arka menghantamkan sikunya tepat ke arah ulu hati si Gagak.

Bugh!

Suara hantaman itu tumpul tapi dalam. Gagak Hitam terlempar ke belakang, menabrak lemari plastik Arka sampai hancur. Tapi pembunuh ini profesional. Dia melakukan salto di udara dan mendarat dengan satu tangan, lalu langsung melemparkan tiga buah jarum beracun yang disembunyikan di balik lengan bajunya.

Arka menggerakkan kepalanya dengan ritme yang hampir terlihat seperti sedang berdansa. Ketiga jarum itu menancap di pintu kayu di belakangnya.

"Siapa yang kirim kamu? Sanjaya?" tanya Arka sambil berjalan mendekat pelan-pelan. Setiap langkahnya menimbulkan getaran di lantai semen yang bikin nyali siapa pun ciut.

Gagak Hitam tidak menjawab. Dia menarik napas dalam, dan tiba-tiba otot-otot lengannya membesar. Aura hitam tipis mulai menyelimuti tubuhnya. "Teknik Terlarang: Sayap Gagak Penjemput Nyawa!"

Pria itu berputar seperti gasing maut, belatinya menciptakan pusaran angin yang tajam. Kontrakan Arka yang memang sudah reot mulai rontok atapnya. Genteng-genteng berjatuhan, pecah berkeping-keping.

Arka menutup matanya sesaat. Dia membiarkan indranya yang lain mengambil alih. Dia merasakan aliran udara, dia merasakan panas tubuh lawan, dan dia melihat satu garis merah terang di tengah pusaran maut itu.

Itu dia.

Arka menerjang masuk ke tengah pusaran belati. Clarissa atau Pak Hendra pasti bakal teriak kalau lihat ini. Arka seolah-olah menyerahkan tubuhnya untuk dicincang.

CRAAAK!

Suara tulang patah terdengar jelas.

Pusaran itu berhenti seketika. Gagak Hitam berdiri mematung. Tangan kanan Arka sudah tertanam di pundak pembunuh itu, sementara tangan kirinya memegang leher si Gagak dengan cengkeraman yang bisa menghancurkan beton.

"Teknik kamu bagus," ucap Arka tepat di telinga si pembunuh, "Tapi kamu terlalu sombong dengan kecepatan. Di depan mata aku, kamu cuma kayak siput yang lagi merayap."

Arka mengangkat tubuh pria dewasa itu hanya dengan satu tangan. "Sanjaya pikir aku bisa dibeli atau dibunuh dengan cara murahan begini? Bilang sama Abraham Sanjaya... mulai malam ini, aku yang bakal jadi mimpi buruknya."

Arka tidak membunuh pria itu. Dia justru menyentil dahi si Gagak dengan jari tengahnya yang sudah dialiri energi emas.

PING!

Gagak Hitam terpental keluar dari lubang dinding kontrakannya, terbang melewati gang sempit, dan mendarat di bak sampah besar di ujung jalan. Dia pingsan seketika dengan jalur meridian di tubuhnya yang "terkunci" total. Dia tidak akan mati, tapi dia juga tidak akan bisa menggunakan ilmu bela dirinya lagi selamanya. Dia sudah jadi orang cacat secara spiritual.

Arka berdiri sendirian di tengah kontrakannya yang hancur. Hujan masih turun, membasahi wajahnya lewat atap yang sudah bolong.

Dia melihat tangannya yang gemetar. Bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang masih terpompa hebat. Ada rasa haus yang aneh di dalam dirinya—rasa haus akan pertarungan yang lebih besar.

‘Sinkronisasi meningkat: 15%. Kapasitas Mata Sakti meningkat.’

"Baru 15 persen?" gumam Arka tak percaya. "Kalau cuma 15 persen sudah bisa bikin pembunuh kelas atas jadi sampah, gimana kalau 100 persen?"

Tiba-tiba ponsel butut Arka di lantai bergetar. Sebuah nomor tidak dikenal masuk.

Arka mengangkatnya. "Siapa?"

"Tuan Arka... Ini Tuan Han," suara di seberang sana gemetar hebat, terdengar suara tangisan dan teriakan di latar belakang. "Tolong... Tuan Besar Abraham... dia gila. Dia menyandera panti asuhan tempat Anda dibesarkan. Dia bilang kalau Anda tidak datang ke markas Sanjaya dalam satu jam, dia akan meratakan tempat itu dengan buldozer."

Mata Arka yang tadinya emas mendadak berubah menjadi hitam pekat sedalam sumur neraka. Aura dingin yang luar biasa keluar dari tubuhnya, sampai-sampai air hujan yang jatuh di sekitarnya membeku menjadi serpihan es sebelum menyentuh lantai.

Arka tidak membalas ucapan Tuan Han. Dia meremukkan ponsel itu sampai jadi butiran logam di tangannya.

"Panti asuhan..."

Kenangan tentang Ibu Panti yang memberinya makan saat dia kelaparan, dan adik-adik kecil yang selalu menunggunya pulang, berputar di kepalanya. Itu adalah satu-satunya "rumah" yang dia miliki di dunia yang kejam ini.

Arka berjalan keluar dari sisa-sisa kontrakannya. Dia tidak butuh taksi. Dia mulai berlari. Setiap langkahnya meninggalkan retakan di aspal. Kecepatannya melampaui batas manusia, hanya menyisakan bayangan emas yang melesat di tengah kegelapan Jakarta.

"Abraham Sanjaya," desis Arka sambil melompat melewati gedung tiga lantai dalam sekali hentak. "Kamu baru saja menandatangani surat kematian seluruh klanmu."

1
SANG
Berlanjut terus💪👍
SANG
Semangat👍
SANG
Lanjut terus
SANG
like👍
Tang xu
terlalu terbuka soal kekuatannya
the misterius author 🐐: buka dikit aja bg belum semua
total 1 replies
the misterius author 🐐
asik juga nih
SANG
Like, suka
SANG
menarik
SANG
Mampir Thor
the misterius author 🐐: ok bg
total 7 replies
Sules Tiyanto
👍👍,, lanjut Thor,,
the misterius author 🐐: nanti lanjut kan bg
total 1 replies
Gege
dahlah otor menyembah AI buat generate kata..
the misterius author 🐐: bg bukan nyembah itu di gantung cerita nya soal nanti Abraham bakal mati sabr aja
total 1 replies
Gege
yaaah ga dapat duit jadinya si MC.. gass teroos bang 10k kata sekali update...jangan nanggung keluarkan semua...🤭
the misterius author 🐐: fokus perbaiki plot nya sistem si mulut pedas dulu bg
total 1 replies
Manusia Biasa
jadi MC🤣
Manusia Biasa
yakin?? kwk
Manusia Biasa
lanjutt 😂 ditunggu next Thor semangat
the misterius author 🐐: sudah tu thor
total 1 replies
Manusia Biasa
ngakak gw sekilas mikir santet😂
the misterius author 🐐: jangan bg itu paru paru ada gumpalan darah hitam bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
Menarik, novelnya berpotensi masuk jajaran Rekomendasi NT dan halaman beranda

semangat kak👍
the misterius author 🐐: ARKA cocok jadi Sigma 🤣 kak
total 6 replies
Manusia Biasa
potensi menjadi sigma ini mc🗿
the misterius author 🐐: tenang bg nanti bab tertentu ada saingan Clarissa bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
seperti biasa🗿
Manusia Biasa
iyalah boss, untuk rakyat jelata kaya kita kita bisa buat generasi beberapa keluarga itu😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!