Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
...6...
Hingga menjelang malam Kanaya masih terus berada dirumah dan saat ini dia sedang menonton tv diruang tamu sedangkan Bryan berada dikamar.
“ehh adik kakak lagi nonton apaan nih?”
tanya Tomy yang baru saja pulang kerja dan langsung duduk disebelah Kanaya
“ aaa kak Tomy, kakak kemana aja Kanaya kangen”
ucap kanaya sambil memeluk manja kakak tertuanya itu
"uluu,,,uluu gemesin banget si adek kakak yang satu ini, baru juga gak ketemu satu harian udah kangen aja” balas Tomy sambil memeluk adik kesayangan nya itu,
“oh ya kakak punya sesuatu buat kamu”
“ seriusan?kakak bawa apaan” tanya kanaya dengan sangat antusias
“tadaaaaa” mengeluarkan dua buah coklat dari dalam saku jas kantornya.
“yeyy coklat, makasi kak” sembari kembali memberikan pelukan kepada Tomy dan Tomy memberikan kecupan dipucuk kepala Kanaya, memang Kanaya itu lebih manja kepada Tomy daripada dengan Kevin kakak keduanya.
“Btw kak kevin mana kak, kok gak keliatan”
“oh kevin tadi pergi sama temannya, makanya kakak pulang sendiri oh ya kakak ke kamar dulu ya dek, mau mandi dah gerah banget soalnya” ujar Tomy kepada kanaya lalu berjalan menuju kamar nya.
Setelah Tomy pergi ke kamar, Kanaya memutuskan pergi ke dapur untuk membantu bi Ijah mempersiapkan makan malam
“sini bik biar Kanaya bantu menggoreng perkedelnya” ujar kanaya setelah sampai didapur sambil mengambil sendok goreng yang terletak didekat kompor
“eh,,eh gausa non biar bibi saja”
“gapapa biar kanaya aja bik, lagian Kanaya satu hari ini lagi jadi pengangguran bik, jadi itung-itung Kanaya sekarang uda dapat pekerjaan dari bibi buat goreng perkedel, jadi bibi lanjut aja cuci buahnya” ucap Kanaya dengan raut wajah tersenyum
“Ah non ini ada-ada aja”.
Saat kanaya sedang membantu bi Ijah di dapur tiba-tiba mama datang
“bi ijah makan malam nya sudah selesai belum” tanya mama kepada bi Ijah
“sebentar lagi selesai nyonya” jawab bi Ijah
“saya tunggu dimeja makan ya bik, oh ya nay kamu itu dicariin papa tuh” ujar mama kemudian berlalu meninggalkan dapur.
“bik kanaya tinggal dulu ya, ini perkedel nya juga udah selesai Kanaya goreng”
ucap kanaya kemudian pergi meninggalkan dapur lalu menuju ruang makan dimana papa sudah menunggu.
“ ada apa pah” tanya Kanaya kepada papanya sambil menarik salah satu kursi makan kemudian mendudukinya
“suami kamu mana nak, ini kan sudah waktunya makan malam” tanya papa “ha suami?? Oh bryan maksdunya, tadi si dikamar pah tidur”
“sana buruan kamu panggilin supaya kita makan malam bareng” ucap papa lagi
“udah deh pa biarin aja paling nanti dia lapar juga turun sendiri”.
“ kamu gak boleh gitu nak, sekarang Bryan itu suami kamu dan sebagai istrinya kamu itu harus wajib menghormati dia dan melayani dia sebagai suami ” ucap mama menasehati Kanaya
“ lagian dia juga uda gede ma, masak iya makan juga masih harus diingetin seharusnya dia tau dong jam makan malam”
“kanaya papa tau, kamu masih belum mencintai Bryan tapi kamu gak bisa melarikan diri dari peran kamu sebagai istri, belajar lah nak untuk mencintai suami kamu dan belajar menjadi seorang istri yang baik apa kamu mau jadi istri durhaka”.
Cih siapa juga yang mau mencintai pria yang sudah memiliki kekasih batin Kanaya, tapi Kanaya mau tidak mau juga harus mengikuti omongan papanya karena Kanaya tidak ingin melihat papanya bersedih kalau mengetahui pernikahan anaknya sebenarnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya kanaya pun memutuskan untuk memanggil Bryan agar segera turun untuk makan malam bersama.
Jam dinding telah menunjukkan pukul 06.00 wib pagi, Kanaya sudah bangun dari tidurnya karena semalam setelah dinasehati orang tuanya dia sudah memutuskan untuk menjadi istri yang baik setidaknya sampai ka Rima kembali kepada Bryan. Kanaya beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya selesai mandi dia mengenakan celana pendek berwarna hitam dipadukan dengan kaos berwarna putih.
Kemudian Kanaya berjalan menuju walk in closet untuk menyiapkan keperluan Bryan hari ini ke kantor dan diambilnya sebuah kemeja putih dengan setelan jas berwarna navy lalu diletakkannya di atas kasur tak lupa juga Kanaya memilih sepatu berwarna coklat untuk dipadukan dengan pakaian yang telah dipilihnya tadi. Kanaya tidak tau seperti apa selera style berpakain Bryan jadi dia hanya memilih yang menurutnya saja cocok dikenakan Bryan, persoalan Bryan mau memakai pilihannya atau tidak itu terserah dengan keputusannya setidaknya dia sudah melakukan tugasnya sebagai istri.
Setelah selesai menyiapkan keperluan Bryan, Kanaya masih melihat Bryan tertidur di sofa dan timbul niat untuk membangunkan nya tapi pikiran itu segera ditepis Kanaya biairn aja bangun sendiri batin Kanaya. Saat Kanaya sedang menuruni anak tangga dilihatnya seorang pria tidak dikenal dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam sedang duduk diruang tamu namun pria itu yang melihat kehadiran Kanaya langsung berdiri
“selamat pagi nona” ucap pria itu
“eh iya pagi, maaf anda siapa ya dan ada keperluan apa ada disini pagi-pagi begini?” tanya Kanaya
“ saya kesini ingin menjemput tuan muda”
“ha tuan muda?” tanya Kanaya bingung
“maksud saya tuan Bryan suami nona, saya asisten pribadinya dikantor”
“ oh asisten pribadinya Bryan, silahkan pak duduk kembali saja lagi” ucap Kanaya
“ maaf nona panggil saja saya asisten Jo jangan bapak saya belum setua itu nona” canda Jo.
“haha okeoke baiklah asisten Jo, oh ya sembari menunggu biar saya ambilkan minuman dulu ya”
“ tidak usah nona”
“ tamu adalah raja asistenJo” ucap Kanaya lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman. Di dapur sudah ada bibi yang sedang memasak untuk sarapan pagi, melihat Kanaya yang sedang membuat kopi bibi langsung menawarkan diri untuk membuatkannya dan bibi juga yang mengantarkannya kepada asisten Jo.
Didalam kamar, Bryan terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan keberadaan Kanaya dilihatnya jam dinding sudah menunjukan pukul 06.50 wib, kemudian dia bergegas bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi tapi saat dia berjalan melewati kasur dilihatnya setelan jas kantornya yang sudah tertata rapi di atas kasur. Bryan tersenyum melihatnya selama ini belum pernah ada yang menyiapkan pakaian kerjanya, semua dia lakukan sendiri hingga timbul perasaan senang dihati Bryan atas perhatian kecil ini. Apalagi pilihan Kanaya sangat sesuai dengan seleranya. Ternyata begini rasanya punya istri batin Bryan lalu berjalan memasuki kamar mandi.
Bryan telah selesai bersiap dengan mengenakan setelan jas pilihan Kanaya tadi, jam sudah menunjukan pukul 07.30 wib sedangkan jam 08.30 wib nanti dia ada rapat dengan klien, itu membuat Bryan tidak sempat lagi untuk sarapan dan langsung berpamitan dengan papa yang kebetulan sedang duduk diruang tamu bersama asisten Jo, sementara itu Kanaya baru saja datang ke ruang tamu
“suami kamu baru aja pergi tuh” ucap papa
“loh Bryan dah pergi pa?” tanya Kanaya namun tiba-tiba asisten Jo kembali masuk kedalam rumah
“maaf permisi non, pak kunci mobilnya ketinggalan” ujar asisten Jo mengambil kunci mobil yang tertinggal diatas meja kemudian pergi. Lalu Kanaya juga berjalan menuju keluar rumah dilihatnya Bryan menggunakan setelan yang dipilihnya tadi hendak memasuki mobil dan itu membuat Kanaya merasa senang.
“Yann tunggu” panggil Kanaya.